E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
UJI TOKSISITAS AKUT AIR REBUSAN UMBI GADUNG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) DAN GAMBARAN MIKROSKOPIS ORGAN HEPAR PADA MENCIT GALUR SWISS
Umbi gadung merupakan tanaman yang digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit seperti kusta, sifilis, keputihan, nyeri haid, anti inflamasi, reumatik dan diabetes mellitus. Selain itu umbi gadung biasa dikonsumsi masyarakat sebagai makanan ringan (keripik). Kasus keracunan umbi gadung juga sering dijumpai dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut dengan melihat LD50 dan gejala toksik dari air rebusan umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst) serta gambaran mikroskopis organ hepar pada mencit galur swiss.Pada penelitian ini menggunakan 42 ekor mencit galur swiss, umur 2-3 bulan dan berat antara 20-40 gram. Hewan uji dikelompokan menjadi 7 yaitu kelompok kontrol diberikan aquadestilata. Perlakuan I, II, III, IV, V dan VI dipejani air rebusan umbi gadung dosis 5,46 g/Kg BB; 10,92 g/Kg BB; 21,84 g/Kg BB; 43,68 g/Kg BB; 87,36 g/Kg BB, dan 174,72 g/Kg BB. Pengamatan dilakukan 3 jam secara intensif, dilanjutkan selama 24 jam, jika tidak ada hewan uji yang mati pengamatan diteruskan hingga 14 hari. Hasil penelitian didapatkan potensi ketoksikan air rebusan umbi gadung adalah praktis tidak toksik dan nilai LD50 menurut FI edisi IV adalah 49,1439 g/KgBB. Gejala efek toksisitas akut pada mencit ditandai dengan penurunan aktifitas dan diam pada dosis 87,36 g/KgBB dan 174,72 g/KgBB. Keadaan gemetar mulai timbul dari dosis 43,68 g/KgBB; 87,36 g/KgBB dan 174,72 g/KgBB. Hasil pengamatan mikroskopis pada hewan uji yang mati menunjukkan dosis air rebusan umbi gadung yang diberikan berbanding lurus dengan degenerasi sel hepar, namun pada hasil pengamatan setelah 14 hari pemberian air rebusan umbi gadung sudah tidak ada kesesuian antara peningkatan dosis dengan degenerasi sel hepar
KORELASI KADAR INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR I (IGF-I) SERUM MATERNAL DENGAN ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR
Pertumbuhan intrauterin yang tidak optimal dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala kecil. Keadaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya Insulin-like Growth Factor I (IGF-I). Insulin-like Growth Factor I maternal berperan penting dalam transpor nutrisi dan ibu ke janin melalui plasenta. Kadar IGF-I maternal diduga berkorelasi positif dengan antropometri bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kadar IGF-I maternal dengan antropometri bayi baru lahir. Disain penelitian adalah cross sectional,observasional terhadap 56 ibu melahirkan di RSUD Dr. Rasidin, RS Tk III Reksodiwiryo Padang bulan Juni sampai Agustus 2015 dengan teknik consecutive sampling. Kadar IGF-I diukur dengan menggunakan metode ELISA di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas. Uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov, uji Spearman untuk korelasi IGF-I dengan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala bayi baru lahir dan uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan kadar IGF-I. Hasil penelitian menunjukkan median kadar IGF-I maternal adalah 219,42 (203,46-267,18) ng/ml, berat badan badan 3100 (2100-4300) gram, panjang badan 48 (44-50) cm dan lingkar kepala 34 (31,5-37,5) cm. Terdapat korelasi positif yang lemah dan tidak signifikan antara IGF-I maternal dengan berat badan (r=0,206, p=0,128), dan terdapat korelasi positif yang sangat lemah dan tidak signifikan antara IGF-I maternal dengan panjang badan (r=0,186, p=0,170) dan lingkar kepala (r=0,160, p=0,238). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang tidak signifikan antara kadar IGF-I serum maternal dengan antropometri bayi baru lahir
