E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI
Akibat pandemi yang terjadi pada awal tahun 2020 maka pelaksanaan proses pembelajaran di Indonesia dilaksanakan secara online atau disebut pembelajaran dalam jaringan (daring). Dalam proses pelaksanaannya masih terdapat banyak kekurangan sehingga perlu dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan (daring) selama masa pandemi. Penelitian ini dilaksanakan di SD N 1 Piji Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah mtode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru SD 1 Piji. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring mengalami beberapa kendala diantaranya 1) kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah dan siswa, 2) permasalahan jaringan, 3) pengelolaan proses pembelajaran, 4) proses penilaian dan 5) pengawasan
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN PENGETAHUAN TENTANG IMS, HIV DAN AIDS PADA SISWA SMA
HIV and Sexually Transmitted Infections (STIs) are still a major concern worldwide as the number of HIV and Sexually Transmitted Infections (STIs) in adolescent age groups continues to rise. The purpose of the study is to find out the effectiveness of health promotion in improving self efficacy and knowledge about STIs, HIV and AIDS of High School Plus students Hidayatut Thullab Semen Kediri Regency. The research method used is quasi-experimental. The sample in this study was the entire 2nd grade at SMA Plus Hidayatut Thullab Semen Kediri Regency totaling 74 students, divided into 2 groups, namely groups with leaflet methods (37 people) and groups with video methods (37 people). Variables in the study are independent variables (effectiveness of health promotion in the form of leaflet methods and video methods) and dependent variables (self efficacy and knowledge of STIs, HIV and AIDS). Research measuring instruments use checklists and are analyzed with independent sample t test tests. The results showed there were significant differences in self-efficacy and knowledge between the groups given the video compared to leaflets. In self efficacy about STIs get a p value of 0.017, self efficacy about HIV and AIDS gets a p value of 0.030, yearists about STIs get a p value of 0.010 and knowledge about HIV and AIDS get a p value of 0.001. The health promotion organizing team needs to implement effective methods and attract students' interest in following the materials provided
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PRILAKU SEKSUAL BEBAS PADA REMAJA
Latarbelakang: Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh laki-laki dan wanita tanpa adanya ikatan pernikahan. Menurut World Health Organization (WHO), remaja yang mengalami kehamilan setiap tahun berjumlah sekitar 21 juta, dan 49% di antaranya adalah kehamilan yang tidak diinginkan. Keterlibatan keluarga dalam perkembangan anak sangat penting khususnya orang tua. Komunikasi orangtua dapat mencegah perilaku seksual remaja yang beresiko tinggi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku seksual bebas pada remaja. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secitonal. Analisis data menggunakan uji chi square, instrumen menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden yang diambil dengan metode purposive sampling. Hasil: penelitian didapatkan ada hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku seksual bebas pada remaja dengan nilai p value = 0,007 < α (0,05) dan nilai OR = 4,840. Kesimpulan: ada hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku seksual bebas pada remaj
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT GENERASI MILENIAL UNTUK INVESTASI DI PASAR MODAL MELALUI TEKNOLOGI FINTECH
