E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SAYUNG PERIODE TAHUN 2020

    Get PDF
    AbstrakLatar belakang: Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan salah satu bagian dari pelayanan kefarmasian. PIO memegang peranan penting dalam keberhasilan terapi, karena informasi yang tepat dan benar dalam penggunaan obat sangat penting dalam menunjang keberhasilan terapi pada pasien Tuberkulosis (TBC) dikarenakan terapi ini membutuhkan waktu yang lama. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Pelayanan Informasi Obat terhadap pasien TBC di Puskesmas Sayung I Demak. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan        cross sectional  dengan pengambilan sampel purpose sampling, analitis statistik dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelayanan PIO kepada pasien  Tuberkulosis, dilakukan dengan SPSS kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian; Berdasarkan hasil penelitian, responden mengatakan belum informasi tentang efek samping yang mungkin timbul setelah minum  obat TBC, dan sebanyak 9 pasien (52,9%) mengatakan  belum menerima informasi tentang interaksi obat TBC.         Faktor pertama adalah usia responden dimana terdapat usia > 50 tahun sebanyak 3 orang. Faktor yang kedua adalah rendahnya tingkat pendidikan dimana   didapatkan 1 orang (5,9%) tidak tamat SD/Sederajat dan 6 orang (35,3%). Faktor yang ketiga adalah pekerjaan, dimana didapatkan 2 orang lansia tidak bekerja. Kesimpulan: Evaluasi pelayanan informasi obat pada pasien tuberkulosis diberikan oleh petugas mencapai yang ditargetkan yakni 100%.        Namun ada kesenjangan di pelayanan PIO tentang efek samping obat, interaksi    obat dan masih terjadi kesenjangan negatif sebesar 9 pasien (52,9%)

    APAPUN MASALAH KESEHATAN ANDA, SOLUSI KB NYA ADA DISINI, PART 1.

    Get PDF
    Abstrak Indonesia menghadapi masalah yang besar yaitu pertumbuhan penduduk yang cepat. Sebagai upaya meningkatkan derajat kehidupan bangsa, maka Indonesia membangun ekonomi dan keluarga berencana secara bersamaan karena keduanya seperti dua sisi mata uang, hal itu dilakukan agar hasil pembangunan dapat bermakna. Menurut Malthus, pertumbuhan sumber daya alam seperti deret hitung, sedangkan pertumbuhan manusia mengikuti deret ukur, sehingga suatu saat sumber daya alam tidak akan mampu mencukupi kebutuhan manusia. Saat ini hal itu sudah mulai menjadi kenyataan, sehingga setiap keluarga harus memperhatikan dan merencanakan jumlah keluarga sesuai yang diinginkan. Indonesia berhasil menurunkan angka kelahirannya secara bermakna. Masyarakat dapat menerima hampir semua metode medis tehnik keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah. Metode keluarga berencana meliputi kontrasepsi pil kombinasi dan suntik 1 bulan, Mini pil progesterone, suntik 3 bulan DMPA dan suntik 2 bulan NET-EN, Implan, Alat kontrasepsi dalam Rahim (IUD), Kondom dan KB Permanen. Adapun masalah kesehatan yang dibahas di part 1 meliputi: Usia, Paritas, Nifas dan Menyusui. Sedangkan penyakit lain yang akan dibahas dipertemuan berikutnya ada Infeksi, kangker, Epitel serviks Neoplasma, Perdarahan Vagina, Penyakit radang panggul, Infeksi menular seksual, HIV/AIDS, Merokok, Hipertensi, Trombofeblitis Vena/Varises, Penyakit Jantung, Sakit Kepala, Diabetes Milletus (Kencing Manis) Penyakit Liver, Interaksi Obat dan Obesitas serta Fibroid Uteri. Kata Kunci : Masalah Kesehatan, Solusi KBnya. Abstrac Indonesia faces a big problem, namely rapid population growth. To improve the standard of living of the nation, Indonesia is building an economy and family planning simultaneously because they are like two sides of a coin so that the results of development can be meaningful. According to Malthus, the growth of natural resources is like an arithmetic progression, while human growth follows a geometric progression so that one-day natural resources will not be able to meet human needs. Now, this has started to become a reality, so every family must pay attention and plan the number of families as desired. Indonesia has succeeded in reducing its birth rate significantly. The public can accept almost all medical methods of family planning techniques announced by the government. Family planning methods include the combined pill and 1-month injection, Mini progesterone pill, DMPA 3-month injection and 2-month NET-EN injection, implants, intrauterine device (IUD), condoms, and permanent family planning. The health problems discussed in part 1 include Age, Parity, Postpartum, and Breastfeeding. While other diseases that will be discussed at the next meeting are infection, cancer, cervical epithelial neoplasm, vaginal bleeding, pelvic inflammatory disease, sexually transmitted infections, HIV/AIDS, smoking, hypertension, venous thrombophlebitis/varicose veins, heart disease, headaches, diabetes mellitus (Diabetes) Liver Disease, Drug Interactions and Obesity, and Uterine Fibroids. Keywords: Health Problem, Contraceptive Solution

