E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA PARITAS, RIWAYAT KEHAMILAN,DAN ASUPAN KALSIUM DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA BERAT
Latar Belakang: Preeklampsia/eklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di Indonesia. Sampai sekarang penyakit preeklamsia/eklamsia masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat erpecahkan secara tuntas. Preeklampsia merupakan penyakit yang angka kejadiannya di setiap negara berbeda-beda.Tujuan : Mengetahui hubungan paritas, riwayat kehamilan,dan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di UPT Puskesmas Jepang.Metode: Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada bulan Agustus 2017 sebanyak 30 ibu hamil.Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada bulan Agustus 2017 sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian Mayoritas responden memiliki paritas multipara sebanyak 18 orang (60%), dan yang primipara sebanyak 12 orang (40%). Mayoritas responden memiliki riwayat tidak pernah pre eklampsia berat sebanyak 16 orang (53,3%) dan yang pernah pre eklampsia berat sebanyak 14 orang (46,7%). Mayoritas responden memiliki asupan kalsium cukup sebanyak 18 orang (60%) dan yang asupan kalsium tidak cukup sebanyak 12 orang (40%). Mayoritas responden tidak pre eklampsia berat sebanyak 18 orang (60%) dan yang pre eklampsia berat sebanyak 12 orang (40%). Ada hubungan paritas dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,001). Ada hubungan riwayat kehamilan dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,001). Ada hubungan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,009). Berdasarkan analisis regresi faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian pre eklampsia berat adalah asupan kalsium (koefisien = 0,477). Kesimpulan Ada hubungan paritas, riwayat kehamilan dan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di UPT Puskesmas Jepang..Kata Kunci : Preeklampsia berat, paritas, riwayat kehamilan, asupan kalsiu ABSTRACT Background: Preeclampsia / eclampsia is one of the major causes of perinatal morbidity and mortality in Indonesia. Until now the disease of preeclampsia / eclampsia is still a matter of obstetrics that can not be eradicated completely. Preeclampsia is a disease whose number of events in each country is different. Objective: To determine the relationship of parity, pregnancy history, and calcium intake with the incidence of severe pre eclampsia Method: In this study the population is all pregnant women who do the ANC at the Health Center of Jepang District Mejobo Kudus Regency in August 2017 as many as 30 pregnant women. Samples in this study were pregnant women who visited the ANC at the Puskesmas Jepang District Mejobo Kudus District on in August 2017 as many as 30 people. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Result of research Majority of respondents have multiparity parity as many as 18 people (60%), and primipara 12 (40%). The majority of respondents have a history of never preeclampsia as many as 16 people (53.3%) and who ever peb as many as 14 people (46.7%). The majority of respondents have enough intake of calcium as many as 18 people (60%) and who intake of calcium is not enough as many as 12 people (40%). The majority of respondents are not preeclampsia as many as 18 people (60%) and who preeclampsia as many as 12 people (40%). There is a parity relationship with the incidence of severe eclampsia in Puskesmas Jepang upt (p value = 0.001). There was a correlation of pregnancy history with severe pre eclampsia incidence at upt Puskesmas jepang (p value = 0,001). There is a correlation of calcium intake with severe pre eclampsia occurrence at UPT Puskesmas jepang (p value = 0,009). Based on regression analysis the most influential factor with severe pre eclampsia incidence was calcium intake (coefficient = 0.477). Conclusion There was a parity relationship, a history of pregnancy and calcium intake with severe preeclampsia events at the UPT Puskesmas Jepang. . Keywords: severe preeclampsia, parity, pregnancy history, calcium supplements