Minat generasi milenial dalam berinvestasi di pasar modal melalui teknologi Fintech menjadi hal yang banyak diperbincangkan. Melihat masih banyak generasi milenial yang tidak mengetahui bagaimana cara berinvestasi dan tidak memanfaatkan kemajuan teknologi dengan melakukan investasi di pasar modal melalui teknologi fintech. Pentingnya memberikan pengetahuan kepada generasi muda mengenai cara berinvestasi yang dapat memberikan manfaat kedepannya agar memiliki kemampuan financial yang sudah terencana dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel yang mempengaruhi minat generasi milenial untuk investasi di pasar modal. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 77.262 dengan kriteria generasi milenial yang ada di Kabupaten Pati dengan rentang usia kelahiran tahun 1983- 2003. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dengan goegle form yang disebar kepada 100 responden milenial di Kabupaten Pati melalui media sosial. Data responden di analisis melalui bantuan software Smartpls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel financial literacy tidak berpengaruh terhadap minat investasi. Sedangkan untuk variabel personal interest, risiko Investasi dan kemajuan teknologi berpengaruh signifikan terhadap minat generasi milenial untuk berinvestasi di pasar modal melalui teknologi fintech. Hal tersebut menunjukkan bahwa generasi milenial memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik untuk berinvestasi di pasar modal melalui teknologi fintech. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi pada peningkatan jumlah geneasi milenial untuk berinvestasi di pasar modal melalui teknologi fintech di kabupaten Pati
BAHAYA UTANG LUAR NEGERI DAN PERSPEKTIF UTANG LUAR NEGERI DALAM ISLAM
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hukum hutang luar Negeri di tinjau dalam segi ekonomi syariah. Hutang luar Negeri merupakan diantara sumber pendanaan untuk memenuhi anggaran pengeluaran Negara. Hutang luar Negeri ini merupakan hal yang sangat penting terutama Negara berkembang dalam meningkatkan perekonomian. Namun, Permasalahan hutang ini menjadi perdebatan panjang di kalangan masyarakat. Ada Masyarakat yang setuju apabila Negara menambah hutang, ada juga yang tidak sepakat tentang hal itu. Apalagi ditinjau dari aspek hukum ekonomi syariah yang berlaku, maka penelitian ini mengungkapkan berbagai teori dan hukum hutang luar negeri prespektif ekonomi syariah. Hasil dari penelitian ini berupa paparan hadist dan tingkat hutang yang di anggarkan oleh pemerintah
HUBUNGAN FREKUENSI HEMODIALISA DENGAN PERUBAHAN CITRA TUBUH PADA PASIEN HEMODIALISA DI RS ISLAM ARAFAH REMBANG
HUBUNGAN FREKUENSI HEMODIALISA DENGAN PERUBAHAN CITRA TUBUH PADA PASIEN HEMODIALISA DI RS ISLAM ARAFAH REMBANGAbstrakLatar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO,2008) melaporkan bahwa lebih dari 500 juta orang yang menderita gagal ginjal kronik dan yang bergantung pada hemodialisis sebanyak 1,5 juta orang. WHO memperkirakan di indonesia akan terjadi peningkatan penderita gagal ginjal pada tahun 1995 -2025 sebesar 41,4 %. Menurut data Dinas Kesehatan Jawa Tengah jumlah penderita CKD di jawa tengah tahun 2004 rata – rata 169,54 kasus. Berdasarkan profil kesehatan di kabupaten Rembang melalui data yang diperoleh dari RSI Arafah Rembang , pada arsip Rekam Medik bulan Januari 2016 – Desember 2016 sebanyak 1277 treatment hemodialisa . Januari 2017 - Desember 2017 sebanyak 2017 treatment hemodialisa kenaikan treatment dalam 1 tahun sebanyak 740 treatment. Metode penelitian : Jenis dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 36 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 orang dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat. Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar frekuensi hemodialisa pendek sebanyak 16 orang (48.5%), frekeunsi hemodialisa sedang sebanyak 7 orang (21.2%) dan frekuensi hemodialisa lama sebanyak 10 orang (30.3%), sebagian besar citra tubuh responden positif sebanyak 22 orang (66.7%) dan citra tubuh responden negatif sebanyak 11 orang (33.3%). Kesimpulan : Ada Hubungan antara frekuensi hemodialisa dengan perubahan citra tubuh pada pasien hemodialisa di Rumah Sakit Islam Arafah Rembang dengan nilai p value sebesar 0.009 < (0.05). Kata Kunci : Frekuensi Hemodialisa dan Perubahan citra tubu
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT KUSTA DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECACATAN PADA PENDERITA KUSTA DI KABUPATEN KUDUS
