E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    BULLYING DAN EFEKNYA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN KUDUS

    Get PDF
    Latar Belakang: Bullying adalah insiden kekerasan pada anak yang dilakukan oleh anak lain atau orang yang lebih kuat. Bullying yang terjadi di sekolah dikenal sebagai bullying sekolah. Bullying bisa berupa ancaman, ejekan, pelecehan dan kekerasan fisik. Sekitar 17-20% siswa pernah mengalami bullying. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan insiden bullying di sekolah dasar dan dampaknya bagi siswa. Metode penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mengidentifikasi fenomena bulyying dan efeknya bagi siswa sekolah. Penelitian ini dilakukan pada November-Desember 2018 di Kabupaten Kudus. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Informan terdiri dari subjek dan korban bullying, guru, orang tua siswa berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan angket terbuka dan focus group discussion. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik secara manual. Hasil: cemoohan, ancaman verbal dan fisik, pelecehan, kekerasan fisik (pukulan, tendangan) dan menyembunyikan barang korban adalah jenis-jenis insiden bullying di sekolah. Karakteristik korban bullying meliputi: usia yang lebih muda, jenis kelamin laki-laki, fisik yang lebih kecil, penampilan yang kurang rapi, kurang sosialisasi dan kurang berprestasi di sekolah. Efek dari intimidasi sering tidak masuk (enggan bersekolah), sering sakit, belajar dengan prestasi lebih rendah, putus sekolah. Kesimpulan: Bullying sekolah adalah fenomena negatif yang merugikan banyak siswa sehingga harus segera diatasi dengan melibatkan semua pihak, seperti guru, siswa dan orang tua mereka

    ANALISIS SEBARAN DAN DETERMINAN STUNTING PADA BALITA BERDASARKAN POLA ASUH (STATUS IMUNISASI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF)

    Get PDF
    Stunting didefinisikan sebagai indeks tinggi badan menurut umur kurang dari minus dua standar deviasi atau dibawah rata – rata standar yang ada (ACC/SCN, 2000). Stunting pada anak merupakan indikator utama untuk menilai kualitas modal sumber daya manusia dimasa medatang. Gangguan pertumbuhan yang diderita anak pada awal kehidupan, pada hal ini stunting, dapat menyebabkan kersakan yang permanen. Keberhasilan perbaikan ekonomi yang berkelanjutan dapat dinilai dengan berkurangnya kejadian stunting pada anak – anak usia dibawah 5 tahun (UNSCN, 2008). Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting, pola asuh pada balita turut berkontribusi terhadap kejadian stunting dimana salahsatu dari pola asuh yaitu status pemberian imunisasi pada balita dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis sebaran dan determinan stunting berdasarkan pola asuh (status imunisasi dan pemberian ASI eksklusif) pada balita usia 6 – 59 bulan. Penelitian merupakan jenis kuantitatif dengan desain casecontrol. Sampel penelitian diambil secara consecutive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelompok kasus dan kontrol yang dipilih dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Kelompok kasus yang terdiri dari ibu balita usia 6 – 59 bulan yang mengalami stunting dan kelompok kontrol yang terdiri dari ibu balita usia 6 – 59 bulan yang tidak mengalami stunting (normal). Hasil penelitian menunjukkan status imunisasi tidak berpengaruh terhadap  kejadian stunting, pemberian ASI eksklusif berpengaruh terhadap kejadian stuntin

    EDUKASI GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT (GEMA CERMAT) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI

    Get PDF
    Berdasarkan  survey  Sosial  Ekonomi  Nasional  (SUSENAS)  menunjukkan  bahwa lebih dari 66% masyarakat melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Data ini membuktikan  bahwa  sejumlah  besar  masyarakat  melakukan  swamedikasi,  untuk  itu  harus diimbangi dengan informasi yang memadai, sehingga tidak terjadi kesalahan. Melalui GEMA CERMAT diharapkan penggunaan obat secara rasional oleh masyarakat dapat tercapai,  meliputi ; pengetahuan komposisi, indikasi, dosis dan cara pakai, efek samping, kontra indikasi, dan tanggal kadaluarsa  obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi GEMA CERMAT terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-experimental one-group pretest-posttest dengan menggunakan pendekatan waktu Cross sectional. Analisis hasil menggunakan uji t-test  berpasangan. Analisis hasil penelitian, terjadi peningkatan pengetahuan swamedikasi dari data uji post test. Dengan uji t-test berpasangan diperoleh nilai signifikansi 0,000, yang menunjukkan adanya pengaruh edukasi GEMA CERMAT terhadap pengetahuan swamedikasi. Kesimpulan, edukasi GEMA CERMAT dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi

    SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN FAMILI MYRTACEAE TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA

