E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PERAWAT: LITERATURE REVIEW
AbstrakLatar belakang: Kepuasaan kerja merupakan suatu keadaan emosional seseorang yang positif atau menyenangkan dari nilai atau pengalaman orang tersebut, hal ini menunjukan bahwa karyawan membentuk sikap terhadap pekerjaan dengan memperhatikan perasaan, kepercayaan dan perilaku mereka sendiri. Kepuasan kerja perawat dibeberapa negara masih rendah, seperti di Cina 54 % dan Shanghai 60,8%, Indonesia 92,96%. Dari fenomena yang ada, menunjukkan kepuasan kerja perawat masih rendah. Kepemimpinan transformasional diharapkan mampu meningkatkan kepuasan kerja perawat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi perilaku transformasional pemimpin dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat. Metode: Artikel ini menggunakan design literatur review yakni peneliti mengulas, merangkum, dan menuliskan pemikiran beberapa pustaka seperti artikel, buku dan undang-undang. Penelusuran artikel melalui PubMed, Scincedirect dan Google Schoolar. Hasil: Pada literatur review ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja perawat, juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan, melalui kepemimpinan kharismatik, inspiratif, menstimulasi intelektual dan pertimbangan yang diindividualkan. Kepemimpinan karismatik yakni perawat manajer mampu menyampaikan visinya dengan jelas untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Kepemimpinan inspiratif yakni pemimpin mampu menyampaikan harapan tinggi berkaitan mutu pelayanan dan menginspirasi perawat lain. Kepemimpinan yang memiliki rangsangan intelektual yakni mampu memotivasi, meningkatkan kemampuan terus menerus, mampu menjadi pelatih bagi stafnya. Pemimpin memiliki pertimbangan yang diindividualkan yakni seperti memberi reward sesuai prestasi individu perawat. Kesimpulan: Perilaku transformasional pemimpin dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan kerja, Perawat. AbstractBackground: Satisfaction work is a state of emotional someone whose positive or pleasant of values or experiences of people, regard this shows that employees form the attitude towards work to pay attention to the feelings , beliefs and behaviors of their own. Nurse work satisfaction in some countries is still low, such as in China 54% and Shanghai 60, 8 %, Indonesia 92.96% . Of fenomena were there, showed job satisfaction of nurses is still low. Leadership Transformational expected to improve job satisfaction of nurses. Aim: To identification behavior of transformational leaders in improving job satisfaction of nurses. Method: Article The use design literature reviews on the researcher to review, summarize, and write down thoughts some libraries such as articles, books and laws. Search artikel through PubMed, Scincedirect and Google Schoolar. Results: In the literature review to show right that the leadership of transformational influence positively to the job satisfaction of nurses, also contribute to the improvement of quality of service, through leadership charismatic, inspiratif, stimulate intellectual and considerations are individualized. Leadership charismatic, nurse manager is able to convey his vision with clearly to improve the quality of care nursing. Inspirational leadership, that is, leaders are able to convey high expectations regarding service quality and inspire other nurses. Leadership that has intellectual stimulation that is able to motivate, improve the ability continuously, able to become a trainer for its staff. Leaders have considered that individualized the like to give a reward in accordance accomplishments of individual nurses. Conclusion: Leader's transformational behavior can increase nurse job satisfaction. Keywords: Transformational Leadership, Job Satisfaction, Nurse
FAMILY AND COMPANY SUPPORT IN BREASTFEEDING MOTHER WHO WORK
Background: Increased female labor is one of the challenges in making the exclusive breastfeeding program successful. Factors that hinder the success of a working mother are short time off work, shorter workplace support, shorter breaks at work, no open space for milking the mother's milk, opposition to the mother's need for increased breastfeeding and production.Objective: To find out the relationship between family support and company support with the performance of working mothers in the Pekalongan Regency.Method: an analytical study related to family and relationships with mother companies in Pekalongan District with cross sectional support. The independent variable in this study is family assistance and company support, while the independent variable is the assistance of working mothers. The population in this study was the study of working mothers in companies in the Pekalongan Regency.Results: analysis with the Chi square test obtained p value of 0.856 (> 0.05) so that it can be concluded that there is no relationship between families support and performance. The analysis with the chi square test obtained a p value of 0.008 (<0.05), which concerns the relationship between corporate support and performance resulting in an odds ratio of 7.87, company support that can produce 8 times the consuming performance gets better.Suggestion: Company leaders need to maintain and improve policies for female employees to facilitate breastfeeding, and also need to be provided with lactation rooms that make it easier for mothers to milk breast milk between working hours
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MEMANTAU CAIRAN INFUS