Abstrak Pengobatan penderita untuk memutuskan mata rantai penularan, menyembuhkan penyakit penderita dan mencegah terjadinya cacat atau mencegah bertambahnya cacat yang sudah ada sebelum pengobatan. Selain kepatuhan minum obat, faktor yang berpengaruh terhadap kecacatan pada penderita kusta adalah peran keluarga untuk melakukan upaya pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat kusta dan dukungan keluarga dengan kecacatan pada penderita kusta di Kabupaten Kudus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita kusta di Kabupaten Kudus sejumlah 77 orang. Tehnik sampling yang digunakan ini adalah tehnik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar penderita kusta tidak patuh dalam minum obat yaitu sebanyak 48 orang (62,3%), sebagian besar keluarga tidak mendukung penderita kusta yaitu sebanyak 47 orang (61%), sebagian besar penderita kusta mengalami kecacatan tingkat 1 yaitu sebanyak 43 orang (55,8%). Nilai p value adalah 0,003 da 0,004 (< 0,05). Dapat disimpulkan ada hubungan kepatuhan minum obat kusta dengan kecacatan pada penderita kusta di kabupaten Kudus, ada hubungan dukungan keluarga dengan kecacatan pada penderita kusta di kabupaten kudus tahun 2013 (p value 0,004 < 0,05). Diharapkan tenaga kesehatan memeprtimbangkan dalam pengambilan tindakan terhadap upaya peningkatan kepatuhan minum obat dan keefektifan pelatihan perawatan diri terhadap peningkatan dukungan anggota keluarga penderita kusta.
TAHAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA RISIKO BUNUH DIRI: SYSTEMATIC REVIEW
AbstrakRisiko bunuh diri merupakan kedaruratan psikiatri yang harus segera ditangani, hal ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya bunuh diri. Adapun cara terbaik untuk mengetahui apakah individu mempunyai ide untuk bunuh diri adalah dengan menanyakan langsung. Ide bunuh diri individu disebabkan karena stresor dengan beberapa perspektif diantaranya: kemampuan berfikir (kognitif), sikap dan nilai (afektif), fisiologis, perilaku dan sosial atau kemasyarakatan. Kepekaan terhadap kondisi yang dialami oleh individu yang memiliki risiko bunuh diri adalah dengan memberikan motivasi dan keyakinan yang berarti. Salah satu intervensi terapi non farmakologi yang dapat diberikan adalah Cognitive Behavior Therapy Suicide Prevention. Tujuan review untuk memberikan deskripsi tahapan CBT-SP dalam penelitian yang berfokus pada intervensi yang dilakukan untuk pencegahan bunuh diri. Metode pencarian artikel yang relevan bersumber dari Science Direct, Google Scholar, dan PubMed. Lima artikel yang dibahas masuk dalam tinjauan systematic review meliputi tahapan-tahapan CBT-SP. Kesimpulannya bahwa dengan tahapan-tahapan intervensi CBT-SP dapat menurunkan risiko bunuh diri. Kata Kunci: Terapi Perilaku Kognitif, terapi risiko bunuh diri, pencegahan bunuh diri AbstractThe risk of suicide is a psychiatric emergency that must be treated immediately, this is to prevent the possibility of suicide. The best way to find out if an individual has suicidal ideation is to ask directly. Individual suicidal ideation is caused by stressors with several perspectives including: thinking ability (cognitive), attitudes and values (affective), physiological, behavioral and social or social. Sensitivity to the conditions experienced by individuals who are at risk of suicide is to provide meaningful motivation and confidence. One of the non-pharmacological therapeutic interventions that can be given is Cognitive Behavior Therapy Suicide Prevention. The purpose of the review is to provide a description of the stages of CBT-SP in studies that focus on interventions for suicide prevention. Relevant article search methods are sourced from Science Direct, Google Scholar, and PubMed. The five articles discussed are included in the systematic review review covering the stages of CBT-SP. The conclusion is that the stages of CBT-SP intervention can reduce the risk of suicide.Keywords: Cognitive behavioral therapy, suicide risk therapy, suicide preventio
