E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
PENGARUH YOGA PRENATAL TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI LIA AZZAHRA MOM & BABY SPA TEGAL
Latar Belakang : Kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologis antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem traktus urinarius,muskuloskeletal dan sirkulasi. Dalam proses adaptasi tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan salah satunya adalah nyeri punggung, meskipun nyeri punggung adalah hal fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu penanganan, seperti yoga prenatal. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh yoga prenatal terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester II dan III. Metode penelitrian dengan quasi experiment Desain penelitian Pretest and Postest Without Control Group Design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil Trimester II dan III, alat ukur kuesioner Numeric Pain Rating Scale (NPRS). Penelitian dilakukan bulan April tahun 2019. Data dianalisis dengan Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yoga prenatal terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimenster II dan III karena nilai Asym. Sig sebesar 0,000(p value < 0,05)
KETERATURAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLAWI KABUPATEN TEGAL
Antenatal care (ANC) adalah pengawasan kehamilan untuk mengetahui kesehatan umum ibu, menegakkan secara dini penyakit yang menyertai kehamilan, menegakkan secara dini komplikasi kehamilan, dan menetapkan risiko kehamilan. Tujuan utama antenatal care adalah menurunkan/mencegah kesakitan dan kematian maternal dan perinatal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keteraturan ANC berdasarkan faktor determinan maternal.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden penelitian sejumlah 30 ibu hamil di wilyah kerja Pusekesmas Slawi. Analisis data secara univariat. Hasil penelitian menunjukan ibu hamil yang teratur melakukan ANC sebesar 86.67%. Berdasarkan faktor determinan maternal, ibu hamil yang teratur pemeriksaan kehamilan didominasi oleh usia reproduksi sehat (80%), multigravida (85%) dan kehamilan normal (100%). Diharapkan ibu hamil rutin melakukan ANC sebagai upaya deteksi awal komplikasi dalam kehamilan dan tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan ANC sesuai standar prosedur operasional
GAMBARAN KEPUASAN KEBUTUHAN SEKSUAL WANITA DENGAN MASA KLIMAKTERIUM
Abstract: Description of sexual neeeded satisfaction of women with climacteric. The satisfaction of sexual needs is one of the basic human needs that ideally can always be fulfilled by someone. But normally women will experience problems in satisfying satisfactory sexual needs due to the completion of the reproductive period of women or so-called climacterium. This study aims to determine how the satisfaction of sexual needs of women with climacterium in women employee of Universitas Padjadjaran. The research uses quantitative descriptive with sampling inclusion-exclusion criteria technique on 138 Unpad education staffs who are entering the age of climacterium with age above 40 years. The research instrument used questionnaire Sexual Satisfaction Scale-Women where the questionnaire was using the likert scale 1-5. Data were analyzed using frequency distribution.The results showed that communication variables have the lowest average value that is equal to 21.25. While the the highest average value of sub-variable is personal concern, that is equal to 24.62. While for sub variable of contentment, compatibility, and relational concern each have average value equal to 23,01; 22.85; and 23.58. Based on this research got the result that most of the respondents showed the total value of satisfaction of sexual requirement very high. It is possible to expose information about the satisfaction of sexual needs in the climacterium at the employees of Universitas Padjadjaran. It is recommended that women undergoing a climacteric age maintain this positive attitude until they actually enter the menopause phase. Keywords: Sexual Satisfaction, Sexual Needs, Climacterium Abstrak:Gambaran Kepuasan Kebutuhan Seksual Wanita Dengan Masa Klimakterium. Kepuasan kebutuhan seksual merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang idealnya dapat selalu terpenuhi oleh seseorang. Namun secara normal wanita akan mengalami masalah dalam pemenuhan kebutuhan seksual yang memuaskan akibat selesainya masa reproduktif wanita atau yang disebut juga dengan klimakterium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kepuasan kebutuhan seksual wanita dengan klimakterium pada tenaga kependidikan wanita Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik kriteria inklusi-eksklusi sampling pada 138 tenaga kependidikan Unpad yang tengah memasuki masa klimakterium dengan usia diatas 40 tahun. