E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
PENGETAHUAN IBU BERHUBUNGAN DENGAN STATUS MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI
Perkembangan pada anak usia dini salah satunya dapat dilihat dari status motorik halus. Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting yang dilalui anak pada masa pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi status motorik halus adalah pengetahuan ibu dan status gizi. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan status motorik halus pada anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan 84 sampel dengan Teknik simple random sampling dengan mengambil jumlah populasi di TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL sebanyak 105 Anak. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dan instrument yang digunakan adalah kuesioner dan formulir Denver II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus 2022 dengan P Value = 0,000 (<0.05), nilai OR sebesar 7,227. Pengetahuan ibu berhubungan dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun 2022
PENERAPAN INTERVENSI INFORMATION MOTIVATION BEHAVIORAL SKILLS PADA PENDERITA HIV UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN ARV : SCOPING REVIEW
Penderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh. Ketidak patuhan pengobatan dipengaruhi oleh jenuh, putus asa dan efek samping obat yang membuat tidak nyaman. Peningkatan kepatuhan ARV diperlukan melalui pemberian intervensi untuk meningkatkan kepatuhan yaitu melalui Motivational Behavioral Skills (IMB). Intervensi Information Motivational Behavioral Skills (IMB) bertujuan untuk mempengaruhi perilaku kepatuhan seseorang terhadap pengobatan dan perawatan. Melalui informasi, motivasi, dan keterampilan berperilaku untuk mengurangi risiko drop out pengobatan, perilaku pencegahan keparahan terhadap penyakit agar lebih mudah terwujud Tujuan: Tujuan dari review adalah mengidentifikasi penerapan intervensi information motivation behavioral (IMB) skills pada penderita HIV/AIDS untuk meningkatkan kepatuhan minum obat ARV. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis melalui kajian artikel tentang Information Motivational Behavioral Skills. Pencarian artikel dilakukan menggunakan data base dari CINAHL, MEDLINE, Academic search ultimate, science direct, dan google schoolar) dalam kurun waktu 2012-2022. Hasil: Hasil penelitian ditemukan 3 tema, yaitu 1) manfaat pengaplikasian intervensi information motivation behavioral skills, 2) teknik pemberian intervensi information motivation behavioral skills, dan 3) Instrument intervensi information motivation behavioral skills. Kesimpilan: Information motivation behavioral skills yang sangat efektif terhadap kepatuhan minum obat ARV pada penderita HI
PERBEDAAN METODE KONVENSIONAL DAN ERACS DENGAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CESAREA
Latar Belakang : Menurut WHO peningkatan persalinan dengan Sectio Caesarea diseluruh Negara selama tahun 2017-2018 yaitu 110.000 per kelahiran diseluruh asia (Kounteya, 2019). Berdasarkan data Riskesdas (2013) angka kejadian SC di Indonesia sebesar 9,8% dengan provinsi tertinggi di DKI Jakarta (19,9%) sedangkan Jawa Tengah sebesar (10%) yang menduduki peringkat ke-10. SC dapat dilakukan dengan metode eracs dan non eracs, metode eracs mempunyai keuntungan dengan rasa nyeri post operasi yang lebih minimal.Tujuan : Untuk mengetahui Perbandingan Metode Konvensional dan Eracs dengan Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Cesarea (SC) di RS Aisyiyah Kudus. Metode : penelitian ini berjenis Komparatif dengan metode Cross sectional,sampel yang digunakan sebanyak 60 responden dibagi menjadi kelompok Eracs dan kelompok konvensional dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Hasil Penelitian : Ada perbedaan metode konvensional dan Eracs dengan Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Cesarea (SC) di RS Aisyiyah Kudus dengan nilai p value 0.005. Kesimpulan : Ada perbedaan metode konvensional dan Eracs dengan Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Cesarea (SC) di RS Aisyiyah Kudus
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK HIS DENGAN LAMA PERSALINAN DI PMB NGUDI SARAS NGRINGO, JATEN, KARANGANYAR
Labor and birth are physiological things that will be experienced by almost all women. However, maternal mortality and morbidity is a major problem in developing countries. About 76% of maternal deaths occur in the labor phase. There are several factors that cause maternal death, one of which is prolonged labor, where on average prolonged labor causes maternal mortality by 8% in the world and in Indonesia by 9%. Prolonged labor can be bad for both the mother and the baby. The purpose of this study was to determine the relationship between His characteristics and length of delivery at PMB Ngudi Saras Ngringo, Jaten Karanganyar. The research method used in this research is analytic observational. The population of this study were all mothers who gave birth at PMB Ngudi Saras Ngringo, Jaten, Karanganyar from January to December 2021. With a total sample of 72 respondents. Data analysis using chi squared (X2). The results of the study obtained the value of chi squared count (61,411) > chi squared table (5,991) with a probability of 0.000 < 0.05, so it can be concluded that there is a relationship between his characteristics and the length of labor. The contingency coefficient obtained a value of 0.678 so that it can be concluded that the level of closeness of the relationship between his characteristics and the length of labor is included in the strong category
