E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP : LITERATUR REVIEW
Perilaku caring perawat merupakan salah satu aspek penting dalam memenuhi kepuasan pasien, hal ini menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan disebuah rumah sakit. Tujuan Untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literature review. Sumber pustaka yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah dengan melakukan telaah jurnal dan buku referensi dengan kata kunci perilaku caring perawat, dan kepuasan pasien. Hasil Perilaku caring perawat berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Perubahan leadership dalam profesi keperawatan terus dikembangkan, diharapkan dapat diaplikasikan secara nyata, semakin berkembang, semakin diakui dan dapat menunjukkan kinerja yang profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan perilaku caring Perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Perilaku caring sangat penting bagi setiap orang, juga sangat dibutuhkan bagi perawat selaku pemberi asuhan keperawatan di rumah sakit
HUBUNGAN PENGEMBANGAN POTENSI DAN TANGGUNG JAWAB DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM TERAPI BERMAIN DI RUMAH SAKIT
Latar Belakang: Terapi bermain adalah pemberian stimulasi pada anak agar perkembangan anak berjalan dengan baik. Terapi bermain dilakukan pada anak baik dalam kondisi sehat maupun pada anak sakit atau kondisi anak yang sedang di rawat dirumah sakit. Pelaksanaan terapi bermain yang seharusnya bagian dari kinerja perawat anak tetapi tidak semua perawat anak di rumah sakit melakukannya, hal tersebut disebabkan karena masih kurangnya pengembangan potensi dan tanggung jawab perawat dalam melakukan terapi bermain, dan masih banyaknya perawat yang hanya melakukan rutinitas harian saja.Tujuan: Menganalisis hubungan pengembangan potensi dan tanggung jawab dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak pra sekolah di rumah sakit. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel yang digunakan 53 responden atau pasien anak yang di rawat di rumah sakit dan menggunakan tehnik sampling total sampling, alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengetahui pengembangan potensi dan tanggung jawab dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak di rumah sakit. Hasil: kinerja perawat dalam melakukan terapi bermain sebagian besar menunjukkan kategori cukup yaitu sebanyak 66,1%, pengembangan potensi menunjukkan kategori cukup yaitu sebesar 47,2%, dan tanggung jawab perawat sebagian besar menunjukkan cukup yaitu sebesar 50,9 % serta menunjukkan adanya hubungan pengembangan potensi dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak usia pra sekolah di rumah sakit dengan r= 0,421 dan p value 0,002 dan adanya hubungan tanggung jawab dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak usia pra sekolah di rumah sakit dengan r = 0,402 p value 0,003. Kesimpulan: semakin baik pengembangan potensi di rumah sakit maka kinerja perawat akan semakin meningkat,dan semakin baik tanggung jawab yang diberikan maka kinerja perawat akan semakin baik sehingga perlunya meningkatkan pengembangan potensi dan tanggung jawab perawat dalam meningkatkan terapi bermain pada anak di rumah sakit yang berdampak terhadap penurunan kecemasan dan stresor pasien anak.
IMPROVING THE KNOWLEDGE MANAGEMENT WITH TRAINING BASIC EMERGENCY OBSTETRIC NEONATAL TO MIDWIFE IN SURAKARTA HEALTH CENTER
AbstrakPengetahuan bidan yang baik dan tepat sangat mendukung upaya pelayanan ibu dan anak yang komprehensif. Pengetahuan tentang Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Dasar (PONED) memberikan dasar pada bidan untuk mengidentifikasi komplikasi atau kegawatdaruratan kehamilan, persalinan, nifas dan neonatal. Salah satu upaya peningkatan pelayanan kebidanan, melalui pelatihan PONED pada bidan di puskesmas agar bisa menurunkan risiko kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan bidan tentang penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi. Metode penelitian secara observasional analitik dengan rancangan The One Group Pretest Post Test dan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini perwakilan bidan Puskesmas rawat inap dan rawat jalan sebanyak 17 orang. Teknik pengambilan sampel secara Proporsional Random Sampling, sampel acak dengan proporsi bidan yang bekerja di Puskesmas di Surakarta. Sampel yang memenuhi kriteria retriksi 17 responden. Hasil 1 bidan pengetahuan lebih jelek setelah di beri pelatihan, 2 bidan berpengetahuan tetap sebelum maupun setelah pelatihan, 14 bidan mempunyai pengetahuan lebih baik setelah pelatihan. Hasil analisis univariat menunjukkan rerata pretes = 73.41, median = 71.4, nilai maksimum = 82.8 dan nilai minimum = 65.7. Hasil posttest menunjukkan rerata = 81.14, median = 80, nilai maksimum = 88.5, nilai minimun = 74.2. Hasil penelitian bivariat Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001, signifikan (p < 0,05). Secara statistic terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum pelatihan dibandingkan setelah pelatihan. Kata Kunci:Pengetahuan bidan, pelatihan PONED, bidan puskesmas AbstractKnowledge of good and appropriate midwives strongly supports comprehensive maternal and child care