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Sexual Satisfaction Scale-Women dimana kuesioner ini menggunakan skala likert 1-5. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sub variabel komunikasi memiliki nilai rata-rata yang paling rendah yaitu sebesar 21,25. Sedangkan nilai rata-rata sub variabel yang paling tinggi adalah concern personal, yaitu sebesar 24,62. Sedangkan untuk sub variabel kepuasan, kecocokan, dan concern relational masing-masing memiliki nilai rata-rata sebesar 23,01; 22,85; dan 23,58. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden menunjukan total nilai kepuasan kebutuhan seksual yang sangat tinggi. Hal ini terjadi kemungkinan baiknya paparan informasi mengenai kepuasan kebutuhan seksual dimasa klimakterium pada karyawan Universitas Padjadjaran. Disarankan agar wanita yang tengah mengalami masa klimakterium mempertahankan sikap positif ini hingga mereka benar-benar memasuki fase menopause. Kata kunci: Kepuasan Seksual, Kebutuhan Seksual, Klimakterium
PENGARUH PAPARAN ASAP ROKOK TERHADAP KADAR ZINK DAN KORTISOL PADA TIKUS PUTIH HAMIL (RATTUS NORVEGICUS)
Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan desain penelitian post test only control group design Penelitian dilakukan di lab farmasi unand, pada bulan Juni sampai dengan agustus 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling (acak sederhana), Jumlah sampel sebanyak 28 ekor dibagi menjadi 4 kelompok, kelompok 1 sebagai kontrol penelitian, kelompok 2 diberikan perlakuan 1 batang rokok, kelompok 3 diberikan perlakuan 2 batang rokok dan kelompok 4 diberikan perlakuan 3 batang rokok. Pemeriksaan kadar zink dan kadar kortisol dilakukan di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas Padang dengan metode ELISA. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara paparan rokok dengan kadar zink (p= 0.32) maka, (p > 0,05). Dan tidak terdapat perbedaan paparan asap rokok dengan rerata kadar kortisol (p = 0,146) maka, ( p > 0,05). Kata Kunci: asap rokok, zink, kortiso
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN OBESITAS DI PUSKESMAS TEGALREJO, KOTA SALATIGA
AbstrakObesitas dapat dialami oleh semua golongan usia, maupun jenis kelamin. Kemajuan teknologi memberikan dampat positif dan negatif. Dampak positifnya banyak kegiatan menjadi lebih praktis dan cepat, sedangkan dampak negatifnya manusia menjadi semakin malas untuk bergerak. Berkurangnya aktivitas fisik mangakibatkan penyimpanan energi yang tersimpan dalam jaringan lemak, yang menyebabkan kegemukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas di Puskesmas Tegalrejo Kota Salatiga Jawa Tengah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Responden adalah pasien aktif di Posyandu Puskesmas Tegalrejo. Jumlah responden sebanyak 59 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan uji korelasi Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap nilai aktivitas fisik dengan analisis uji Pearson diperoleh p-value 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi r pearson -0,505 yang ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan aktivitas fisik pada pasien aktif di Posyandu Puskesmas Tegalrejo, Kota Salatiga. Sedangkan nilai koefisien korelasi r pearson berkorelasi sedang, dan ditunjukkan dengan tanda negatif (-) yang berarti hubungan yang terjadi bersifat berlawanan arah. Sehingga semakin rendah aktifitas fisik maka semakin tinggi nilai IMT atau sebaliknya.Kata Kunci: aktivitas fisik, obesitas. AbstractObesity can be suffered by all age groups, as well as gender. Technological advances provide positive and negative effects. The positive impact of many activities becomes more practical and fast, while the negative impact of humans becomes increasingly lazy to