E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    PENGARUH VARIASI KONSENTRASI HPMC TERHADAP KUALITAS MUTU SEDIAAN FACIAL WASH GEL NANOPERAK HASIL BIOSINTESIS EKSTRAK BUAH PEPAYA (Carica papaya L.)

    Get PDF
    AbstrakBuah pepaya (Carica papaya L.) mengandung banyak senyawa flavonoid yang dapat mensintesis perak menjadi nanoperak. AgNP (nanoperak) diketahui memiliki aktivitas sebagai antibakteri pada jerawat. AgNP kemudian diformulasikan ke dalam sediaan Facial Wash gel dengan 3 variasi konsentrasi HPMC kemudian dilakukan uji mutu sediaan meliputi organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Sediaan disimpan selama 14 hari di suhu ruang untuk mengetahui pengaruh dari waktu penyimpanannya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi HPMC dan mengetahui kualitas mutu dari sediaan facial wash gel nanoperak.Jenis penelitian merupakan penelitian true experimental yang menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu yang termuat dalam pustaka dan analisis kuantitatif dilakukan dengan metode statistik Two Way Anova (α = 0.05) serta analisis Post-Hoc dengan uji Tukey. Terdapat pengaruh akibat perbedaan HPMC yang digunakan pada 3 formula yaitu Formula 1 (2% HPMC), Formula 2 (3% HPMC), dan Formula 3 (4% HPMC) terhadap kualitas mutu sediaan berdasarkan uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Pada Formula 1 tidak dapat memenuhi kriteria daya lekat yang baik, sedangkan pada Formula 2 dan 3 memenuhi kriteria syarat sediaan facial wash yang baik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengaruh dari variasi konsentrasi HPMC terhadap kualitas mutu sediaan facial wash gel tetapi pengaruh dari waktu penyimpanan selama 14 hari tidak mempengaruhi kualitas mutu sediaan. Kata Kunci : Carica papaya L., Nanoperak, Facial Wash

    FAKTOR RISIKO DAN DAMPAK TERJADINYA DEPRESI ANTENATAL

    Get PDF
    Kehamilan membawa perubahan yang signifikan pada tubuh perempuan, perubahan ini terjadi pada fisik dan psikis yang berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu kehamilan merupakan momen penting bagi perempuan yang menentukan kehidupan berikutnya. Perubahan yang dialami oleh perempuan hamil seringkali menyebabkan  ketidaknyamanan, meskipun pada umumnya mengarah pada hal fisiologis, namun demikian bila tidak teratasi dengan baik dapat menjadi masalah serius yang mengarah pada kondisi patologis. Perubahan fisik dan psikis pada ibu hamil tersebut menimbulkan ketidaknyamanan  ringan, sedang atau berat yang seringkali menyebabkan kecemasan bahkan stress selama hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan dampak dari depresi antenatal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi naratif review dari berbagai jurnal tentang depresi antenatal yang dipublikasi dalam 10 tahun terakhir. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa faktor risiko yang dapat menyebabkan depresi antenatal adalah dukungan sosial, perempuan dengan riwayat kekerasan seksual, penyalahgunaan zat / narkoba, gangguan mental sebelumnya, merokok, usia ibu yang terlalu muda, kehamilan yang tidak direncanakan dan status pendapatan. Depresi antenatal dilaporkan mempunyai dampak serius pada janin yaitu persalinan preterm, persalinan yang berlangsung lama serta gangguan perkembangan kognitif , perilaku dan emosional anak

    POLA PENDAMPINGAN BELAJAR DIRUMAH DENGAN HASIL BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Latar Belakang : Adanya corona virus Disease 2019 (COVID-19) yang menyebar di Indonesia mengakibatkan kementrian pendidikan dan kebudayaan Indonesia memberlakukan kebijakan belajar dirumah dengan sistem pembelajaran jarak jauh melalui metode sekolah online (Daring). Dimana pendampingan belajar dirumah sangat diperlukan seperti fasilitas belajar, pemahaman permasalahan, dan mengatur waktu belajar. Orang tua sangat berperan dan dibutuhkan dalam pola pendampingan proses belajar anak sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Tujuan : Mengetahui hubungan antara pola pendampingan belajar dirumah dengan hasil belajar pada siswa kelas I dan II di SD Negeri Ngemplak Kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Metode : Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan purposive sampling dengan mengambil sampel sebanyak 48 responden. Alat ukur kuesioner dengan menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil Penelitian : Ada hubungan pola pendampingan belajar dirumah dengan hasil belajar siswa kelas I dan II di SD Negeri Ngemplak Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dengan nilai p value 0,000 < 0,05

