E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KERJA INSULIN DENGAN ACTIVE STRETCHING EXERCISE PADA DMT2 DI KABUPATEN PEKALONGAN
Physical exercise can significantly reduce weight and insulin sensitivity; hence, it can reduce blood glucose levels and improve blood glucose control. The main objective of this study was to determine the effectiveness of active stretching exercise to increase the function of insulin on Diabetes Mellitus Type 2(DMT2) at Pekalongan Regency. The design of this study was a randomized controlled trial (RCT) with one-group pretest-posttest design. 20 respondents were chosen by using total sampling technique on August 3 - October 27, 2018. The data collection tools were a questionnaire, GlucoDrTM, and Autocheck®. The Shapiro-Wilk test was implemented as a normality test.To determine the effect of the treatment, a paireddependent T-Test was used. This study found out that there was no significant difference of the work of insulin, before and after the respondents did the active exercise, with a value of ρ 0.315. Therefore, it is strongly recommended that further research applies active stretching exercise combined with 7 self-management of diabetes.
PENGARUH POSISI HEAD UP 30 DERAJAT TERHADAP NYERI KEPALA PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN
Cedera kepala ringan merupakan salah satu klasifikasi dari cedera kepala yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada fungsi persarafan serta penurunan kesadaran pada seseorang tanpa menimbulkan kerusakan pada organ lainnya. Cedera kepala dapat menyisakan tanda ataupun gejala somatik yang berupa nyeri kepala. Posisi head up 30 derajat merupakan cara memposisikan kepala seseorang lebih tinggi sekitar 30 derajat dari tempat tidur dengan posisi tubuh sejajar dan kaki lurus atau tidak menekuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi head up 30 derajat terhadap nyeri kepala pada pasien cedera kepala ringan. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan pendekatan Pretest Posttest One Group Design. Jumlah sampel sebanyak 22 responden. Penelitian ini dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil uji statistik menggunakan uji dependen t-test menunjukkan ada pengaruh posisi head up 30 derajat terhadap nyeri kepala pada cedera kepala ringan (P value = 0,002; α<0,05). Saran: penelitan ini dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk mengatasi nyeri pada pasien cedera kepala ringan
MANAJEMEN BANGKITAN EPILEPSI: LITERATURE REVIEW
Pendahuluan: Epilepsi merupakan kejadian sementara dari tanda-tanda atau gejala yang disebabkan oleh aktivitas neuronal yang berlebihan atau sinkron yang abnormal di otak. Adanya epilepsi akan memberikan dampak terhadap perubahan kualitas hidup penderita. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui manajemen epilepsi dalam mencegah bangkitan epilepsi.Metode: Metode penelitian yang digunakan penulis adalah literature review dengan menggunakan beberapa database dalam mencari sumber literatur yang akan dikaji yaitu Web Mail, Science Direct, Scopus dan Pro Quest dimulai dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2018. Didapatkan 25 artikel yang membahas mengenai manajemen bangkitan pada pasien epilepsi.Hasil:Ada beberapa skill manajemen epilepsi, yaitu manajemen jangka pendek berupa pengenalan tanda-tanda awal bangkitan epilepsi dan manajemen jangka panjang berupa medikasi (obat anti epilepsi), pembatasan aktifitas fisik, kualitas tidur yang adequat, konsumsi diit ketogenik, manajemen emosional dan stress, larangan konsumsi alkohol, dan menghindari pencahayaan yang berlebihan.Kesimpulan:Manajemen epilepsi jangka pendek dan jangka panjang dapat mencegah terjadinya bangkitan epilepsi.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN POST SC