PENGARUH TERAPI FARMAKOLOGI DAN NON-FARMAKOLOGI TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI
Prevalensi terjadinya dismenore di indonesia yaitu 54,89%. Untuk mengatasi nyeri menstruasi dapat menggunakan terapi farmakologi dan terapi non-farmakologi. Dimana farmakologi dengan menggunakan obat analgesik golongan non steroid (NSAID) dan terapi non-farmakologi dapat menggunakan kompres hangat menstrual care patch. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan antara pengaruh terapi farmakologi dan terapi non- farmakologi terhadap penurunan nyeri menstruasi pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimental dengan bentuk rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan sampel berjumlah 50 responden yang mengalami nyeri menstruasi pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kudus yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing kelompok kemudian diukur nyeri men- struasi dengan skala NRS (Numeric Rating Scale), kemudian diberikan terapi berupa ter- api farmakolgi (asam mefenamat 500 mg) dan terapi non-farmakologi kompres hangat (menstrual care patch) setelah dilakukan terapi farmakologi selama 3 jam dan terapi non- farmakologi 1 jam sampel diukur lagi nyeri menstruasi dengan skala NRS (Numeric Rat- ing Scale). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji statistik dengan wilcoxon test didapatkan nilai 0,000 pada skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan pemberian terapi farmakologi. Hasil uji penelitian mendapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), maka Ha diterima Ho ditolak. Artinya ada perbedaan skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan pemberian terapi farmakologi terhadap. Kesimpulan ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengaruh terapi farmakologi (asam mefenamat 500 mg) dan terapi non-farmakologi kompres hangat (menstrual care patch) terhadap penurunan nyeri menstruasi
PENURUNAN NYERI KEPALA MELALUI TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIC PADA PENDERITA HIPERTENSI
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah didalam arteri. Prevalensi hipertensi secara global pada tahun 2019 sebesar 22% dari total penduduk dunia dan angka ini di perkirakan akan mengalami kenaikan pada tahun 2025, kenaikan prevalensinya menjadi 29,2% dari total penduduk dunia. Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan nyeri pada bagian kepala. Untuk mengatasi nyeri diperlukan terapi non farmakologi dalam mengatasinya berupa relaksasi autogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi autogenik terhadap penurunan nyeri kepala pada penderita hipertensi. Desain penelitian bersifat quasi eksperimental dengan one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti yang aktif dalam kegiatan Posbindu Seroja, Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling sehingga keseluruhan populasi diambil sebagai sampel penelitian yaitu 30 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata nyeri kepala responden sebelum dilakukan relaksasi autegenic berada pada skala 5 (rentang 0-10), dan rata-rata nyeri kepala responden setelah dilakukan relaksasi autegenic berada pada skala 3 (rentang 0-10)
UPSKILLING MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN MINUMAN HERBAL BINAHONG
Desa Dersalam terletak di kecamatan kota Bae Kabupaten Kudus yang berjarak 3 m dari kota Kudus. Secara topografi Desa Dersalam merupakan dataran rendah yang memiliki iklim tropis. Tata guna lahan 60% sebagai tempat tinggal, 7% kebon, 24% sawah, dan penggunaan lainnya seperti jalan, sungai dan tanah kosong. Dari data tersebut menunjukan masih ada sawah, kebon dan tanah kosong yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam salah satunya adalah tanaman binahong. Tanaman binahong mudah tumbuh baik dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain mudah dibudidayakan tanaman binahong ini juga bisa dimanfaatkan semua bagiannya baik akar, batang maupun daun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan tanaman binahong dan manfaatan daun binahong sebagai minuman herbal untuk obat maag. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui 3 tahapan yaitu tahap koordinasi dengan ibu PKK Desa Dersalam, tahap penyuluhan dengan memperkenalkan dan memberikan tanaman binahong kepada mitra, tahap pelatihan yaitu memberikan pelatihan kepada peserta cara pembuatan minuman herbal binahong untuk obat maag.
