E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN PENGARUH KOMBINASI SENAM DM DAN SLOW DEEP BREATHING (SDB) DENGAN KOMBINASI SENAMDM DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH (KGD) PADA KLIEN DM TYPE 2 DI PUSKESMAS WELAHAN I KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH, TAHUN 2016
Slow Deep Breathing (SDB) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) adalah salah satu bentuk mind-body therapy dalam terapi komplementer dan alternatif (Complementary and Alternative Therapy (CAM) yang sudah diakui dan dapat dipakai sebagai pendamping terapi konvensional/medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam DM dan Slow Deep Breathing (SDB) dengan senam DM dan progressive muscle relaxation (PMR) terhadap kadar glukosa darah (KGD) pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Welahan I Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pre and post with control group, masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh senam DM dan Slow Deep Breathing (SDB) dengan senam DM dan PMR secara signifikan dalam menurunkan KGD pasien DM Tipe2 di Puskesmas Welahan I kabupaten Jepara. Sedangkan variabel umur, jenis kelamin, dan lama menderita DM Tipe2 tidak ber- pengaruh terhadap kadar glukosa darah setelah intervensi. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat untuk menjadikan SDB dan PMR sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri dan memasukkan dalam protap penatalaksanaan pasien DM Tipe
PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA SEBAGAI UPAYA MEMPERCEPAT PELEPASAN TALI PUSAT
Angka kejadian infeksi bayi baru lahir di Indonesia berkisar antara 24% hingga 34%, dan hal ini merupakan penyebab kematian yang kedua setelah Asfeksia neonatorum yang berkisar antara 49% hingga 60% . Sebagian besar infeksi bayi baru lahir adalah Tetanus neonatorum yang ditularkan melalui tali pusat, karena pemotongan dengan alat tidak suci hama, infeksi juga dapat terjadi melalui pemakaian obat, bubuk, talk atau daun-daunan yang digunakan masyarakat dalam merawat tali pusat. Tahun 2010 Word Health Organization menemukan angka kematian bayi sebesar 560.000 yang disebabkan oleh infeksi tali pusat. Di Asia Tenggara Angka kematian bayi karena infeksi talipusat sebesar 126.000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tehnik perawatan tali pusat yang sesuai agar mempercepat proses pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasieksperimen design dengan perlakuan perawatan tali pusat terbuka pada kelompok perlakuan dan perawatan tali pusat tertutup pada kelompok kontrol. Subyek dalam penelitian semua bayi baru lahir yang dilahirkan di BPM Nor Asiyah berusia 0 hari sampai pelepasan tali pusat dengan jumlah sampel 20 per kelompok dengan tehnik sampling non probability sampling yaitu Consecutive sampling. Analisis data menggunakan. mann-whitney. Hasil yang diperoleh pada kelompok perawatan tali pusat terbuka, pelepasan tali pusat lebih cepat dengan nilai significancy 0.022. Karena pvalue<0.05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna lama pelepasan tali pusat antara perawatan tali pusat terbuka dengan perawatan tali pusat tertutup
KECEMASAN WANITA PADA MASA MENOPAUSE BERDASARKAN TINGKAT EKONOMI
Seseorang yang memiliki tingkat ekonomi tinggi atau tingkat pendapatan yang baik akan merasa tidak cemas dibanding dengan seseorang yang memiliki tingkat ekonomi yang rendah atau pendapatan kurang akan merasa cemas, tidak menutup kemungkinan jika tingkat ekonomi atau pendapatan pada ibu menopause menjadi salah satu faktor timbulnya kecemasan dalam menghadapi menopause. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat ekonomi terhadap tingkat kecemasan wanita dalam menghadapi menopause di Desa Mindahan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Tahun 2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita menopause yang tinggal di desa Mindahan Kecamatan Batealit, yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2017. Tehnik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling, didapatkan sample sebanyak 37 responden. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa hasil penelitian menggunakan uji Kendall’s tau, didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi tingkat ekonomi dengan kecemasan ibu dalam menghadapi menopause di Desa Mindahan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Tahun 2017 (p<0,05) dengan nilai korelasi r = 0,571 yang menunjukkan bahwa korelasi sedang. Diharapkan dapat dilakukan penelitian terkait kecemasan pada ibu menopause dengan determinan yang berbeda dan wanita pada usia menopause agar lebih menambah wawasan tentang menopause dan penanganannya sehingga dapat mengurangi kecemasan ibu dan tidak tergantung pada keadaan ekonomi. Kata kunci : Tingkat ekonomi, Tingkat kecemasa
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PEDIKULOSIS DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUT THOLIBIN JRAGUNG KABUPATEN DEMAK