move. Reduced physical activity results in the storage of energy stored in fat tissue, which causes obesity. The purpose of this study was to determine and analyze the relationship between physical activity and obesity at the Tegalrejo Health Center in Salatiga City, Central Java. This type of research is quantitative descriptive research. Respondents were active patients at the Tegalrejo Health Center Posyandu. The number of respondents was 59 people. The data obtained in this study are primary data and secondary data. Based on the correlation test of Body Mass Index (BMI) to the value of physical activity with Pearson test analysis obtained p-value of 0.000 <0.05 and Pearson correlation coefficient value of -0.505 which indicates that there is a significant relationship between Body Mass Index (BMI) and Physical activity in active patients at the Tegalrejo Health Center Posyandu, Salatiga City. While the value of the Pearson correlation coefficient is moderately correlated, and is indicated by a negative sign (-) which means that the relationship is in the opposite direction. So the lower the physical activity, the higher the BMI value or vice versa.Keywords: obesity, physical activity
HUBUNGAN KADAR KORTISOL DAN PROSTAGLANDIN MATERNAL DENGAN PERSALINAN PRETERM DAN ATERM
Penelitian ini merupakan penelitian Observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Rasidin Padang, RSUD. Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar, RSUP. M. Djamil, dan BPS. Nurhaida, Amd.Keb pada bulan September 2017 sampai Januari 2018. Jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih secara consecutive sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok. Pemeriksaan kadar kortisol dan prostaglandin dilakukan di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas Padang dengan metode ELISA. Terdapat hubungan bermakna antara kadar kortisol dengan persalinan preterm dan aterm (p= 0,02; p 0,05). Kata Kunci: Kortisol, Prostaglandin, Persalinan Preter
HUBUNGAN HIPERTENSI KEHAMILAN DENGAN DERAJAT OEDEMA DI RUANG POLI KANDUNGAN RSUD RAA SOEWONDO PATI
Latar Belakang : Ibu hamil yang menjalani pemeriksaan rawat jalan di Poli Kandungan selama tahun 2016 di RSUD RAA Soewondo Pati sebanyak 984 ibu. Data 3 bulan terakhir ibu yang menjalani pemeriksaan kandungan di ruang Poli Kandungan bulan Januari 2018 sebanyak 72 ibu, bulan Februari 2018 sebanyak 64 ibu dan bulan Maret 2017 sebanyak 81 ibu. Rata-rata ibu menjalani pemeriksaan kandungan di Poli kandungan setiap bulannya sebanyak 73 ibu. Ibu yang menjalani pemeriksaan kandungan dengan adanya hipertensi rata-rata mengalami oedema pada kaki.Tujuan : Mengetahui hubungan hipertensi kehamilan dengan derajat oedema di Ruang Poli Kandungan RSUD RAA Soewondo Pati.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 62 responden yang dipilih secara Purposive Sampling. Untuk menganalisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil : Hasil penelitian berdasarkan hipertensi kehamilan diperoleh paling banyak mengalami hipertensi kehamilan ringan sebanyak 36 responden (58,1%).Hasil penelitian berdasarkan derajat oedema diperoleh paling banyak mengalami derajat oedema I sebanyak 40 responden (64,5%). Hasil uji analisis didapatkan nilai ρ value 0,000 kurang dari 0,05 dan r hitung sebesar 0,758 (kuat).Kesimpulan : Ada hubungan yang kuat antara hubungan hipertensi kehamilan dengan derajat oedema di Ruang Poli Kandungan RSUD RAA Soewondo Pati
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BERNUNG
ABSTRAKMenurut WHO pada Tahun 2011 diare merupakan penyebab kematian nomor tiga di dunia pada anak di bawah umur 5 tahun. Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, hal ini dikarenakan masih tingginya angka kesakitan diare yang menimbulkan kematian terutama pada balita. Diare adalah buang air besar lembek atau cair dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (biasanya tiga kali atau lebihdalam sehari).Salah satu penyebabnya, di pengaruhi oleh faktor lingkungan seperti sumber air bersih, jenis tempat pembuangan tinja, dan jenis lantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian diare yang merupakan penelitian analitik dengan pendekatan crosssectional, dengansampel penelitian 166 respondendanteknik pengambilan sampel yang digunakancluster sampling. Data