    PENGARUH PERAN ORANG TUA, TEMAN SEBAYA DAN KETAATAN BERAGAMA TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH

    No full text
    Remaja menuju dewasa merupakan tahap perkembangan, dimana terjadi masa perubahan atau peralihan dari masa remaja menuju batas kedewasaan yang meliputi perubahan biologik, psikologik, dan sosial. Perubahan tersebut menyebabkan perubahan perilaku menuju kedewasaan. Namun seringkali perubahan perilaku ini  tidak mencerminkan suatu kedewasaan. Salah satu penyimpangan yang dianggap menyimpang karena melanggar norma-norma masyarakat dan agama adalah perilaku seksual. Potensi terjadinya perilaku seksual di luar nikah dikalangan remaja dan mahasiswa lebih besar, karena belum tahu dampak perilaku seks di luar nikah dan seks tidak aman. Perilaku tersebut dapat berakibat fatal bagi remaja karena berisiko tinggi terhadap timbulnya kehamilan di luar nikah, tertular penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, aborsi yang tidak aman, hingga kematian.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran orangtua, teman sebaya, dan ketaatan beragama terhadap perilaku seks pranikah pada remaja di Desa Prambatan Lor Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah desain deksriptif korelatif, dengan metode pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan kuesioner. Tehnik analisa data dengan data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan peran orang tua dengan perilaku seks pranikah pada remaja (p value =  0,006), ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seks pranikah pada remaja (p value = 0,000), dan ada hubungan ketaatan beragama dengan perilaku seks pranikah pada remaja (p value =  0,001).  Perlu adanya perhatian lebih dari peran orangtua dalam mendampingi dan membimbing putra putrinya dalam menjalani tahapan perkembanganya. Lemahnya peran controlling oleh orang tua kepada anaknya mengakibatkan remaja bebas berperilaku yang bisa berdampak buruk pada kesehatan reproduksinya

    IMPLEMENTASI QR CODE UNTUK MONITORING PROSES PRODUKSI BAGI KONSUMEN PADA USAHA SABLON

    Get PDF
    ABSTRAKProses produksi seringkali menjadi pertanyaan bagi pelanggan pada usaha sablon. Pertanyaan terkait proses produksi banyak menyita waktu bagi pelaku usaha sablon karena harus melakukan pengecekan pemesanan pada proses produksi. Salah satu cara yang dapat dilakukan bagi pelaku usaha sablon adalah menyediakan wadah bagi pelanggan untuk dapat melakukan pengecekan mandiri proses produksi pada pemesanannya. QR Code digunakan untuk memudahkan pelanggan dalam proses pengecekan mandiri, pelanggan tidak perlu mengetik kode pemesanan yang panjang, pelanggan cukup memindai kode QR menggunakan smartphone pada bukti pemesanan. Implementasi kode QR untuk pelacakan pemesanan pelanggan dalam proses produksi diharapkan dapat memudahkan dan menghemat waktu operasional pelaku usaha sablon.Kata Kunci: Kode QR, Pelacakan Proses Produksi, Industri Sablon ABSTRACTThe production process is often a question for customers in the screen printing business. Questions related to the production process take a lot of time for screen printing business actors because they have to check orders in the production process. One way that can be done for screen printing business actors is to provide a container for customers to be able to self-check the production process on their orders. QR Code is used to make it easier for customers in the self-checking process, customers do not need to type a long order code, customers can simply scan the QR code using a smartphone on the proof of order. The implementation of QR codes for tracking customer orders in the production process is expected to facilitate and save the operational time of screen printing business actors. Keywords: QR Code, Production Process Tracking, Screen Printing Industr

    PENGARUH TERAPI BERPIKIR POSITIF TERHADAP KEPATUHAN CUCI TANGAN DALAM PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN COVID - 19 PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PURWOSARI KUDUS

    Get PDF
    AbstrakCovid-19 telah menginfeksi seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kota Kudus, menurut data website resmi satgas Covid-19 pada tanggal 24 September 2020 telah mencpai 1.469 kasus positif, dan pada wilayah Kelurahan Purwosari menurut data pada tanggal 2 Oktober 2020 telah terdapat kasus positif sebanyak 15 kasus, dalam upaya pencegahanya diperlukan ketaatan dalam pelaksanakan protokol kesehatan terutama dalam hal mencuci tangan. Teori konspirasi dalam kasus Covid-19 terus berkembang sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol kesehatan, untuk itulah diperlukan intervensi untuk mengurangi penyebaran Covid-19.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan menggunakan bentuk rancangan Control Group Pre Test Post Test. Peneliti menggunakan purposive sampling dengan mengambil jumlah populasi sebanyak 3143 ibu rumah tangga dan jumlah sampel sebanyak 66 orang. Analisa bivariat menggunakan uji wilcoxon dan instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan buku terapi berpikir positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus 2021 dengan P Value sebesar 0,027 dengan α 5%. Ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus 202

