E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    FREKUENSI SEKSUAL DENGAN TINGKAT INFEKSI PASCA PEMASANGAN IUD PADA AKSEPTOR KB IUD DI KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS

    Get PDF
    Latar Belakang : IUD  merupakan   alat   kontrasepsi  yang   terbuat   dari  bahan   plastik   yang   halus berbentuk spiral atau berbentuk lain yang dipasang di dalam rahim. IUD mempunyai efektivitas tinggi. Sangat efektif 0,6-0,8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama, akan tetapi IUD juga dapat mengakibatkan infeksi jika melakukan seksual berlebihan atau terlalu sering melakukan hubungan seksual. Tujuan penelitian ini untuk menganalisai frekuensi seksual dengan tingkat infeksi Pasca Pemasangan IUD pada akseptor KB IUD di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang dari populasi dengan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik kendall tau. Hasil Penelitian : Responden yang memiliki frekuensi seksual tidak baik sebanyak 21 (44,7%) dan responden yang mengalami infeksi berat sebanyak 20 (42,6%). Hasil uji statistik kendall tau, diperoleh ada hubungan antara frekuensi seksual dengan tingkat infeksi pada akseptor KB IUD pasca pemasangan di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus (p value : 0,001 < 0,05) dengan nilai kendall tau 0,603. Kekuatan hubungannya adalah kuat. Kesimpulan : Ada hubungan antara frekuensi seksual dengan tingkat infeksi Pasca Pemasangan IUD pada akseptor KB IUD di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Saran : Menyarankan ibu dan suami untuk bisa mengatur frekuensi seksual dan selalu menjaga kebersihan dan meningkatkan kesehatan agar mengurangi resiko terkena infeksi setelah melakukan pemasangan IUD.Kata kunci : frekuensi seksual, infeksi, KB IU

    PENGARUH RENDAM AIR HANGAT PADA KAKI DAN KONSUMSI JUS MENTIMUN TERHADAP HIPERTENSI PADA LANSIA DI DUSUN KRAJAN DESA TRUWOLU.

    Get PDF
    Latar belakang: Salah satu penyakit tidak menular yang menimbulkan masalah besar dan serius adalah hipertensi yang seringkali tidak menunjukkan gejala sehingga menjadi pembunuh diam-diam dan penyebab utama penyakit jantung, ginjal dan stroke. Tujuan:untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Rendam Air Hangat Pada Kaki dan Konsumsi Jus Mentimun terhadap Hipertensi pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian semu ( Quasy Experiment ). Populasi penelitian ini adalah pasien lansia yang hipertensi di dusun krajan Desa Truwolu. Besar sampel diambil adalah total sampel yaitu 36 responden. Hasil: Rata-rata sesudah perlakuan tekanan darah sistole kelompok kontrol 150,28 dengan nilai minimum 140, maksimum 165 dan standar deviasi 6,057. Sedangkan rata-rata kelompok intervensi 133,89 dengan nilai minimum 120 maksimum 150 dan standar deviasi 10,369. Rata-rata sesudah perlakuan tekanan darah diastole kelompok kontrol 96,11 dengan nilai minimum 90, maksimum 100 dan standar deviasi 2,742. Sedangkan rata-rata kelompok intervensi 98,61 dengan nilai minimum 95,  maksimum 110 dan standar deviasi 4,791. Kesimpulan: Analisa data menggunakan uji uji Mann Whitney Test dengan taraf signifikasi α 0,05. Dari hasil nilai probabilitas (p) = 0,000, karena nilai p<0,05 maka HA diterima, jadi ada pengaruh Rendam Air Hangat Pada Kaki Dan Konsumsi Jus Mentimun Terhadap Hipertensi Pada Lansia Di Dusun Krajan Desa Truwolu. Peringkat rata-rata tekanan darah systole pada kelompok intervensi lebih rendah yaitu 10,89  dan kelompok kontrol 26,11. Sedangkan Peringkat rata-rata tekanan darah diastol pada kelompok intervensi lebih rendah yaitu 9,81 dan kelompok kontrol 27,1

    HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF JANGKA PENDEK PASIEN STROKE NON HEMORARGI DI POLI KLINIK SARAF RUMAH SAKIT ISLAM PATI