AbstrakTerapi infus adalah tindakan yang dilakukan pada klien yang menjalani rawat inap sebagai jalur terapi intravena (IV) dengan pemberian obat, cairan dan pemberian produk darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pemantauan cairan infus sesuai dengan Standar prosedur operasional di Ruang Medikal Bedah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan design deskriptif korelasi, dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah 66 perawat di Ruang Medikal Bedah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik observasi dan kuesioner sebagai instrument penelitian. Data dianalisa menggunakan metode Kendals Tau B dan Kendals Tau C. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 1; Ada hubungan antara Usia dengan nilai p Value= 0.000, 2; pendidikan dengan nilai p Value= 0.007, 3; level jenjang karier dengan nilai p Value= 0.014, 4; pengetahuan dengan p Value= 0.011, 5; tidak ada hubungan antara lama kerja dengan nilai p Value= 0.259 dengan kepatuhan perawat dalam pemantauan cairan infus sesuai dengan SOP di Rumah Sakit swasta ini. Diharapkan perawat dapat meningkatkan kualitas asuhan yang diberikan dan memberikan pelatihan tentang pemantauan cairan infus yang diberikan oleh tim Nursing Education di RS, sehingga dapat menurunkan terjadinya komplain terhadap cairan infus yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien.Kata kunci: Pemantauan, terapi infus, kepatuhan perawat, Standar prosedur operasional
PENGARUH EDUKASI LAKTASI TERHADAP DUKUNGAN KELUARGA DALAM PEMBERIAN ASI DI KABUPATEN PEKALONGAN
Abstract Family support is needed to help mothers breastfeed their babies, but family knowledge about lactation management is lacking. Sufficient knowledge is needed in the family so that they can help mothers in breastfeeding. This study aims to analyze the effectiveness of lactation management education packages for family support for mothers in breastfeeding. Quasi-experimental research method with a post test control group design. The place of research was in the Buaran and Puskesmas Wonokerto 2 work areas with the 3rd trimester primigravida respondents. Mothers whose milk did not come out and the baby died was excluded. The sampling technique uses multistage sampling. Interventions in the form of lactation management education for mothers and families every month 3 times during pregnancy in the third trimester. Statistical test using independent t test. The results showed an average family support in the control group 61.43 (55-78) and in the intervention group 68.10 (46-76) with a p value of 0.001 in 95% CI. The conclusion is the effect of giving lactation management education to family support for mothers in giving breast milk. Advice for health workers is expected to further improve lactation management education activities in families of pregnant women. Keywords: education, family support, , lactation management
SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN POHON BUAH TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA
Infeksi paru-paru kronis atau chronic lung infections (CCL) pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) termasuk dalam infeksi saluran pernafasan yang merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri P. aeruginosa. Tingginya tingkat resistensi bakteri P. aeruginosa terhadap antibiotik menyebabkan menurunnya keefektifan terapi antibiotik pada pasien PPOK, dan menyebabkan semakin tingginya angka mortalitas serta morbiditas penyakit PPOK. Tujuan penelitian ini mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun pohon buah yaitu sukun, kersen dan alpukat terhadap P. aeruginosa, serta ekstrak daun tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap P. aeruginosa. Daun tanaman diekstraksi menggunakan penyari etanol 70% dengan metode maserasi, selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa menggunakan metode difusi disk. Hasil uji t probabilitas 0,004 < 0,05 menunjukkan bahwa 3 ekstrak daun tanaman memiliki perbedaan yang tidak signifikan dengan kontrol positif, dapat disimpulkan bahwa daun sukun, daun kersen dan daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri. Daun sukun (Artocarpus altilis) memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan diameter zona hambat sebesar 16,50 ± 2,65mm dan kontrol positif 26.67 ± 3.06 mm
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) DENGAN PENGISI MANITOL DAN PENGIKAT CMC–NA
Penggunaan yang terlalu sering dan kurang tepat dari antibiotik dapat menimbulkan resistensi bakteri, sehingga dibutuhkan alternatif baru untuk obat antimikroba. Ketepeng cina (Cassia alata L.) merupakan salah satu tanaman obat yang dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba dan berkhasiat imunomodulator karena adanya flavonoid yang terkandung didalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan formula ideal tablet hisap ekstrak daun ketepeng cina, menggunakan pengisi manitol dan pengikat CMC-Na. Pembuatan tablet hisap ekstrak daun ketepeng cina dengan kadar CMC-Na 1%, 2%, dan 3% dilakukan dengan metode granulasi basah. Hasil analisis statistik one way anova dengan program SPSS pada tingkat kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan Tukey HSD untuk menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada mutu fisik tablet dari masing-masing formula terhadap peningkatan kadar bahan pengikat CMC-Na. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar pengikat CMC-Na memiliki pengaruh terhadap mutu fisik tablet hisap ekstrak daun ketepeng cina
VALIDASI PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN SAINS DENGAN TEORI RESPON BUTIR MULTIDIMENSI