ANALISIS MANAJEMEN PENCATATAN PELAPORAN PENANGGULANGAN GIZI BURUK DAN KURANG ANAK DI PUSKESMAS TENGARAN
Masalah gizi masih menjadi masalah dibeberapa negara termasuk Indonesia. Indonesia saat ini mengalami beban gizi ganda. Masalah gizi ganda yang dimaksud adalah masalah gizi lebih, gizi kurang dan gizi buruk. Masalah gizi buruk dan gizi kurang jika bertahan hingga dewasa, akan beresiko mengalami perkembangan kognitif yang buruk dan produktifitas yang rendah bahkan sampai pada kematian. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perseorangan tingkat pertama. Banyaknya Puskesmas disekitar masyarakat, diharapkan mampu menerima dan menindaklanjuti umpan balik dari masyarakat guna meningkatkan program yang telah dilaksanakan. Masih tingginya prevalensi kejadian gizi buruk dan gizi kurang anak-anak di Indonesia maupun di Jawa Tengah, menunjukkan bahwa program puskesmas perlu dioptimalkan untuk penangulangan gizi buruk dan gizi kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen program penganggulangan gizi buruk dan gizi kurang di puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara dan analisis terhadap data dokumentasi program puskesmas. Teknik analisa data dilakukan dengan tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari-April 2018. Simpulanpenelitian adalah peran petugas pencatatan pelaporan gizi kurang dan gizi buruk dalam pembangunan kesehatan gizi telah sesuai dengan prosedur dan dilaksanakan dengan tepat waktu. Sistem pencatatan dan pelaporan di Puskesmas Tengaran pun telah dilaksanakan dengan alur yang ada. Namun, perlu ditingkatkan koordinasi tim kesehatan sehingga pemeriksaan data dapat dilakukan dengan akurat. SDM dan sarana prasarana yang tersedia cukup dan baik sebagai penunjang pencatatan dan pelaporan data
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERCAPAINYA CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA TERKESI KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2019
Latar Belakang: Imunisasi merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita. Desa Terkesi Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan mempunyai cakupan imunisasi terendah dari desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Klambu.Permasalahan pada penelitian ini adalah adakah hubungan antara pekerjaan ibu,pengetahuan ibu,sikap ibu,dan dukungan keluarga dengan tercapainya cakupan imunisasi dasar pada bayi Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-11 bulan di Desa Terkesi Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan.Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan tercapainya cakupan imunisasi dasar adalah pekerjaan ibu (p-value 0,000, OR = 21,000 ), pengetahuan ibu (p-value 0,000, OR = 33,000), sikap ibu (p-value 0,000, OR = 21,000) dan dukungan keluarga terhadap imunisasi (p- value 0,000, OR=15,000). Saran: Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukan kepada tenaga kesehatan adalah supaya memberi penyuluhan kepada ibu dan keluarganya mengenai pentingnya imunisasi dasar, sedangkan untuk ibu yang mempunyai bayi hendaknya meluangkan waktunya untuk mengimunisasikan anaknya
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN NUTRISI DAN KUALITAS TIDUR DENGAN PENINGKATAN KADAR UREUM KREATININ PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD KELET PROVINSI JAWA TENGAH
Latar belakang : Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalens dan insidens gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang tinggi. Gagal Ginjal merupakan penyakit katastropik nomor 2 yang paling banyak menghabiskan biaya kesehatan setelah penyakit jantung. Salah satu cara untuk mengetahui fungsi ginjal adalah Kadar ureum dan kreatinin yang menjadi parameter atau subtansi endogen yang diproduksi relative lebih stabil. