E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    SANGKETAN (ACHYRANTHES ASPERA) AGEN SITOTOKSIK POTENSIAL DI MASA DEPAN

    Get PDF
     AbstractCancer become major public health burden and primary care for cancer still consists surgery, chemotherapy, radiation therapy also immunotherapy. However, harmful side effects of cancer drugs and radiation still threat to cancer patients. Chemoprevency is latest approach that growing rapidly, using natural ingredients or synthetic agents to prevent, inhibit or reverse tumorigenesis and suppress development cancer cell.Phytochemical screening of Achyranthes aspera leaf has cytotoxicity on Artemia salina, indicates presence of essential oils, free terpenoid compounds, triterpenoid saponins, flavonoids and polyphenols. Flavonoid compounds can act anti-cancer is β sitosterol. This compound can increase proliferation of peripheral blood lymphocytes and increase cytotoxic effect of natural killer cells.Methanol extract of Achyranthes aspera, alkaloid, non-alkaloid and saponin fractions has shown significant inhibitory effect on early antigen activation Epstein-Barr virus. In vitro study of methanol extract, non-alkaloids fraction showed most significant inhibitory activity. In vivo study, all fractions methanol extract had cytotoxic activity, which shown inhibit carcinogenesis DMBA / TPA in mouse skin.Keywords: Cancer, Achyranthes aspera, β sitosterol, Cytotoxic  AbstrakKanker telah menjadi beban kesehatan utama bagi masyarakat dan perawatan utama untuk kanker masih terdiri atas operasi, kemoterapi, terapi radiasi dan imunoterapi. Namun, efek samping yang berbahaya dari obat kanker dan radiasi masih menjadi ancaman bagi penderita kanker. Kemoprevensi adalah pendekatan terbaru yang berkembang pesat dengan menggunakan bahan alami atau agen sintetis untuk mencegah,menghambat atau membalikkan tumorigenesis serta menekan perkembangan kanker.Skrining fitokimia yang dilakukan terhadap daun Achyranthes aspera yang mempunyai daya sitotoksik terhadap Artemia salina, menunjukkan adanya kandungan minyak atsiri, senyawa terpenoid bebas, saponin triterpenoid, flavonoid dan polifenol. Senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai anti kanker adalah β sitosterol. Senyawa ini dapat meningkatkan proliferasi limfosit darah perifer dan meningkatkan efek sitotoksik sel pembunuh alami.Ekstrak metanol Achyranthes aspera, pada fraksi alkaloid, non-alkaloid dan saponin telah menunjukkan efek penghambatan yang signifikan pada aktivasi antigen awal virus Epstein-Barr. Pada studi in vitro ekstrak metanol, fraksi non-alkaloid menunjukkan aktivitas penghambatan yang paling signifikan. Dalam studi in vivo, semua fraksi dari ekstrak metanol memiliki aktivitas sitotoksik, yang telah dibuktikan dapat menghambat karsinogenesis oleh DMBA/TPA pada kulit tikus.Kata Kunci: Kanker, Achyranthes aspera, β sitosterol, Sitotoksik

    HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEKERJA BURUH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIWUNGU KUDUS

    Get PDF
    Latar Belakang : Penyakit hipertensi merupakan masalah yang sedang dialami oleh seluruh dunia. Berdasarkan data WHO (2008), sebesar 40% penduduk usia dewasa menderita hipertensi. Hipertensi salah satunya disebabkan oleh factor stres, salah satunya  orang zaman sekarang sibuk mengutamakan pekerjaan untuk mencapai kesuksesan.  Kesibukan dan kerjakeras serta tujuan-tujuan yang berat  mengakibatkan timbulnya  rasa stress dan timbulnya tekanan  yang  tinggi. Tujuan : Diketahuinya hubungan stress kerja dengan kejadian hipertensi pada pekerja pabrik di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu Kudus 2017. Metode :Jenis penelitian Analitik Korelasi. Menggunakan pendekatan Cross Sectional.Sampel 81 responden pasien rawat jalan puskesmas Kaliwungu dengan tekhnik random sampling.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data univariat dan bivariate.Uji hubungan penelitian ini menggunakan Spearman rhow. HasilPenelitian : Penelitian tentang hubungan stress kerja dengan kejadian hipertensi pada buruh pabrik di wilayah kerja puskesmas Kaliwungu Kudus 2017 denga nuji statistic Spearman Rhow di perolehnilai p (0.000). Kesimpulan : Ada hubungan stress kerja dengan kejadian hipertensi pada pekerja pabrik di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu Kudus 2017. (Ha diterima, Ho ditolak

    PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI BAGI BAYI UMUR 6-12 BULAN DITINJAU DARI KARAKTERISTIK IBU

    Get PDF
    Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) harus tepat dan benar baik dari segi bahan makanan, bentuk atau tekstur, rasa dan waktu pemberiannya. Bayi mulai diberikan MPASI sejak umur 6 bulan karena pada umur kurang dari 6 bulan bayi hanya diberikan ASI saja tanpa bahan makanan yang lain atau dikenal dengan istilah ASI eksklusif. Apabila pemberian MPASI salah maka menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan bayi antara lain diare, alergi, gangguan ginjal dan gangguan tumbuh kembang bayi. Pengetahuan ibu tentang MPASI merupakan faktor utama dalam ketepatan pemberian MPASI. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasi analitik .Tempat penelitian di wilayah desa Garung Kidul Kaliwungu, Kudus, dengan jumlah populasi 35 orang.Pelaksanaan penelitian pada bulan September 2017.  Teknik sampling adalah Total sampling. Terdapat 5 orang yang tidak mengisi kuisioner secara lengkap sehingga data yang tersedia hanya 30.  Variabel bebas yaitu umur, pendidikan dan pekerjaan. Variabel terikat adalah pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI bagi bayi umur 6-12 bulan. Instrumen penelitian berupa kuisioner. Analisis data menggunakan metode regresi linier . Hasil penelitian didapatkan pengetahuan responden tentang MPASI bagi bayi umur 6-12 bulan adalah termasuk kategori cukup yaitu 43,3%. Dari ketiga faktor didalam karakteristik ibu ternyata faktor pendidikan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI bagi bayi umur 6-12 bulan. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan upaya sosialisasi pemberian MPASI kepada ibu agar dalam memberikan MPASI dapat diberikan secara tepat dan benar sehingga menurunkan risiko gangguan pencernaan pada bayi. Kata Kunci: Pengetahuan Ibu tentang  MPASI, Umur,Pendidikan,Pekerjaan

    SUMBER INFORMASI DAN PENGETAHUAN TENTANG KB PASCA PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III

    Get PDF
    Latar belakang : Salah satu program untuk menurunkan angka kematian ibu adalah program keluarga berencana. Program keluarga berencana berperan dalam menurunkan angka kematian ibu melalui upaya pencegahan kehamilan, penundaan usia kehamilan, dan menjarangkan kehamilan .Pemberian konseling keluarga berencana dan metode kontrasepsi selama masa pasca persalinan dapat meningkatkan kesadaran ibu untuk menggunakan kontrasepsi. Hal ini dikarenakan pada sebagain wanita setelah melahirkan biasanya tidak menginginkan kehamilan atau menunda kehamilan sampai 2 tahun setelah melahirkan tetapi mereka tidak menggunakan kontrasepsi (unmeet need). Indonesia merupakan jumlah Wanita Usia Subur terbesar di Asia Tenggara , Kemudian diikuti Vietnam dan Filipina. Sedangkan negara dengan jumlah WUS terendah di Asia Tenggara adalah Timor Leste.Subyek dan Metode : penelitian observasional analitik rancangan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil trimester ketiga dengan jumlah 63 orang. Pengumpulan data kuesioner. Teknik sampilng total sampling yaitu 63 orang. Analisis data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan chi squareHasil : Sumber informasi bidan 49 (77.8%), Kelas Ibu Hamil 49 (77.8%), orang Tua 44 (69.8%), teman 41 (65.1%), televisi 27 (42.9%), internet 23 (36.5%), radio 20 (31.7%), facebook 19 (30.2%), surat kabar 17 (27%). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara sumber informasi bidan (p = 0.014),  Kelas Ibu Hamil  (p =0.005) dan Orang Tua dengan pengetahuan KB pasca persalinan pada ibu hamil trimester ketiga (p = 0.001). Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara sumber informasi teman (p = 0.265),  televisi (p =0.326), internet  (p =0.829), radio  (p =0.695), facebook  (p =0.971), surat kabar (p =0.193)Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakan anatara sumber informasi bidan, kelas ibu hamil dan orang tua dengan pengetahuan KB pasca persalinan pada ibu hamil trimester ketiga. Kata Kunci : sumber informasi, pengetahuan, family planning postpartu

    PHYSIOLOGY OF SOCCER IN THE HEAT

    No full text
    Soccer is a sport play-able in various condition of environment, and one factor that affects this game is in heat situation, that can be one of key factor that change the match outcome. For the example is the big possibility that visiting team outside Arab countries gone to played at Gulf Region decreased winning possibility 3% for a increased 1°C temperature compared to the home team that easier to win under this circumstances. The home team had already aclimatized with the environment condition and often played in the heat temperature.Played soccer in the heat could increased sweat rate and peripheral vasodilation as a result to released the extra heat from the body, which affected dehidration phase and more metabolism to make more energy. In the elite level, pressure from the enviromental factors attracted the attention of both practitioners and the policy’s holders. In the Uni European Zone, match was usually played in the heat (example: at Madrid, Spain, at 30 degree of celcius). Temperature that exceeds 30 degree of celcius (maximum at 35 degree) for the example at the previous world cup 2014 Brazil could made the players got stressed because of the heat and got problems, one of them is decreased 3% of passing accuracy

