E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
EFFECT OF SOCIAL SKILLS TRAINING (SST) TREATMENT WITH AND WITHOUT DIET CFGF ABILITY TO SOCIALIZATION AUTISM CHILDREN IN SLB AUTISM POTENTIAL CHILD DEVELOPMENT FOUNDATION (YPPA) PADANG 2018
Number of persons with autism in the world range of 60.000 - 150.000 autism occurred in children aged below 15 years. Therapy was given to improvement of social skills in autistic children Social Skills Training Therapy (SST). The purpose of this study was to determine the ability of Socialization Effects of SST with and without diet CFGF for Autism Children in SLB Autism YPPA Padang 2018. Quasi - experimental design with one - group pre - post test. The population in this study all children with autism aged 6-12 year, and samples were taken by convenience sampling 20 people with and without diet CFGF. Univariate date processing techniques while the frequency distribution and central tedensy and Bivariate date processing techniques with paired T - test. Results of research abilities children with autism after therapy SST with and without diet CFGF with social skills of children with autism. Suggestions can be submitted to the study of nursing in order to detect early signs of the symptoms experienced by children with autism so there is no sign of severe symptoms and train the socialization skills of children with autism with SST therapy
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PARIAMAN 2016
Abstrak Timbang terima adalah komunikasi oral dari informasi tentang pasien yang dilakukan oleh perawat pada pergantian shift jaga. ketidak akuratan informasi dalam melakukan timbang terima dapat menimbulkan dampak yang serius pada pasien, hampir 70% kejadian yang menyebabkan kecacatan atau kematian disebabkan karena buruknya komunikasi. Peneltian bertujuan mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan timbang terima pasien. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Pariaman Sampel 86 perawat dengan teknik pengambilan sampel Total sampling. Penelitian dilakukan bulan Juni 2016. Peneltian menggunakan kuesioner, analisa data menggunakan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian faktor pengetahuan rendah (57,0%), dengan Sikap perawat pelaksana baik (61,6%), (59,3 %) mendapat dukungan dari pimpinan. (60,5 %) tidak mendapat dukungan dari teman sejawat. sebagian besar dari perawat (65,3 %) kurang baik dalam pelaksanaan timbang terima pasien. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan dukungan teman sejawat dengan pelaksanaan timbang terima, tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dan dukungan pimpinan dengan pelaksanaan timbang terima. Pengetahuan lebih dominan berhubungan dengan pelaksanaan timbang terima pasien. Saran untuk pelayanan keperawatan agar melakukan audit keperawatan tentang kualitas pelaksanaan timbang terima dan melakukan supervisi berjenjang pada semua aspek dalam pelaksanaan timbang terima. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Dukungan Pimpinan,dukungan teman sejawat, pelaksanaan timbang terima ABSTRAKWeighing is oral communication from information about patients performed by nurses at the turn of the shift. inaccurate information in weighing up can have a serious impact on patients, almost 70% of events that cause disability or death are caused by poor communication. The research aims to find out the factors that are related to the implementation of patient weighing. The design of this study was cross sectional. The study was conducted in RSUD Pariaman. Samples were 86 nurses with a total sampling technique. The study was conducted in June 2016. The study used a questionnaire, data analysis using univariate, bivariate and multivariate. The results of the study of knowledge factors were low (57.0%), with the attitude of nurses implementing good (61.6%), (59.3%) receiving support from the leadership. (60.5%) did not receive support from colleagues. most of the nurses (65.3%) were not good at implementing patient weighing. There is a meaningful relationship between knowledge and support of peers with the implementation of the weighing scale, there is no meaningful relationship between the attitude and support of the leadership with the implementation of the weighing scale. Knowledge is more dominant related to the implementation of patient weighing. Suggestions for nursing services in order to conduct a nursing audit about the quality of implementation of weighing scale and conducting tiered supervision on all aspects of the implementation of weighing scale. Keywords: Knowledge, Attitude, Leadership Support, peer support, implementation of weighingDaftar pustaka : 72 (2000 – 2015)
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA PRA SEKOLAH
