E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN DINI

    Get PDF
    Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia<20 tahun. Pernikahan usia dini menjadi permasalahan global. Menurut UNICEF (2016), sekitar 250 juta anak menikah sebelum usia 15 tahun. Indonesia termasuk negara ke-37 dengan presentase pernikahan usia muda yang tinggi dan merupakan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja (Kemenkes, 2015). Idealnya usia pernikahan untuk perempuan adalah 20 tahun. Secara psikologis, sudah stabil dalam menyikapi banyak hal. Pernikahan dini berdampak terhadap aspek kesehatan, psikologis, pendidikan, ekonomi-demografiPernikahan dini telah menjadi tradisi masyarakat yang sulit dihilangkan. Pernikahan usia dini disebabkan banyak factor. Faktor internal terdiri dari pendidikan, pengetahuan responden, dan agama. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua, social ekonomi keluarga, wilayah/tempat tinggal, kebudayaan, pengambilan keputusan, akses informasi, pergaulan bebas.Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini pada pasangan muda di Kecamatan X Kabupaten Kudus. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan case-control study.  Populasi penelitian adalah semua pasangan muda yang menikah di Kantor KUA Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus periode Januari – Oktober 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling sejumlah 84 responde. Penelitian ini  menggunakan  kuisioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, perilaku sex pranikah, pendidikan orangtua, sosial ekonomi orangtua, pola asuh pendidikan agama dan faktor budaya keluarga dengan pernikahan dini (nilai p value < 0.05). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi keluarga merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan pernikahan dini dengan Odd Ratio 2,784. Orangtua dengan sosial ekonomi rendah memberikan peluang 2,784 kali terjadinya pernikahan dini.Kata Kunci: Pernikahan Din

    APLIKASI PEWARNAAN GRAF DENGAN METODE WELCH POWELL PADA PEMBUATAN JADWAL UJIAN PROPOSAL SKRIPSI PROGRAM STUDI FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS

    Get PDF
    Universitas Muhammadiyah Kudus merupakan perguruan tinggi muhammadiyah di wilayah karesidenan Pati. Pada program studi Farmasi, pelaksanaan ujian skripsi, mahasiswa farmasi pada setiap ujian didampingi oleh dua pembimbing dan satu penguji. Seorang dosen dapat menjadi pembimbing dan penguji pada mahasiswa lebih dari satu, sehingga dalam penusunan jadwal ujian menjadi hal yang harus diperhatikan adalah ketersediaan waktu dosen agar tidak bertubrukan. Penjadwalan manual sangat memungkinkan ditemukan jadwal yang bertubrukan, sehingga pelaksanaan ujian akhir tidak efektif. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan teknik penjadwalan melalui pewarnaan graph dengan metode Welch Powell dengan mensubstitusi mahasiswa dalam titik titik dan dosen sebagai edge. Hasil dari pewarnaan graph dengan metode Welch Powell ini menghasilkan jadwal ujian proposal skripsi pada program studi farmasi yang tidak saling be bertubrukan sehingga ujian akhir mahasiswa dapat efektif

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA PMR DI SDN KRAPYAK

    Get PDF
    PHBS di sekolah merupakan upaya untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu dan mampu mempraktekan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Salah satu penerapan untuk meningkatkan PHBS di sekolah yaitu melalui usaha kesehatan sekolah (UKS). UKS adalah pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah sehat (Ahmadi, 2003). PHBS harus ditanamkan sejak dini agar bisa terbawa hingga usia dewasa. Usia anak sekolah dasar masih tergolong muda, sehingga membutuhkan bantuan dari orang di sekitar lingkungan terdekat yaitu, orang tua, guru dan teman.Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10), umumnya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu di jaga, di tingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Jumlah anak usia sekolah yang cukup besar yaitu 30% dari jumlah penduduk di Indonesia oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS disekolah merupakan kebutuhan mutlak bagi anak sekolahTujuan dilakukannya penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa PMR di SDN Krapyak.Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini ada 36 responden, dan sampel penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang PHBS dengan perilaku hidup sehat siswa PMR di SDn Krapyak (rs= 0,408 dan p=0,013). Nilai korelasi spearman rank sebesar 0,408 menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang sedang.Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku hidup seha