    WELL-BEING DAN STRATEGI KOPING; STUDI SOSIODEMOGRAFI DI GETASAN

    Get PDF
     AbstakTujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keadaan sosiodemografi (usia, jenis kelamin, status pernikahan, latar belakang pendidikan, jenis pekerjaan dan pendapatan per bulan), tingkat well-being dan strategi koping masyarakat di Dusun Bumiayu Rt 02 Rw 05. Sebanyak 50 responden diminta untuk mengisi kuisoner yang dibagikan serta memperhatikan kriteria responden. Pengambilan data menggunakan teknik survei dengan alat bantu kuesioner. Terdapat 3 instrumen yang digunakan yaitu: Scale of Positive and Negative Experience (SPANE) untuk mengukur afek positif dan negatif, Posithif Thinking Scale (PTS) untuk mengukur pemikiran positif dan negative dan Scale of Psychological well-being (PWB) untuk mengukur kesejahteraan psikologis responden. Untuk mencari tahu tentang pemilihan strategi koping, peneliti menggunakan pertanyaan singkat sebanyak 11 pertanyaan. Hasil penelitian di dapatkan umur yang paling tinggi dalam 17-25 tahun (26%), jenis kelamin yang paling banyak perempuan (56%), latar belakang pendidikan yang paling banyak adalah SMA (34%), pekerjaan yang dominan sebagai petani (34%), pendapatan perbulan yang paling banyak adalah Rp 500.000 – Rp. 1.500.000 (44%), responden rata-rata dalam status menikah (72%). Untuk tingkat well-being (SPANE) yang paling banyak adalah responden yang sering mengalami afek positif sebanyak (62%). Sedangkan tingkat well-being (PTS) yang paling dominan adalah responden yang memiliki pemikiran paling positif (90%). Untuk tingkat well-being (PWB) yang paling banyak adalah responden yang memiliki kesejahteraan psikologis tinggi dan sedang (42%). Terdapat hubungan antara well-being dengan sub variable sosiodemografi yaitu pendidikan. Untuk sub variable sosiodemografi yang tidak berhubungan adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatam, status pernikahan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa tidak semua sub variable sosiodemografi terdapat hubungan dengan well-being.  Kata kunci: well-being, strategi koping, sosiodemograf

    HUBUNGAN TINGKAT KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI DENGAN TINGAT DEPRESI PADA PASIEN DEPRESI DI BANGSAL RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

    Get PDF
    Abstrak Latar belakang. Gangguan jiwa merupakan pola perilaku yang secara klinis berkaitan dengan gejala penderitaan atau disability di dalam satu atau lebih fungsi kehidupan manusia. Depresi merupakan salah satu gangguan jiwa yang memiliki prevalensi tertinggi hampir 17% dibandingkan gangguan jiwa yang lain. Gangguan yang timbul membuat kemampuan dalam melakukan aktivitas menurun, contohnya kemampuan dalam melakukan perawatan diri: mandi, berpakaian, makan, dan eliminasi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kemampuan perawatan diri dengan tingkat depresi pada pasien depresi di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Arif Zainudin Surakarta Jawa Tengah. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif korelasi dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner, wawancara dan observasi yang kemudian di analisa menggunakan uji Pearson. Hasil. Hasil yang diperoleh nilai koefisien korelasi pearson sebesar 0,617 yang artinya menunjukan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan kuat, kemudian nilai sig 0.000 maka yang H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat kemampuan perawatan diri dengan tingkat depresi pada pasien depresi di bangsal Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kemampuan perawatan diri dengan tingkat depresi pada pasien depresi di bangsal Rumah Sakit Jiwa Daerah dimana semakin tinggi tingkat depresi yang dialami maka semakin tinggi tingkat ketergantungan dalam melakukan perawatan diri.Kata kunci : Depresi, perawatan diri, kemandirian Abstract Background. Mental disorder is a pattern of behavior clinically associated with distress or disability which may interfere with one or more functions of human life. Mental health is one of the most serious health issues. Depression is one of the mental disorders that have the highest prevalence of almost 17% compared to other mental disorders. Disorders that arise make the ability to perform activities decreased, one of which is the ability to perform self-care: bathing, dressing, eating, and elimination. Purpose. This study aims to determine the relationship level of self-care capabilities with depression levels of depressed patients in the inpatient room of Mental Hospital Surakarta Region. Method. The methodology used is quantitative with descriptive correlation and sampling technique is purposive sampling. Data is collected through questioner, interview and observation which then analyzed using pearson test. Results. Results obtained Pearson correlation coefficient value of 0.617 which show the direction of positive correlation with strong power, then sig value. (2-tailed) 0.000 (due to sig <0.05) therefore H0 is rejected and H1 is accepted which means that there is a significant relationship between the level of self-care ability with depression levels in depressed patients in the Surakarta Area Mental Hospital. Conclusion. There is a significant relationship between the level of self-care ability with depression levels in depressed patients in the Surakarta Area Mental Hospital which means that the higher level of depression experienced the higher the level of dependence in self-care. Title : Depression, self-care, independenc

