E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    HUBUNGAN POLA ASUH DAN RIWAYAT MEROKOK DENGAN RESIKO ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TK KASIAN

    Get PDF
    Latar Belakang :Djiwo Tahun 2000-2004 menemukan dari 4015 siswa usia 6-10 tahun di SD wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat menunjukkan prevalensi 26,2% anak ADHD berdasarkan kriteria DSM IV. Oleh Balitbang Direktotar Pendidikan Luar Biasa, 26,2% mengalami ADHD karena pola asuh orang tua 33% dan 67% karena pengaruh pencemaran lingkungan seperti asap rokok dan asap kendaraan bermotor,  perjalanan prenatal terhadap alkohol, dan malnutrisi berat pada masa anak-anak (Judarwanto, 2009). Tujuan : Mengetahui hubungan antara Pola Asuh dan Riwayat Merokok dengan Resiko Kejadian ADHD pada Anak Prasekolah Di TK Kasian. Metode :Jenis penelitian korelasi analitik. Menggunakan pendekatan Cross Sectional, sampel 65 responden dengan tekhnik  total sampling. Alat ukur adalah kuesioner dan cek list. Analisa data univariat dan bivariat. Uji hubungan penelitian menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Tidak ada hubungan antara pola asuh dengan Resiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak pra sekolah di TK Kasian dengan p value 1,000 > 0,05 dan tidak ada hubungan antara riwayat merokok dengan Resiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak pra sekolah di TK Kasian dengan p value 0,543 > 0,05. Kesimpulan : tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dan riwayat merokok dengan resiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD

    TERAPI BERPIKIR POSITIF DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI

    Get PDF
    Hipertensi  merupakan satu penyakit dengan angka kejadian tertinggi di dunia. Terapi berpikir positif adalah Suatu jenis terapi kognitif yang digunakan untuk memodifikasi perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Welahan I Jepara.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian pre experimental one group pretest-posttest. Populasinya sebanyak 291 orang dengan sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel non probability sampling berupa purposive sampling. Hasilnya adalah p value = 0,000 (<0,05) yang berarti ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Welahan I Kabupaten Jepara

    RIWAYAT KEJADIAN POSTPARTUM BLUES MENGHAMBAT PERKEMBANGAN ANAK USIA 1 TAHUN

    Get PDF
    Usia toddler (1-3 tahun ) merupakan masa ke“emas“an karena anak mengalami perkembangan sangat cepat. Pada usia ini perkembangan  berlangsung sangat cepat dan menjadi landasan perkembangan berikutnya, termasuk perkembangan anak. Apabila seorang ibu mengalami kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan secara terus menerus akan memberikan dampak yang kurang baik pada anak. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah “post partum blues”. Penelitian bertujuan mengetahui apakah riwayat kejadian post partum blues berhubungan dengan perkembangan anak usia 1 tahun wilayah XJenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan retrospectif, populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 1 tahun di wilayah X sejumlah 50 anak,  dengan teknik  pengambilan sampel menggunakan total populasi. Instrumen yang digunakan untuk mengidentifikasi riwayat postpartum blues menggunakan modifikasi dari Edinburgh Post Partum Depression Scale (EPDS) dan Denver II untuk mengidentifikasi perkembangan  anak Hasil penelitian  menunjukkan ada hubungan antara riwayat kejadian post partum blues dengan perkembangan anak usia 1 tahun,  hasil uji statistik  Chi-square 3,97  dan nilai p value sebesar 0,026(α < 0,05).Hendaknya keluarga memberikan dukungan kepada ibu selama kehamilan sehingga mampu mencegah terjadinya post partum blues yang berpengaruh terhadap perkembangan anak yang dilahirkan

    PROMOSI KESEHATAN DALAM PEMBERIAN MINUM OBAT CACING DAN KEJADIAN KECACINGAN OXYURIS VERMICULARIS

    Get PDF
    Kecacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat. Cacing kremi (Oxyuris Vermicularis) sering menyerang pada anak usia sekolah dasar, yang didalam usus anak terdapat satu atau beberapa jenis cacing yang merugikan pertumbuhan dan kecerdasan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan frekwensi minum obat cacing dengan kejadian kecacingan oxyuris vermicularis pada siswa di SD I Setrokalangan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non-eksperimental observasional bersifat korelational analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi berjumlah 40 responden dan sampel 40 responden.Teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Hasilnya adalahnilai p value = 0,011 dan nilai X2 hitung 8.947 dengan df 1 sehingga didapatkan nilai X2 tabel 3.811 jadi terdapat hubungan yang signifikan antara frekwensi minum obat dengan kejadian kecacingan oxyuris vermicularis pada siswa kelas 2 di SD I dan SD II Setrokalangan Kaliwungu Kabupaten Kudus

    HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GDS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) TIPE II DI PUSKESMAS MAYONG II JEPARA TAHUN 2015

    Get PDF
    Kongres Federasi Diabetes Internasional di Paris tahun 2003, diabetes mellitus menduduki peringkat keempat setelah penyakit jantung, pembuluh darah, dan penyakit kanker. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita diabetes mellitus tahun 2005 mencapai 200 juta orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM Tipe II di Puskesmas Mayong II Jepara. Penelitian ini merupakan  Studi Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dengan uji Kendall tau. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe II  di wilayah kerja puskesmas Mayong II Jepara yang berjumlah sebanyak 139 orang pasien DM tipe II, didapatkan sampel 34 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p value < 0,05. Dimana nilai p value (p=0,002 dan p=0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM tipe II di Puskesmas Mayong II Jepara. Adapun hubungan tersebut adalah sedang dan kuat. Ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM tipe II di Puskesmas Mayong II Jepar

    PENGARUH KARAKATERISTIK TERHADAP TERBENTUKNYA PERILAKU PESERTA TERAPI RUMATAN METADON (TRM) DI KLINIK RUMATAN METADON PUSKESMAS MANAHAN SURAKARTA

    Get PDF
    Tingginya angka penularan HIV dan penyakit lain yang ditularkan melalui darah pada kalangan penasun meningkatkan pentingnya kebutuhan untuk melakukan upaya khusus dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Untuk mengurangi dampak buruk narkoba (harm reduction) yang ditujukan pada penasun adalah terapi rumatan metadon (TRM). Namun pada kenyataannya walaupun penasun telah menjalani terapi ini tidak semua perilaku para penasun menunjukkan perilaku yang positif dan angka drop-out  pada layanan ini cukup tinggi. Menurut Green (1980), perilaku seseorang dipengaruhi beberapa faktor antara lain karakteristik seseorang. Sehingga ada kemungkinan bahwa perilaku penasun tersebut juga dapat disebabkan oleh karakteristik mereka. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi apakah ada pengaruh karakteristik terhadapa perilaku peserta terapi rumatan metadon (TRM) di Klinik Rumatan Metadon di Puskesmas Manahan Surakarta. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden yang meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan  dan status HIV/AIDS tidak mempengaruhi drop out pada peserta terapi rumatan metadon (TRM).

    Bedside Sebagai Suatu Inovasi Metode Bimbingan Klinik Dalam kebidanan dan keperawatan

    Get PDF
    Penelitian oleh Malini dan Huriani (2006) menunjukkan metode pengajaran klinik konvensional kurang dapat meningkatkan kompetensi klinik para calon bidan dan perawat. Untuk itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang mampu memantau perkembangan pencapaian tujuan pembelajaran yaitu bedside . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan bedside  mampu meningkatkan pencapaian kompetensi peserta didik, meningkatkan kepercayaan diri, harga diri dan kesadaran diri peserta didik? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain semi ekperimental dimana mahasiswa mengalami pembelajaran menggunakan metode pembelajaran klinik konvensional dan dengan metode bedside . Penelitian dilakukan selama 2 siklus (2 bulan) praktek profesi Kebidanan dan keperawatan.. Sampel penelitian adalah 24 orang mahasiswa peserta dan 4 orang pembimbing klinik serta 4 orang mentor. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD). Penglahan data dilakukan mengikuti langkah-langkah pengolahan data hasil FGD oleh Krueger & Casey (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bedside  mampu meningkatkan pencapaian kompetensi klinik, kepercayaan diri, harga diri dan kesadaran diri peserta didik. Peneliti merekomendasikan metode bedside  diaplikasikan sebagai metode bimbingan klinik kebidanan dan keperawatan yang telah dilakukan persiapan yang matang

    HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAUPETIK VERBAL DAN NON VERBAL PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KUDUS

    Get PDF
    Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa 2 anggota keluarga menyatakan perawat berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan 3 anggota keluarga menyatakan bahwa perawat dalam memberikan informasi masih banyak menggunakan bahasa campuran, yang sulit dipahami sehingga anggota keluarga menjadi cemas. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan komunikasi terapeutik verbal dan non verbal perawat dengan tingkat kecemasan keluarga  pasien yang dirawat di Instalasi Perawatan Intensif RSUD Kabupaten Kudus . Jenis penelitian adalah deskriptif, dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 37 orang anggota keluarga yang memiliki keluarga yang dirawat di Instalasi Perawatan Intensif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Instrumen komunikasi perawat dan kecemasan menggunakan kuesioner. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji korelasi Chi - Square.Analisa dengan menggunakan Chi-Square menunjukkan Pearson Chi- Square adalah 7,565 lebih besar dari Chi-Square table dengan df 2 α=0,05 sebesar 5,591. Dan terlihat pada kolom Asymp. Sig adalah 0,023 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan komunikasi verbal dan non verbal perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pada pasien yang dirawat di Instalasi Perawatan Intensif RSUD Kab Kudus

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TUBERKULOSIS DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DI PUSKESMAS

    Get PDF
    Latar Belakang : Di Indonesia, penyakit ini merupakan penyakit rakyat nomor satu dan sebagai penyebab kematian nomor tiga. Propinsi Jawa Tengah merupakan propinsi nomor tiga terbesar di Indonesia, dengan jumlah penduduk 31.691.866 jiwa, diperkirakan terdapat 36,446 penderita TB paru menular pada tahun 2003. Dari jumlah tersebut, yang telah mendapat pengobatan dipelayanan kesehatan baru mencapai 28,3%. Berdasarkan penderita yang menjalani pengobatan, sebanyak 74% penderita dapat disembuhkan. Angka tersebut masih dibawah target yang ditetapkan, yaitu kesembuhan 85% Tujuan:Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Banyuanyar Surakarta. Metode Penelitian:Penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknikaccindental sampling, sejumlah 20 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa bivariate menggunakan uji Spearman-rank.  Hasil: Hasil uji bivariat membuktikan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tuberculosis dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Banyuanyar Surakarta, dengan hasil Spearman-rank dengan probabilitas (p) sebesar 0,021. Nilai p < 0,50 menunjukkan bahwa korelasi signifikan.Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tuberculosis dengan kepatuhan minum obat. Semakin tinggi tingkat pengetahuan penderita tentang tuberculosis maka semakin patuh minum obat

    HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA DENGAN KONSUMSI SUMBER PROTEIN HEWANI PADA IBU NIFAS DI BPS SUMIATI GRIBIG KUDUS

    Get PDF
    Salah satu indikator untuk menentukan derajat kesehatan suatu bangsa ditandai dengan tinggi rendahnya angka kematian ibu dan bayi. Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, survei demografi kesehatan Indonesia tahun 2007 yaitu 228 per 100.000 kelahiran hidup . DiJawa Tengah, berdasarkan data dinas kesehatan propinsi JawaTengah pada 2008 AKI mencapai 114,42/100.000 kelahiran hidup  Menurut masyarakat Jawa yang menjalani tradisi mutih adalah tindakan membatasi makan terutama bahan makanan sumber protein hewani  dan minum selama masa nifas. Selama waktu itu ibu nifas tidak boleh makan seperti ikan, daging, buah terlalu banyak karena dianggap akan memperlama proses pemulihan. Bahkan untuk minumpun dibatasi hanya beberapa gelas tiap harinya. Sebenarnya kebutuhan gizi ibu nifas terutama jika menyusui akan meningkat 25 persen karena untuk proses pemulihan sehabis melahirkan dan untuk memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sosial budaya dengan  konsumsi sumber protein hewani pada ibu nifas di BPS Sumiati desa Gribig tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu nifas normal pada bulan Maret dengan total sampling. Jumlah populasi 30 orang. Analisa data yang digunakan univariat dan bivariat dengan chi Square. Hasil penelitian ada hubungan antara social budaya dengan konsumsi sumber protein hewani pada ibu nifas

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