EVALUASI PELAYANAN PREVENTION OF MOTHER TO CHILD HIV TRANSMISSION PADA IBU HAMIL HIV SELAMA MASA PANDEMI COVID – 19 DI KABUPATEN DEMAK
AbstrakBerdasarkan data jumlah kasus HIV/ AIDS pada ibu hamil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak pada tahun 2020 yaitu dari 21.980 ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 17.045 (77%). Didapatkan hasil bahwa Jumlah kasus HIV/ AIDS pada ibu hamil di Kabupaten Demak tahun 2020 adalah sebanyak 13 orang (16,3%). Sejak masa pandemi COVID-19 tahun 2019 kasus HIVAIDS pada ibu hamil sebanyak 5 orang (9,8%) dan tahun 2020 lebih banyak menjadi 13 orang (16,3%) yang tersebar di 9 Puskesmas. Sedangkan pada tahun 2021 dalam kurun waktu 5 bulan pertama ditemukan kasus baru HIV pada ibu hamil sebanyak 5 orang yang tersebar di 4 puskesmas. Berdasarkan data penularan HIV pada ibu kepada bayi diperoleh bahwa terdapat penularan HIV pada ibu kepada bayi pada tahun 2020 terdapat 2 bayi. program PMTCT di Kabupaten Demak dilakukan melalui 4 prong. Selama masa pandemi Covid-19 ini, dalam kurun waktu tahun 2019 hingga 2021 kurang maksimal, sehingga diperlukan penguatan program baik dari segi health promotion, konteks, input, proses, dan output. Tujuan penelitian ini menjelaskan untuk mengevaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kegiatan PMTCT Pada Ibu Hamil dengan HIV di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Metode dalam penelitian ini adalah studi kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini merupakan petugas yang terlibat dalam pelayanan PMTCT pada ibu hamil dengan HIV dan sudah mendapatkan pelatihan PDP meliputi 6 Puskesmas yang terdapat kasus ibu hamil HIV positif dalam kurun waktu 2020 hingga 2021. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam pada informan utama pemegang program HIV dari 6 puskesmas, dan informan triangulasi Kepala puskesmas, Pemegang program HIV Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, pemegang program Kesehatan Ibu Dinas Kesehatan, Bidan Koordinator Rumah Sakit, dan ibu hamil HIV. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan sebagian besar pelayanan PMTCT masih berjalan meskipun ditemukan beberapa kendala, hal ini dapat dilihat berdasarkan variabel health promotion, media promosi yang kurang menarik dan belum maksimalnya kunjungan rumah oleh petugas di masa pandemi dalam melakukan promosi kesehatan sehingga ibu hamil kurang mengerti. Pada variabel konteks masih adanya stigma negative terhadap ibu hamil HIV. Pada variabel input yang terdiri dari sumber daya manusia masih ditemukannya petugas yang berpindah tempat kerja sehingga petugas yang baru belum mendapatkan pelatihan, pada aspek money berasal dari dana BOK yang penganggarannya tergabung dengan program TB dan penyerapannya belum maksimal, pada aspek sarana dan prasarana mengenai ketersediaan reagen mengalami keterlambatan dalam pendistribusiannya, pada aspek method masih ditemukan pada beberapa puskesmas yang belum memiliki SOP. Pada aspek pencatatan dan pelaporan sering terjadi keterlambatan dalam mengirimkan laporan selama masa pandemi Covid – 19. Pada variabel produk masih ditemukan adanya penularan HIV dari ibu ke anak sebanyak 1 orang. Dengan demikian, perlu adanya perencanaan pelayanan PMTCT baik dari tingkat puskesmas maupun Dinas Kesehatan kabupaten Demak sehingga tidak ditemukan adanya penularan HIV dari ibu ke anak.Kata Kunci: Evaluasi, PMTCT, ibu hamil, Pandemi COVID – 19 AbstractBased on data on the number of HIV/AIDS cases in pregnant women from the Demak District Health Office in 2020, from 21,980 pregnant women, 17,045 (77%). The results showed that the number of HIV/AIDS cases in pregnant women in Demak Regency in 2020 was 13 people (16.3%). Since the 2019 COVID-19 pandemic, there were 5 cases of HIV-AIDS in pregnant women (9.8%) and in 2020 there were 13 people (16.3%) spread over 9 public health centers. Meanwhile, in 2021, within the first 5 months, 5 new cases of HIV were found in pregnant women spread over 4 public health centers. Based