    EFEKTIFITAS DAUN KATUK, PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI IBU MENYUSUI DI WILAYAH PUSKESMAS DEMPET

    Get PDF
     Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Cakupan ASI eksklusif di seluruh dunia hanya sekitar 36% selama periode 2007-2014 menurut data WHO (2016). Keberhasilan ASI eksklusif dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal termasuk faktor kesiapan ibu dalam menyusui. Penurunan hormon Prolaktin dan Oksitosin sangat berpengaruh terhadap proses menyusui. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar proses menyusui adalah dengan melakukan pijat oksitosin dan mengkonsumsi daun katuk sebagai sumber makanan tambahan.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas Daun Katuk, Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Ibu Menyusui Di Wilayah Puskesmas Dempet Kabupaten Demak. Metode penelitian menggunakan quacy eksperimen dengan jumlah responden 15 dengan melakukan observasi. Analisis menggunakan uji wilcoxon diperoleh untuk pijat oksitosin p value = 0.046, untuk daun katuk p value = 0.038 dan untuk pendidikan kesehatan p value = 0.317. Kesimpulan pada penelitian adalah pijat oksitosin, dan konsumsi daun katuk pada ibu menyusui terbukti efektik dalam meningkatkan produksi ASI.

    PENGARUH PANDEMI COVID 19 PADA KEBIASAAN MAKAN REMAJA PUTRI

    Get PDF
    AbstrakTerjadinya Pandemi COVID 19 telah menyebabkan perubahan pada semua aspek kehidupan termasuk pola perilaku konsumen . Selama masa pandemi COVID 19 , remaja dan anak-anak lebih memilih mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan manis dengan tujuan untuk mengatasi atau mengembalikan kondisi suasana hati yang tidak baik. Mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Penelitian ini merupakan metode penelitian korelasional analitik. Metode penelitian ini akan mengevaluasi pengaruh Pandemi Covid 19 pada kebiasaan makan remaja putri. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa di Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Pencarian informasi untuk penelitian ini adalah survei pada tanggal 10-24 Januari 2022. Karena sedang berada dalam masa pandemi, kuesioner disampaikan melalui Google form terdiri dari 32 pertanyaan dengan total responden sebanyak 45  mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling. Uji analisis data :menggunakan uji Wilcoxon signed test karena data tidak normal. Hasil uji didapatkan  nilai Asymp sig 0.025, lebih kecil dari 0.05 sehingga  dinyatakan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan kebiasaan makan remaja putri sebelum dan selama pandemi COVID 19. Pandemi COVID 19 membuat remaja menjadi lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan . Hal ini disebabkan karena adanya perasaan khawatir jika salah makan atau memiliki kebiasaan yang buruk akan berakibat pada kekebalan tubuhnya sehingga berisiko terkena infeksi COVID 19