    SENAM CUCI TANGAN (HAND WASH) GURU PAUD AISYIYAH

    Get PDF
    Cuci tangan merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku cuci tangan yang benar dengan menggunakan 7 langkah dan sabun. Perilaku cuci tangan yang benar dapat menurunkan penyakit diare dan penyakit ISPA. Langkah cuci tangan yang direkomendasikan World Health Organization yaitu membasahi kedua tangan dengan air mengalir, beri sabun secukupnya, menggosokkan kedua telapak tangan dan pungggung tangan, menggosok sela-sela jari kedua tangan, menggosok kedua tangan dengan jari-jari rapat, jari-jari tangan dirapatkan sambil digosok ke telapak tangan, tangan kiri ke kanan dan sebaliknya, menggosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, mengosok kuku jari kanan memutar ke telapak tangan kiri, basuh air dan mengeringkan tangan.Guru Pendidikan Anak Usia Dini memerlukan kreativitas agar peserta didik lebih menarik dan bisa mengikuti apa yang diajarkan. Metode Pelaksanaan Pelatihan ini mengajarkan senam cuci tangan dengan lagu sehingga peserta didik lebih menarik dan menyenangkan. Hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan pengetahuan peserta tehnik cuci tangan, peningkatan ketrampilan cuci tangan secara baik dan benar. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Guru Bustanul Athfal mengajarkan cuci tangan yang benar dan memakai sabun dengan cara yang menarik dan menyenangkan menggunakan lagu

    PENGARUH AIR REBUSAN DAUN PEPAYA TERHADAP KONSTIPASI LANSIA STUDI KASUS DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULYA 02 CENGKARENG

    Get PDF
    Konstipasi pada lansia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain asupan serat, intake cairan, aktivitas fisik, depresi, penggunaan obat-obatan, gangguan metabolik. Konsumsi  serat  yang  cukup  dapat  memperlancar proses defekasi. Salah satu serat yang dapat mempermudah proses defekasi terdapat pada daun pepaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Pepaya Terhadap Konstipasi pada Lansia. Penelitian dilakukan pada  39 orang lansia dengan teknik non probability sampling dan jenis purposive sampling. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, pre tes, post test tanpa kelompok control. Hasil uji statistik paired t-test nilai konstipasi sebelum pemberian air rebusan daun pepaya nilai rata-rata (mean) 7.95 dan sesudah pemberian air rebusan daun pepaya nilai rata-rata (mean) 5.74 dengan nilai p=0.001 (p<0.05). Kesimpulan Air rebusan daun pepaya berkhasiat untuk mengurangi kejadian konstipasi ada lansia di panti sosial tresna werdha budi mulia 02 cengkaren

    PERSPEKTIF LANSIA TERHADAP AKTIVITAS FISIK DAN KESEJAHTERAAN JASMANI DI DESA MARGOSARI KOTA SALATIGA JAWA TENGAH

    No full text
    Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat  terkhususnya Provinsi Jawa Tengah yang menempati urutan ketiga se-Indonesia dengan persentase 10,35% dari 18,55 juta jiwa lansia di Indonesia pada tahun 2012 dan diprediksi akan terus meningkat. Hal ini menimbulkan perhatian penting terhadap bidang kesehatan lansia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satunya adalah aktivitas fisik lansia dimana aktivitas fisik sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan jasmani lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana perspektif lansia terhadap aktivitas fisik yang dilakukan oleh lansia dan kaitanya dengan kesejahteraan jasmaninya di Desa Margosari Kota Salatiga Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Margosari Kota Salatiga Jawa Tengah pada Januari hingga Maret 2017. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang di dapatkan dengan  menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah in-depth interview. Penelitian ini menggunakan analisa data model Miles dan Humberman. Hasil penelitian ini adalah kegiatan aktivitas fisik yang dilakukan oleh lansia di Desa Margosari memiliki kaitan dengan kesejahteraan jasmani setiap individu dimana mereka masih mampu melakukan aktivitas secara mandiri tanpa alat bantu. Selain itu lansia pada umumnya memiliki motivasi yang baik untuk selalu ingin bergerak agar tetap sehat bugar dan bersemangat

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