E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE GENITAL DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SISWI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH KUDUS
Personal hygiene genitalia merupakan pemiliharaan kebersihan dan kesehatan individu yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terhindar dari gangguan alat reproduksi dan mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikis serta meningkatkan derajat kesehatan. Salah satu akibat kurangnya pemahaman personal hygiene genitalia adalah terjadinya gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran kemih (ISK), penyakit radang panggul (PRP) dan kemungkinan terjadi kanker leher rahim, sehingga dibutuhkan informasi yang baik mengenai kesehatan reproduksi agar remaja memiliki pemahaman yang baik dan dapat mencegah ancaman penyakit reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku personal hygiene genital dengan kejadian keputihan pada siswi MA Muhammadiyah Kudus.Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasi analitik dengan pendekatan potong lintang ( Cross Sectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi MA Muhammadiyah Kudus. Seluruh siswi kelas X MA Muhammadiyah Kudus dan bersedia menjadi responden penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel (teknik sampling) dengan Accidental SamplingHasil penelitian terdapat 6 orang (20%) dengan perilaku personal hygiene genital yang buruk dan 24 orang (80 %) mempunyai perilaku personal hygiene genital yang baik. Terdapat 7 orang (23,33%) yang mengalami keputihan dan 23 orang (76,67 %) yang tidak mengalami keputihan. Berdasarkan uji fisher didapatkan hasil p value sebesar 0,734 dengan derajat kemaknaan 5%. Nilai p value (0,734 >0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan.Hal ini berarti kejadian keputihan yang dialami oleh siswi tidak disebabkan oleh perilaku personal hygiene yang buruk melainkan oleh sebab yang lain , antara lain kelelahan, tekanan yang berat ataupun kekurangpahaman siswi tentang tanda gejala keputihan dan penyebabny
HUBUNGAN INDEK MASSA TUBUH IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMSIA DI RUANG AN NISA RS PKU MUHAMMADIYAH GUBUG
Status gizi ibu hamil sangat penting untuk tercapainya kesejahteraan ibu dan janin. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengetahui status gizi pada seseorang adalah dengan menghitung indek massa tubuh (IMT). Adanya perbedaan antrometri ibu hamil pada tiap populasi menyebabkan terjadinya masalah gizi kurang atau gizi lebih(obesitas).Wanita dengan status gizi berlebih memiliki resiko tinggi terhadap kehamilan seperti pre eklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indek massa tubuh ibu hamil dengan pre eklamsia di ruang Annisa Rsu Pku Muhammadiyah Gubug-Grobogan Tahun 2014.Penelitian analitik observasional dengan metode case control study dengan menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis pasien pada bulan Januari-Desember 2013.Data dideskripsikan dalam bentuk tabel frekuensi dan diuji dengan menggunakan uji komprehatif Rank Spearmen kendall tau,dengan hasil penelitian ada hubungan antara indek massa tubuh ibu hamil dengan pre eklamsia,dengan nilai p value 0,045.Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan kunjungan ante natal care(ANC)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PESERTA KB AKTIF DI DESA JATI KULON KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS
Proses menstruasi dapat menimbulkan potensi masalah kesehatan reproduksi wanita berhubungan dengan fertilitas yaitu pola menstruasi. Faktor faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi adalah jenis kontrasepsi suntik, kepatuhan dalam suntikan ulang, lama penggunaan, dan penyakit penyerta. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi peserta KB aktif yang menggunakan alat kontrasepsi suntik.Jenis penelitian corelational study dengan rancangan Cross Sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dilakukan pada populasi responden yaitu akseptor suntik di Dukuh Kulon Kali Desa Jati Kulon kecamatan Jati Kabupaten Kudus pada bulan Agustus 2012 dengan sampel 105 responden dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 35-48 tahun, pekerjaan responden mayoritas sebagai buruh pabrik, jumlah anak mayoritas mempunyai 1 anak, sebagian besar responden memakai jenis kontrasepsi suntik DMPA, responden lebih banyak tidak patuh dalam suntikan ulang, lama penggunaan alat kontrasepsi suntik ³ 1 tahun, mempunyai penyakit penyerta, dan sebagian besar responden terjadi gangguan siklus menstruasi. dari hasil uji analisa menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kontrasepsi sunti dengan siklus menstruasi (p value = 0,000), ada hubungan antara kepatuhan dalam suntikan ulang dengan siklus menstruasi (p value = 0,001), ada hubungan antara lama penggunaan dengan siklus menstruasi (p value = 0,004), ada hubungan antara penyakit penyerta dengan siklus menstruasi (p value = 0,014)
STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PENDERITA PRE EKLAMSI RINGAN DAN BERAT PADA IBU HAMIL DI RSUD R.A KARTINI JEPARA 2011