Abstrak Latar belakang:Di Indonesia dalam Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 proporsi persalinan dengan bedah sesar menunjukkan sebesar 9,8% Provinsi Jawa Tengah sendiri untuk metode persalinan Caesar sebesar 10%. Bedah caesar merupakan bedah yang bukan tanpa resiko, risiko dari bedah Caesar ini merupakan potensi stressor yang dapat menyebabkan pasien operasi SC mengalami kecemasan. Dunia kesehatan Islam, memasukkan dzikir sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien post SC. Metode: Penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan desain pre-post test design with control group. Sampel sebanyak 24 orang yang diambil secara sampel jenuh. Statistik yang digunakan adalah paired t test, wilcoxon test dan independent t test. Hasil uji Paired t Test diperoleh ada perbedaan (perubahan) tingkat kecemasan pasien post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi dzikir pada kelompok intervensi nilai p = 0,000 > α = 0,05, terjadi penurunan rata-rata sebesar 9,917. Hasil uji Wilcoxon diperoleh tidak ada perbedaan (perubahan) tingkat kecemasan pasien post SC sebelum dan sesudah diberikan komunikasi terapeutik pada kelompok kontrol nilai p = 0,636 > α = 0,05, penurunan yang terjadi yaitu hanya 0,83. Hasil uji Independent t Test diperoleh tidak ada perbedaan (perubahan) tingkat kecemasan pasien post SC sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,211 > α = 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien post operasi SC Kata kunci : Kecemasan, Post SC, Dzikir AbstractBackground: In Indonesia in 2013 Basic Health Research the proportion of deliveries with cesarean section showed 9.8% of Central Java Province alone for the method of caesarean delivery by 10%. Caesarean section is a surgery that is not without risk, the risk of a C-section is a potential stressor that can cause SC surgery patients to experience anxiety. The world of Islamic health, incorporating dzikir as an effort to overcome anxiety. Objective: to determine the effect of dzikir therapy on reducing anxiety levels in post SC patients. Method: This study uses a quasy experiment with a pre-post test design with control group design. A sample of 24 people were taken in a saturated sample. The statistics used were paired t test, Wilcoxon test and independent t test. Results: Paired t Test results obtained there were differences (changes) in the anxiety level of post SC patients before and after given dzikir therapy in the intervention group the value of p = 0,000> α = 0.05, there was an average decrease of 9,917. The results of the Wilcoxon test obtained no difference (change) in the anxiety level of post SC patients before and after therapeutic communication in the control group p = 0.636> α = 0.05, the decrease that occurred was only 0.83. The results of the Independent t Test obtained no difference (change) in the anxiety level of post SC patients before and after treatment in the intervention group and the control group with a value of p = 0.211> α = 0.05. Conclusion: there is an effect of giving dzikir therapy to decrease anxiety level of postoperative SC patients Keywords: Anxiety, Post SC, Dziki
ANALISIS KINERJA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT AISYIYAH KABUPATEN KUDUS DENGAN PENDEKATAN BALANCE SCORECARD
Era globalisasi di dunia usaha semakin berkembang pesat, salah satunya dengan banyak berdirinya rumah sakit yang menawarkan berbagai macam fasilitas. pelayanan kesehatan yang bermutu dan strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Layanan keperawatan yang berkulitas dan profesional adalah pelayanan keperawatan yang selalu berupaya memenuhi kebutuhan pasien dan kemandirian pasien, sehingga pasien akan merasakan puas dengan pelayanan di rumah sakit itu. Kinerja Keperawatan adalah aktivitas perawat dalam mengimplementasikan sebaik- baiknya suatu wewenang, tugas, dan tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan tugas pokok profesi dan terwujudnya tujuan dan sasaran organisasi. Kinerja bisa dilihat dengan pendekatan Balance Scorecard. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini ialah 8 orang dan pengambilan data dengan wawancara mendalam. Hasil yang diperoleh bahwa kinerja berdasarkan instrumen A B C masih kurang yaitu sebesar 65 %, dari segi keuangan kinerja keperawatan efektif efisien, dari segi pelanggan berdasarkan IKM yang ada sudah baik dengan capaian 81%, berdasarkan proses bisnis internal capaian tingkat pelayanan masih kurang dengan capaian 65 %, dan dari segi pertumbuhan dan pembelajaran ditemukan masih kurang aktifnya perawat untuk menelit
PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN:STUDI KASUS PADA IBU HAMIL DENGAN KURANG ENERGI KRONIS DI PUSKESMAS CEBONGAN SALATIGA