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA

    Get PDF
    Rendahnya hasil belajar matematika yang disebabkan karena kurangnya penerapan strategi pembelajaran yang relevan dengan fokus pemecahan masalah menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami materi bangun datar di kelas IV SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tentang pengaruh model PBL (Problem-Based Learning) berbasis Etnomatematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian one grup pretest posttest design. Populasi penelitian ini berjumlah 30 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara dan tes. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis statistik kuantitatif pada data hasil tes siswa dengan menghiting uji paired sample t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan rata-rata hasil pretest belajar sebesar 69,0000 sedangkan rata-rata hasil posttest belajar sebesar 77,2667. Hasil perhitungan uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test, diperoleh Nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 diketahui bahwa Nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang nyata antara hasil belajar matematika pada data pretest  dan posttest. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model PBL  berbasis etnomatematika berpengaruh kepada hasil belajar siswa kelas IV SD

    THE RELATIONSHIP OF DEMOGRAPHIC STATUS, MEDICAL CONDITIONS AND NURSES RESPONSE RESPONSE WITH PATIENT FAMILY ANXIETY IN HOSPITAL GRAHA HUSADA JEPARA DISTRICT

    No full text
    Latar Belakang: Pelayanan pasien gawat darurat adalah pelayanan yang memerlukan pelayanan segera, yaitu cepat, tepat, dan cermat untuk mencegah kematian dan kecacatan serta menurunkan tingkat kecemasan keluarga pasien. Pelayanan pasien gawat darurat memegang peranan yang sangat penting (time saving is life saving) bahwa waktu adalah nyawa. Salah satu indikator mutu pelayanan berupa respon time (waktu tanggap), di manamerupakan indikator proses untuk mencapai indikator hasil yaitu kelangsungan hidup. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan status demografi (usia, jenis kelamin, Pendidikan, pekerjaan, penghasilan), kondisi medis, respon time perawat dengan kecemasan keluarga pasien di IGD Rumah Sakit Graha Husada Jepara. Metode: Penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan 40 orang sebagai sampel yang diambil dengan teknik Sampel acak stratifikasi, data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data terkumpul kemudian dianalisa secara analisa univariat dan bivariat, sedangkan untuk menjawab hipotesis digunakan uji Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan antara pendidikan dengan kecemasan keluarga di IGD Rumah Sakit Graha Husada Kabupaten Jepara dengan nilai p value 0,004 (p< 0,05). Terdapat hubungan antara kondisi medis dengan kecemasan keluarga di IGD Rumah Sakit Graha Husada Kabupaten Jepara dengan nilai p value 0,000 (p< 0,05). Terdapat hubungan antara respon time perawat dengan kecemasan keluarga di IGD Rumah Sakit Graha Husada Kabupaten Jepara dengan nilai p value 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan status demografi, kondisi medis, respon time perawat dengan kecemasan keluarga pasien di IGD Rumah Sakit Graha Husada Kabupaten Jepara

    ONLINE SUPPORT GROUP UNTUK CAREGIVERS KELUARGA

    Get PDF
    AbstrakSebutan “Caregivers” di Indonesia masih asing dibanding dengan negara lain. Mereka juga belum mendapat perhatian sepenuhnya dari masyarakat. Padahal, 85% pemberi perawatan kepada pasien adalah caregivers keluarga. Sehingga dapat digarisbawahi bahwa peran caregivers keluarga dalam merawat pasien dengan penyakit kronis adalah sangat penting. Tidak dapat dipungkiri, kemungkinan mereka mengalami berbagai permasalahan, stress, cemas, khawatir, dan terbebani akan kondisi pasien dengan penyakit kronis. Maka dari itu perlu adanya sebuah wadah yang dapat menampung permasalahan yang mereka hadapi, seperti pembuatan group baik secara ketemu langsung atau online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan caregivers keluarga dari pasien dengan penyakit kronis tentang online support group (OSG).  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah responden sejumlah 97 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (56,7%) caregivers keluarga menyatakan pentingnya support group, (57,7%) memilih untuk bertemu langsung dibanding online group, (70,1%) bersedia untuk tergabung dalam OSG, dan (80,5%) memilih WhatsApp sebagai media yang sering digunakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa temuan pada penelitian ini sangatlah menarik karena selain ingin ketemu langsung, caregivers keluarga lebih cenderung ingin terlibat dalam OSG.Kata Kunci : Caregivers, Keluarga, Online Support Group AbstractThe term "Caregivers" in Indonesia is not as popular as another country. They also have not received attention from society. An 85% of people giving care to the patients are family caregivers. It can be underlined that the role of family caregivers in caring for patients with chronic diseases is vital in the health care system. It is not a public secret that they may face various problems, stress, anxiety, worry, and burdened with the condition of patients with chronic illness. At this level, they need such kind of forum to accommodate their problems. For example, create groups either face to face or online. The purpose of this study was to identify the needs of family caregivers of patients with chronic diseases regarding online support groups (OSG). The research method used is a descriptive method with a cross-sectional study approach with a total of 97 samples. The results showed that (56.7%) family caregivers expressed the importance of support groups, (57.7%) chose to meet directly compared to online groups, (70.1%) were willing to enter online support groups, and (80.5%) chose WhatsApp as the most media frequently used. It can be concluded that the findings in this study are very attractive because apart from the face to face group, family caregivers prefer to join OSG. Keywords: Caregivers, Family, Online Support Grou