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kadar ureum kreatinin menjadi tinggi dan normal salah satunya adalah kualitas tidur dan juga asupan nutrisi. Tujuan : Mengetahui hubungan antara asupan nutrisi dan kualitas tidur terhadap kadar ureum kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Kelet Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode korelasi , kuesioner diberikan kepada 32 responden menggunakan teknik non probability sampling berupa total sampling artinya mengambil semua anggota yang dijadikan sampel. Analisa data menggunakan uji chi Square dengan ρ value <0,05 untuk mengetahui hubungan asupan nutrisi dan kualitas tidur terhadap kadar ureum kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik. Kesimpulan : Hasil uji statistik asupan nutrisi terhadap kadar ureum kreatinin dengan menggunakan Chi Square, menunjukan bahwa nilai p = 0,004. Dengan demikian karena nilai (p < 0,05), maka Ho ditolak, dan Ha diterima, jadi ada hubungan antara asupan nutrisi dengan kadar ureum kreatinin pasien gagal ginjal di RSUD Kelet Jawa Tengah. untuk odds ratio pada menunjukan angka 32,0, artinya apabila dilakukan penelitian tentang asupan nutrisi dan kadar ureum kreatinin di Rumah Sakit Umum Kelet Jawa Tengah maka kemungkinan terdapat hubungan antara asupan nutrisi dan kadar ureum kreatinin adalah 32 kali lipat. Sedangkan kualitas tidur terhadap kadar ureum kreatinin menunjukan bahwa nilai p = 0,024. Dengan demikian karena nilai (p < 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi ada hubungan bermakna antara kualitas tidur dengan kadar ureum kreatinin pasien gagal ginjal di RSUD Kelet Jawa Tengah. untuk odds ratio menunjukan angka 14,00, artinya apabila dilakukan penelitian tentang kualitas tidur dan kadar ureum kreatinin di Rumah Sakit Umum Kelet Jawa Tengah maka kemungkinan terdapat hubungan antara kualitas tidur dan kadar ureum kreatinin adalah 14 kali lipat
EFEKTIVITAS SPRAY GEL BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) TERHADAP LUKA PASCA BERSALIN PADA KELINCI (ORYCTOLAGUS CUNICULUS)
Kondisi terputusnya jaringan lunak, baik saraf, otot, kulit, hingga pembuluh darah akan menimbulkan luka disertai dengan keluarnya darah dari bagian tersebut. Luka yang terbuka menyebabkan jaringan rusak hingga darah terus mengalir. Bagian yang luka perlu ditutup untuk menghentikan proses tersebut salah satunya dengan menggunakan gel spray. Salah satu bentuk pengembangan sediaan gel sebagai penutup luka adalah dalam bentuk semprot (spray). Bentuk ini memiliki keuntungan dimana dengan teknik semprot memungkinkan sediaan yang akan dihantarkan ke luka tanpa melalui kontak dengan kapas, sehingga dapat meminimalkan limbah serta mengurangi kemungkinan kontaminasi atau infeksi. Disisi lain, Daun binahong memiliki kandungan minyak atsiri dan asam arkobat dan senyawa aktif alkaloid, saponin, dan flavonoid yang sangat berguna untuk menutup luka dan memberikan antiseptic alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji fisik basic spray gel binahong dan melakukan uji aktivitas luka pada kelinci. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan subjek kelinci. Hasil: uji sifat fisik spray gel binahong didapatkan bahwa carbopol memiliki stabilitas fisika yang paling baik. Uji aktivitas pada spray gel binahong dengan basic carbopol dibutuhkan waktu 13,25 detik dari keluarnya darah sampai darah berhenti.Kata Kunci: gel spray, binahong, luk
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DENGAN KONSTIPASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS GRIBIG KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS TAHUN 2017
Selama masa kehamilan, tubuh seorang wanita akan mengalami banyak perubahan. Baik perubahan fisik, mood, maupun hormonal. Tentu semua dapat menyebabkan timbulnya bermacam-macam keluhan dan masalah pada kehamilan trimester III diantaranya yaitu sering berkemih, varises, susah buang air besar (konstipasi), wasir, sesak nafas, bengkak dan kram pada kaki, gangguan tidur (mudah Lelah), nyeri perut bawah, dan heartburn. Salah satunya keluhan yang paling sering dikeluhkan yaitu konstipasi atau susah buang ari besar. Konstipasi dapat terjadi selama kehamilan dikarenakan berbagai hal, salah satunya faktor pemicu adalah pola aktivitas fisik. Selama masa kehamilan penurunan pola aktivitas fisik akan berdampak terhadap gerak peristaltik usus sehingga proses transit makanan akan lama dan terjadi konstipasi.Tujuan : Diketahuinya hubungan pola aktivitas fiksik dengan kostipasi pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gribig Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus 2017.Metode : Jenis penelitian Analitik Korelasi. Menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel 46 responden ibu hamil trimester III dengan tekhnik random sampling. Alat ukur yang digunakan ada;ah kuesioner. Analisa data univariat dan bivariate. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Kendall Tau.Hasil Penelitian : Penelitian tentang hubungan pola aktivitas fisik dengan konstipasi pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gribig Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus 2017 dengan uji statistic Kendall Tau di peroleh nilai p (0.0001).Kesimpulan : Ada hubungan pola aktivitas fisik dengan konstipasi pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gribig Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus 2017. (Ha diterima, Ho ditolak)Kata Kunci :Pola Aktivitas Fisik, Konstipas
HUBUNGAN ANTARA TRIAS UKS DENGAN PELAKSANAAN PHBS PADA SISWA SDN 1 DAN SDN 2 TANGGUNG
Latar Belakang : Pembangunan di bidang kesehatan telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Kesehatan sudah menjadi sebuah hal yang harus diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Upaya yang strategis untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia adalah upaya pendidikan dan kesehatan dan upaya ini paling tepat dilakukan melalui institusi pendidikan. Dengan adanya program TRIAS UKS disekolah terutama disekolah dasar diharapkan dapat dilaksanakan dengan maksimal agar kondisi dan terjaganya kesehatan seluruh lingkungan sekolah baik sehat secara fisik, mental dan sosial. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara trias UKS dengan pelaksanaan PHBS pada siswa SDN 1 dan SDN 2 Tanggung. Metodologi Penelitian : Penelitian dilakukan di SDN 1 Dan SDN 2 Tanggung dengan jumlah sampel 130 responden. Tehnik pemilihan responden pada penelitian ini menggunakan tehnik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar Check list pada Pelaksanaan Program TRIAS Usaha Kesehatan Sekolah dan kuesioner PHBS . Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji univariat dan bivariat menggunakan Chi Square dengan α = 0,05. Hasil dan Pembahasan : Dari hasil penelitian hasil uji chi-square nilai p lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05, dapat diartikan ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan pelaksanaan PHBS, nilai p lebih besar dari 0,05 yaitu 0,027 < 0,05, dapat diartikan ada hubungan antara pelayanan kesehatan dengan pelaksanaan PHBS, nilai p lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000< 0,05, dapat diartikan ada hubungan antara pembinaan lingkungan sekolah sehat dengan pelaksanaan PHBS. Kesimpulan : Ada hubungan antara trias UKS dengan pelaksanaan PHBS pada siswa SDN 1 dan SDN 2 Tanggung
HUBUNGAN UMUR, KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF DI RUANG MARWAH RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2018
ABSTRAK World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 50%, pasien di dunia mengalami kecemasan, dimana 5-25% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan 50% mereka yang berusia 55 tahun. Tingkat kecemasan pasien Pre Operatif mencapai 534 juta jiwa. Di perkirakan angka ini terus meningkat setiap tahunnya dengan indikasi tingkat kecemasan pasien Pre Operatif (WHO, 2012).Tujuan penelitian ini diketahui distribusi frekuensi umur, komunikasi terapeutik perawat, dukungan keluarga, tingkat kecemasan pasien Pre Operatif, serta hubungan antara umur, komunikasi terapeutik perawat dan dukung keluarga dengan tingkat kecemasan pasien Pre Operatif. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Pre Operatif yang di rawat di Ruang Marwah Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada 8 – 23 Januari 2018, dengan jumlah sampel 30 responden.Berdasarkan analisis univariat didapatkan tingkat kecemasan ringan Pre Operatif sebanyak 16 (63,3%), responden yang berumur dewasa dini sebanyak 15 (50%), berdasarkan responden komunikasi terapeutik baik sebanyak 17 (56,7%), dan dukungan keluarga sebanyak 21 (70%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatkan ada hubungan antara komunikasi terapeutik (p value 0,008) dan dukungan keliuarga (p value 0,017) dengan tingkat kecemasan pasien Pre Operatif. Tidak ada hubungan antara umur (p value 0,272) dengan tingkat kecemasan Pre Operatif di Ruang Marwah Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2018.Disarankan perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Siti khadijah Palembang meningatkan mutu dan kualitas pelayanan dan memberikan komunikasi terapeutik Kata Kunci : Tingkat kecemasan dan pasien Pre OperatifDaftar Pustaka : 34 (2007 – 2017
ANALISIS PENYEBAB KEMATIAN PERINATAL DI KABUPATEN GARUT (STUDI EPIDEMIOLOGI DALAM UPAYA MENURUNKAN KEMATIAN PERINATAL DI PROVINSI JAWA BARAT)
Kematian perinatal berhubungan dengan peristiwa obstetri seperti lahir mati dan kematian neonatal dini. Kasus kematian bayi di Kabupaten Garut menduduki peringkat kedua tertinggi kematian bayi di Jawa Barat. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan kasus kematian perinatal namun, belum memperlihatkan hasil maksimal. Tujuan penelitian adalah menganalisis penyebab kematian perinatal yang dapat dicegah. Rancangan penelitian ini adalah Sequential Explanatory Mixed Method. Tahap pertama melakukan teknik kuantitatif dengan studi dokumentasi terhadap dokumen Otopsi Verbal Perinatal (OVP) berjumlah 78 kasus. Uji statistik menggunakan fisher exact. Tahap kedua dengan teknik kualitatif dengan indepth interview pada empat orang keluarga bayi yang meninggal, dua orang petugas kesehatan dan dua orang penanggungjawab pencatatan dan pelaporan dan Focus Group Discussion (FGD) pada satu orang kepala seksi kesehatan keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan empat orang bidan koordinator puskesmas. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai November 2016. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan jarak kelahiran, penyakit penyerta, ketersediaan fasilitas dan rujukan dengan kematian perinatal yang dapat dicegah (p<0,05). Jarak kelahiran dan penyakit penyerta masih berkontribusi terhadap kematian perinatal yang dapat dicegah terkait dengan keterbatasan pengetahuan ibu dan juga deteksi dini baik tingkat keluarga maupun tenaga kesehatan, sedangkan ketersediaan fasilitas kesehatan terkait dengan keterbatasan alat dan sumber daya manusia kesehatan. Sebagian besar kematian perinatal dapat dicegah. Perlu kerjasama semua elemen masyarakat maupun pemerintah dalam upaya menurunkan kematian perinatal yang dapat dicegah.
PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH (KGD) PADA PASIEN DEABETES MELITUS (DM)
Deabetes Melitus adalah kelompok penyakit metabolic yang dikarakteristikan dengan tingginya kadar glukosa dalam darah (Hiperglikemia) karena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau kombinasi keduanya, yang menyebabkan tingginya angka kematian di Indonesia. Progresif muscle relaxation merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk merilekskan otot sehingga menyebabkan penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh terapi PMR terhadap perubahan kadar glukosa darah (KGD) pada pasien DM di Puskesmas Kalinyamatan Jepara. Dalam penelitian ini menggunakan desain pre experimental one group pretest-postest. Besar sampel adalah 32 responden yang masing – masing kelompok terdiri dari 16 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Uji yang digunakan yaitu Uji T dan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. P value = 0,000 (α<0,05) yang berarti ada pengaruh terapi PMR terhadap kadar glukosa darah pada pasien DM di Puskesmas Kalinyamatan Jepara. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan terutama di pukesmas Kalinyamatan Jepara untuk menjadikan PMR sebagai salah satu intervensi mandiri. Kata Kunci : Deabetes Melitus, kadar glukosa darah, terapi PMR