    EDUKASI KONTRASEPSI YANG TEPAT UNTUK IBU MENYUSUI PADA MASA PANDEMI COVID 19

    Get PDF
    Salah satu faktor yang dapat menghambat produksi ASI adalah penggunaan alat kontrasepsi. Pada ibu menyusui perlu diperhatikan penggunaan alat kontrasepsi agar tidak mengurangi produksi ASI. Ibu yang menyusui tidak dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon ekstrogen, sebab hormon tersebut akan mengurangi jumlah produksi ASI bahkan bisa menghentikan produksi ASI. Di Desa Margorejo kecamatan Dawe Kabupaten Kudus terdapat 30% ibu yang tidak mau menyusui bayi dikarenakan pengaruh hormonal alat kontrasepsi, ASI tidak keluar dan ibu sudah mulai bekerja. Permasalahan di Desa Margorejo ini perlu adanya penyelesaian masalah, sehingga menurunkan angka kegagalan pemberian ASI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan kepada ibu-ibu PKK tentang tujuan menyusui dan kontrasepsi yang tepat untuk ibu menyusui. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini, terdapat 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang kontrasepsi yang tepat untuk ibu menyusui. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga

    NILAI-NILAI REVOLUSI MENTAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEPRIBADIAN SISWA SD

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah banyak terjadinya kenalakan pada siswa. Hal ini disebabkan karena adanya mental-mental negatif yang melekat pada cara berpikir dan bertindak di kalangan pelajar. Revolusi mental kearah mentalitas positif dan bertindak sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma kehidupan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan sumber data buku siswa kurikulum 2013. Adapun pengumpulan datanya menggunakan metode dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi pendidikan  karena  mengkaji  masalah  dengan  mempelajari  kondisi  kejiwaan  dan tingkah  laku  siswa  sebagai  individu,  anggota  kelompok  dan  lingkungan  sekitar (sekolah,  keluarga  dan  masyarakat)  dalam  proses  belajar  mengajar. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa:  (1)  Konsep  revolusi  mental    yaitu perombakan  kejiwaan  seorang  manusia  dari  yang  keras  kepala,  suka  berdusta, mencuri,  intoleran,  menyeleweng,  menyiksa  orang  lain  yang  lainnya  menjadi manusia yang  lebih  baik.  (2) Implikasinya terhadap pembentukan kepribadian Implikasinya terhadap pembentukan kepribadian siswa yaitu mengarahkan dan membimbing siswa menjadi taat beribadah, mengidentifikasi dan memahami tindakan-tindakan negatif di masyarakat, melakukan praktik-praktik kegiatan dan pengembangan diri, mengadakan kegiatan sosial masyarakat, membuat pengayaan dan refleksi  proses pembelajaran, dan menerapkan kejujuran dalam setiap latihan dan ujian

    PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERSEPSI VAKSINASI COVID-19 MELALUI MEDIA LEAFLET DI DESA SUMBEREJO KABUPATEN PATI

    Get PDF
    Latar Belakang : Pandemi virus corona menjadi masalah kesehatan masyarakat utama saat ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak pandemi Covid-19. Dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, vaksinasi Covid-19 ini bertujuan untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid19. Hambatan utama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 adalah keraguan masyarakat terhadap vaksin. Kurangnya informasi dan edukasi tentang vaksinasi menjadikan persepsi masyarakat terhadap vaksin menjadi negatif. Oleh karena itu, pemberian edukasi pada penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai vaksinasi Covid-19 sehingga persepsi terhadap vaksin Covid-19 tidak mengarah ke arah persepsi negatif.    Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh edukasi melalui leaflet terhadap persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19. Metode : Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra eksperimen one grup pretest postest dengan penedekatan studi cross sectional. Pengambilan sampel secara non probability sampling menggunakan pendekatan purposive sampling Hasil Penelitian : Hasil pretest dan postest menujukkan bahwa pada setiap kategori pertanyaan yang diberikan, hampir semua mengalami kenaikan nilia yang signifikan yaitu nilai postest lebih tinggi dari nilai pretest. Pada uji normalitas didapatkan hasil 0,017 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan data berdistribusi normal. Uji hipotesis t-test berpasangan didapatkan hasil 0,000 kurang dari 0,05 yang menunjukkan bahwa hipotesis (H1) diterima. Kesimpulan : Berdasarkan hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Desa Sumberejo terhadap vaksinasi Covid-19