    HUBUNGAN ANTARA PERAN ORANG TUA DAN GANGGUAN PSIKOLOGI DENGAN KESULITAN MAKAN PADA SISWA SDN 1 PANGGANG JEPARA

    Get PDF
    Latar Belakang:. Jumlah anak sekolah di Kabupaten Jepara sebesar 137.775 jiwa dengan jenis kelamin pria 69.006 jiwa (50,08%) dan jumlah anak sekolah jenis kelamin perempuan sebanyak 68.769 jiwa (49,91%). Sekitar 25% anak dengan perkembangan normal dan 80% anak dengan gangguan perkembangan dilaporkan mempunyai masalah makan. Kesulitan makan pada anak dapat disebabkan oleh faktor organik dan non-organik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara peran orang tua dan gangguan psikologi dengan kesulitan makan pada siswa SDN 1 Panggang Jepara. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Besar sampel 70 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan catatan biodata responden, kuesioner peran orang tua, gangguan psikologi berdasarkan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuesioner kesulitan makan. Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Mayoritas peran orang tua responden adalah cukup baik sebanyak 49 orang (70%), gangguan psikologis sedang sebanyak 35 orang (50%) dan kesulitan makan tingkat sedang sebanyak 34 orang (48,6%). Simpulan : ada hubungan kesulitan makan pada siswa SDN 1 Panggang Jepara dengan peran orang tua (p=0,002 ; r = - 0,545) dan gangguan psikologi (p=0,001 ; r = 0, 734)

    PENGARUH TERAPI MUSIK ALFA TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN DENGAN VENTILATOR DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

    Get PDF
    Latar Belakang Pasien yang dirawat di ICU (Intensive Care Unit) banyak yang menggunakan ventilator mekanik. Penggunaan ventilator mekanik dapat menyebabkan nyeri pada pasien karena masuknya benda asing ke dalam mulut pasien. Managemen nyeri yang tidak akurat dapat menyebabkan perubahan fisiologis dan psikologis yang signifikan. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri adalah menggunakan terapi musik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap nyeri pada pasien dengan ventilator. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan one group design (pretest-posttest). Hasil Berdasarkan hasil analisa menggunakan software statistik “R”, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan rerata skor nyerisebelum dan sesudah diberikan terapi musik (p value=0,004). Kesimpulan Terapi Musik dapat menurunkan nyeri pada pasien dengan ventilator mekanik.     Kata Kunci: Nyeri, Terapi Musik, Ventilator Mekani

    POLA MENSTRUASI DENGAN TERJADINYA ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