Ibu hamil adalah kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan diantaranya kekurangan gizi. Kekurangan gizi pada ibu hamil banyak terjadi di negara-negara berkembang yang meliputi kurang energi kronis (KEK) maupun kekurangan zat gizi mikro. Ibu hamil dengan KEK dapat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan janin serta dapat menyebabkan keguguran, bayi berat lahir rendah (BBLR), kematian neonatal, anemia pada bayi dan asfiksia intra partum. Bayi yang lahir dalam kondisi BBLR mempunyai risiko gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya serta mengalami kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK di Puskesmas Cebongan Salatiga. Hasil penelitian ini menunjukkan sasaran program pemberian makanan tambahan ditujukan bagi ibu hamil yang terdeteksi memiliki lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm dan diprioritaskan bagi ibu dengan kondisi ekonomi rendah . Ibu hamil yang memiliki ukuran LILA dibawah 23.5 cm (KEK) berjumlah 17 orang dan ibu hamil yang mendapatkan makanan tambahan (MT) berupa biskuit sejumlah 20 orang. Evaluasi program PMT adalah pendistribusian PMT belum optimal, kurangnya kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan makanan tambahan tidak dihabiskan oleh ibu hamil. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kurang Energi Kronik, Pemberian Makanan Tambahan AbstractPregnant women are vulnerable groups that is susceptible to have health problems including malnutrition. Nutritional deficiencies in pregnant women occur in many developing countries which include chronic energi deficiency (CED) and micronutrients deficiency. Pregnant women with CED can affect the growth of the fetus and can cause miscarriages, low birth weight (LBW), neonatal mortality, anemia in infants and intrapartum asphyxia. LBW has a risk to inhibit infant’s growth and development and to have malnutrition. The aim of this study was to analyze complementary foods giving program for pregnant women with CED at Cebongan Health Center in Salatiga. The result of this study showed that target of complementary foods giving program are pregnant woman who have mid-upper arm circumference (MUAC) <23.5 cm and prioritized for woman with low economic conditions. There are 17 pregnant woman have MUAC <23.5 cm and 20 pregnant woman get the complementary food. The evaluation of the complementary foods giving program were the distribution is not optimal, lack of awareness of pregnant women to do medical examination, and complementary foods did not finish by pregnant woman. Keywords: Chronic Energi Deficiency, Complementary Foods Giving Program,Pregnant woma
GAMBARAN TEMPAT HUNIAN MASYARAKAT DESA SRIKATON, KAB OKU TIMUR SUMATERA SELATAN, YANG TINGGAL DI BANTARAN SUNGAI DAN PERMUKIMAN
Desa Srikaton terletak di Kecamatan Buay Madang Timur, kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Masyarakat di bantaran sungai dan permukiman memiliki prilaku kesehatan tertentu dalam membuang sampah, membuang air sisa di sekitar rumah, dan posisi kandang hewan peliharaan yang berdekatan dengan rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan kondisi rumah dan perilaku hidup bersih masyarakat Desa Srikaton, Kab OKU Timur yang tinggal di Bantaran Sungai dan Permukiman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan survey. Analisa yang digunakan adalah uji komparatif dengan tujuan untuk membandingkan dua variabel terdapat kesamaan/ perbedaan. Hasil penelitian menyimpulkan: tidak ada beda nyata antara masyarakat yang tinggal di Bantaran Sungai dan Permukiman; kondisi lingkungan perumahan di Bantaran Sungai dan Permukiman mempunyai kesamaan dalam penampungan sampah, pembuangan air kotor di perkarangan rumah, kondisi kandang yang kotor yang berada di samping rumah, dan ada beberapa rumah yang belum termasuk sesuai kriteria rumah sehat. Masyarakat di Bantaran Sungai menggunakan air sungai hanya untuk mandi dan mencuci pakaian, sedangkan masyarakat di Permukiman menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari. Kata kunci: Pemukiman, Bantaran Sungai, Kondisi lingkungan, Perumahan, dan Perilaku hidup bersi
KORELASI PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA
ABSTRAK Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap jam 50 anak balita di Asia Tenggara meninggal dunia karena diare. Diare dan infeksi pernafasan akut adalah pembunuh anak balita terbesar di Asia Tenggara. Namun pada anak-anak di kawasan Asia Tenggara bisa sampai 12 kali dalam satu tahun per setiap anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dalam pencegahan diare dengan kejadian diare pada balita. Desain Penelitian menggunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 38 responden (ibu yang memiliki balita) yang telah memenuhi kriteria inklusi. Analisa data statistik dengan menggunakan uji Chi-Square dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan nilai Chi-Square hitung sebesar ,001-,085. Hasil ini menunjukkan ada hubungan antara perilaku ibu dalam pencegahan diare dengan kejadian diare pada balita di desa Prambatan Lor Kabupaten Kudus. Sedangkan untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan antara dua variabel yaitu nilai koefisien kontingensi 0,641 di atas 0,5, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang kuat. Kesimpulan Ibu yang memiliki perilaku yang kurang baik dalam pencegahan diare sangat berpengaruh terhadap cara pencegahan terhadap kejadian diare, sehingga terdapat hubungan antara perilaku ibu dalam pencegahan diare dengan kejadian diare pada balita.Kata Kunci : perilaku, pencegahan diare, diar
PENGARUH POSISI MIRING TERHADAP DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RSUD RAA SOEWONDO PATI
AbstrakPENGARUH POSISI MIRING TERHADAP DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RSUD RAA SOEWONDO PATI Latar Belakang : latar belakang penelitian ini yaitu dari observasi selama 7 hari, peneliti tidak menemukan pasien dilaksanakan pemberian posisi miring pada pasien yang mengalami dekubitus. Sedangkan pemberian posisi miring bertujuan untuk mengurangi derajat dekubitus yang dialami pasien. Selama observasi satu minggu tersebut, perawat hanya melakukan tindakan keperawatan seperti pengukuran tanda-tanda vital biasa, sekedar ganti balut pada luka dekubitus dan saat injeksi perawat langsung kembali ke ruang keperawatan. Prosedur tetap yang ada di RSUD adalah pemberian alih baring, tetapi tindakan ini juga jarang dilaksanakan sehingga tindakan dalam mengurangi dekubitus masih dianggap kurang. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk pengaruh posisi miring terhadap dekubitus pada pasien stroke di RSUD RAA Soewondo Pati. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah metode metode quasi eksperimen dengan pendekatan Pra-Pasca Test. Jumlah sampel 16 pasien sebagai kelompok intervensi dan 16 pasien kelompok kontrol yang dipilih secara consecutive Sampling. Untuk menganalisis data menggunakan Paired T Test. Hasil : Hasil penelitian didapatkan kelompok intervensi diperoleh nilai ρ value adalah 0,002 (p<0,05) dan kelompok kontrol diperoleh nilai ρ value adalah 0,025 (p<0,05). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ρ value kelompok intervensi lebih kecil dibandingkan ρ value kelompok kontrol sehingga pemberian posisi miring lebih efektif menurunkan derajat dekubitus dibandingkan kelompok kontrol tanpa perlakuan.Kata Kunci: Posisi Miring, Dekubitus dan Stroke
HUBUNGAN POLA SUPERVISI DENGAN TINGKAT KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSI PATI
Latar Belakang : Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan salah satu bentuk kegiatan yang menggambarkan mutu asuhan keperawatan, perawat wajid membuat pedokumentasian asuhan keperawata sebagai aspek legal yang memberikan jaminan pemberian asuhan bagia pasien. Dalam peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit yang salah satunya adalah pemberian asuhan keperawatan makaperlu adanya kegiatan supervise yang dilakukan oleh supervisor. Tujuan : Mengetahui hubungan pola supervisi dengan tingkat kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan oleh perawat. Metode: Jenis penelitian ini adalah kolerasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purprosive sampling dengan jumlah sampel 52. Uji analisis yang digunakan adalah dengan uji korelasi Spearman. Hasil : dari analisis statistic yang dilakukan didapatkan bahwa nilai p value adalah 0,000 dan nilai r adalah 0,469. Kesimpulan : Ada hubungan pola supervisi dengan tingkat kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan oleh perawat di ruang rawat inap RSI Pati, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif artinya semakin baik pola supervisi maka tingkat pendokumentasian asuhan keperawatan oleh perawat akan semakin bai