    Get PDF
    Latar Belakang : Angka kejadian stroke non hemorargi  mengalami peningkatan dari tahun ketahun di RSI Pati, adanya stroke mengakibatkan terjadinya masalah pada pasien yang salah satunya gangguang kognitif, keadaan ini diperburuk dengan gangguan tidur yang dialami sebagian besar pasien stroke. Keadaan gangguan tidur pada pasien stroke dapat disebabkan oleh banyak faktor yang salah satunya adalah keadaan stress pasien dalam menerima keadaan penyakit stroke yang diderita. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fungsi kognitif jangka pendek pasien stroke non hemorargi di Poli Klinik Saraf Rumah Sakit Islam Pati Metode: Jenis penelitian ini adalah kolerasional  dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purprosive sampling dengan jumlah sampel 33. Uji analisis yang digunakan adalah dengan rank spearmanHasil : dari analisis statistic yang dilakukan p value 0,000 dan nilai r 0,609.  Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif jangka pendek pasien stroke non hemorargi di Rumah Sakit Islam Pati, dengan tingkat kekuatan hubungan yang kuat dan arah hubungan positif yang artinya semakin baik kualitas tidur maka fungsi kognitif akan semakin baik pada pasien stroke non hemorargi

    UJI AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS DPPH OLEH EKSTRAK ETANOL DAUN PISANG TANDUK (MUSA PARADISIACA VAR. FORMATYPICA) DAN DAUN PISANG CAVENDISH (MUSA PARADISIACA VAR. SAPIENTUM)

    Get PDF
    AbstractHas done research about free radical scavenging activity of ethanolic extract Musa paradisiaca var formatypica and Musa paradisiaca var sapientum leaf. Banana leaf contain phenolic compunds, flavonoids, alkaloids, tannin, and saponin as a free radical scavenging.Extracts were prepared by maceration method using ethanol 70% as solvent. DPPH free radical scavenging activity was performed by spectrophotometry visible to extracts with quercetin as the comparison. The free radical scavenging activity was expressed by percent reduction and ES50.Study result showed that ethanol extract of banana leaf and Cavendish leaf containing flavonoids, polyphenols, tannins, saponins, terpenoids and had antioxidant activity also DPPH free radical scavenging activity. The ES50 value ethanol extract of banana leaf is 104.36 (µg / ml), ethanol extract of Cavendish leaf is 157.36 (µg / ml), whereas quercetin is 2.86 (µg / ml).Statistical analysis result showed a significant difference between percent of free radical scavenging activity of quercetin, banana leaf extract and Cavendish leaf extract.Keywords: Free radical, antioxidant, extract banana leaf, extract cavendish leaf AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang aktivitas penangkapan radikal bebas oleh ekstrak etanol daun pisang Tanduk dan daun pisang Cavendish. Daun pisang mengandung golongan senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin yang berpotensi sebagai penangkal radikal bebas.Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut 70%. Uji penangkapan radikal bebas DPPH dilakukan secara spektrofotometri visibel terhadap ekstrak dengan pembanding kuersetin. Aktivitas penangkapan radikal bebas dinyatakan sebagai persen peredaman dan ES50.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pisang Tanduk dan ekstrak etanol daun pisang Cavendish mengandung senyawa flavonoid, polifenol, tanin, saponin, terpenoid, serta mempunyai aktivitas sebagai antioksidan dan penangkap radikal bebas DPPH. Ekstrak etanol daun pisang Tanduk mempunyai nilai ES50 sebesar 104,36 (µg/ml), ekstrak etanol daun pisang Cavendish memiliki nilai ES50 sebesar 157,36 (µg/ml), sedangkan standar kuersetin mempunyai nilai ES50 sebesar 2,86 (µg/ml).Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara persen penangkapan radikal bebas kuersetin, ekstrak daun pisang Tanduk, dan ekstrak daun pisang Cavendish.Kata Kunci: Radikal bebas, antioksidan, ekstrak daun pisang tanduk, ekstrak daun pisang cavendish

    PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN LANSIA DENGAN RESIKO JATUH DI DESA KALIPUCANG WETAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS WELAHAN 1 TAHUN 2019

