E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA ASMA DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) WILAYAH PATI
Latar belakang: Asma merupakan penyakit yang berpotensi serius memberikan beban besar pada penderita, keluarga dan masyarakat dikarenakan gejala pada pernapasan, pembatasan kegiatan, dan flare-up (serangan) yang kadang-kadang memerlukan perawatan kesehatan yang mendesak dan mungkin berakibat fatal. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi penyakit pasien asma dengan kualitas hidupnya di BKPM Pati. Subyek penelitian sejumlah 83 responden yang terdiagnosa menderita asma, laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18-55 tahun. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional yang bersifat observatif. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengisian kuisioner yang dilakukan periode Mei – September 2015. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner data karakteristik dan AQLQ (Asthma Quality of Life Quesionnaire) dan B-IPQ (Brief-Illness Perception) kuisioner sederhana persepsi terhadap penyakit. Hasil penelitian: Hubungan yang bermakna(p< 0,05) antara persepsi penyakit dengan kualitas hidup pasien asma. Persepsi negatif kecuali pada kontrol diri, kontrol pengobatan dan pemahaman terhadap penyakit asmanya. Kesimpulan : Persepsi penyakit penderita asma mempengaruhi kualitas hidup
HUBUNGAN PELAKSANAAN PENGAWAS MINUM OBAT DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANG CEMPAKA 1 RSUD DR LOEKMONOHADI KUDUS
Abstrak Kekambuhan kembali penderita gangguan jiwa termasuk halusinasi sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perhatian dari lingkungan dan bahkan keluarga sendiri sehingga berakibat pada lambatnya proses penyembuhan, kekambuhan klien skizofrenia menimbulkan dampak yang buruk bagi keluarga, klien dan rumah sakit. Pengobatan yang efektif pada pasien skizofrenia membutuhkan waktu jangka panjang oleh karena itu peran pelaksanan pengawas minum obat sangan penting. Pengawas minum obat merupakan orang yang mengawasi secara langsung terhadap penderita skizofrenia pada saat minum obat setiap harinya dengan menggunakan panduan obat jangka pendek. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Adapun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan jumlah responden 28 responden. Hasil analisis statistik chi squere diperoleh p value = 0.001 lebih lebih besar dari nilai tingkat kemaknaan ɑ >0.05, maka Ho gagal ditolak. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Kata kunci : pelaksanaan pengawas minum obat, kekambuhan pada pasien skizofrenia Abstract Recurrence of mental disorders, including hallucinations, is mostly caused by a lack of attention from the environment and even the family itself, resulting in a slow healing process. Recurrence of schizophrenic clients has a negative impact on families, clients and hospitals. Effective treatment in schizophrenia patients takes a long time. Therefore, the role of supervisors to take medication is very important. Drug-taking supervisor is a person who directly supervises schizophrenics when taking medication every day using a short-term medication guide. This study is to determine the relationship between supervisors taking medication with recurrence in schizophrenia patients in Cempaka 1 Room at Dr. Loekmonohadi Kudus Hospital in 2020.This study used in this research is the type of this research is correlational analytic. With the number of respondents 28 respondents. The results of the chi square statistical analysis showed that p value = 0.001 was greater than the significance level value nilai> 0.05. then Ho failed to be rejected. It can be concluded that there is a correlation between the implementation of supervisors taking medication with recurrence in schizophrenic patients in Cempaka 1 Room RSUD Dr. Loekmonohadi Kudus.Keywords: implementation of medication taking control, recurrence in schizophrenic patient
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD
Kemampuan berpikir kritis dianggap sebagai kemampuan yang memerlukan suatu tingkat kecerdasan yang tinggi. Padahal berpikir kritis itu dapat dilatih untuk dipelajari. Salah satu alternatif dalam pembelajaran untuk mengatasi tingkat berpikir kritis yang rendah adalah dengan menggunakan inovasi dalam pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalaah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media interaktif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD N Karangsumber 1 Kecamatan Winong Kabupaten Pati tahun pelajaran 2018/2019. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh dengan metode tes kemudian dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 18,025 dan ttabel = 2.015 sehingga thitung > ttabel dengan nilai signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif jigsaw berbantuan media interaktif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV di sekolah dasar