efforts. Knowledge of Basic Emergency Obstetric Neonatal Services (PONED) provides a basis for midwives to identify complications or emergencies of pregnancy, childbirth, postpartum and neonatal. One effort to improve midwifery services, through PONED training for midwives in health centers so as to reduce the risk of morbidity and mortality in mothers and infants. The Aim : This study aims to improve the knowledge of midwifery about handling maternal and neonatal emergencies. Methods : The design of this study was observational analytic with one group pretest and posttest and cros sectional approach. The population of the study was 17 representatives midwives in inpatient and outpatient health care. The sampling technique used proportional random sampling, the random sampling was taking by accounted the number of midwives who work in primary health care in Surakarta. The sample that include in restriction criteria was 17 respondents. Result : The results of 1 knowledge midwife were worse after being given training, 2 knowledgeable midwives remained before and after the training, 14 midwives had better knowledge after training. The results of univariate analysis showed a mean pretest = 73.41, median = 71.4, maximum value = 82.8 and minimum value = 65.7. The posttest results showed a mean = 81.14, median = 80, maximum value = 88.5, minimum value = 74.2. The bivariate results of the Wilcoxon Test showed p value = 0.001, significant (p <0.05). Statistically there were significant differences in knowledge between before training compared to after training.Keywords:The midwife knowledge, PONED training, midwife on the health cente
PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN DOKTER
Komunikasi antara perawat dengan dokter merupakan salah satu elemen penting dari praktik kolaborasi dalam pelayanan kesehatan. Komunikasi yang terjalin baik antara dokter dan perawat diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan hal - hal penting, menjalin diskusi, memutuskan secara bersama-sama serta dapat meminimalkan hambatan-hambatan yang ada dalam pemberian perawatan kepada pasien. Model teknik komunikasi SBAR (Situation Background Assessment Recommendation) membantu perawat untuk mengorganisasi cara berfikir, mengorganisasi informasi, dapat memudahkan penyampaian pesan serta berdiskusi saat berkomunikasi dengan dokter. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah penerapan komunikasi SBAR dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam berkomunikasi lisan dengan dokter. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-post test with control group. Jumlah sampel sebanyak 18 peserta pada kelompok intervensi dan 18 peserta pada kelompok kontrol yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan komunikasi SBAR dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam berkomunikasi dengan dokter.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN STATUS EKONOMI DENGAN PERILAKU DIIT PADA PASIEN DM RAWAT JALAN DI RSI JEPARA
Latar Belakang: Perilaku diit pada prinsip gizi dan perencanaan makan merupakan salah satu kendala pada pasien diabetes. Penderita diabetes banyak yang merasa tersiksa sehubungan dengan jenis dan jumlah makanan yang dianjurkan. Pada tahun 2016 di Poliklinik Penyakit Dalam RSI Sultan Hadlirin Jepara ditemukan kasus DM sebanyak 4.022 orang .Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan status ekonomi dengan perilaku diit pada Pasien DM Rawat Jalan di RSI Jepara.Metode: Penelitian ini adalah korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien DM yang sedang berobat di Poli rawat jalan penyakit dalam RSI Sultan Hadlirin Jepara yaitu sebanyak 398 orang. Sampel ditentukan dengan rumus slovin dipeoleh sebanyak 80 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian : Pasien DM yang mempunyai pengetahuan baik tentang diit sebesar 43,8%. Pasien DM yang memiliki sikap mendukung diit sebesar 46,2%. Sebagian besar pasien DM mempunyai pendapatan lebih dari Rp. 1.600.000,- atau lebih dari upah minimum kabupaten (UMK) sebanyak 52 orang (65%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku diit bagi penderita DM (p value = 0,040 0,05). Faktor yang paling dominan dalam hubungan dengan perilaku diit bagi penderita DM adalah sikap sebesar 68,35 %,.Simpulan : Ada hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku diit bagi penderita DM. Tidak ada hubungan status ekonomi terhadap perilaku diit bagi penderita DM
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLAWI KAB. TEGAL)
Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal, akibatnya dapat mengganggu kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke sekitar tubuh. Anemia merupakan indikator gizi buruk dan kesehatan yang buruk.Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor risiko kejadian anemia meliputi umur, paritas dan usia kehamilan. Jenis penelitian yaitu penelitian observasional dengan rancangan case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia, sedangkan populasi kontrolnya adalah ibu hamil yang tidak mengalami anemia. Pemilihan sampel pada kelompok kasus sebanyak 30 ibu dan kelompok kontrol sebanyak 30 orang dengan menggunakan tehnik accidental sampling, analisis data menggunakan uji Chi square dan Odd ratio. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan positif faktor umur (p=0,029, OR=1,55-2,43) dan paritas (p=0,001, OR=1,55-2,43) dengan kejadian anemia dalam kehamilan