Perkembangan sosial emosional anak merupakan perkembangan tingkah laku pada anak dimana anak diminta untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain, perkembangan sosial merupakan proses belajar anak dalam menyesuaikan diri dengan norma, moral dan tradisi dalam sebuah kelompok. Banyak faktor yang berpengaruh dalam perkembangan sosial emosional anak. Faktor tersebut antara lain faktor Hereditas/Genetis/Keturunan, faktor Lingkungan, faktor Umum/interaksionisme antara genetis dan lingkungan.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, jumlah saudara, Pendidikan orangtua, pendapatan orangtua, tipe keluarga dan pola asuh keluarga dengan perkembangan sosial emosional anak usia pra sekolah di Desa Kramat Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di Desa Kramat Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik stratified Random Sampling dengan jumlah 84 responden.Hasil dan kesimpulan dalam penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, jumlah saudara, Pendidikan orangtua, pendapatan orangtua, tipe keluarga dan pola asuh keluarga dengan perkembangan sosial emosional anak usia pra sekolah dengan nilai p value sebesar < 0.05.Kata Kunci: Perkembangan social emosional anak prasekola
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DENGAN KEJADIAN FIBROADENOMA MAMMAE (FAM) DI KLINIK DR. HANDY SS, SP. B KUDUS
Latar Belakang: Seorang wanita dikatakan masuk kedalam golongan Wanita Usia Subur (WUS) karena organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun.Sikap WUS dapat mempengaruhi perilaku dalam melakukan deteksi dini FAM (Fibroadenoma Mammae).FAM dapat disebabkan dari riwayat keluarga, terlalu sering memakan makanan fast food, merokok dan minuman alkohol, dan lain-lain.sikap dan perilaku WUS dan remaja sekarang yang sembarangan dalam mengkonsumsi makanan akan memperbesar kemungkinan terserang FAM.Tujuan: mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Dengan Kejadian Fibroadenoma Mammae (FAM) di klinik dr. Handy SS, Sp. B Kudus.Metodologi:Rancangan studi korelasi (Correlation study). Sampel diambil dengan teknik total sampling dan jumlah responden sebanyak 30 responden.Hasil Penelitian : Sebagian besar responden didiagnosa FAM sebanyak 26 responden (86,7%). Sebagian besar pengetahuan responden tentang FAM adalah tidak baik sebanyak 26 responden (86.7%).Sebagian besar sikap responden tentang FAM adalah negatif sebanyak 21 responden (70.0%).Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian FAM dengan p-value sebesar 0.020. Ada hubungan sikap dengan kejadian FAM dengan p-value sebesar 0.03
HUBUNGAN JARAK RUMAH DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TBC DI RSI SUNAN KUDUS
Penyakit Tuberkulosis di Indonesia merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Motivasi memiliki efek positif mempengaruhi kepatuhan penderita TB dalam minum obat. Jarak rumah dengan fasilitas kesehatan dapat mempengaruhi kepatuhan penderita dalam berobat. Semakin jauh jarak dengan fisilitas kesehatan semakin mahal biasa akomodasi yang di bayar oleh penderita sehingga menyebabkan penderita TBC malah untuk berobat. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui hubungan antara jarak rumah ke fasilitas kesehatan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien TBC. Rancangan studi korelasi (Correlation study). Cara pengambilan sampel adalah dengan teknik probability sampling dan jumlah responden sebanyak 57 responden. Uji analisa Chi Square. Hasil penelitian sebagian besar rumah responden pada jarak 0-10 Km dan >10-20 Km sebanyak 23 responden (40.4%). Sebagian besar responden patuh minum obat sebanyak 45 responden (78.9%). Kesimpulan ada hubungan jarak rumah ke fasilitas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien TBC di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus dengan nilai p-value sebesar 0.000 dan nilai X2 hitung 30.588.Kata Kunci : Jarak Rumah, Kepatuhan Minum Obat, TB
MASTITIS (LITERATURE REVIEW)
Latar belakang : mastitis merupakan kejadian yang ditandai dengan adanya rasa sakit pada payudara yang disebabkan adanya peradangan payudara yang bisa disertai infeksi maupun non infeksi. Kejadian mastitis sekitar 15–21% ibu menyusui yang terjadi pada 6-8 minggu pertama masa menyusui. Tujuan penelitian : untuk mendapatkan sumber referensi ilmiah tentang mastitis berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Metode penelitian : dengan melakukan pencarian literature yang dilakukan sampai dengan tanggal 20 Mei 2019 melalui database pubmed dan google scholar menggunakan kata kunci mastitis digunakan 11 artikel sebagai sumber referensi. Hasil penelitian : mastitis adalah suatu kondisi radang payudara dan mungkin akibat penurunan imunitas dan penurunan daya tahan terhadap infeksi. Mastitis berkisar pada tingkat keparahan dari peradangan ringan, asimptomatik yang biasanya tidak menular, hingga mastitis parah yang terbukti secara klinis, yang bermanifestasi sebagai kemerahan, pembengkakan payudara, demam atau infeksi sistemik. Mastitis dapat timbul dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan ibu, kesehatan bayi atau keduanya. Kesimpulan : hal yang disarankan pada kasus mastitis adalah ibu masih tetap menyusui bayinya, agar dapat mengurangi pembendungan pada ASI, tetapi jika ada puting susu lecet maka sebaiknya menggunakan alat bantu untuk menyalurkan ASI pada bayinya. Pemberian informasi tentang cara menyusui yang benar dan cara manajemen laktasi sangat penting untuk pencegahan mastitis.