KEEFEKTIFAN MODEL RME BERBASIS LITERASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui keefektifan model RME berbasis literasi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV sekolah dasar. Popuulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Kabupaten Pati. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling sehingga diperoleh satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan bentuk true experimental designs berupa pretest-posttest control grup design, yaitu membandingkan kelompok eksperimen dan kelompok control. Variabel dalam pengujian ini meliputi dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu model pembelajaran RME berbasis literasi sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa thitung = 14,43 sedangkan ttabel = 1,67. Karena thitung > ttabel maka ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jadi pembelajaran pada kelas eksperimen lebih efektif dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian model RME berbasis literasi efektif diterapkan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di sekolah dasar
ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI APLIKASI EDMODO PADA MAHASISWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaaran Problem Based Learning yang dibantu dengan aplikasi Edmodo. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain penelitian one grup pretest posttest. Subyek penelitian adalah mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kudus.Aspek kemandirian yang diteliti meliputi aspek persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar, terhadap siswa dengan kemandirian rendah, sedang, dan tinggi, angket respon mahasiswa dan lembar keterlaksanaan pembelajaran untuk mengetahui tingkat keefektifan penerapan model problem - based learning berbantuan Edmodo. Berdasarkan analisis hasil penelitian tingkat keefektifan pelaksanaan pembelajaran dengan model problem - based learning berbantuan Edmodo adalah 93,11%. Peningkatan kemandirian belajar diketahui dengan menggunakan uji n - gain didapatkan hasil sebesar 0,32 dengan kriteria sedang. Peningkatan kemandirian yang paling optimal terjadi pada indicator evaluasi kegiatan belajar dan penarikan kesimpulan pengalaman belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Edmodo dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa
KORELASI PENGETAHUAN DAN SIKAP YANG MEMPENGARUHI WANITA DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI IVA
Di Kabupaten Kudus angka cakupan IVA masih rendah yaitu 2,2%. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perilaku wanita yang enggan untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan primer. Banyak wanita yang datang ke pelayanan kesehatan dalam kondisi stadium lanjut, dikarenakan kesadaran untuk skrining masih rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap yang mempengaruhi pengambilan keputusan wanita dalam melakukan pemeriksaan IVA. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain case control, sampel terdiri dari 47 responden pada kelompok kasus dan 47 responden pada kelompok kontrol, yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada semua wanita di wilayah Kabupaten Kudus. Tehnik analisa data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam pengambilan keputusan melakukan pemeriksaan IVA. Manfaat penelitian untuk mengetahui bahwa faktor pengetahuan dan sikap dapat mempengaruhi wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks, kemudian mendekatkan pelayanan IVA di Posyandu dan memberikan informasi tentang IVA secara menyeluruh sehingga kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin Kata Kunci : pengetahuan, sikap, pengambilan keputusa
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI UNIT RAWAT JALAN DI RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS
Latar Belakang : Survei awal di Unit Rawat Jalan RSU dr. Loekmono Hadi Kudus, Diabetes Melitus bulan Januari –Maret 2019 berjumlah 1104 kasus, pada bulan April–Juni 2019 didapatkan 1119 kasus, dan pada bulan Juli–September 2019 sejumlah 1034 kasus.Tujuan : Untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan gula darah pada pasien Diabetes Melitus di Unit Rawat jalan RSUD Kudus.Metode : Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan metode korelasi menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 377 orang dengan sampel sebanyak 79 orang. Variabel independent dalam penelitian ini adalah berat badan, kepatuhan diit, perilaku minum obat dan variabel dependent dalam penelitian ini adalah peningkatan gula darah. Analisa dalam penelitian ini menggunakan menggunakan Rank Spearman.Hasil : Ada hubungan berat badan dengan peningkatan gula darah pada pasien diabetes mellitus dengan nilai p value sebesar 0.000, ada hubungan kepatuhan diit dengan peningkatan gula darah pada pasien diabetes mellitus dengan nilai p value sebesar 0.005, ada hubungan perilaku minum obatdengan peningkatan gula darah pasien Diabetes Mellitus dengan nilai p value sebesar 0.009.Kesimpulan : Ada hubungan obesitas, kepatuhan diit dan kebiasaan minum dengan peningkatan gula darah pasien Diabetes Mellitus di Unit Rawat RSU dr. Loekmono Hadi Kudu
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG BAHAYA PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI DESA KALISARI DAN DESA KALIJAYA KABUPATEN KARAWANG