    Get PDF
    Pseudomonas aeruginosa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Kejadian infeksi P.  aeruginosa pada pasien dengan PPOK berkisar dari 4% hingga 15%. P. aeruginosa resisten terhadap antibiotik seftriakson, sefiksim, eritromisin, sulfametroksazol, dan ampisilin, namun masih sensitif terhadap antibiotik kloramfenikol dan siprofloksazin. Tujuan penelitian ini mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun tanaman famili Myrtaceae yaitu Kayu Putih dan Salam terhadap P. aeruginosa, serta mengetahui golongan senyawa aktif dalam ekstrak daun tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa. Daun tanaman diekstraksi menggunakan penyari etanol 70% dengan metode maserasi, selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa menggunakan metode difusi disk. Tahap selanjutnya identifikasi kromatografi lapis tipis (KLT) untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung pada ekstrak daun tanaman, sedangkan golongan senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri dideteksi menggunakan uji bioautografi. Hasil uji t probabilitas 0,004 < 0,05 menunjukkan bahwa ekstrak daun tanaman memiliki perbedaan yang tidak signifikan dengan kontrol positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa daun salam dan daun kayu putih memiliki aktivitas antibakteri. Daun kayu putih (Melaleuca leucadendra) memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan diameter zona hambat sebesar 23,17 ± 1,53 mm dan kontrol positif 26.67 ± 3.06 mm. Golongan senyawa yang diduga mempunyai aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa yaitu polifenol dan tanin

    ESTIMASI PENYEBARAN COVID-19 DI INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL PERTUMBUHAN LOGISTIK DENGAN R

    Get PDF
    Confirmed cases of COVID-19 in Indonesia are current increasing. The cases are spreading at an exponential rate and soon be reached at a peak then decreasing the day after until the daily confirmed cases equal to zero.  Some mathematics models can help estimate the spreading of COVID-19 in Indonesia, such as logistic growth model. In this research, the logistic growth model used to predict the final size then compared the numbers with the confirmed data. The result indicates that the logistic model suits to describe the growth cases of COVID-19 in Indonesia. Estimation of the final size will be approximately  cases until this December

    HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KESIAPAN MENGIKUTI PROSES BELAJAR MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SEMERTER IV STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG

    Get PDF
    Pendahuluan : Tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap individu. Perubahan pola prilaku dan gaya hidup dapat mempengaruhi kualitas tidur, khususnya pada mahasiswa. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi proses belajar karena mengantuk dan lelah akibat kurang tidur, sehingga mengakibatkan terganggunya kesiapan dalam proses belajar. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan, kepada 15 orang mahasiswa/i PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang yang diwawancarai, di dapatkan bahwa 6 orang memiliki kualitas tidur baik dan 9 orang lainnya memiliki kualitas tidur kurang baik, dikarenakan tidur yang larut malam. Kebiasaan yang menyebabkan mereka tidur larut yaitu memainkan handphone dan laptop sebelum tidur. Sedangkan, untuk kesiapan mengikuti proses belajar di dapatkan 8 orang memiliki kesiapan belajar baik, 7 orang memiliki kesiapan belajar cukup, dikarenakan tidur larut malam, tidak sarapan, kurang konsentrasi saat mengikuti proses belajar (mengobrol dan memainkan handphone) dan mengantuk di kelas. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses belajar mahasiswa.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Tehnik sampling adalah Quota Sampling pada mahasiswa S1 Keperawatan semester IV yang berjumlah 91 orang dari populasi 118 orang. Hasil Penelitian : dari hasil penelitian didapatkan ada 24 responden yang memiliki kualitas tidur baik dengan hasil 17 responden memiliki kesiapan belajar baik dan 7 responden memiliki kesiapan belajar kurang baik. Sementara itu, ada 67 responden yang memiliki kualitas tidur buruk, 29 responden diantaranya memiliki kesiapan belajar baik dan 38 responden lainnya memiliki kesiapan belajar kurang baik. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p value = 0,038 (p value ≤ 0,05), artinya  diterima. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kesiapan mengikuti proses belajar mahasiswa/i S1 Keperawatan semester IV

    HUBUNGAN ANTARA EDUKASI BERBASIS INTERNET DENGAN TINDAKAN MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN KEWANITAAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI KEMBANG KABUPATEN JEPARA