PENGETAHUAN DAN PERILAKU SEKSUAL BERESIKO REMAJA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SMK X KECAMATAN KEBON JERUK JAKARTA BARAT
AbstrakPerilaku beresiko pada remaja dikaitkan dengan fenomena masalah kesehatan reproduksi remaja yang terjadi saat ini, seperti meningkatnya jumlah perilaku seks remaja yang diikuti oleh meningkatnya jumlah aborsi setiap tahun, serta meningkatnya pengguna narkoba dan infeksi HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku beresiko di kalangan remaja terhadap kesehatan reproduksi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan X di Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat, Indonesia. Sampel penelitian menggunakan total sampel sebanyak 350 siswa, analisa data menggunakan uji Kai Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang kesehatan reproduksi. Terdapat korelasi yang bermakna pada variabel peran orangtua (p=0,034), peran teman sebaya (p=0,001), peran Guru (p=0,009), akses informasi (p=0,001) dengan pengetahuan siswa terhadap kesehatan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mempunyai perilaku yang beresiko terhadap kesehatan reproduksi. Terdapat korelasi yang bermakna pada variabel jenis kelamin (p=0,001) dan peran Guru (p=0,041) dengan perilaku beresiko remaja terhadap kesehatan reproduksi. Kurikulum mengenai kesehatan reproduksi remaja dan peran aktif orang tua dan guru dapat mencegah perilaku berisiko pada masa remaja. Kata Kunci : kesehatan reproduksi, remaja, pengetahuan, perilaku ABSTRACTRisky behaviors in adolescence are associated with the adolescent reproductive health problems phenomenon that happened nowadays, such as the increasing numbers of sex behavior followed by the increasing number of abortions each year also the increasing of drug use and HIV infections. This study aimed to determine knowledge and risk behaviors among adolescents for reproductive health and the factors that affected. Cross-sectional design was carried out on vocational high school students in Kebon Jeruk sub-district West Jakarta, Indonesia. A total sample of 350 students was included in the study. The data were analyzed using chi square test. This study showed that the students have a low level of knowledge about reproductive health. There was a significant correlation in the role of parents (p = 0.034), the role of friends (0.001), the role of teachers (p = 0.009),the information access (p=0.001) with adolescent’s knowledge about reproductive health. This study showed that the students have risk behaviors to reproductive health. There was a significant correlation in gender (p = 0.001), the role of teachers (p=0.041) with risky behaviors in adolescence toward reproductive health. Adolescent reproductive health curriculum and the active role of parents and teachers might prevent risky behaviors in adolescence. Keywords: reproductive health, adolescent, knowledge, behavio
STATUS KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM
AbstrakAnemia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi pada wanita hamil. Hiperemesis gravidarum yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi pada penderita.Tujuan Mengetahui pengaruh status kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dengan hyperemesis gravidarum di Desa Kedung Leper Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil TM I di Desa Kedung Leper Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara sebanyak 31 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 31 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji regresi linear. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar ibu hamil trimester I mengalami hiperemesis gravidarum grade 1 yaitu sebanyak 16 orang (51,6%) sebagian besar ibu hamil trimester I mengalami anemia ringan sebanyak 17 orang (54,8%). Ada pengaruh status kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dengan hiperemesis gravidarum di Desa Kedung Leper Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara tahun 2012 (p value = 0,002). Simpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh status kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dengan hiperemesis gravidarum di Desa Kedung Leper Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Kata kunci : Kadar hemoglobin, ibu hamil, hiperemesis gravidarum AbstractAnemia is a health problem with the highest prevalence in pregnant women. Continuous hyperemesis gravidarum may cause dehydration in the patient. Purpose To know the effect of status of hemoglobin level on first trimester pregnant women with hyperemesis gravidarum in Kedung Leper village, Bangsri sub-district, Jepara regency. The design used in this research is analytic correlative cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women TM I in Kedung Leper village, Bangsri sub-district, Jepara regency as many as 31 people. The sample in this study were 31 people. Data analysis used is univariate and bivariate analysis with linear regression test. The result of the research is that most of first trimester women have grade 1 hyperemesis gravidarum that is 16 people (51,6%) most of trimester pregnant women have mild anemia as much 17 people (54,8%). There is influence status of hemoglobin level in first trimester pregnant women with hyperemesis gravidarum in Kedung Leper village, Bangsri sub-district, Jepara regency in 2012 (p value = 0,002). The conclusion of this research is there is influence of status of hemoglobin level in pregnant mother of trimester I with hyperemesis gravidarum in Kedung Leper Village, Bangsri Sub-district, Jepara Regency. Keywords : Hemoglobin level, pregnant mother, hyperemesis gravidaru