ABSTRAKPengetahuan remaja tentang seks pranikah masih kurang karena sumber informasi yang didapatkan tidak benar, tepat, dan terpercaya sehingga akan mempengaruhi pemahaman menjadi menyimpang. Pengetahuan remaja yang minim akan berpegaruh terhadap perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual pranikah berisiko terjadi kehamilan di luar nikah, aborsi, dan dapat meningkatkan kasus kekerasan dan perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang bahaya perilaku seksual pranikah di Desa Kalisari dan Desa Kalijaya Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli 2018 dengan populasi dua desa sebayak 403 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 remaja putri di Desa Kalisari dan Desa Kalijaya. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Cara pengolahan dan analisis data menggunakan spss versi 15. Hasil penelitian pada kuesioner pengetahuan menunjukkan 47,8% berpengetahuan cukup. Simpulan penelitian ini adalah masih terdapat remaja yang berpengetahuan cukup tentang bahaya perilaku seksual pranikah.Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Seksual Pranikah, Remaja PutriABSTRACTAdolescent girls' knowledge about premarital sex is still lacking due to the incorrect, inaccurate, and untrustworthy source of information obtained, which affects their understanding to be distorted. Lack of adolescent girls' knowledge will affect the premarital sexual behavior. Premarital sexual behavior presents risks of an extramarital pregnancy, abortion, and can increase cases of violence and divorce. This study aimed to determine the adolescent girls' knowledge about the dangers of premarital sexual behavior in Kalisari and Kalijaya Villages, Karawang District. The research method used was descriptive research with cross-sectional approach and the sampling used purposive sampling technique. This study was conducted in July 2018 with a population of two villages consisting of 403 people. The sample size in this study was 80 adolescent girls in Kalisari and Kalijaya Villages. Instrument of this study used a questionnaire. Furthermore, data processing and analyzing used SPSS version 15. The results of the study from questionnaire on knowledge showed that 47.8% were knowledgeable enough. The conclusion of this study is that there are still adolescent girls who have sufficient knowledge about the dangers of premarital sexual behavior.Keywords: knowledge, premarital sexual behavior, adolescent girl
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN PERILAKU KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU
Target cakupan penimbangan balita ke posyandu di Indonesia sebesar 85%, sementara cakupan penimbangan balita di posyandu Kabupaten Kudus masih dibawah target pemerintah yaitu sebesar 81,93%. Cakupan kunjungan ke posyandu rendah terjadi karena beberapa faktor salah satunya yaitu pengetahuan ibu. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap seseorang. Pengetahuan ibu sangat berpengaruh terhadap perilaku ibu untuk mengikuti kunjungan ke posyandu bersama anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu balita dengan perilaku kunjungan balita ke posyandu. Metode penelitiannya adalah kuantitatif dengan desain analitik, dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dengan Cluster Sampling di 5 posyandu dari 8 posyandu dengan jumlah responden 99 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini pengetahuan ibu baik (74,7%) dan berperilaku baik (89,9 %). Berdasarkan uji non parametik korelasi spearman rank di dapatkan ada hubungan yang significant antara tingkat pengetahuan ibu balita dengan perilaku kunjungan balita ke posyandu dengan ƿ value 0,000 (< 0,05). Manfaat penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan ibu dalam membawa anaknya ke posyandu sehingga meningkatkan deteksi dini tumbuh kembang balita. Saran bagi ibu yang mempunyai anak balita dapat menambah informasi mengenai pentingnya posyandu, sehingga dapat memenuhi cakupan kunjungan posyandu.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Kunjungan Posyand
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, SUSU FORMULA DAN KOMBINASI KEDUANYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-11 BULAN DI PUSKESMAS CEBONGAN SALATIGA
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang wajib diberikan kepada bayi. Pengganti ASI atau susu formula hanya diberikan kepada bayi apabila ibu mengalami penyakit infeksi seperti HIV. Pemberian susu formula harus dengan anjuran tenaga kesehatan karena penyajian susu formula yang salah akan menyebabkan anak kurang gizi atau obesitas. Dari studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cebongan, masih ditemukan anak yang mengalami kurang gizi yaitu sebanyak 53 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberian ASI, susu formula atau kombinasi keduanya terhadap tumbuh kembang anak usia 6-11 bulan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 118 responden usia 6-11 bulan. Instrumen penelitian menggunakan Denver Development Screening Test (DDST), timbangan, dan meteran. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas anak usia 6-11 bulan yang mengonsumsi ASI eksklusif memiliki pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal, hanya ada 1 anak yang mengonsumsi ASI memiliki pertumbuhan obesitas. Hasil penelitian anak yang diberi susu formula dan kombinasi keduanya menunjukkan bahwa semua anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Kesimpulan, tidak terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diberikan asi eksklusif, susu formula dan kombinasi keduanya