SIBLING RIVALRY DENGAN BOUNDING ATTACHMENT PADA IBU NIFAS
Abstrak Latar Belakang: Dalam proses Bounding Attachment ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya Sibling Rivalry atau Perilaku anak ataupun bayi dengan keluarga yang dapat tumbuh dari diri anak itu sendiri dan orang tua dalam mendidik. perlakuan orang tua terhadap anak merupakan faktor kunci yang menentukan seberapa besar persaingan yang terjadi antara saudara kandung. Respon anak pertama terhadap adik bayinya dapat mempengaruhi proses bounding attachment, bayi akan merasa terganggu dengan cara menangis. Jika terjadi berulang-ulang, maka tujuan bounding attachment yang mengharapkan bayi dapat mengadakan eksplorasi menjadi terbatas, sehingga menumbuhkan sikap sosial berkurang, dan menumbuhkan perilaku meniru sikap kakaknya. Faktor yang paling dominan terjadinya sibling rivalry pada anak yaitu sikap orang tua. Orang tua membagi perhatian dengan orang lain, mengidolakan anak tertentu, perasaan kesal, dan membanding-bandingkan anak dapat memicu terjadinya sibling rivalry. perlakuan orang tua yang adil dapat menjalin Kedekatan emosi orang tua dengan anak sehingga akan slalu memiliki ikatan batin (kasih sayang) yang kuat. Tujuan: Diketahuinya Hubungan Sibling Rivalry dengan Bounding Attachment pada Ibu Nifas di Desa Bae Kudus. Metode: Jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan popuasi 52 responden. Dengan accidental sampling sebesar 46 responden. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling menggunakan kriterian inklusi dan eksklusi dengan alat uji menggunakan chi square (X2) dengan menggunakan dan 95% confidence intervel (CI). Hasil: Hasil uji chi square Sibling Rivalry Dengan Bounding, Sibling Rivalry Dengan Bounding Attachment diperoleh nilai p value sebesar= 0,027. Kesimpulan: Ada Hubungan Sibling Rivalry Dengan Bounding Attachment Pada Ibu nifas di Desa Bae Kudus. Kata kunci : Sibling Rivalry, bounding attachment Abstract Background: In the Bounding Attachment process, there are several factors influencing the process including Rivalry Sibling or the behavior of child or baby with family that can grow from the child himself and the parents in giving education. Parental treatment to children is a key factor that determines the competition occuredamong the siblings. The first child's response to youger sister (baby) can affect the process of bounding attachment in the way that the baby will be disturbed by crying. If it happens repeatedly, the goal of bounding attachments that the baby will carry out exploration becomes limited, therefore it will reduce social attitudes and imitate his brother's attitude.The most dominant factor in sibling rivalry is the attitude of parents. This means that parents share attention with others, idolize certain children, feel upset with certain children, and compare children so that it may trigger sibling rivalry. Fair parental treatment will create close emotional betweenparents and children so that they will always have a strong inner bond (love). Objective: this study is to know the relationship between Sibling Rivalry and Bounding Attachment in Postpartum Mothers in Bae of Kudus. Method: This study used analytical correlation research with cross sectional approach. The population were 52 respondents. Taken accidental sampling, the samples were 46 respondents. Sampling was done by purposive sampling using inclusion and exclusion criteria of chi square (X2) test using 95% confidence intervals (CI). Results: The results of chi square test of Sibling Rivalry With Bounding, Sibling Rivalry with Bounding Attachment obtained p value of = 0.027. Conclusion: There is relationship between Sibling Rivalry and Postpartum Bounding Attachment in Bae Kudus Keywords: Sibling Rivalry, bounding attachmen
DAMPAK PEMBERIAN REWARD PERAWAT TERHADAP PELAYANAN DI RUMAH SAKIT : LITERATUR REVIEW
AbstrakLatar Belakang : Pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas dan profesional merupakan target yang ingin dicapai untuk meningkatkan mutu pada Rumah Sakit. Namun mutu yang diharapkan bertolak belakang bahwa penyedia layanan kesehatan khususnya perawat bekerja di bawah tekanan dengan beban kerja yang lebih besar. Ini berdampak pada ketidakseimbangan antara kerja dan reward yang diterima. Ini bertujuna untuk mengetahui dampak pemberian reward kepada perawat terhadap pelayanan di Rumah SakitMetode : Data didapatkan dari database PubMed, Wiley Online, Google Schoolar, Secondary Searching diperoleh 7 artikel yang terdiri dari 6 penelitian cross-sectional dan 1 penelitian Quasi-Experiment yang membahas mengenai pemberian reward pada perawat di rumah sakit. Pemilihan artikel dengan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian proses pencarian artikel disintesis ke dalam PRISMA flow diagram. Telah dilakukan kritisi jurnal menggunakan Critical Appraisal of a Cross-Sectional Study (Survey) dan Case Control Study.Hasil : Hasil temuan diperoleh 6 dampak pemberian reward perawat di rumah sakit sakit yaitu berdampak pada stress kerja, ketidakhadiran