    TERAPI JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

    Get PDF
    Abstrak Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif umumnya tekanan darah bertambah secara perlahan dengan bertambahnya umur. Risiko untuk menderita hipertensi pada populasi yang berusia lebih dari 55 tahun dengan diagnosis hipertensi terjadi pada usia di antara dekade ketiga dan dekade kelima sampai dengan umur 55 tahun. laki-laki lebih banyak menderita hipertensi daripada perempuan dari usia 55 tahun sampai 74 tahun. Prevelensi hipertensi Pada populasi lansia usia lebih dari 60 tahun sebesar 65,4%. Penderita hipertensi dengan tekanan darah yang tinggi akan menjalani hidup dengan bergantung pada obat-obatan dan kunjungan teratur ke dokter untuk mendapatkan resep ulang dan check-up. Penggunaan obat-obatan hipertensi sering menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Penderita hipertensi sebaiknya menghindari ketergantungan terhadap obat-obatan yang merupakan hal yang harus dihindari oleh penderita hipertensi. Salah satu contoh efek samping penggunaan obat-obatan farmakologis yang umum terjadi adalah meningkatnya kadar gula darah, kolesterol, kelelahan serta kehilangan energi. Tidak sedikit penderita yang harus mengkonsumsi obat lain untuk menghilangkan efek samping dari pengobatan hipertensi. Cara yang dapat dilakukan untuk menghindari efek samping tersebut adalah dengan menggunakan terapi non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan pada penderita hipertensi adalah terapi jus mentimun.Tujuan: Mengetahui manfaat dan efektifitas terapi jus mentimun sebagai salah satu terapi non farmakologis dalam menurunkan tekanan darah.Metode: Laporan ini merupakan suatu literature review dari 5 jurnal yang membahas tentang terapi jus mentimun untuk mengatasi hipertensi, diawali dengan pemilihan topik kemudian ditentukan keyword untuk pencarian jurnal menggunakan Bahasa Indonesia melalui Google Scholar. Pencarian ini dibatasi untuk jurnal mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2020, keyword bahasa Indonesia menggunakan kata kunci “Hipertensi, Efektivitas, Terapi, Jus Mentimun”.Kesimpulan: Mengkonsumsi jus mentimun sangat bermanfaat dan efektif sebagai terapi non farmakologi untuk hipertensi. terapi jus mentimun pada kelompok perlakuan dari beberapa hasil penelitian yang penulis temukan,  bahwa jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah, hasil tersebut sebagai berikut ; hasil penelitian dari Rahma (2016) menyatakan bahwa pada penderita hipertensi yang sebelum diberikan jus mentimun (Cucumis sativus) di UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2015 mempunyai nilai rata-rata tekanan darah 163,33 mmHg, sedangkan sesudah diberikan jus mentimun (Cucumis sativus) turun menjadi 139,79 mmHg. Sedangkan menurut hasil penelitian Cerry (2015) menyatakan bahwa Mean tekanan darah sistolik sebelum diberikan jus mentimun pada kelompok intervensi 167,50 dan kelompok control 161,88 dan mean tekanan darah diastolic sebelum diberikan jus mentimun pada kelompok intervensi 103,75 dan kelompok kontrol 101,88. Mean tekanan darah sistolik sesudah diberikan jus mentimun pada kelompok intervensi 113,13 dan kelompok kontrol 123,75 dan mean tekanan darah diastolic sesudah diberikan jus mentimun pada kelompok intervensi 83,13 dan kelompok kontrol 84,38. Ada pengaruh pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai p Value adalah 0,000 dengan a < 0,05, yang berarti p Value < a (0,000 < 0,05). Abstract Background: Hypertension is a degenerative disease, generally blood pressure increases slowly with age. The risk for suffering from hypertension in the population aged over 55 years with a diagnosis of hypertension occurs between the third and fifth decades of life until the age of 55 years. Men suffer from hypertension more than women from the age of 55 to 74 years. The prevalence of hypertension in the elderly population aged more than 60 years is 65.4%. Hypertensive sufferers with high blood pressure will live a life dependent on drugs and regular visits to the doctor for repeat prescriptions and check-up. The use of hypertension drugs often causes unwanted side effects. Patients with hypertension should avoid dependence on drugs which are things that should be avoided by people with hypertension. One example of the common side effects of using pharmacological drugs is increased blood sugar, cholesterol, fatigue and loss of energy. Not a few patients who have to take other drugs to eliminate the side effects of hypertension treatment. The way that can be done to avoid these side effects is to use non-pharmacological therapy. One of the non-pharmacological therapies that can be given to patients with hypertension is cucumber juice therapy.Purpose: Knowing the benefits and effectiveness of cucumber juice therapy as a non-pharmacological therapy in lowering blood pressure.Methods: This report is a literature review of 5 journals that discuss cucumber juice therapy to treat hypertension, starting with topic selection and then determining keywords to search for journals using Indonesian through Google Scholar. This search is limited to journals from 2012 to 2020, the Indonesian keywords use the keywords "Hypertension, Effectiveness, Therapy, Cucumber Juice".Conclusion: Consuming cucumber juice is very useful and effective as a non-pharmacological therapy for hypertension. Cucumber juice therapy in the treatment group from several research results that the authors found, that cucumber juice can lower blood pressure, the results are as follows; The results of research from Rahma (2016) stated that hypertension patients who were given cucumber juice (Cucumis sativus) before UPTD Tresna Werdha Social Institution for the Elderly, Natar District, South Lampung Regency in 2015 had an average blood pressure of 163.33 mmHg, while after given cucumber juice (Cucumis sativus) it decreased to 139.79 mmHg. Meanwhile, according to the results of the study by Cerry (2015) which stated that the mean systolic blood pressure before being given cucumber juice in the intervention group was 167.50 and the control group was 161.88 and the mean diastolic blood pressure before being given cucumber juice in the intervention group was 103.75 and the control group was 101, 88. The mean systolic blood pressure after being given cucumber juice in the intervention group was 113.13 and the control group was 123.75 and the mean diastolic blood pressure after being given cucumber juice was 83.13 and the control group was 84.38. There is an effect of giving cucumber juice on blood pressure in patients with hypertension with a p value of 0.000 with a < 0.05, which means p value < a (0.000 < 0.05)

