E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PADA MATERI PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COURSE REVIEW HORAY (CRH)
Pemahaman konsep siswa SD N 1 Ternadi masih kurang karena kegiatan pembelajaran matematika masih terpusat pada guru yakni masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, guru tidak menggunakan media, dan siswa cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis dengan menggunakan model pembelajaran Course Review Horay pada materi pecahan pada peserta didik kelas IV SD 1 Ternadi Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini berlangsung selama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan dua teknik yaitu teknik tes menggunakan instrumen tes pemahaman konsep dan nontes dengan menggunakan instrumen observasi, instrumen wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merupakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas IV SD 1 Ternadi Kudus mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran Course Review Horay pada materi pecahan. Pada siklus I memperoleh rata-rata kelas sebesar 73,07 dengan persentase ketuntasan klasikal 66,7% dengan kriteria cukup. Sedangkan pada siklus II memperoleh skor rata-rata kelas sebesar 78,29 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 88,9% dengan kriteria baik dan telah mencapai nilai KK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RUANG PONEK RSU KUMALA SIWI KUDUS
Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan dan setelah satu jam tidak diikuti proses inpartu. Di Indonesia, kejadian ketuban pecah dini berkisar antara 8-10% dari seluruh kehamilan. Angka kejadian ketuban pecah dini diperkirakan mencapai 3-10% dari total persalinan. RSU Kumala Siwi Kudus jumlah kasus KPD pada tahun 2020 sebanyak 492,pada tahun 2021 sebanyak 734. Jumlah kasus KPD di Ruang PONEK RSU Kumala Siwi Kudus pada tahun 2020 sebanyak 200 kasus. Pada tahun 2021 jumlah kasus KPD semakin meningkat 2 kali lipatnya yaitu 423 kasus. Tujuan: mengetahui pengaruh usia,paritas dan status pekerjaan terhadap kejadian ketuban pecah dini pada Ibu Bersalin di Ruang PONEK RSU Kumala Siwi Kudus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik ,pengambilan sampel menggunakan data sekunder dengan purposive sampling sebanyak 113 responden. Hasil dari penelitian ini berdasarkan analisis univariat didapatkan mayoritas usia 20-35 tahun 77%,paritas multipara 48.7% dan status pekerjaan bekerja 60.2%. Hasil analisis bivariat diperoleh hasil bahwa Ada pengaruh hubungan antara usia dengan KPD (p value = 0.012),ada pengaruh hubungan antara paritas dengan KPD (p value = 0.036),Ada pengaruh hubungan antara status pekerjaan dengan KPD (p value = 0.014). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu responden paling banyak usia 20-35 tahun,paritas multipara dan status pekerjaan bekerja;ada pengaruh hubungan usia,paritas dan status pekerjaan pada Ibu Bersalin di ruang PONEK RSU Kumala Siwi Kudus
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INVESTOR AKIBAT AKTIVITAS FINANCIAL BETTING DAN TURUNANYA MELALUI APLIKASI ONLINE DI INDONESIA
In the era of digital technology disruption 4.0, forcing people in the world, especially in Indonesia to use digital technology in almost all daily activities, especially the arrival of the Covid 19 pandemic accelerated the development of digital technology and forced almost all people to use it. This includes the revolutionary financial sector using digital technology as a means for interaction between debtors and creditors as well as investors in carrying out financial activities. The rapid pace of technological development, especially in the financial sector, should be balanced with the development of laws and regulations governing digital economic activities so that in the implementation of digital economic activities, especially in the financial sector, the Indonesian people are protected by legal rules to ensure the implementation of digital technology activities in accordance with the principle of justice
SIMULASI PENENTUAN LOKASI CABANG DAN PENJUALAN PRODUK MOBIL PT XYZ DENGAN METODE MONTE CARLO
AbstrakSelama ini pemiliki perusahaan dalam mengambil keputusan untuk penentuan kelayakan lokasi baru usaha, seperti pabrik mobil, masih mengalami kesulitan karena masih menggunakan sistem manual. Dan juga tanpa adanya faktor-faktor apa saja yang dijadikan landasan untuk pembukaan lokasi usaha baru sehingga nantinya permasalahan tersebut akan menyebabkan penilaian. Pemodelan dan simulasi adalah sebuah perangkat untuk melakukan uji coba dengan tujuan mendapatkan alternatif terbaik untuuk mendukung pengambilan keputusan dalam menyelesaikan suatu permasalahan tertentu, data yang digunakan adalah data masa lalu. Hasil perhitungan data pada kedua kota yaitu Bantul dan Surabaya akan digunakan bahan pertimbangan dalam menentukan kota yang akan dipilih sebagai cabang perusahaan dan kota yang dipilih sebagai lokasi penjualan produk, setelah melakukan perhitungan panjang disimpulkan bahwa kota Bantul yang memiliki potensi lebih besar untuk dipilih sebagai cabang baru perusahaan karena perhitungan job cost sheet yang rendah.Kata Kunci: pemodelan, simulasi, monte carl
PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA
Abstract
Stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world. More than half of the world's stunting toddlers were in Asia (55%) and another third (39%) were in Africa in 2017. The highest number of stunting cases in South Asia is 58.7% and the lowest in Central Asia is 0.9%. Based on the World Health Organization (WHO), Indonesia is the country with the third highest number of stunting cases in Southeast Asia, with an average of 36.4%. This service activity was carried out in Papringan Village for Cadre mothers by providing briefings on the meaning of stunting, the causes of stunting, stunting prevention, early detection of stunting toddlers and the impact of stunting on toddlers. The expected results in this devotion are modules on free sex behavior for adolescents, stker on the red flags of free skes behavior
PERAN KADER KESEHATAN DALAM PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI POSYANDU
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan. Kerjasama bidan dengan pihak-pihak terkait pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pihak-pihak yang dimaksud disini antara lain seperti bidan di puskesmas, petugas gizi, bidan di BPM, kader, ibu hamil, keluarga ibu hamil, petugas binaan desa (Gasbindes), masyarakat dan penanggung jawab program P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi). Bidan dalam bekerjasama tidak lepas dari hambatan dalam pelaksanaan program, karena walaupun sudah bekerjasama baik dengan beberapa pihak, namun masih menemukan kesulitan dalam menjalin kerjasama denga pihak bidan di BPM (Bidan Praktik Mandiri), Kerjasama dengan pihak BPM (Bidan Praktik Mandiri) sangat penting karena ibu hamil tidak hanya memeriksakan kehamilan dan bersalin dipuskesmas saja tapi juga di BPM (Bidan Praktik Mandiri), dengan kerjasama yang baik dan berkelanjutan. Harapannya bidan desa yang bertanggung jawab terhadap ibu hamil diwilayahnya bisa terpapar dan mendapatkan pelayanan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi).Dalam hal ini dengan pelayanan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dilakukan oleh bidan kepada ibu hamil, dapat meminimalkan resiko komplikasi dan kematian ibu maupun bayi.
Kata kunci =Peran, Kader Kesehatan, P4K, Posyandu
Abstra
PENDIDIKAN SEKS USIA DINI DI MI MUHAMMADIYAH UNDAAN
Identifikasi anggota tubuh penting bagi anak untuk mengetahui nama serta fungsi dari masing-masing anggota tubuh nya. Menutup aurat anak berfungsi untuk mengetahui batasan aurat laki – laki dan perempuan, sehingga nantinya anak terbiasa untuk menurtup auratnya ketika berada di rumah maupun disekolah. Menutup aurat merupakan salah satu langkah agar anak terhindar dari tindakan pelecehan seksual yang mungkin mengintainya. Pengenalan identitas gender agar mampu menjelaskan kepada anak bahwa manusia ada dua identitas yaitu laki - laki dan perempuan sehingga anak mengetahui bagaimana batasan antara laki - laki dan perempuan. Keterampilan melindungi diri dari kejahatan seksual membantu anak dalam mengantisipasi kejahatan seksual yang mungkin terjadi pada anak. Identifikasi situasi - situasi yang mengarah pada tendensi eksploitasi seksual, agar anak dapat mengetahui dan memahami contoh dari tindak kejahatan seksual. Toilet training dapat meningkatkan kemampuan pengenalan pendidikan seks pada anak yang memiliki tujuan agar anak bisa buang air besar dan buang air kecil tanpa bantuan dari orang lai
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS
Heny Siswantia,*, Ana Zumrotun Na, b ,Shinta Dwi Kurniab
[email protected] , [email protected] [email protected]
aUniversitas Muhammadiyah Kudus
Desa Pelang Mayong, Jepara, Indonesia
bUniversitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia
Abstrak
Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.. Pevalensi stunting di Indonesia mencapai angka 37,2%, dengan kata lain terdapat 93 juta kasus stunting terjadi di Indonesia. Dari anak dibawah 3 tahun di desa Puskesmas Bae terdapat 23% anak mengalami stunting slah satunya Desa Bae. Dari permasalahan tersebut perlu adanya keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sehingga program dapat berjalan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada Kader Gizi Anak, Pengetahuan tentang gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, cara menyajikan makanan batita yang baik, pembuatan media promosi yang menarik tentang gizi anak supaya lebih mudah dipahami serta pencegahan stunting. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan memberi pengetahuan para ibu untuk pemberian makanan yang tepat sesuai dengan usia anaknya dan mengetahui tahapan normal proses tumbuh kembang seorang anak. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan kegiatan ini terdapat 25 kader Gizi serta membuat menu sehat untuk batita,. Setelah dilakukan pendampingan duta gizi anak, dilakukan pula pendataan gizi anak, dimana didapatkan hasil angka stunting di Desa Bae mengalami penurunan. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan batita dan keluarga.