    ANALISA FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN ZIDOVUDIN TERHADAP PENCEGAHAN VIRUS HIV PADA BAYI IBU HIV DI RSUD GENTENG

    Get PDF
    ABSTRAKPenularan HIV kepada anak yang secara teori di kontribusikan dari proses penularan dari ibu ke anak. Penggunaan zidovudin dalam terapi HIV/AIDS cukup banyak digunakan. Menurut WHO, lini pertama penatalaksanaan HIV/AIDS adalah kombinasi satu macam Non-nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) dan dua macam Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI), satu diantaranya haruslah zidovudin.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi, menggunakan pendekatan cross sectional, pada penelitian ini populasinya adalah bayi dengan ibu HIV pada tahun 2020 di Rumah Sakit Genteng sebanyak 28 pasien, dengan menggunakan teknik Accidental sampling, untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel dilakukan uji statistik Chi Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian yang diperoleh hasil hubungan antara umur lahir bayi mendapatkan hasil nilai Chi Square hitung 11.667 > 3.841 Chi Square tabel. berat badan lahir bayi mendapatkan hasil nilai Chi Square hitung 2.263 5.991 Chi Square tabel dengan keberhasilan terapi Zidovudine pada bayi ibu HIV di RSUD Genteng. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara umur bayi dan kepatuhan minum obat Zidovudine dengan keberhasilan terapi Zidovudine, dan tidak terdapat hubungan berat badan lahir bayi dengan keberhasilan terapi Zidovudine. Sedangkan faktor yang peling berpengaruh adalah faktor kepatuhan dalam minum obat Zidovudine dengan hasil Chi Square hitung paling besar.Pada dasarnya penularan HIV dari ibu dapat dicegah dengan obat Zidovudine. Namun keberhasilan juga dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya umur lahir bayi dengan kepatuhan minum obat Zidovudine

    PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI YANG DIBERI KMC DENGAN DURASI 1 JAM DAN DURASI KMC 2 JAM DI RUMAH SAKIT SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN KALIMANTAN TENGAH

    Get PDF
    Latar Belakang : Kelahiran BBLR merupakan penyebab kematian nomor dua pada bayi baru lahir usia 0-7 hari (Riset Kesehatan Dasar, 2013). Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi (AKB) salah satunya adalah Perawatan metode kanguru. Kanggoroo Mother Careterbukti menurunkan resiko yang sering dialami oleh BBLR seperti infeksi neonatal, hipotermi, hipoglikemi dan menurunkan angka kematian bayi. Tujuan : Untuk mengetahui Perbedaan peningkatan berat badan bayi yang diberi KMC dengan durasi 1 jam dengan durasi KMC 2 jam di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 30 ibu yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan KMC selama 1 jam dan kelompok intervensi yang diberikan KMC selama 2 jam. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil : rata-rata berat badan bayi sebelum diberikan intervensi KMC yaitu 1680 ± 1763, dan rata-rata berat badan bayi setelah diberikan intervensi yaitu 2320 ± 2551. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan berat badan yang diberikan KMC 1 jam dan 2 jam (p=0,00). Kesimpulan :  ada Perbedaan peningkatan berat badan bayi yang diberi KMC dengan durasi 1 jam dan durasi KMC 2 jam di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kalimantan Tenga

    ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL BERDASARKAN ASPEK PSIKOLOGIS DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN BEKASI