Kata Kunci: Desa Dersalam, tanaman binahong, minuman herba
MEMILIH, MENGGUNAKAN DAN MENGOLAH OBAT TRADISIONAL DIKELURAHAN WERGU WETAN
Selama ini perkembangan pelayanan kesehatan tradisional dan alternative tampak semakin pesat, sekitar 32 % masyarakat kita memakai pengobatan dan obat tradisional ketika sakit. Tak bisa dipungkiri bahwa minat masyarakat dalam menggunakan obat herbal dan pengobatan tradisional dalam mencari kesembuhan akan penyakit semakin tinggi. Anggapan masyarakat obat herbal dan pengobatan tradisional lebih aman dan tidak menggunakan bahan kimia yang membahayakan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara tatap muka atau luring di kelurahan wergu wetan untuk memberikan informasi tentang memilih, menggunakan serta mengolah obat tradisional. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kelurahan wergu wetan untuk melakukan pengobatan sendiri sebelum datang ke petugas kesehatan
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI PERTUMBUHAN BAYI
Kader posyandu berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berperan dalam mensosialisasikan sebagai bentuk sosialisasi tentang kegiatan posyandu kepada penduduk sekitar. Kader sebagai relawan dalam meningkatkan kesehatan bayi dan anak perlu pengetahuan dan ketrampilan dalam mendeteksi pertumbuhan bayi dan balita serta status gizi sehingga didapatkan pertumbuhan yang optimal. Pelatihan ini diberikan kepada kader untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mendeteksi pertumbuhan serta status gizi melalui cara mengukur, cara mengisi dancara membaca grafik pertumbuhan di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Dihadaprkan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi kader. Kesimpulan pelatihan ini adlaah terjadi peningkatan pengaetahuan dan letrampilan kader dalam mengukur berat badan, Panjang badan melalui demonstrasi langsung, menuliskan hasil ke grafik dan mampu membaca interpretasi dari grafik pertumbuhan sehingga dapat menentukan status gizi bayi/balita. Kemampuan dalam mendeteksi ini sehingga intervensi tepat sasaran pada bayi yang memang perlu treatment
PENGARUH UPRIGT POSITION TERHADAP LAMA KALA I FASE AKTIF PADA PRIMIGRAVIDA
AbstrakPersalinan lama merupakan penyumbang komplikasi persalinan terbesar di Indonesia (41%). Salah satu upaya pencegahan yang mudah melakukan mobilisasi pada persalinan dengan upright position. Upright position pada persalinan kala I fase aktif dapat memperpendek waktu persalinan lebih kurang 1 jam dan dapat memberikan relaksasi pada pembuluh darah dan juga dapat memberikan percepatan penurunan kepala karena adanya gaya gravitasi bumi sehingga dapat memperpendek kala I. Sebagian besar PMB di Muara Enim sudah mengajar posisi persalinan namun belum dilihat efektifitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama kala I fase aktif dengan upright position pada primigravida di PMB Wilayah Sekitar Muara Enim Tahun 2021.Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan pendekatan post test only with control group. Subjek penelitian ini adalah ibu bersalin kala I primigravida di PMB Wilayah Sekitar Muara Enim Tahun 2021. Jumlah sampel adalah 30 orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok control. Teknik sampling menggunakan quota sampling. Pengukuran lama kala I menggunakan durasi menit pada kedua kelompok sejak ibu berssalin di diagnosis persalinan kala I fase aktif. Analisis data menggunakan uji T Independent test.Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata lama kala I pada fase aktif pada kelompok kontrol adalah 317±64,0 menit, sedangkan pada kelompok intervensi adalah 212±53,5menit. Ada Pengaruh Upright position Terhadap Lama Kala I Fase Aktif Pada Primigravida Di PMB Wilayah Sekitar Muara Enim Tahun 2021 ( P value= 0,000). Disarankan agar bidan mempromosikan ibu bersalin menggunakan upright position untuk memperpendek waktu persalinan sehingga morbiditas ibu lebih berkurang Kata Kunci: Ibu bersalin, lama kala I, upright position AbstractProplonged labor is the largest contributor to childbirth complications in Indonesia (41%). One of the prevention efforts that is easy to mobilize in labor is the upright position. The upright position in the active phase of the first stage of labor can shorten the delivery time by approximately 1 hour and can provide relaxation to the blood vessels and can also accelerate the descent of the head due to the gravitational force of the earth so that it can shorten the first stage. Most of the PMB in Muara Enim have taught the position delivery but its effectiveness has not been seen. This study aims to determine the effect of the duration of the active phase I with the upright position on primigravida in PMB in the area around Muara Enim in 2021.This study uses a quasi-experimental design with a post-test only approach with a control group. The subjects of this study were mothers who gave birth in the first stage of primigravida in PMB in the area around Muara Enim in 2021. The number of samples was 30 people in the intervention group and 30 people in the control group. The sampling technique uses quota sampling. Measurement of the length of the first stage using the duration of minutes in both groups since the mother gave birth to the diagnosis of active phase I labor. Data analysis using T test Independent test.The results showed that the average length of the first stage in the active phase in the control group was 317±64.0 minutes, while in the intervention group it was 212±53.5 minutes. There is an Effect of Upright Position on the First Stage of Active Phase in Primigravida in PMB Areas Around Muara Enim in 2021 (P value = 0.000). It is recommended that midwives promote childbirth using an upright position to shorten delivery time so that maternal morbidity is reduced Keywords: Labor, Duration first stage, upright positio