Infeksi kulit/rambut pada manusia yang disebabkan parasit obligat pediculus humanus (Mansjoer, 2008). Mengetahui adanya hubungan personal hygiene dengan kejadian pediculosis di asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Peneliti mengambil 32 santri di asrama pondok Roudlotut Tholibin Jragung sebagai sempel secara acak.Penelitian dilakukan pada tanggal 21 Januari 2014.Ada hubungan antarapersonal hygine dengan kejadian pediculosis di asrama pondok Roudlotut Tholibin Jragung Karangawen Demak 2014 dengan nilai p 0,040 (<α 0,05). Personal hygine di asrama pondok Roudlotut Tholibin Jragung sebesar (59,4 %), kejadian pediculosis di asrama pondok Roudlotut Tholibin Jragung sebesar (65,6 %),ada hubungan antarapersonal hygine dengan kejadian pediculosis di asrama pondok Roudlotut Tholibin Jragung Karangawen Demak dengan nilai p 0,040 ( <α 0,05
PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DOSEN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
Kompetensi dosen menentukan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Salah satu unsur kompetensi dosen, yaitu kompetensi pedagogik, dosen berperan dalam membangun kemampuan belajar mahasiswa dengan cara membangkitkan motivasi belajar yang menentukan dalam peningkatan usaha serta keberhasilan pembelajaran. Proses pembelajaran bisa berlangsung dengan baik jika dosen mampu melaksanakan kompetensi sebagai pengajar dengan baik. Menganalisis korelasi kompetensi pedagogik dosen dengan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Asuhan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dengan total samplingdengan besar sampel 88 orang. Analisa data menggunakan Kendall’s Tau. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik dosen berhubungan dengan motivasi (nilai p 0,017) dan prestasi mahasiswa (nilai p 0,025). Kompetensi pedagogik dosen secara simultan mempunyai korelasi yang positif dengan motivasi belajar dan prestasi mahasiswa dalam pembelajaran Asuhan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal
PERILAKU MENGAKSES SITUS PORNO PADA REMAJA BERDASARKAN POLA ASUH ORANG TUA
Perilaku seks bebas remaja adalah cara remaja mengekspresikan dan melepaskan dorongan seksual yang berasal dari kematangan organ seksual dan perubahan hormonal dalam berbagai bentuk tingkah seksual, seperti berkencan intim,bercumbu dan kontak seksual.Tujuan penelitian ini intuk mengetahui hubungan perilaku akses situs porno pada remaja dengan pola asuh orang tua di SMK PGRI Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah desain penelitian analitik korelatif. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas X11 SMK PGRI Kaliwungu Kabupaten Kudus sejumlah 73 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X11 SMK PGRI Kaliwungu Kabupaten Kudus sejumlah 73 orang , karena jumlahnya kurang dari 100 maka diambil semua, sehingga sampel sebanyak 73 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian menyatakan pola asuh orang tua yang demkoratis 14 orang ( 13,6%) sedangkan pola asuh orang tua yang non demokratis yaitu sebanyak 59 orang (84,4%). Perilaku akses situs porno yang jarang berdasarkan pola asuh demokratis sebanyak 14 orang (13,4%) dan yang sering mengakses situs porno adalah 8 orang (13,6%) dan yang jarang mengakses situs porno berdasarkan pola asuh non demokratis sebanyak 51 orang (86,4 %). Kesimpulannya Tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku akses situs porno pada remaja.Kata Kunci : situs porno, Remaja,pola asu
HUBUNGAN IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAK DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI DI DESA RENDENG RW 2-5 KABUPATEN KUDUS
Background: Knowledge of adolescent reproductive health is still very low evidenced 83.7% of adolescent reproductive health and the lack of understanding of just 3.6% who know the importance of reproductive health. So also with the limited knowledge of adolescents about reproductive health often leads to premarital sex acts. City teenagers are increasingly daring sexual intercourse before marriage. Objective: To determine the relationship of adolescent dating behavior with adolescent premarital sexual incident in the village of the district Rendeng Kudus. Methods: This study was correlational. The approach used in this study was cross sectional. The population in this study were young in the village Rendeng totaling 140 people. Sample of 58 people. Data analysis using chi square.Results of the research Most teens have not suit the application value - the value of religion as many as 35 people (60.3%) and the appropriate application of value - the value of religion as much as 23 people (39.7%). Most teens have a negative sexual behaviors as many as 36 people (62.15) and was positive in 22 (37.9%). There is a relationship Application values of Islam with Genesis Premarital Sexual Teen in Village Rendeng RW 2-5 Kudus Regency (p value = 0.001)
DESCRIPTION OF INFLUENCE NEGATIVE STIGMA ON PATIENTS POSITIVE HIV IN NGANJUK
