E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN KACANG KEDELAI (Glycine Max) TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DIKLINIK PRATAMA HANUM TANJUNG MULIA MEDAN

    Get PDF
    Pendahuluan: ASI memiliki banyak manfaat dan harus menjadi pilihan pertama bagi bayi di seluruh dunia. Di Klinik Pratama Hanum Tanjung Mulia Medan berdasarkan Wawancara kepada bidan mengatakan bahwa yang memberikan ASI Eksklusif kepada bayi itu sangat jarang dikarenakan ada yang ASI tidak keluar sama sekali presentasinya sebesar 15%, dan tidak mengetahui bahwa manfaat kacang kedelai bisa meningkatkan produksi ASI. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian kacang kedelai (Glycine Max) terhadap produksi ASI pada ibu postpartum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Eksperiment Design dengan menggunakan rancangan one Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisa data yaitu mengggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan bahwa dari 10 responden menunjukkan ada peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum setelah diberikan kacang kedelai (Glycine Max). dari hasil uji Wilcoxon  memperlihatkan nilai signifikansi diperoleh hasil  nilai  p adalah 0,003. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan hasil bahwa ada pengaruh kacang Kedelai  (Glycine max) terhadap produksi ASI pada ibu postpartum. Disarankan kepada tempat tenaga kesehatan di Klinik Pratama Hanum Tanjung Mulia Medan untuk memberikan edukasi atau KIE mengenai manfaat pemberian kacang kedelai terhadap peningkatan produksi ASI Eksklusif bagi ibu postpartum

    MOTIVASI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN COVID 19

    Get PDF
    ABSTRAKLatar Belakang : Corona Virus Disease adalah virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan Cina pada bulan Desember 2019. Virus ini merupakan penyakit jenis baru yang ada di Indonesia. Covid 19 dapat menyebar dan menginfeksi pada saluran pernafasan manusia.  Bulan Juni – Juli 2021, Kabupaten Kudus menjadi sorotan nasional karena angka kejadian COVID 19 melonjak sampai angka di atas 2000 dengan angka kematian mencapai 286 orang sehingga Kudus masuk di zona merah. Salah satu penyebabnya karena kurangnya kepatuhan protokol kesehatan terutama pasca lebaran. Peran masyarakat sangat penting dalam memutus rantai penyebaran covid 19 dengan cara meningkatkan motivasi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.Tujuan : Mengetahui motivasi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid 19.Metode : Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan purposive sampling dengan mengambil sampel sebanyak 40 responden. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho.Hasil Penelitian : Ada hubungan motivasi masyarakat dapat meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid 19 dengan nilai p value 0,000 < 0,05.Kata Kunci : Motivasi Masyarakat, Kepatuhan, Protokol Kesehatan. ABSTRACT Background: The Corona Virus Disease is a virus that was first discovered in Wuhan City, China in Desember 2019. This virus is a new type of disease that exists in Indonesia. The Covid 19 can spread an infect the human respiratory tract. In June-July 2021, Kudus Regency became the national spotlight because the number of cases of COVID 19 soared to a number above 2000 with the death toll reaching 286 people, so Kudus was included in the red zone. One of the reasons is the lack of compliance with health protocols, especially after Eid. The role of the community is very important in in breaking the chain of spread of covid 19 by increasing the motivation of community to comply with health protocols.Objective: To find out the motivation of the community to improve compliance with health protocols in preventing covid 19. Methods: This type of research is correlational analytic with a cross sectional approach. Researchers used purposive sampling by taking a sample of 40 respondents. Data analysis using Spearman Rho test. Research Results: There is a relationship between community motivation to increase compliance with health protocols in preventing Covid 19 with a p value of 0.000 <0.05.Keywords: Community Motivation, Health Protocol, Complianc

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMILIHAN KRIM PELEMBAB WAJAH TERHADAP KESEHATAN KULIT REMAJA PUTRI

    Get PDF
    Abstrak Banyaknya jenis krim pelembab dipasaran membutuhkan pengetahuan dan sikap dalam memilih karena keamanan dari krim pelembab wajah sangat penting terutama bagi remaja putri. Kelompok remaja putri adalah populasi yang paling rentan terhadap penggunaan kosmetik tanpa indikasi. Hal ini dikarenakan kebutuhan mereka untuk tampil menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemilihan krim pelembab wajah terhadap Kesehatan kulit remaja putri. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah observasi analitik dengan desain cross sectional. Hasil dari penelitian di peroleh adanya hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan krim pelembab dengan kesehatan kulit p value (0,024)