Penelitian itu bertujuan untuk melakukan re-validasi angket persepsi siswa terhadap pembelajaran IPA dalam survei PISA 2015, yang diduga multidimensi, dengan MIRT untuk melihat dimensi tes dan parameter butir. Proses analisis diharapkan dapat menghasilkan suatu kesimpulan kualitas item dan tes secara lebih presisi. Penelitian ini akan mengkaji pola respon 5870 siswa Indonesia yang mengisi 23 butir pertanyaan pilihan ganda bergradasi mulai dari 1 hingga 4. Proses penelitian dimulai dengan analisis berbasis Principal Component Analysis (rotasi varimax), uji fit model dengan signed chi-squared test, melakukan estimasi parameter berdasar pada pembagian faktor sesuai dengan hasil PCA, dan penyimpulan hasil analisis. Angket persepsi siswa terhadap pembelajaran IPA terdiri dari 23 item yang memuat multidimensi (5 faktor). Diantaranya terdapat beberapa butir yang overlaping (butir yang mengukur lebih dari satu faktor) yaitu butir 4, 8, 10, 14, 19, 20. Berdasar pada MDISC, semua item berada pada level minimal yaitu moderate dengan arti bahwa item mampu dengan baik membedakan siswa berdasarkan kemampuannya. Berdasarkan MDIFF, semua item memiliki parameter step yang runtut mulai dari kecil hingga besar sehingga MDIFF mampu mendefinisikan kemampuan siswa secara baik
ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR PADA MATA KULIAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Pembelajaran menurut peraturan harus berpusat pada mahasiswa. Dalam perkembangannya mahasiswa yang memiliki hal tersebut belum diketahui profil kognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profile kemampuan kognitif mahasiswa PGSD pada mata kuliah Strategi Belajar Mengajar. Penelitian dilaksanakan di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Kudus. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan teknik analisis kualitatif penskoran dengan koreksi terhadap jawaban tebakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mahasiswa PGSD memiliki profil kemampuan kognitif pada mata kuliah Strategi Belajar Mengajar adalah sebagai berikut : Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kudus yang memiliki kemampuan kognitif yang sangat tinggi sebesar 6%, tinggi sebesar 50%, sedang sebesar 35%, dan kemampuan kognitif yang rendah sebesar 15%, Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kudus dalam mata kuliah Strategi Belajar Mengajar memiliki profil kemampuan kognitif berupa kemampuan mengingat (C1) sebesar 70%, kemampuan memahami (C2) sebesar 80%, kemampuan mengaplikasikan (C3)sebesar 57% dan kemampuan menganalisis (C4) sebesar 26%. (3) Kemampuan mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kudus dalam proses kognitif LOTS (Low Order Thinking Skill) lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan proses kognitif HOTS (High Order Thingking Skill)
OPTIMALISASI INSTRUMEN PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI MODEL KUADRAN KEMISKINAN
Strategi penanggulangan kemiskinan di Indonesia sudah dirumuskan sejak negara ini berdiri. Dalam satu dekade terakhir banyak instrumen penting yang ada dan bisa dioptimalkan untuk penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini ingin mengungkap instrumen kemiskinan dan membangun model penurunan kemiskinan. Temuan penting dari penelitian ini tentang intrumen kemiskinan adalah pentingnya peran Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. Kedua perlunya pemanfaatan data kemiskinan yang selalu update. Ketiga isu dan data kemiskinan perlu dimasukkan menjadi priorotas dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Terakhir adalah peran pemerintah desa dalam mendorong penurunan kemiskinan di desa. Metodologis penelitian ini adalah studi pustaka. Keterbatasan penelitian ini belum dilakukan uji generalisasi terhadap model yang ada. Perlu penelitian lanjutan untuk memastikan model ini. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi empiris atas pelaksanaan penanggulangan kemiskinan bagi pemerintah daera
KLASIFIKASI STUNTING BALITA MENGGUNAKAN NAIVE BAYES DENGAN SELEKSI FITUR FORWARD SELECTION
Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Keadaan ini dipresentasikan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan standar pertumbuhan menurut WHO. Kejadian stunting pada balita lebih sering mengenai balita pada usia 12-59 bulan dibandingkan balita usia 0-24 bulan. Stunting dapat memberikan dampak jangka pendek dan panjang. Penelitian ini menggunakan data balita tahun 2018 yang di dapat dari Puskesmas Pandanaran Kota Semarang dengan usia balita 0 – 59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi hasil klasifikasi dari status gizi stunting pada balita menggunakan algoritma Naive Bayes Classifier dan Forward Selection dan mengklasifikasi status gizi stunting menggunakan metode seleksi fitur Forward Selection pada algoritma Naive Bayes Classifier. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode CRISP-DM (Cross Industry Standart Process for Data Mining) yang merupakan model dari proses data mining dengan siklus hidup yang terbagi menjadi 6 fase atau tahap-tahap penelitian yang meliputi pemahaman bisnis, pemahaman data, pengolahan data, pemodelan dan evaluasi. Untuk meningkatkan hasil akurasi dari algoritma Naive Bayes Classifier dalam mengklasifikasikan status gizi stunting pada balita.dibuthkan fitur seleksi forward selection dan dapat meningkatkan hasil akurasi sebesar 4,34 % dan penerapan foward selection dalam penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menghilangkan atribut-atribut yang tidak memiliki hubungan atau tidak berpengaruh yaitu atribut jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan miskin. Dari atribut atribut yang telah diseleksi akan dilakukan klasifikasi menggunakan algoritma Naive Bayes Classifier untuk menentukan klasifikasi status gizi stunting pada balita dengan hasil keputusan berupa probablitas dari klasifikasi itu sendiri