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PEDIKULOSIS DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL KHOIR PRAWOTO SUKOLILO PATI
Latar Belakang: Pediculosis merupakan infeksi kulit/rambut pada manusia yang disebabkan parasit obligat Pediculus Humanus . Hasil wawancara awal dan pemeriksaan fisik dari 10 santri terdapat 7 santri Pondok Pesantren Miftahul Khoir Prawoto Sukolilo Pati mengalami pediculosis.Tujuan Penelitian: Mengetahui adanya hubungan personal hygiene dengan kejadian pediculosis di pondok pesantren Miftahul Khoir Prawoto Sukolilo Pati.Metode Penelitian: metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian diskriptif korelatif yaitu untuk menggambarkan hubungan antara Personal Hygiene dengan Kejadian Pediculosis. penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional mengambil 32 santri di asrama pondok pesantren Miftahul khoir Prawoto Sukolilo dengan total sampling.Hasil: : Personal Hygine santri di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Prawoto Sukolilo mayoritas buruk sebanyak 19 (59,4 %), kejadian Pediculosis sebanyak 21 orang (65,6 %).Kesimpulan : Ada hubungan antara personal hygine dengan kejadian pediculosis di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Prawoto Sukolilo dengan Nilai p 0,040 (α : 0,05)Kata Kunci: Personal Hygiene, Pediculosis, santri Pondok Pesantren Miftahul KhoirDaftar Pustaka: 2003-200
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG EFEK MEROKOK DENGAN SIKAP SISWA SMP PGRI 1 SURAKARTA
Rokok dianggap bisa menjadi penghilang rasa penat dan stress untuk sebagian orang. Dan yang mengkhawatirkan, benda kecil yang satu ini bisa membuat para pelajar ketagihan layaknya narkoba. Dari wawancara tidak terstruktur tentang efek merokok bagi kesehatan. didapat data dari 5 siswa laki-laki SMP PGRI 1 Surakarta secara acak 3 siswa mengatakan sering merokok, 1 siswa mengatakan kadang-kadang merokok dan 1 orang mengatakan tidak merokok. Setelah peneliti menanyakan kembali tentang efek merokok 3 siswa mengatakan tahu dan 2 siswa mengatakan tidak tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang efek merokok bagi kesehatan dengan sikap siswa di SMP PGRI 1 Surakarta. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi prediktif, melalui pendekatan cross-sectional dengan total sampling 30 siswa. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian didapatkan 16 siswa berpengetahuan baik (53,3 %), 9 siswa (30%) berpengetahuan cukup, 5 siswa (16,67%) berpengetahuan kurang. Sebanyak 20 siswa (66,67%) mempunyai sikap yang cukup baik. Uji korelasi diperoleh nilai rhitung - 0,098 dengan p= 0,606 pada signifikan 5%. Kesimpulan dalam penelitian ini berupa tidak ada hubungan tingkat pengetahuan tentang efek merokok bagi kesehatan dengan sikap siswa
FAKTOR RISIKO UMUR IBU YANG BERISIKO TINGGI TERHADAP KEJADIAN ABORTUS
15 persen abortus di Indonesia terjadi pada perempuan berusia di bawah 20 tahun dan sekitar 2,3 juta abortus terjadi setiap tahun di Indonesia. Penyebab abortus sendiri cukup beragam antara lain: kondisi rahim ibu, psikologis ibu, kelainan kromosom, konsumsi obat-obat, paritas,status perkawinan,status ekonomi dan usia. Dari macam-macam penyebab abortus tersebut, faktor usia menjadi penyebab yang paling banyak terjadi karena usia seseorang dapat mempengaruhi keadaan kehamilannya. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui Apakah Umur Ibu yang berisiko tinggi merupakan faktor risiko terjadinya Abortus di RSUD dr.Loekmono Hadi Kudus. Umur adalah lama waktu hidup sejak dilahirkan. Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Jenis Penelitian Kuantitatif dengan dengan metode pendekatan Case Control, dan uji Odds Ratio dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian diperoleh nilai Odds Ratio sebesar 7,857 , artinya umur yang berisiko tinggi (35 tahun) mempunyai peluang 7,857 kali lebih besar untuk mengalami abortus. Kesimpulan Faktor Risiko umur ibu yang yang berisiko tinggi merupakan faktor risiko terjadinya abortus. Saran Bagi ibu yang ingin hamil sebaiknya harus memperhatikan usia karena hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, salah satunya adalah abortus. Kata Kunci: Umur, Abortus
FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGAN KADAR ANTIBODI ANTITETANUS PADA IBU HAMIL
Kadar antibodi antitetanus pada ibu hamil dipengaruhi berbagai faktor, yaitu: umur, interval vaksinasi Tetanus toksoid (TT)-1 – TT-2, TT-1, TT-2 – waktu pemeriksaan dan kadar Hb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berkorelasi dengan kadar antibodi antitetanus pada ibu hamil. Disain penelitian cross sectional, observasional terhadap 67 ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Lubuk Buaya, Nanggalo dan Ambacang Kuranji kota Padang, bulan Juni - Desember 2015, teknik consecutive sampling. Kadar antibodi diukur menggunakan metode Indirect ELISA di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas. Uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov, Spearman untuk korelasi antara umur, interval: TT-1 – TT-2, TT-1, TT-2 – waktu pemeriksaan, kadar Hb dengan kadar antibodi dan uji Kruskal Walis untuk menilai perbedaan kadar antibodi berdasar interval TT-1 – waktu pemeriksaan serta uji regresi linier untuk menentukan faktor determinan yang berkorelasi dengan kadar antibodi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif yang sangat lemah, tidak signifikan antara umur dengan kadar antibodi (r=-0,076 p=0,540), terdapat korelasi positif lemah dan signifikan antara: interval TT-1 – TT-2 (r= 0,353, p = 0,003), korelasi positif kuat dan signifikan antara TT-1, TT-2 waktu pemeriksaan (r=0,696 p = 0,000 dan r= 0,729 p= 0,000) dengan kadar antibodi. Terdapat korelasi positif sangat lemah antara kadar Hb dengan kadar antibodi (r=0,200 p=0,104). Kesimpulan penelitian, faktor determinan yang berkorelasi dengan kadar antibodi antitetanus adalah: interval TT-1 – TT-2 dan TT-2 – waktu pemeriksaa
STRATEGI PROGRAM KESEHATAN PUSKESMAS DI SEKOLAH DASAR
Usia anak merupakan usia yang rentan terhadap penyakit, kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang merupakan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi khususnya untuk anak Sekolah Dasar. Puskesmas memiliki program Promosi Kesehatan di Sekolah Dasar, dimana keberhasilan program ini terutama tergantung pada kemitraan antara instansi terkait, terutama Puskesmas dan Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usaha kegiatan promosi kesehatan Puskesmas Getasan di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) menggunakan pedoman wawancara. Penelitian ini dilakukan di daerah Puskesmas Getasan Kabupaten Semarang Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah pada bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2017. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang didapat dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisa data Miles dan Humberman. Hasil dari penelitian ini bahwa usaha kegiatan promosi kesehatan Puskesmas di Sekolah Dasar sudah cukup baik dan sesuai dengan harapan tenaga kesehatan yang memberikan promosi kesehatan di Sekolah Dasar dengan fasilitas yang cukup dan dukungan antara orang tua dan petugas kesehatan sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi peningkatan kesehatan anak diusia Sekolah Dasar
SINTESIS KOMPOSIT KITOSAN : SILIKA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA TEKSTIL