    ANALISIS MUTU FISIK GRANUL EKSTRAK KULIT MANGGIS DENGAN METODE GRANULASI BASAH

    Get PDF
    AbstrakManggis (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa xanton yang merupakan senyawa utama pada kulit manggis yang menunjukkan beberapa sifat farmakologis, diantaranya yaitu antioksidan, analgesik, antiinflamasi, antikarsinogenik, antikanker, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mutu fisik granul ekstrak kulit manggis yang meliputi laju alir, sudut istirahat, densitas, porositas, indeks kompresibilitas dan rasio Hausner, serta SEM (Scanning Electron Microscopy). Sampel yang digunakan adalah granul ekstrak kulit manggis yang diproduksi dalam penelitian ini. Ekstraksi 75 g serbuk kulit manggis dilakukan secara maserasi dengan 250 mL metanol selama 48 jam. Pembuatan granul ekstrak kulit manggis dibuat dengan metode granulasi basah dengan menambahkan pengikat gum arab 25%  dan pengisi maltodekstrin 5% pada ekstrak kulit manggis. Hasil penelitian diperoleh bahwa granul ekstrak kulit manggis yang diproduksi memenuhi kriteria mutu fisik granul yang berupa laju alir, sudut istirahat, densitas nyata, densitas mampat, densitas sejati, indeks kompresibilitas, dan rasio Hausner. Sedangkan hasil SEM granul ekstrak kulit manggis menunjukkan bentuk permukaan granul yang tidak beraturan dan heterogen serta terlihat berpori

    PERAN KADER KESEHATAN DALAM PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI POSYANDU

    Get PDF
    Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan. Kerjasama bidan dengan pihak-pihak terkait pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pihak-pihak yang dimaksud disini antara lain seperti bidan di puskesmas, petugas gizi, bidan di BPM, kader, ibu hamil, keluarga ibu hamil, petugas binaan desa (Gasbindes), masyarakat dan penanggung jawab program P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi). Bidan dalam bekerjasama tidak lepas dari hambatan dalam pelaksanaan program, karena walaupun sudah bekerjasama baik dengan beberapa pihak, namun masih menemukan kesulitan dalam menjalin kerjasama denga pihak bidan di BPM (Bidan Praktik Mandiri), Kerjasama dengan pihak BPM (Bidan Praktik Mandiri) sangat penting karena ibu hamil tidak hanya memeriksakan kehamilan dan bersalin dipuskesmas saja tapi juga di BPM (Bidan Praktik Mandiri), dengan kerjasama yang baik dan berkelanjutan. Harapannya bidan desa yang bertanggung jawab terhadap ibu hamil diwilayahnya bisa terpapar dan mendapatkan pelayanan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi).Dalam hal ini dengan pelayanan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dilakukan oleh bidan kepada ibu hamil, dapat meminimalkan resiko komplikasi dan kematian ibu maupun bayi

    PENGARUH DIET TINGGI SERAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol, maka diperlukan ketelatenan dan biaya yang cukup mahal. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk melakukan pengobatan secara non farmakologis, salah satunya dengan terapi diet tinggi serat. Tujuan: Mengetahui pengaruh diet tinggi serat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Welahan RW 01 Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design tanpa adanya kelompok kontrol. Analisis dengan Uji t dependen (paired t-test), dengan jumlah sampel 30 pasien diambil menggunakan metode non probability sampling berupa purposive sampling. Hasil Penelitian: p value = 0,000<0,05 yang berarti ada pengaruh signifikan antara terapi diet tinggi serat dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Welahan RW 01 Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan antara diet tinggi serat dengan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Welahan Rw 01 Kecamatan Welahan Kabupaten Jepar

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA

    Get PDF
    AbstrakStunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang bersifat kronik yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan fisik, penurunan kognitif serta penurunan motorik. Stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan termasuk gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita.Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Sampel yang diambil sebanyak 24 balita untuk masing-masing kelompok kasus maupun kontrol dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan chi square dengan α=0,05 pada interval kepercayaan 95% dan regresi  logistik  pada interval kepercayaan  95%.Hasil analisis menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting di desa Semali Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen adalah riwayat pemberian ASI Eksklusif (OR=3,40; CI=1,03-11,07), Riwayat Penyakit Infeksi (OR=3,54; CI=1,05-11,92), dan Keteraturan Menimbang di posyandu (OR=0,020; CI=1,04-16,19). Namun untuk faktor riwayat BBLR, pola asuh makan, dan pendapatan keluarga tidak mempengaruhi terjadinya stunting.Terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif, Riwayat Penyakit Infeksi, dan Keteraturan Menimbang di posyandu terhadap kejadian stunting pada balita.Keywords: Stunting, Anak Balita, ASI Eksklusif  AbstractStunting is chronic malnutrition that can cause physical Developmental Problems, reduced cognitive and motor function. Stunting among children under 5 years of age is the consequence of several factors that are often associated with poverty, including nutrition, health, sanitation and environment. The aim of this research is to determine the factors affecting the prevalence of stunting in children under five years of age.This research is analytical observational study with A case-control design. Samples were 24 toddlers for each of case and control group using Simple random sampling. Data analysis was conducted by chi-square test with α = 0.05 at the 95% confidence interval and the logistic regression at the 95% confidence interval.The result of the analysis shows that the factors influencing the occurrence of stunting in Semali Village, Sempor District, Kebumen Regency is the record of exclusive breastfeeding. (OR = 3.40; CI = 1.03-11.07), the record of infectious diseases (OR = 3.54; CI = 1.05-11.92), and the regularity measuring weight of children at Posyandu (OR = 0.020; CI = 1.04-16.19). However, the factors of low birth weight history, dietary care, and family income do not influence the occurrence of stunting.There is a relationship among  history of exclusive breastfeeding, history of infectious diseases, and regularity measuring weight of children at Posyandu to the incidence of stunting in children under five years of age.Keywords: stunting, toddler, exclusive breastfeeding