on data on HIV transmission from mother to baby, it was found that there were 2 babies transmitting HIV from mother to baby in 2020. PMTCT program in Demak Regency is carried out through 4 prongs. During the Covid-19 pandemic, the period from 2019 to 2021 was not optimal, so program strengthening is needed both in terms of health promotion, context, input, process, and output. The purpose of this study is to evaluate the implementation of PMTCT activities for pregnant women with HIV in the working area of the Demak District Health Office. The method in this research is a qualitative study with a case study design. The subjects in this study were officers who were involved in PMTCT services for pregnant women with HIV and had received PDP training covering 6 public health centers with cases of HIV positive pregnant women from 2020 to 2021. Data collection used in-depth interviews with key informants holding HIV programs from 6 public health centers, and triangulation informants from the Head of public health centers, HIV program holders from the Demak District Health Office, holders of the Maternal Health program at the Health Office, Hospital Coordinator Midwives, and HIV pregnant women. The results of the research conducted showed that most of the PMTCT services were still running even though several obstacles were found, this could be seen based on the health promotion variable, promotional media that were less attractive and home visits by officers during the pandemic were not maximal in conducting health promotion so that pregnant women did not understand. In the context variable, there is still a negative stigma against HIV pregnant women. In the input variable consisting of human resources, there are still officers who change places of work so that new officers have not received training, in the money aspect it comes from BOK funds whose budgeting is combined with the TB program and the absorption has not been maximized, in the aspect of facilities and infrastructure regarding the availability of reagents experienced delays in its distribution, in the method aspect it was still found in several health centers that did not yet have SOPs. In the aspect of recording and reporting, there are often delays in submitting reports during the Covid-19 pandemic. In the product variable, it is still found that there is 1 person transmitting HIV from mother to child. Thus, there is a need for planning for PMTCT services from both the public health centers level and the Demak district health office so that there is no mother-to-child transmission of HIV. Keywords: Evaluation, PMTCT, pregnant women, Covid-19 pandemi
THE LEVEL OF DEPRESSION AMONG PARENTS OF AUTISM CHILDREN: A QUANTITATIVE STUDY
ABSTRACTBackground: Caring for a child with autism in the family is a long-term challenge for the parents that impact physical and psychological health. Negative psychological problems that occur continuously will result in depression to the parents.Objective: The purpose of this study is to determine the level of depression in parents who have children with autism at four schools of special needs children (SLB Risantya, SLB Autis Prananda, SLB Jatis Hurip, and SLB D YPAC at Great Bandung Region.Methods: This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The sampling method used was total sampling, and 39 respondents were obtained. The instrument used was Beck Depression Inventory-II (BDI-II) standard instrument in the Indonesian version.Result: This study showed that 76,9% of parents who have children with autism had minimal depression/normal, 12,8% of mild depression, 7,7% of moderate depression, and 2,6% of severe depression.Conclusion: The Conclusions of this study indicate that many parents who have children with autism were at minimal/normal depression. However, there were still 2.6% of respondents in severe depression. Nurses needed to provide nursing care that focuses on families, such as counselling and sustainably doing depression screening to parents who have children with autism