    No full text
    Latar belakang : Pada lansia terjadi perubahan komposisi tubuh berupa penuruna fatfree mass atau peningkatan fat mass. Pada proses penuaan Kekuatan otot muscle strength pada lansia juga berhubungan dengan masalah keseimbangan sehingga lansia berisiko mudah terjatuh. (Maryam, R. 2013),Pada setiap aktivitas, tubuh selalu membutuhkan kontrol keseimbangan tubuh dengan tujuan untuk mencapai postur berdiri yang stabil, karena pada dasarnya setiap aktivitas fisik baik statis maupun dinamis akan menempatkan seseorang pada posisi yang tidak stabil dengan risiko yang besar untuk mengalami jatuh (Achmanagara, 2012). Balance exercise merupakan latihan khusus yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot anggota bawah dan untuk meningkatkan sistem vestibular / keseimbangan tubuh. Organ yang berperan dalam sistem keseimbangan tubuh adalah balance percepsion Latihan ini sangat membantu mempertahankan tubuhnya agar stabil sehingga mencegah terjatuh yang sering terjadi pada lansia (Jowir, 2009). Tujuan : Untuk mengetahui Pengaruh Balance Exercise Terhadap Keseimbangan Lansia Dengan Resiko Jatuh Di Desa Kalipucang Wetan Wilayah Kerja Puskesmas Welahan 1 Tahun 2019. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy eksperimen, dengan With desain Control Group yaitu digunakan dua kelompok intervensi dan kontrol dengan jumlah responden 44 responden, 22 intervensi dan 22 kontrol. analisa menggunkan digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test  . Hasil : Hasil analisis statistik uji wicoxon diperoleh p value = 0.008 lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ <0.05. Sehingga P value table kurang dari P value hitung maka Ho ditolak dan Ha diterima.  Kesimpulan : bahwa untuk Pengaruh Balance Exercise Terhadap Keseimbangan Lansia Dengan Resiko Jatuh Di Desa Kalipucang Wetan Wilayah Kerja Puskesmas Welahan 1 Tahun 2019

    STUDY FENOMENOLOGI PERSEPSI REMAJA TENTANG FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI KELAS XII DI SMA N 05 KOTA TEGAL TAHUN 2018

    Get PDF
    Flour Albus/ keputihan adalah cairan yang keluar dari alat genetalia perempuan (vagina) yang berlebihan selain air kencing atau darah, bersifat normal atau tidak normal. Vagina merupakan bagian yang rentan dengan infeksi bakteri karena keadaannya yang lembab, oleh karena itu sangatlah penting untuk selalu menjaga kebersihan bagian tubuh intim tersebut. Masalah yang sering muncul adalah keputihan, keputihan ada yang normal dan tidak normal, produksinya dapat meningkat jika seorang wanita sedang mengalami peningkatan jumlah hormone di saat sekitar masa menstruasi atau kelelahan berlebihan, sedang menggunakan obat-obat tertentu atau KB. Kebersihan atau pH di vagina ikut memengaruhi munculnya gejala keputihan. Keputihan disebabkan oleh masih minimnya kesadaran untuk menjaga kesehatan terutama kesehatan organ genetalia.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan fenomenologi. Jumlah informan 4 siswi SMA N 05 Kota Tegal. Pengumpulan data diperoleh dari wwancara mendalam sesuai dengan pedoman wawancara.  Hasil wawancara direkam dan dibuat catatan lapangan.Hasil wawancara pada responden yaitu informasi tentang perasaan, persepsi, pemahaman dan pengetahuan  remaja putri tentang  flour albus. Informasi ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi peneliti lain  dalam memberikan konseling  pada remaja tentang flour albus/ keputihan

    EFEKTIVITAS JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP KADAR LEUKOSIT DARAH PADA PASIEN PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA

    No full text
    Latar belakang: Proses penyembuhan pasien post sectio caesarea pada fase inflamasi terjadi perubahan hematologi yaitu leukosit meningkat, peningkatan sampai puncaknya pada level 14.000-16.000/ul.proses tersebut bisa berlangsung dan beresiko infeksi jika factor – factor di luar tubuh tidak di kendalikan dengan baik. Salah satu cara untuk mengendlikan kadar leukosit agar tidak terjadi infeksi yaitu mengkomsumsi makanan sehat yang mengandung anti inflamasi yaitu flavonoid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minum jus jambu terhadap kadar leukosit darah pada pasien post sectio caesarea. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan pendekatan waktu secara cross sectional dengan jumlah sampel 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol diambil secara simple random sampling. Subyek penelitian adalah pasien post sectio di ruang Dahlia RS Raden Soedjati Purwodadi yang di cek kadar leukosit pretest dan posttest. Analisa data mengunakan Uji Paired T Test dan Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian kelompok kontrol didapatkan hasil Uji Paired T Test yang hasil probabilitas/sig.(2-tailed)=0,294 maka p> 0,05 artinya tidak ada pengaruh terhadap leukosit yang tidak minum jus jambu. Dari hasil statistik pada kelompok perlakuan diperoleh hasil statistik wilcoxon yaitu Asymp.sig.(2-tailed)=0,093, maka p>0,05 yang artinya tidak ada ada pengaruh minum jus jambu terhadap kadar leukosit. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh jus jambu biji merah terhadap kadar leukosit darah pada pasien post sectio caesarea di ruang Dahlia Rs Raden Soedjati Purwodadi. Saran dari penelitian bahwa pemberian jus jambu dapat digunakan, namun ternyata tidak spesifik membantu penurunan leukosit pasien post Sectoi Caesaria. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya dengan menambahkan variable yang lain selain dari factor makanan  untuk melihat yng lebih berpengaruh terhadap pengendalian leukosit. Kata kunci         : Pasien Post SC, Leukosit, Jus Jambu Biji Merah. ABSTRACT Background: In post-sectio caesarea patients there is an inflammatory phase in which hematologic changes are increased leukocytes that increase to peak to 14,000-16.000 / ul. One way to lower levels of leukocytes is to consume healthy foods that contain anti-inflammatory flavonoids. Objective: This study aims to determine the effect of drinking guava juice to blood leukocyte levels in patients with post-sectio caesarea. Method: This research type was quasy experiment with time approach in cross sectional with 10 samples of intervention group and 10 control group was taken by simple random sampling. The subjects of the study were post-sectio patients in the Dahlia Rs Raden Soedjati Purwodadi room that checked the pretest and posttest leukocyte levels. Data analysis using Paired T Test and Wilcoxon Test. Result: Based on the result of the control group research, the result of Paired T Test with probability result (2-tailed) = 0.294 then p> 0,05 means that there is no effect to leukocytes that do not drink guava juice. From the statistical results in the treatment group obtained wilcoxon statistic that is Asymp.sig. (2-tailed) = 0,093, then p> 0,05 meaning there is no influence drinking guava juice to leukocyte level. Conclusion: There is no effect of red guava juice to blood leukocyte level in post-sectio caesarea patient in space Dahlia Rs Raden Soedjati Purwodadi. Suggestions from the study that guava juice can be used as one of the preferred drinkable beverages to help lower leukocyte levels in post-sectio caesarea patients and can be used as a reference for subsequent studies in surgical patients for surgical reasons due to an infection marked by increased leukocyte

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK AUTISME DI YAYASAN PONDOK PESANTREN ABK AL-ACHSANIYYAH KUDUS TAHUN 2017

    Get PDF
    Abstrak Latar Belakang : Peningkatan jumlah penderita gangguan autis di dunia semakin hari semakin bertambah dan begitu juga di Indonesia. Sekarang ini di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Kudus tahun 2016 terdapat 88 anak penderita gangguan autis. Pada penderita autisme mengalami gangguan perkembangan yang sangat komplek, salah satunya adalah kemampuan sosialisasi. Hal itu akan teratasi jika mendapat dukungan sosial baik dari orang tua maupun dari lingkungan. Dengan adanya dukungan sosial diharapkan anak autisme dapat berkembang lebih baik sesuai kemampuan yang dimilikinya.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kemampuan sosialisasi anak autis di yayasan pondok pesantren ABK Al-Achsaniyyah Kudus tahun 2017. Metode :  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi analitik. Metode pendekatan Cross Sectional, sampel sebanyak 41 responden dari 70 anak autis di yayasan pondok pesantren ABK Al-Achsaniyyah Pedawang Kabupaten Kudus dengan teknik stratified random sampling dengan alat ukur kuesioner. Uji hubungan penelitian menggunakan Kendal Tau. Hasil Penelitian : Penelitian tentang hubungan dukungan sosial dengan kemampuan sosialisasi anak autis di yayasan pondok pesantren ABK Al-Achsaniyyah Kudus tahun 2017 menunjukkan korelasi sangat signifikan, (p.value: 0,000; α: 0,05; r: 0,958). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kemampuan sosialisasi anak autis di yayasan pondok pesantren ABK Al-Achsaniyyah Kudus tahun 2017 Kata Kunci       : Dukungan Sosial, Kemampuan Sosialisasi, Autism