    SINERGITAS PERAN PANDU DIABETES DALAM EDUKASI MANAJEMEN MANDIRI DIABETES MELLITUS TIPE 2 UNTUK PENGENDALIAN KADAR GLUKOSA DARAH DI MASA PANDEMI

    No full text
    Diabates Mellitus (DM) merupakan salah satu komorbid dengan tingkat kesakitan yang tinggi di Masa Pandemi ini. Dari total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Tengah, pasien dengan riwayat DM merupakan urutan nomor dua tertinggi setelah hipertensi. Titik kunci untuk menurunkan potensi terkonfirmasi dan peningkatan angka kesembuhan diabetesi terkonfirmasi adalah pengendalian glukosa darah. Untuk menghindari keberagaman informasi yang tidak diketahui kebenarannya dan melihat fenomena pola belajar diabetesi, perawat  perlu pendekatan yang kreatif dalam edukasi DM yaitu dengan bersinergi dengan pandu diabetes. Penelitian ini dilaksanakan secara kuantitatif dengan menggunakan rancangan One-group pre-post test design. Peneliti menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel adalah 70 diabetesi dan instrumen yang digunakan adalah SDSCA ( The Summary of Diabetes Self Care Activities Measure ). Prosedur pengambilan data dengan mengukur kemampuan manajemen mandiri DM kemudian dilakukan edukasi selama 6 bulan dan setelahnya dilakukan pengukuran kembali. Analisa data menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan glukosa darah antara sebelum dan sesuadah intervensi dengan p:0,004. Simpulan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh peran pandu diabetes dalam edukasi manajemen mandiri DM tipe 2 untuk pengendalian glukosa darah di masa pandemi. Edukasi dengan melibatkan peran pandu diabetes dapat dilaksanakan pada layanan kesehatan dasar sebagai upaya promotif  pengendalian kadar glukosa darah

    POTENSI LEARNING LOSS PADA PEMBELAJARAN DARING

    No full text
    Pandemic covid – 19 masih berlangsung sampai saat ini membuat pelajar maupun mahasiswa harus melaksanakan pembelajaran secara daring. Kondisi yang berlangsung ini secara terus menerus dikahwatirkan akan terjadi learning loss atau hilangnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa secara akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisa tentang proses, kelebihan dan kelemahan serta potensi learning loss yang terjadi akibat pembelajaran secara daring. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa dan dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Muhammadiyah Kudus. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah angket, observasi dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) proses pembelajaran daring dilaksanakan dengan memanfaatkan beberapa platform diantaranya Google Meet, Zoom meeting, dan WhatsApp; 2) kelebihan pembelajaran daring bagi mahasiswa adalah waktu belajar yang cenderung fleksibel serta kemandirian belajar, sedangkan kelemahan pembelajaran daring bagi mahasiswa adalah akses jaringan dan rendahnya interaksi antara dosen dengan mahasiswa maupun antara mahasiswa dengan mahasiswa; 3) potensi learning loss yang terjadi selama pembelajaran daring antara lain rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan, waktu belajar terbatas, kurangnya konsentrasi serta tidak dapat menjelaskan materi perkuliahan secara tuntas.

    PENGARUH TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATEALIT KABUPATEN JEPARA

    No full text
    Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum dalam kehidupan modern saat ini. Hipertensi juga penyebab utama terjadinya penyakit kardiovaskuler yang menyebabkan tingginya angka kematian di Indonesia. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk merilekskan otot sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi PMR terhadap perubahan tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Batealit Jepara. Metode Penelitian ini menggunakan desain pre experimental one group pretest-postest. Besar sampel adalah 32 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Uji yang digunakan yaitu Uji T dan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. p value = 0,000 (α<0,05) yang berarti ada pengaruh terapi PMR terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Batealit Jepara. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi PMR terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Batealit Jepara

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