Kata Kunci: Kader, Gizi, Stunting
Abstract
Stunting is a nutritional problem caused by a long-term lack of nutritional intake during the first 1000 days of life (HPK) which is a critical period, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. stunting in Indonesia reached 37.2%, in other words there were 93 million cases of stunting occurring in Indonesia. Of the children under 3 years old in the Bae Health Center village, 23% of the children were stunted, one of them was in Bae Village. From these problems it is necessary to have family involvement and community participation so that the program can run. This community service activity aims to provide training for Child Nutrition Cadres, Knowledge of child nutrition, child growth and development, how to serve good toddler food, making attractive promotional media about child nutrition to make it easier to understand and stunting prevention. This activity is aimed at increasing the knowledge of posyandu cadres and giving mothers the knowledge to provide proper food according to their child's age and to know the normal stages of a child's growth and development process. The results obtained after this activity were 25 Nutrition cadres and made a healthy menu for toddlers. After assisting the child nutrition ambassador, a child nutrition data collection was also carried out, which resulted in a decrease in the stunting rate in Bae Village. And this community service activity is very useful for improving the health of toddlers and families.
Keywords: Health Cadres, Nutrition, Stunting
PENGARUH PEMBERIAN TABLET FE TERHADAP KADAR HB PADA REMAJA DENGAN ANEMIA
Masa remaja adalah masa perubahan atau peralihan dari masa kanak kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologik, perubahan psikologik, serta perubahan social. Pertumbuhan remaja yang cepat terkait dengan pemenuhan gizi atau konsumsi remaja dalam mengkonsumsi zat –zat makanan salah satuya adalah konsumsi zat besi. Konsumsi yang zat besi yang kurang akan menimbulkan anemia pada remaja. Strategi untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri adalah dengan memperbaiki asupan makanan dan pemberian suplementasi tablet Fe. Mengubah pola makan merupakan strategi jangka panjang yang penting namun tidak dapat diharapkan dapat berhasil dengan cepat. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengaruh pemberian tablet fe terhadap kadar hb pada remaja dengan anemia. Metode eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design) dengan jumlah responden sebanyak 32 responden. Hasil penelitian : Pada kelompok intervensi, sebelum diberikan tablet Fe responden yang anemia sedang sebanyak 14 responden (87.5%) dan anemia ringan sebanyak 2 responden (12.5%). Setelah diberikan tablet Fe yang anemia sedang 15 responden (93.8%) dan anemia ringan sebanyak 1 responden (6.3%). Pada kelompok control, sebelum perlakuan yang tidak anemia sebanyak 2 responden (12.5%) dan anemia ringan sebanyak 14 responden (87.5%). Setelah perlakuan yang tidak anemia 1 responden (6.3%) dan anemia ringan sebanyak 15 responden (93.8%). Kesimpulan : Ada pengaruh tablet Fe terhadap kadar Hb di Ponpes At Tanwir pada kelompok intervensi dengan nilai Asymp. Sig (signifikansi) sebesar 0.000. Tidak ada pengaruh perlakuan kelompok kontrol terhadap perubahan kadar Hb di Ponpes At Tanwir kelompok control dengan nilai Asymp. Sig (signifikansi) sebesar 0.23
COMPARATIVE ANALYSIS OF LABOR PAIN LEVELS BETWEEN PRIMARY AND MULTIPPARATE PAIN
Pain due to uterine contractions during labor is a normal thing, but pain can also cause anxiety and fatigue in the mother which will negatively affect the progress of labor and fetal well-being. The purpose of the study was to determine the relationship between age, education and parity on labor pain levels and to analyze the differences in pain levels between primiparas and multiparas. The research method uses a quantitative analytic approach with a cross sectional design. The number of samples as many as 65 mothers who gave birth during one year were taken using accidental sampling technique. Assessment of labor pain level using the Numerical Rating Scale (NRS). Data were analyzed using chi square and Mann-Whitney test. The results showed that there was no significant relationship between age and the level of labor pain (p = 0.126), there was no relationship between education and the level of labor pain (p = 0.334), and there was a difference in the level of labor pain in the first stage of the active phase between primiparous and primiparous mothers. multipara p value = 0.007 (<0.05). Providing complete information by health workers about pain management during pregnancy check-ups in order to increase the mother's confidence in facing the delivery process. Further research is needed in analyzing the factors that influence labor pain