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016

    Get PDF
    ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi. Salah satu komposisi ASI adalah kolostrum. Pemberian kolostrum secara awal pada bayi dan pemberian ASI secara terus menerus merupakan perlindungan yang terbaik pada bayi. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik samplingnya total sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan Ada pengaruh pengetahuan ibu tentang kolostrum terhadap pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Puskesmas Baturaden Kabupaten Banyumas tahun 2016 (p = 0,020). Ada pengaruh paritas ibu bayi baru lahir terhadap pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Puskesmas Baturaden Kabupaten Banyumas tahun 2016 (p = 0,007). Ada pengaruh peran tenaga kesehatan dalam pemberian kolostrum pada bayi baru lahir terhadap pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Puskesmas Baturaden Kabupaten Banyumas tahun 2016 (p = 0,013). Ibu bayi hendaknya berusaha untuk mendapatkan informasi tentang kolostrum sehingga akan memberikan kolostrum pada bayi baru lahir untuk kehamilan berikutnya

    DESKRIPSI KEBIASAAN JAJAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 03 KRAGILAN, MOJOLABAN, SUKOHARJO

    Get PDF
    AbstrakMakanan yang bergizi seimbang sangat dibutuhkan pada masa anak-anak karena digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan, sehingga orang tua dan lingkungan mempunyai peran yang sangat penting. Masalah gizi yang dihadapi oleh anak-anak pada usia sekolah dasar antara lain: obesitas, gagal tumbuh, anemia karena kekurangan zat besi, dan karies pada gigi geligi serta infeksi kecacingan (Fadil, 2013). Pada anak usia sekolah sebagian besar waktunya dihabiskan dilingkungan sekolah sehingga anak mempunyai potensi lebih besar untuk mendapatkan makanan dari luar rumah. Makanan dari luar rumah salah satunya bisa diperoleh melalui makanan jajanan yang dijual secara umum.. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran kebiasaan jajan pada anak Sekolah dasar (SD). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 03 Kragilan Mojolaban Sukoharjo pada  bulan Desember - Januari 2018. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V dan VI SDN 03 Kragilan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 29 responden dengan teknik pengambilan sampel dengan puporsive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden penelitian mempunyai kebiasaan suka jajan yaitu sebanyak sebanyak 28 siswa (96.6%) dan hanya 1 siswa yang tidak mempunyai kebiasaan jajan, mayoritas siswa mempunyai kebiasaan sarapan pagi sebanyak 24 siswa (82.8%) dan hanya 5 siswa (17.2%) yang kadang-kadang sarapan, mayoritas siswa kadang-kadang membawa bekal makanan ke sekolah  19 siswa (65.5%), alasan karena sudah diberi uang jajan oleh orang tua (44.9%), siswa yang tidak membawa bekal minum ke sekolah sebanyak 19 siswa (65.5%), mayoritas siswa mempunyai pengetahuan tentang gizi pada kategori baik sebanyak 16 siswa (55.2%), mayoritas siswa hanya kadang-kadang melakukan cuci tangan sebelum makan (96.6%), namun siswa mempunyai kebiasaan membuang sampah ditempat sampah (100%). Simpulan yang dapat diperoleh yaitu kebiasaan menyukai makanan jajanan di SDN 03 Kragilan,Mojolaban Sukoharjo yaitu sebanyak sebanyak 28 siswa (96.6%). Kata kunci : Kebiasaan, Jajan, Anak S

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