    Get PDF
    ABSTRAK Latar Belakang :pada usia remaja, seoran wanita mengalami perubahan anatomi maupun fosiologis yangsalah satunya adalah perubahan pada organ kewanitaan sehingga memelukan perhatian, kebersihan organ kewanitaan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada masa ini. Adanya informasi yang baik tentang kebersihan organ kewanitaan merupakan dasar dari perilaku remaja untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan. Media edukasi saat ini yang mudah diakses adalah internet . Tujuan : Mengetahui hubungan antara edukasi berbasis internet dengan tindakan menjaga kebersihan organ kewanitaan pada remaja putri di SMA Negeri Kembang Kabupaten Jepara. Metode: Jenis penelitian ini adalah kolerasional  dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purprosive sampling dengan jumlah sampel 73. Uji analisis yang digunakan adalah dengan uji che square. Hasil : dari analisis hubungan antara edukasi berbasis internet dengan tindakan menjaga kebersihan organ kewanitaan didapatkan nilai p value 0,005. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan antara edukasi berbasis internet dengan tindakan menjaga kebersihan organ kewanitaan pada remaja putri di SMA Negeri Kembang Kabupaten Jepara. Kata Kunci : Remaja, Internet, Vulva Higiene  ABSTRACT Background: in adolescence, a woman experiences anatomical and physiological changes, one of which is a change in the female organs so that it requires attention, the cleanliness of the female organs is an important thing to consider at this time. The existence of good information about the cleanliness of the female organs is the basis of adolescent behavior to maintain the cleanliness of the female organs. The current educational media that is easily accessed is the internet. Objective: To determine the relationship between internet-based education with the act of maintaining the cleanliness of female organs in young women in SMA Negeri Kembang Kabupaten Jepara.  Method: This type of research is collaborative with cross sectional approach. The sampling technique used was purprosive sampling with a sample size of 73.. The analytical test used was the che square test. Results: From the analysis of the relationship between internet-based education and the act of maintaining the cleanliness of female organs p value of 0,005 was obtained. Conclusion: This study concludes that there is a relationship between internet-based education and the act of maintaining the cleanliness of female organs in adolescent girls in SMA Negeri Kembang Kabupaten Jepara Keywords: Teenagers, the Internet, Vulva Hygien

    ANALISIS SENSITIVITAS DALAM OPTIMALISASI JUMLAH PRODUKSI PT JAYA SETIA PLASTIK DENGAN METODE SIMPLEKS

    Get PDF
    PT Jaya Setia Plastik adalah salah satu pabrik yang memproduksi mainan anak-anak yang terletak di desa Babadan Karanganyar Demak. Tantangan yang sering dihadapi oleh pabrik dalam mencapai keuntungan jumlah produksi maksimal adalah sulitnya menggabungkan sumber daya yang ada di pabrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan laba maksimum yang dapat diperoleh PT Jaya Setia Plastik menggunakan metode simpleks dan mengetahui dampak dari perubahan jumlah produksi yang tidak stabil, untuk memaksimalkan laba yaitu, Y = 5440x1 + 8680x2 + 4080x3 + 6552x4 + 4104x5 + 5288x6 , dan persamaan linier untuk kendala yaitu, bahan baku : 145x1 + 65x2 + 140x3 + 66x4 + 132x5 + 154x6  45720, kendala processing (per menit) : 14x1 + 7x2 + 8x3 + 5x4 + 18x5 + 18x6  4800, kendala produksi setiap produk (per hari) : x1  25, x2  30,  x3  30, x4  45, x5  20, x6  25, kendala upah tenaga kerja (per produk) : 3000x1 + 3000x2 + 3000x3 + 3000x4 + 4000x5 + 4000x6  1.000.000,00, sedangkan kendala permintaan produk : x1 34, x2  68,  x3  60, x4  96, x5  26, x6  26. Total laba yang diperoleh PT Jaya Plastik sebesar Rp. 865.264,00 per hari dengan laba tetap dalam kondisi optimal jika perubahan nilai koefisien pada fungsi objektif kurang dari atau sama dengan koefisien fungsi  obyektif pada model awal. Dalam rangka pencapaian tujuannya yaitu kelancaran operasi dan kelangsungan hidup serta dapat berkembang, maka perlu menerapkan sistem perencanaan laba agar pabrik dapat tetap bersaing dalam pasar global

    KEJADIAN GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH) PADA ANAK PRA SEKOLAH DI RSUD DR LOEKMONOHADI KUDUS

    Get PDF
    Saat ini sekitar 15-20% anak dengan kasus gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) yang akan menetap sampai mereka berusia remaja. Apabila kejadian GPPH menetap sampai remaja maka 50% nya akan menyebabkan terjadinya gangguan tingkah laku berupa gangguan kepribadian antisosial saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian GPPH pada anak pra sekolah berdasarkan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif pada tahun 2020 di RSUD Dr Loekmonohadi Kudus. Hasil penelitian : Kejadian GPPH pada anak laki-laki 63% dan anak perempuan 37%. Kesimpulan: Kejadian GPPH pada anak lebih besar terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan

    DETERMINAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI ASEAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menguji determinan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara-negara ASEAN dengan menggunakan variabel produk domestik bruto/PDB sebagai proksinya dan menggunakan variabel investasi asing langsung, jumlah angkatan kerja, jumlah populasi, inflasi, ekspor, dan impor sebagai variabel independen. Research ini menekankan pengujian pada teori, dengan pengukuran variabel secara kuantitatif dan melakukan analisis data menggunakan prosedur statistika, yang biasa dikenal dengan penelitian explanatory research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya jumlah angkatan kerja, jumlah populasi, ekspor, dan impor mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di beberapa negara ASEAN. Sedangkan variabel defisit anggaran negara, inflasi, dan investasi asing langsung tidak mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