Struktur pori membran komposit dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain konsentrasi polimer, bahan pembentuk dinding yang sengaja ditambahkan untuk memperbaiki sifat mekanik membran. Pembuatan kitosan : Sebanyak 50 gram kitin ditambahkan dengan 500 mL NaOH 50% dalam wadah dan diaduk sambil dipanaskan 1000C selama 30 menit. Kitosan yang dihasilkan diseragamkan ukurannya sampai 100 mesh. Komposit kitosan yang dihasilkan disimpan dalam desikator. Karakterisasi morfologi komposit kitosan : pengukuran fluks air, pengukuran koefesien rejeksi, pengukuran diameter pori membran, struktur mikroskopi membran kitosan yang didasarkan pada hasil uji kualitatif menggunakan Spektroskopi IR dan SEM. Karakterisasi morfologi komposit kitosan-silika : pengukuran fluks air, pengukuran koefesien rejeksi, pengukuran diameter pori membran, struktur mikroskopi membran kitosan yang didasarkan pada hasil uji kualitatif menggunakan Spektroskopi IR dan SEM. Uji kapasitas adsorpsi dilakukan terhadap air yang mengandung zat warna tekstil Direct Blue 86. Karakterisasi kitin dan kitosan dikarakterisasi gugus aktifnya menggunakan Spektrofotometri Infra Merah (IR). Analisis kualitatif dengan menggunakan spektroskopi infra merah dilakukan pada bilangan gelombang 4000-500 cm-1 menggunakan pellet KBr. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perubahan struktur yang terjadi setelah proses sintesis kitosan pada cangkang udang. Banyaknya protein yang terdapat dalam kitin dan kitosan dapat dilihat dari persen nitrogen. Penentuan kadar nitrogen dilakukan dengan metode kjeldahl melalui 3 tahap yaitu destruksi, destilasi, dan titrasi. Derajat deasetilasi kitin sebesar 67,64% dan derajat deasetilasi kitin sebesar 81,11 %. Pemutusan gugus asetil pada proses sintesis dikatakan baik karena perhitungan dengan metode base line pada spektra IR menghasilkan derajat deasetilasi kitosan yang tinggi. Sintesis membran kitosan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik inverse fasa rendap endap. Hasil analisis morfologi menggunakan foto SEM, terlihat bahawa membrane yang disintesis dengan menggunakn kertas saring terlihat seratnya
PREPARASI DAN KARAKTERISTIK KATALIS COMO/ZEOLIT Y DENGAN METODE PERTUKARAN ION
Preparasi katalis adalah persiapan pembuatan katalis dari bahan baku hingga menjadi sebuah katalis. Metode pertukaran ion di kenal juga dengan metode adsorpsi pada larutan. Prinsip kerja dari metode ini adalah menukarkan ion yang terdapat pada situs aktif pengemban dengan katalis logam. logam yang diembankan pada padatan harus mempunyai kriteria yang terdiri dari stabilitas pengemban, sifat inert pengemban, biaya, legalitas terhadap hak paten. Katalis kobalt dan molybednum merupakan katalis aktif yang sering digunakan untuk reaksi hidrogenasi. Katalis CoMo zeolit Y dibuat dengan metode pertukaran ion yang dilanjutkan dengan proses kalsinasi selama 3 jam dengan suhu 550˚C. Karakterisasi katalis meliputi penentuan kristalinitas dengan XRD, penentuan jumlah situs asam dengan analisa piridin, serta penentuan struktur dan jenis ikatan kimia dengan FTIR. Hasil dari perengkahan Hasil karakterisasi analisa XRD menunjukkan bahwa Co dan Mo sudah teremban ke dalam zeolit Y sebesar 19,0867˚, 12,2274˚, 20,7809˚. Analisa FTIR menunjukkan pergeseran puncak serapan antara zeolit Y dan CoMo zeolit Y. Analisa piridin menujukkan bahwa semakin banyak logam yang teremban semakin meningkat keasamannya dan semakin tinggi keasaman semakin meningkat konversi produk
HUBUNGAN RIWAYAT KETURUNAN HIPERTENSI DENGAN IBU BERSALIN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA PURWODADI PADA TAHUN 2016
Setelah dilakukan pengolahan data dengan uji Kai Kuadrat (Chi Square Test) di dapatkan hasil X2 tabel = 5,99 dan X2 hitung 7,443. Karena X2 dihitung menggunakan tingkat keyakinan 95%, alfa = 5%, df = 1. Dengan kreteria pengujian Ho ditolak apabila nilai X2 hitung >X2 tabel (7,443 > 5,991) maka Ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan riwayat keturunan hipertensi dengan ibu bersalin hipertensi dengan hasil nilai koefisien kotingensi adalah 0,366