    Get PDF
    ABSTRAKLatar Belakang: Anemia adalah keadaan di mana terjadi penurunan jumlah massa eritrosit yang ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan hitung eritrosit. Sintesis hemoglobin memerlukan ketersediaan besi dan protein yang cukup dalam tubuh. Protein berperan dalam pengangkutan besi ke sumsum tulang untuk membentuk molekul hemoglobin yang baru. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Remaja putri memiliki risiko 10 lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Di Indonesia terdapat empat masalah gizi remaja yang utama yaitu Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi (AGB), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKI), dan Kurang Vitamin A (KVA).  Anemia gizi merupakan masalah gizi yang paling utama di Indonesia, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Anemia gizi dapat disebabkan karena kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin yaitu besi, protein, Vitamin C, Piridoksin, Vitamin E. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan pola Menstruasi dengan terjadinya anemia pada remaja putri di MA Yassin Kebonagung Demak. Metode: Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 36 orang. Hasil : Sebagian besar responden mempunyai pola menstruasi normal sebanyak 25 orang (69,4%) dan pola menstruasi tidak normal sebanyak 11 orang (30,6%), sebagian besar responden tidak mengalami anemia sebanyak 17 orang (47,2%), dan paling anemia berat sebanyak 0 orang (0%). Kesimpulan : Setelah dilakukan tabulasi silang, maka dilakukan analisis dengan menggunakan Rank Spearman dan diperoleh nilai p value sebesar 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, ada hubungan pola menstruasi dengan terjadinya anemia pada remaja putri di SMK Kesuma Margoyoso Pati tahun 2019. Kata kunci                     : Pola Menstruasi, anemia, remaja putri  ABSTRACT Background: Anemia is a condition in which a decrease in the number of erythrocyte mass is shown by a decrease in hemoglobin levels, hematocrit, and erythrocyte count. Hemoglobin synthesis requires the availability of sufficient iron and protein in the body. Proteins play a role in transporting iron to the bone marrow to form a new hemoglobin molecule. Young women are one group that is prone to anemia. Young women have a greater risk of suffering from anemia compared to young men. This is because girls experience menstruation every month and are in their infancy so they need more iron intake. In Indonesia there are four main adolescent nutritional problems namely Protein Energy Deficiency (PEM), Iron Nutrition Anemia (AGB), Iodine Deficiency Disorders (IDD), and Vitamin A Deficiency (KVA). Nutritional anemia is the most important nutritional problem in Indonesia, which is caused by iron deficiency. Nutritional anemia can be caused due to lack of nutrients that play a role in the formation of hemoglobin, namely iron, protein, Vitamin C, pyridoxine, Vitamin E. Objective: To determine the relationship between menstrual patterns and the occurrence of anemia in young women in the Yassin Kebonagung Demak MA. Method: This study uses analytical correlation with a cross sectional approach with a sample of 36 people. Results: Most respondents have a normal menstrual pattern as many as 25 people (69.4%) and abnormal menstrual patterns as many as 11 people (30.6%), most of the respondents did not experience anemia as many as 17 people (47.2%), and most anemia is severe as many as 0 people (0%). Conclusion: After cross tabulation, analysis is performed using Rank Spearman and p value is obtained at 0.001 <0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted. So, there is a relationship between menstrual patterns and the occurrence of anemia in young women in SMK Kesuma Margoyoso in 2019.Keywords             : Menstruation pattern, anemia, young women

    HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTI INFLAMASI NON STEROID DENGAN DERAJAT OSTEOARTHRITIS PADA PASIEN USIA LANJUT

    Get PDF
    Osteoartritis merupakan penyakit yang berkembang dengan lambat, biasa mempengaruhi terutama sendi diartrodial perifer dan rangka aksial. Secara umum prevalensi penyakit sendi di Indonesia sangat tinggi sebesar 30,3%. Sehingga diperlukan studi mengenai penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid. Tujuan penelitian untuk Mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan obat anti inflamasi non steroid dengan derajat Osteoarthritis pada usia lanjut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasi analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Instrument penelitian berupa rekam medic. Data dianalisis dengan uji Rank Spearman menggunakan Statistical Product and Servicer Solution (SPSS) versi 22. Dari 26 pasien yang diteliti 25 pasien yang sudah tepat cara pemberian obat dan derajat Osteoarthritis grade 1 sebanyak 9 pasien (36,0%), grade 2 sebanyak 9 pasien (36,0%), dan grade 3 sebanyak 7 pasien (28,0%). Mendapatkan nilai p value (0,210)>0,05 dengan nilai Rho – 0,255 bernilai negatif. Sedangkan hubungan antara tepat pemilihan obat dengan derajat Osteoarthritis data yang diperoleh dari penelitian sebanyak 26 pasien mendapatkan nilai p value (0,327)>0,05 dengan nilai Rho -0,200 bernilai negatif. Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan obat anti inflamasi non steroid dengan derajat Osteoarthritis di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