PENGARUH PEMBERIAN INFORMED CONSENT TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA
Tindakan pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi dan merupakan upaya yang dapat mendatangkan ancaman terhadap tubuh, integritas dan jiwa seseorang. Pasien dan keluarga memandang setiap tindakan pembedahan sebagai peristiwa besar yang dapat menimbulkan takut dan cemas tingkat tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan pemberian informed consent untuk mengurangi kecemasan pasien terhadap ancaman-ancaman yang dirasakan pasien saat akan menjalani operasi. Peran perawat dalam perawatan pre operasi adalah sebagai advocate, counselor dan consultant. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian informed consent terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di RSUD RAA Soewondo Pati. Jenis penelitian ini quasy experiment dengan menggunakan bentuk rancangan one group pre and postest design. Data dianalisa dengan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi sebagian besar mengalami cemas ringan sebanyak 25 orang (39,7%), dan kecemasan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok intervensi yaitu sebagian besar mengalami cemas ringan sebanyak 33 orang (52,4%), Hasil uji statistik Wilcoxon diperoleh p value = 0,001 < α = 0,05. Kesimpulan Ada pengaruh antara informed consent terhadap kecemasan pada pasien pre operasi Sectio Caesarea dengan hasil P value 0,001 < p value 0,05
EVALUASI PIGMEN KAROTENOID KARANG LUNAK SARCOPHYTON SP. SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI POTENSIAL MASA DEPAN
AbstractInfectious diseases can be treated using antibiotics. Source of antibiotic producer can come from marine microbe. Soft coral Sarcophyton sp., is reported to have bioactive compound alkaloids, steroids, and flavonoids. Carotenoid pigments of soft coral symbiont bacteria are potentially antibacterial compounds. This study aims to evaluate antibacterial activity of carotenoid pigment from soft coral symbiont Sarcophyton sp., to growth of pathogenic bacteria and to know difference antibacterial activity of carotenoid pigment at concentration 0,5%, 0,75%, and 1% with sink method.Sample used were carotenoid pigment of methanol extract from soft coral symbiont bacteria Sarcophyton sp. Purposive sampling technique with soft coral criteria Sarcophyton sp., colored yellow. Sampling soft coral Sarcophyton sp., from waters of Pulau Cemara Besar, Karimunjawa with snorkeling at depth 2 meters. Carotenoid pigment acting as antibacterial extracted by maceration method using methanol solvent until all bacterial cells are pale. Carotenoids produced by symbiont bacteria have antibacterial activity against pathogenic bacteria Staphylococcus aureus ATCC 25923 with diameter average inhibitory zone at 0.5% concentration 0.678 cm, 0.75% concentration 0.978 cm, 1% concentration 1.416 cm and diameter inhibitory zone positive control amoxicillin trihydrate at 1.875 cm.Keywords: Sarcophyton sp., carotenoid, antibacterial , Staphylococcus aureus AbstrakPenyakit infeksi dapat diobati dengan menggunakan antibiotik. Sumber penghasil antibiotik bisa berasal dari mikroba laut. Karang lunak Sarcophyton sp., dilaporkan memiliki kandungan senyawa bioaktif alkaloid, steroid, dan flavonoid. Pigmen karotenoid dari bakteri simbion karang lunak merupakan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri pigmen karotenoid dari bakteri simbion karang lunak Sarcophyton sp. terhadap pertumbuhan bakteri patogen serta mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri pigmen karotenoid pada konsentrasi 0,5 %, 0,75 %, dan 1 % dengan metode sumuran.Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol pigmen karotenoid dari bakteri simbion karang lunak Sarcophyton sp. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif dengan kriteria karang lunak Sarcophyton sp., berwarna kuning. Pengambilan sampel karang lunak Sarcophyton sp., dari perairan Pulau Cemara Besar, Karimunjawa dengan teknik snorkeling pada kedalaman 2 meter. Pigmen karotenoid yang berfungsi sebagai antibakteri diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol hingga seluruh sel bakteri berwarna pucat. Karotenoid yang diproduksi bakteri simbion tersebut memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan rata – rata diameter zona hambat pada konsentrasi 0,5 % sebesar 0,678 cm, konsentrasi 0,75 % sebesar 0,978 cm, konsentrasi 1 % sebesar 1,416 cm serta diameter zona hambat kontrol positif amoksisilin trihidrat sebesar 1,875 cm.Kata Kunci: Sarcophyton sp., karotenoid, antibakteri, Staphylococcus aureu