ini di kumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan univariat dan bivariat, analisis data statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara sumber air bersih dengan kejadian diare (p=0,019), tempat pembuangan tinja (p=0,013), dan jenis lantai (p=0,001). Diharapkan pada petugas puskesmas agar memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang penggunaan sumber air bersih, penggunaan jamban dengan benar dan menjaga kebersihan jamban dan kebersihan lantai.Kata kunci : Balita, diare, Lingkungan ABSTRACKAccording to WHO in 2011 diarrhea is the number three cause of death in the world in children under the age of 5 years. Diarrhea is one of the public health problems in Indonesia, this is due to the high rate of diarrhea that causes death, especially in infants. Diarrhea is soft or liquid bowel movements that can be water only, the frequency is more often than usual (usually three times or more in a day). One reason is influenced by environmental factors such as the source of clean water, type of landfill, and type of floor. This study aims to determine the factors associated with the incidence of diarrhea which is an analytical study with a cross sectional approach, with a research sample of 166 responses to the sampling technique used by cluster sampling. This data was collected using questionnaires and data analysis using univariate and bivariate, statistical data analysis using the chi square test. The results showed that there was a relationship between the source of clean water and the incidence of diarrhea (p = 0.019), feces disposal (p = 0.013), and type of floor (p = 0.001). It is expected that the puskesmas officers will provide information to the community about using clean water sources, using latrines properly and maintaining toilet cleanliness and cleanliness of the floor.Keywords: Toddlers, diarrhea, environmen
STUDI KORELASI RUANG LINGKUP BIDAN DAN KONSELOR SEBAYA TERHADAP PERILAKU REMAJA DI SMA N 3 SLAWI
Masa remaja dikenal sebagai masa yang penuh kesukaran. Situasi ini sering menimbulkan konflik sehingga menyebabkan perilaku aneh, canggung dan kalau tidak dikontrol bisa terjadi kenakalan serta adanya gangguan perkembangan seksualnya. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal per januari sampai oktober 2017, kasus HIV/AIDS pada remaja usia 10-19 tahun sejumlah 7 orang atau 5,9% dari 136 orang total umur yang terkena HIV/AIDS. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Adakah hubungan antara ruang lingkup bidan dan konselor sebaya terhadap perilaku remaja di SMA N 3 Slawi. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan studi korelasi analitik. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 62 responden diambil dengan simple random sampling. Analisis data riset mengguakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan ruang lingkup bidan dengan perilaku remaja di SMA N 03 Slawi Kabupaten Tegal
PERBANDINGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN HDL ANTARA AKSEPTOR KB PIL KOMBINASI DAN DMPA
Lebih dari enam juta wanita di seluruh dunia menggunakan Keluarga Berencana suntik dan metode kontrasepsi yang populer digunakan akseptor Keluarga Berencana adalah pil. Efek samping dari kontrasepsi pil kombinasi adalah meningkatkan kadar trigliserida, kolesterol total dan perubahan metabolisme karbohidrat dan Depo Medroksiprogesteron Asetat (DMPA) adalah menstruasi yang tidak teratur/amenore, perubahan berat badan dan perubahan lipid. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Comparative terhadap 36 akseptor pil kombinasi dan 36 akseptor DMPA. Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Andalas dan Lubuk Buaya. Pengambilan sampel penelitian secara simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji T-Independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada DMPA kadar kolesterol total (185,53 ± 23,51 mg/dl) vs pil kombinasi (181, 22 ± 29,10 mg/dl), p = 0,49, High Density Lipoprotein (HDL) DMPA (63,97± 12,75 mg/dl) vs pil kombinasi (60,06 ± 15,57 mg/dl), p = 0,25. Kesimpulkan penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar kadar kolesterol total dan High Density Lipoprotein (HDL) antara akseptor Keluarga Berencana pil kombinasi dengan DMPA namun secara statistik tidak terdapat perbedaan.