    Get PDF
    ABSTRAKLatar belakang - Pandemi COVID -19 membuat perubahan yang signifikan terhadap kondisi psikologi di masa kehamilan. Kasus Covid-19 diIndonesia pada bulan Januari bertambah 12.001 menjadi 1.078.314 kasus. Di Indonesia, terdapat 107.000 (28,7%) ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan. Kecemasan akan berdampak negatif pada ibu hamil sejak masa kehamilan hingga persalinan. Dampak tersebut dapat membahayakan ibu dan janin.Metode - Desain penelitian yang digunakan adalah Chi-Square dan regresi bergandaHasil - Hasil penelitian didapatkan bahwa ibu hamil yang mengalami cemas sebesar  (47,5%)  dari ibu hamil yang tidak mengalami kecemasan yaitu (52,5%). Tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara usia, latar belakang pendidikan, tingkat pendapatan, dan tingkat paritas, hal ini mengandung arti bahwa tingkat kecemasan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor terkait tersebut. Hasil multivariate hanya ada 1 variabel yang menjadi kandidatyaitu pendidikan sebagai proteksi.Simpulan -  Ibu hamil yang mengalami kecemasan selama pandemi COVID-19 masih cukup tinggi hanya berbeda lebih rendah 5 % dari ibu yang tidak mengalami kecemasan. Tidak ada variabel secara signifikan yang berhubungan dengan kecemasan pada ibu hamil. Kata kunci : kecemasan; wanita hamil; COVID-19  ABSTRACTBackground - .The COVID-19 pandemic has made significant changes to the psychological state during pregnancy. Covid-19 cases in Indonesia in January are increased by 12,001 to 1,078,314 cases. In Indonesia, there are 107,000 (28.7%) pregnant women who experience anxiety in facing childbirth. Anxiety will have a negative impact on pregnant women from pregnancy to delivery. These impacts can harm the mother and fetus.Methods - The designed study used is the Chi-Square and multiple regressionResults - .The results showed that pregnant women who experienced anxiety were (47.5%) from pregnant women who did not experience anxiety, namely (52.5%). There is no statistically significant correlation between age, educational background, income level, and parity level, this means that the level of anxiety is not influenced by these related factors. In multivariate results, there is only one candidate variable, namely education as protection.Conclusion - Pregnant women who experience anxiety during the COVID-19 pandemic are still quite high, only 5% lower than mothers who do not experience anxiety. There is no significant variable associated with anxiety in pregnant women. Keywords: anxiety and pregnant women, COVID-1

    KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU UPAYA PENCEGAHAN CORONAVIRUS DESEASE (COVID-19)

    Get PDF
    Latar belakang : Coronavirus 2 (SARS CoV-2) adalah penyakit menular yang pertama kali ditemukan di Wuhan Cina pada tanggal 31 Desember 2019 dan lebih dari 22 juta penduduk di dunia sudah terinfeksi Virus Corona (Covid-19) dan sudah hampir menyebar di semua Negara di dunia. Upaya penghentian laju penyebaran virus corona tidak akan maksimal tanpa perilaku pencegahan Covid-19 oleh masyarakat. Perilaku menurut Lawrence Green dalam Notoatmodjo (2011) dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Faktor predisposisi ditentukan oleh beberapa hal yaitu; pendidikan, media massa, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, dan usia.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik kepala keluarga dengan perilaku upaya pencegahan coronavirus desease (covid 19)Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu pengumpulan data baik data untuk variabel independen (variabel bebas) maupun variabel dependen (variabel terikat) dilakukan secara bersama-sama. Jumlah sampel sebanyak 72 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen penelitian ini adalah kusioner dan analisa data menggunakan uji statistik chi square.Hasil Penelitian : Hasil analisa menunjukkan, nilai signifikansi variabel usia sebesar 0,099 (>0,05) artinya hipotesis ditolak sedangkan nilai signifikansi variabel pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan sebesar (0.004, 0.017, dan 0.024) kurang dari (0,05) artinya hipotesis diterima.Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara usia dengan perilaku upaya pencegahan di desa Ploso namun terdapat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan dengan perilaku upaya pencegahan coronavirus desease (covid 19) pada masyarakat Desa Ploso Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Kata Kunci : Karakteristik Kepala Keluarga, Pencegahan, Covid-19

    MODEL PROBLEM BASED LEARNING KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA KEBIDANAN

    Get PDF
    One method that is widely used to increase student activity in the learning process is the problem based learning method. Problem based learning builds skills, teamwork and communication. PBL is easier to implement and requires less preparation time when compared to classical learning methodsObjective: to apply problem-based learning model to interpersonal communication competenceMethod: observational method with problem based learning. The sample in this study were 15 students of the third semester of midwifery study program. Stages of analyzing, solving problems of cases, planning information communication and education, planning the media used in IEC, simulation of interpersonal communication and evaluation. The measuring instrument used is the Interpersonal Communication Competence Scale (ICCS).Result: the use of problem based learning interpersonal communication model for midwifery students found that most of the communication skills were 86.67% in good category and 13.33% in sufficient category.Conclusion: the problem based learning method with interpersonal communication competence is very effective in improving student learning outcomes, namely being more confident in conveying the message given to the audience

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