ABSTRACT The negative stigma received by HIV positive people is very influential in life. HIV positive people are considered as people who have violated immoral norms in society. HIV positive patients will usually get social sanctions in the form of exclusion, gossip, ridicule, avoided, and even expelled from the community environment. Negative stigma received by HIV positive people not only from the community environment, but there is also a stigma that comes from the family. The form of stigma in the form of discrimination to HIV positive people from family like do not want to eat together, do not want to handshake, do not want to sleep together even do not want to consider family again.This study used qualitative method with phenomenology approach. This study explored the experiences of HIV positive people who get negative stigma from family and society. Participants in this study as many as 5 people. Technique of taking data from informant by using in-depth interview on each participant.This research produces three themes that have been gained from the in-depth interviews. The theme is getting negative stigma from family and society, hiding health status, withdrawing.Factors of the theme found are a description of the effect of negative stigma on HIV positive patients. It is hoped that further research development will improve in the questionnaire to see howfar the negative stigma in HIV positive people is affected. Keywords: Stigma, and HIV positiv
AFIRMASI POSITIF TERHADAP PENINGKATAN MOBILISASI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA (BPH)
AbstrakMobilisasi merupakan masalah yang sering dialami oleh pasien post operasi BPH karena tidak berani melakukan mobilisasi seperti miring kanan dan miring kiri, duduk di tempat tidur dikarenakan banyaknya alat- alat medis yang terpasang pada tubuhnya, misalnya slang infus, kateter, irigasi cairan, serta drainase. Salah satu penatalaksanaan non farmakologi adalah pemberian afirmasi positif yang bertujuan untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar sehingga pasien mau melakukan miring kanan kiri, duduk dan berjalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh afirmasi positif terhadap peningkatan mobilisasi pada pasien post operasi BPH. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain yang digunakan pre-posttest with control group data hasil penelitian akan diolah dengan uji time series, instrument mobilisasi menggunakan observasi dan instrument afirmasi positif menggunakan buku kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 pasien post operasi BPH yang terdiri dari 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol dengan tehnik total sampling. Hasil uji time series nilai mean absolute persentage error (MAPE) pada kelompok intervensi pre hari ke 1 sebelum afirmasi 15,182, post hari ke 1 sesudah afirmasi 18,121, post hari ke 2 sesudah afirmasi 20,735, post hari ke 3 sesudah afirmasi 23,135, post hari ke 4 sesudah afirmasi 25,67 mendekati 1 yang artinya nilai model peramalan terdapat penyesuaian yang besar untuk setiap kesalahan yang terjadi pada nilai model ramalan sebelumnya sehingga hasil perlakuan afirmasi positif mempengaruhi secara signifikan terhadap peningkatan mobilisasi, sedangkan pada kelompok kontrol pre hari ke 1 sebelum afirmasi 11,558, post hari ke 1 sesudah afirmasi 14,683, post hari ke 2 sesudah afirmasi 16,556, post hari ke 3 sesudah afirmasi 18,805, post hari ke 4 sesudah afirmasi 20,829 mendekati nol yang artinya nilai model peramalan sangat mirip dengan nilai model sebelumnya sehingga hasil perlakuan afirmasi positif mempengaruhi secara tidak signifikan terhadap peningkatan mobilisasi.Kesimpulan: Ada pengaruh afirmasi positif terhadap peningkatan mobilisasi pada pasien post operasi BPH. Kata kunci: Afirmasi positif, mobilisas
HUBUNGAN ANTARA LAMA HOSPITALISASI DAN PERSEPSI KELUARGA TENTANG PERILAKU PERAWAT DENGAN KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH DI RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG 2014
Usia prasekolah merupakan masa kanak-kanak awal yaitu pada usia 3-6 tahun. Pada usia ini, perkembangan motorik anak berjalan terus-menerus. Hasil penelitian Purwandari et.al. (2011) di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto menunjukkan 25% anak usia prasekolah yang dirawat mengalami cemas berat, 55% cemas sedang dan 20% cemas ringan. Dampak hospitalisasi dan kecemasan yang dialami anak usia prasekolah berisiko dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan pada anak Mengetahui hubungan lama hospitalisasi dan persepsi keluarga tentang perilaku perawat dengan kecemasan rawat inap pada anak pra sekolah di RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelatif analitik yaitu untuk menerangkan tentang hubungan antara lama hospitalisasi dan persepsi keluarga tentang perilaku perawat dengan kecemasan rawat inap . Peneliti mengambil 30 responden anak pra sekolah yang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Ada hubungan antara perilaku perawat dengan kecemasan anak pra sekolah dengan nilai p 0,002 (α 0,05). Meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan terutama ditunjukan dalam perawatan anak usia pra sekolah yang mengalami dampak hospitalisas