karena sakit, turnover, motivasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Namun reward tidak berdampak pada performa kerja, mood, fungsi saraf autonomic dan interaksi personal. Review ini membahas tentang dampak pemberian reward perawat terhadap pelayanan di rumah sakit namun tidak dijelaskan secara rinci pengkalsifikasian jenis reward yang dimaksud apakah reward intrinsic atau reward ekstrinsik..Kesimpulan: pemberian reward lebih berdampak pada kepuasan kerja (30%) dan komitmen organisasi (30%) AbstractBackground: Quality and professional nursing care services are targets to be achieved to improve the quality of hospitals. But the expected quality contradicts that health care providers, especially nurses, work under pressure with a greater workload. This has an impact on the imbalance between work and reward received. This aims to find out the impact of giving rewards to nurses on hospital servicesMethods: Data obtained from PubMed, Wiley Online, Google Schoolar, Secondary Searching databases obtained 7 articles consisting of 6 cross-sectional studies and 1 Quasi-Experiment study which discussed giving rewards to nurses in hospitals. Article selection with inclusion and exclusion criteria then the article search process is synthesized into the PRISMA flow diagram. Journal critics have used the Critical Appraisal of a Cross-Sectional Study (Survey) and Case Control Study.Results: The findings obtained 6 effects of rewarding nurses in a hospital that has an impact on work stress, absence due to illness, turnover, motivation, job satisfaction, and organizational commitment. But rewards do not have an impact on work performance, mood, autonomic nerve function and personal interaction. This review discusses the impact of rewarding nurses on services in the hospital but not explained in detail the calcification of the type of reward in question whether intrinsic reward or extrinsic reward ..Conclusion: giving rewards has more impact on job satisfaction (30%) and organizational commitment (30%)Keywords: reward, nurse, and hospital
KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI DI UPT PUSKESMAS JEPANG KUDUS
Pneumonia merupakan penyakit peradangan parenkim paru yang ditandai dengan adanya demam tinggi, menggigil, sesak napas, napas cepat, batuk dan tarikan dinding dada ke dalam. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian bayi (0 - 11 bulan) sebesar 23,80% dan sebagai penyebab kedua kematian balita (1 – 4 tahun) yaitu 15,50% menempati urutan kedua setelah diare dari 10 besar kematian. Rata-rata 83 balita meninggal setiap hari akibat Pneumonia. Hal ini menunjukkan bahwa Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian balita di Indonesia. Survei Demokrasi Kesehatan Indonesia (SDKI) melaporkan bahwa prevalensi Pneumonia balita Indonesia meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Riwayat pemberian ASI dengan kejadian Pneumonia Balita di UPT Puskesmas Jepang Mejobo Kudus tahun 2018. Metode penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah balita berusia 7 bulan – 5 tahun dengan gejala batuk yang mengarah pneumonia berjumlah 110 balita, dengan sampel yang diteliti sejumlah 85 balita. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampel random sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Riwayat pemberian ASI dan (Manajemen Terpadu Balita sakit). Uji statistik dengan Spearman rank. Hasil penelitian Hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kejadian pneumonia pada balita diperoleh nilai p value sebesar = 0,224 (>0,05), berarti Tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kejadian pneumonia pada balita di UPT Puskesmas Jepang Mejobo Kudus Tahun 2018.Kata Kunci : Riwayat pemberian ASI, pneumonia, balita
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP KADAR PROSTAGLANDIN (PGF2α) DAN TNF α PADA PENDERITA DISMENOREA
Pemberian vitamin E pada wanita yang mengalami dismenorea dapat secara langsung menekan kadar ROS dan dapat memperbaiki struktur memberan sel yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian vitamin E terhadap kadar Prostaglandin dan TNF-α pada penderita dismenorea. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan desain penelitian Pre andPost Test Only Group Designyang menggunakan 22orang wanita yang mengalami dismenorea primer yang derajat 4-6. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Pemeriksaan kadar prostaglandin dan TNF-α dilakukan di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatra barat dengan metode ELISA.Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar prostaglandin sebelum pemberian Vitamin E yaitu 205,5 ± 143,3 pg/ml, sedangkan setelah pemberian yaitu 124,8 ± 59,0 pg/ml(p<0,05). Rerata kadar TNF-α sebelum pemberian Vitamin E yaitu 207,2 ± 132,0 ng/l, sedangkan setelah pemberian yaitu 125,9 ± 35,7 ng/ll .Pada analisa data didapatkan kadar prostaglandin dan TNF-α p < 0,05. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pemberian vitamin E terhadap kadar Prostaglandin dan TNF-α pada penderita dismenorea