Penderita preeklamsi memiliki beberapa karakteristik yang berbeda-beda, diantaranya adalah umur, paritas, pendidikan dan status gizi yang berhubungan dengan kejadian pre eklamsi. Pre eklamsi merupakan penyebab utama kematian ibu dan bayi sehingga perlu penanganan segera untuk menangani kegawat daruratan obstetri baik dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penderita pre eklamsi ringan dan berat pada kehamilan.Desain penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif. metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dengan trianggulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar informan berusia 20-35 tahun, sebagain besar informan hamil pertama kali, sebagian besar informan berpendidikan SLTP dan sebagian informan berstatus gizi sedang
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN PRAKTIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI
Latar Belakang: Jumlah penderita kanker payudara yang meningkat setiap tahunnya di Indonesia yaitu 21,69 % pada tahun 2011 dan hal ini dapat mengakibatkan kematian. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan upaya deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan oleh wanita mulai masa remaja yang sudah menstruasi sebagai pemeriksaan awal untuk mengetahui tanda dan gejala adanya kanker payudara.Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada remaja putri.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini adalah semua remaja putri usia 14 – 16 tahun yang berada di Pondok Pesantren Rohmatillah Desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus yang berjumlah 141 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 19 orang (54.3%), sebagian besar remaja tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri yaitu sebanyak 28 orang (80%), terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada remaja putri dengan nilai chi square 19.792Simpulan dari hasil penelitian ini diperlukan adanya peningkatan pengetahuan tentang SADARI dan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dari tenaga kesehatan sebagai upaya deteksi dini adanya tanda dan gejala kanker payudara
KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMK MUHAMMADIYAH KUDUS
Background : Indonesia around 90% of women may experience leukhorrhea because Indonesia is a tropical areas, so that the fungus is growing which resulted in many cases of leukhorrhea. Leukhorrhea symptoms experienced by women sho are unmarried or girls aged 15-24 years is approximately 31.8%. This indicates a higher risk adolescents occur Leukhorrhea.Objective : To determine the knowledge of leukhorrhea, the type of underwear, vulva hygiene with students in SMK Muhammadiyah Kudus.Result : The results of bivariate p value on knowledge leukhorrhea of 0.417, frekuensi the underwear 0.123 and vulva hygien practice 0.123Conclusions : No relationship between knowledge leukhorrhea, vulva hygiene and type underwear, how vulva hygiene with leukhorrhea expected indicates of health workers and educators can run adolescent reproductive health programs in synergy with activities of the two sectors. Keywords : Knowledge leukhorrhea, vulva hygiene practice, underwear, leukhorrhea Latar Belakang: DiIndonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan karena Negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembang yang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan. Gejala keputihan juga dialami oleh wanita yang belum kawin atau remaja puteri yang berumur 15-24 tahunyaitu sekitar 31,8%. Hal ini menunjukkan remaja lebih berisiko terjadi keputihan.Tujuan : Mengetahui pengetahuan tentang keputihan, jenis celana dalam, cara cebok dengan kejadian keputihan pada siswi SMK Muhammadiyah KudusMetode: Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental (observasional), dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: Hasil bivariat didapatkan nilai p value pada pengetahuan 0.417, cara cebok 0.123 dan ganti celana dalam 0.123Kesimpulan dan Saran: Tidak Ada hubungan antara pengetahuan, cara cebok dang anti celana dalam dengan kejadian keputihan Diharapkan petugas kesehatan dan tenaga pendidik dapat menjalankan program kesehatan reproduksi remaja secara bersinergi dengan kegiatan kedua sector
TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER LEHER RAHIM DI RW 7 DESA TROSO KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA
Kanker leher rahim merupakan jenis kanker terbanyak kedua pada wanitadan menjadi penyebab lebih dari 250.000 kematian pada tahun 2009. Di Indonesia, kanker leher rahim menduduki peringkat pertama pada kasus kanker yang diderita oleh wanita dan merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita. Minimal 200.000 wanita meninggal karena penyakit tersebut. Penelitian ini secara umum bertujuan Mengetahui tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang kanker leher rahim di Puskesmas Pecangaan Jepara. Adapun Tujuan Khusus dari penelitian ini adalah Mengetahui karakteristik responden, pengertian kanker leher rahim, Mengetahui tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang penyebab kanker leher rahim, kanker leher rahim, Penatalaksanaan kanker leher rahim. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur pada bulan April yang bertempat tinggal di RW 7 Desa Troso kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara adalah 327 orang. Dalam pembuatan penelitian ini sampel yang di gunakan adalah wanita usia subur yang bertempat tinggal di RW 7 Desa Troso adalah 33 orang..Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan tentang tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kanker leher rahim di Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara adalah responden mempunyai tingkat pengetahuan tentang pengertian kanker leher rahim adalah tinggi dengan 27 responden (18,82%), responden mempunyai tingkat pengetahuan tentang penyebab kanker leher rahim adalah sedang dengan 19 responden (57,58%), responden mempunyai tingkat pengetahuan tentang keganasan kanker leher rahim adalah tinggi dengan responden 18 (54,55%), tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang gejala kanker leher rahim adalah sedang dengan 27 responden (81,82%), tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang deteksi dini kanker leher rahim adalah tinggi dengan 19 responden (57,58%), tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang penatalaksanaan kanker leher rahim adalah tinggi dengan 22 responden (66,67%). Kesimpulan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwaTingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kanker leher rahim di Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara adalah Sedang dengan 24 responden (72,7%)
MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA PADAWANITA USIA SUBUR
Latar Belakang : kanker payudara merupakan kanker yang sering terjadi pada perempuan dan SADARI merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara. Tujuan : Mengetahui perbedaan motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan tentang kanker payudara pada wanita usia subur di Desa Sukolilo Kabupaten Pati. Metode : jenis penelitian Pra-Eksperimental dengan rancangan Pra-Post Test Dalam Satu Kelompok (One Group Pretest-Postest Design). Populasi dalam penelitian ini adalah 309 jiwa wanita usia subur. Sample sebanyak 47 responden. Uji statistic dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian : motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum pendidikan kesehatan pada wanita usia subur sebagian besar dalam kategori motivasi kurang yaitu sebanyak 32 responden (68,1%), sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar dalam kategori cukup yaitu sebanyak 31 responden (66,0). Kesimpulan : ada perbedaan motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan pada wanita usia subur di Desa Sukolilo RW 4 Kabupaten Pati
RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT DAERAH KUDUS
Kejadian hipertensi di Indonesia tahun 2012 mencapai 18 juta pasien. Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2004 menunjukan prevalensi hipertensi di Indonesia cukup tinggi, yaitu 83 per 1000 anggota rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh relaksasi benson terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Rumah Sakit daerah (RSD) Kudus. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pre and post with control group. Sampel penelitian ini adalah pasien hipertensi yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kudus yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 15 pasien kelompok kontrol dan 15 orang kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan benson relaksasi terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi (p: 0,027 untuk sistolik dan 0,041 untuk diastolik). Sedangakn pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik (p: 0,69 untuk sistolik dan p:0126 untuk diastolik). Penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik yang tidak signifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p: 0,511 untuk tekanan sistolik dan p: 0,426 untuk diastolik)
STUDI DESKRIPTIF POLA NUTRISI BALITA PENGUNJUNG POSYANDU I DI DESA DASUN Rt 02 Rw01 KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG
Latar Belakang : Status gizi kurang bahkan buruk merupakan kondisi ekstrim dari kekurangan nutrisi pada tubuh manusia. Gizi kurang atau buruk selalu berada di tengah-tengah populasi manusia andai kata upaya pencegahan tidak memadai. Observasi awal yang dilakukan penulis terhadap balita di desa dusun RT 02 RW 01 kecamatan Lasem kabupaten Rembang 30 balita yang tertulis di KMS. Ditemui 10 Balita menunjukkan Kurva KMS berwarna kuning dan 13 balita menunjukkan warna hijau muda dan 7 balita menunjukkan warna hijau tua. Berdasarkan data hasil observasi awal, peneliti tertarik untuk melihat pola nutrisi balita dengan mengambil judul: “Studi diskriptif Pola Nutrisi Balita Pengunjung Posyandu I di Desa Dasun RT 02 RW 01 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Sukarmin, Rizka HimawanTujuan : Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pola nutrisi balita pengunjung Posyandu I di desa dasun Rt 02 Rw 01 kecamatan Lasem kabupaten Rembang serta pola nutrisi balita pengunjung posyandu 1di desa dasun RT 02 RW 01 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang menurut frekuensi makan, jenis makanan,dan porsi makanMetode : Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif menggambarkan pola nutrisi balita pengunjung posyandu I dengan penghitungan mean, median, dan modusHasil : Hasil penghitungan pola nutrisi Balita Pengunjung Posyandu I di Desa Dasun RT 02 RW 01 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang menurut frekuensi makan pengunjung adalah baik dengan jumlah 24 orang (80,0%), menurut jenis makanan pengunjung adalah kurang baik dengan jumlah 17 orang (56,7%), sedangkan untuk menurut porsi makan pengunjung adalah kurang baik dengan jumlah 18 orang (60,0%) Kesimpulan :Pola Nutrisi Balita Pengunjung Posyandu I di Desa Dasun RT 02 RW 01 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang adalah kurang baik (56,7%