    PENGEMBANGAN MODEL EDUKASI PASIEN PASKA OPERASI ORTOPEDI

    Get PDF
    Abstrak Latar Belakang: Setiap pasien yang ada di Rumah Sakit berhak untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatannya. Edukasi harus diberikan pada awal diagnosis dan mengawal perjalanan penyakit. Masalah muskuloskeletal pasien paska operasi ortopedi dapat bersifat akut dan kronis dengan kemungkinan efek yang luas. Efek yang paling jelas adalah adanya nyeri dan dampak terhadap mobilitas. Peran perawat adalah membantu pasien melanjutkan hidup atau mencapai status kesehatan yang mereka inginkan dan mampu beradaptasi. Namun berdasarkan penelitian sebelumnya dan hasil survei langsung kepada pasien, kita mengetahui bahwa harapan pasien bedah ortopedi rawat jalan mengenai pengetahuan tidak selalu terpenuhi dan belum ditemukan model dan metode yang tepat berdasarkan kebutuhan pasien. Keperawatan sebagai pelayanan professional, dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh, dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. Salah satu diantaranya yang bisa diterapkan adalah teori model keperawatan Nola J Pender. Model promosi kesehatan ini konsisten dan berfokus pada pentingnya promosi dan pencegahan penyakit untuk dilakukan guna peningkatan kesehatan klien atau masyarakat yang lebih baik dan optimal.Tujuan: Untuk menjawab pertanyaan tentang pengembangan model edukasi pasien yang tepat dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan harapan pasien, edukasi yang bisa dipahami dan bisa dilaksanakan dengan mudah oleh pasien paska operasi ortopedi.Metode: Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 10 artikel yang diambil dari data base komputer melalui Research Gate, International Journal of Caring Sciences, PubMed, Elsevier, Semantic Scholar.Kesimpulan: Berbagai model edukasi terus dikembangkan untuk menunjang keefektifan dari alat edukasi kesehatan yang hemat waktu dan tenaga, buklet terbukti membantu pasien pasca operasi ortopedi yang tidak yakin tentang apa yang harus atau tidak boleh mereka lakukan setelah operasi ; sementara itu secara bersamaan dapat bertindak sebagai alat hemat waktu dan tenaga, dan edukasi berbasis internet dapat digunakan dalam edukasi pasien bedah ortopedi rawat jalan untuk meningkatkan pemberdayaan kognitif pasien. Abstract Background: Every patient in the hospital has the right to get information and education about his health. Education should be given early in the diagnosis and monitor the course of the disease. The musculoskeletal problems of post orthopedic surgery patients can be acute and chronic with a wide range of possible effects. The most obvious effect is the presence of pain and the impact on mobility. The nurse's role is to help patients continue to live or achieve the health status they want and are able to adapt. However, based on previous research and the results of direct patient surveys, we know that the expectations of outpatient orthopedic surgery patients regarding knowledge are not always met and the appropriate models and methods have not been found based on patient needs. Nursing as a professional service, in its application must be based on a solid scientific basis of nursing, thus nurses must be able to think logically and critically in studying and identifying the phenomenon of human response. One of them that can be applied is Nola J Pender's nursing model theory. This health promotion model is consistent and focuses on the importance of disease promotion and prevention to be carried out in order to improve the health of clients or the community for a better and optimal.Objective: To answer questions about developing appropriate and efficient patient education models according to patient needs and expectations, education that can be understood and can be easily implemented by post-orthopedic patients.Methods: This report is a literature review, in which there are 10 articles taken from a computer database through Research Gate, International Journal of Caring Sciences, PubMed, Elsevier, Semantic Scholar.Conclusion: Various educational models continue to be developed to support the effectiveness of health education tools that save time and effort, booklets have been proven to help post orthopedic surgery patients who are unsure about what they should or should not do after surgery ; while it can simultaneously act as a time and effort saving tool, and internet-based education can be used in outpatient orthopedic surgery patient education to increase patient cognitive empowerment.

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