E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
UPAYA KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN MULAI KEHAMILAN
Continuity of care merupakan kegiatan pelayanan yang berkelanjutan mulai dari kehamilan, perslinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Pada ibu hamil primigravida ini belum mempunyai pengetahuan tentang ASI Eksklusif sehingga persiapan laktasi dilakukan pada waktu ibu melakukan pemeriksaan kehamilan. Primigravida dengan mendapatkan pengetahuan, dukungan dan motivasi dari bidan sebagai dalah satu factor keberhasilan dalam pemberian ASI Eksklusif. Bidan dalam memberikan asuhan dilakukan secara komprehensif. Asuhan yang diberikan pada kehamilan mendeteksi dini kehamilan resiko, pemberian edukasi dan informasi sesuai dengan usia kehamilan, ketidaknyamanan trimester I, II dan III, persiapan laktasi. Persiapan laktasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, memberikan dukungan, melibatkan suami dan keluarga sebagai motivator dalam pemberian ASI Eksklusif. Pendampingan kepada pengasuh bayi selama ibu bekerja yaitu cara menyajikan ASI perah, cara memberikan ASI Perah kepada Bayi. Pendampingan ASI dilakukan tidak hanya pada ibu tetapi dengan melibatkan suami, keluarga dan pengasuh bayi. Penyimpanan ASI Perah dilakukan ditempat kerja, dari tempat kerja ke rumah, sampai rumah ke lemari pendingin dan freezer dan cara menyajikan serta cara memberika
PERBEDAAN BERAT BADAN, KOLESTEROL, DAN GULA DARAH PUASA AKSEPTOR SUNTIK HORMONAL
Latar Belakang : Metode kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi yang paling banyak diminati, sebanyak 157.734 (42,14%) akseptor di Yogyakarta. Kontrasepsi ini termasuk metode hormonal yang memiliki efektifitas tinggi untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi suntik terdiri atas dua jenis yaitu, Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) yang mengandung hormone sintetik progesterone saja dan kombinasi yang mengandung hormone estrogen dan progesterone. Efek samping kontrasepsi hormonal DMPA dan kombinasi yang umum terjadi adalah kenaikan berat badan. Efek samping lain yang cukup mengkhawatirkan yaitu gangguan pada kadar gula darah. Selain berefek samping terhadap gula darah, kontrasepsi DMPA dan kombinasi juga bisa menyebabkan kenaikan profil lipid salah satunya kolesterol.Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan berat badan, kolesterol, dan gula darah puasa akseptor kontrasepsi Depo Medroksi Progesteron Asetat dan kombinasi terhadap di PMB Appi Amelia Kasihan Bantul YogyakartaMetode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain penelitian post test two group design. Dengan jumlah sampel 32 responden, masing-masing 16 responden untuk kelompok suntik DMPA dan suntik kombinasi, pengambilan sampel menggunakan simpel random sampling. Analisis data menggunakan uji Mann WithneyHasil Penelitian : Nilai P Value ditunjukkan oleh nilai Asimp. Sig. Apabila nilai P Value > Batas kritis penelitian maka keputusan hipotesis adalah menolak H1 dan menerima H0 atau yang berarti tidak ada perbedaan. Untuk P Value Kolesterol 0,964 > 0,05, GDP 0,07 > 0,05, dan BB 0,293>0,05, sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara jenis kontrasepsi DMPA dan Kombinasi terhadap Berat Badan, Gula Darah Puasa, dan KolesterolKesimpulan dan Saran : Penelitian ini tidak ada perbedaan antara suntik DMPA dengan kombinasi pada kadar gula darah puasa, kolesterol dan berat badan akseptornya, Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa efek dari kontrasepsi hormonal memang memiliki potensi terhadap gangguan metabolisme yang berakibat pada kesehatan tubuh, akan tetapi dengan pola aktivitas hidup sehat yang rutin dilakukan yang tentu dapat mengurangi risiko tersebut
EFIKASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Abstrak Latar Belakang : GGK (gagal ginjal kronik) atau Chronic Kidney Disease kini menjadi masalah kesehatan serius di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit gagal ginjal kronis berkontribusi pada beban penyakit dunia dengan angka kematian sebesar 850.000 jiwa per tahun (Pongsibidang, 2016). Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 dan 2018 menunjukan bahwa prevalensi penyakit gagal ginjal kronis di Indonesia ≥ 15 tahun berdasarkan diagnosis dokter pada tahun 2013 adalah 0,2% dan terjadi peningkatan pada tahun 2018 sebesar 0,38%. GGK (gagal ginjal kronik) merupakan suatu penyakit pada sistem perkemihan karena penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif : keadaan klinis yang timbul pada pasien GGK adalah tidak ada nafsu makan, mual, muntah, pusing, sesak nafas, rasa lelah, edema pada kaki dan tangan, serta uremia (Almatsier, 2006), yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal tetap, berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Gagal ginjal kronik (CKD) merupakan penyakit karena adanya kerusakan pada fungsi ginjal sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia. Efikasi diri merupakan kemajuan diri dari pasien untuk sembuh dan sebagai suatu perkiraan individu terhadap kemampuannya sendiri dalam mengatasi situasi tertentu. Perlunya self efficacy pada penderita gagal ginjal kronik untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Pasien GGK (gagal ginjal kronik) yang menjalani hemodialisis mengalami perubahan dalam berbagai dimensi kehidupan yang berakibat menurunnya kualitas hidup. Pasien GGK (gagal ginjal kronik) harus menjalani perawatan mandiri seperti yang dianjurkan oleh tim medis supaya kualitas hidupnya tidak semakin rendah. Peran efikasi diri dalam perawatan mandiri pasien GGK (gagal ginjal kronik) menentukan tinggi rendahnya kualitas hidup pasien.Tujuan: Untuk menjawab pertanyaan tentang Efikasi diri untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani HemodialisisMetode: Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 10 artikel yang diambil dari data base komputer melalui researchGate, International Journal of Caring Sciences, PubMed, Elsevier, Semantic Scholar Kesimpulan: Penerapan hemodialisis mempengaruhi kemampuan perawatan diri dan tingkat efikasi diri pasien. Ada korelasi positif antara kemampuan perawatan diri dan efikasi diri. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk menyelenggarakan program pendidikan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri dan tingkat efikasi diri pasien HD dan menyiapkan rencana yang komprehensif termasuk keluarga pasien. Abstract Background: CKD (chronic kidney failure) or Chronic Kidney Disease is now a serious health problem in the world. According to the World Health Organization (WHO), chronic kidney failure contributes to the world's disease burden with a mortality rate of 850,000 people per year (Pongsi Field, 2016). The results of Basic Health Research in 2013 and 2018 show that the prevalence of chronic kidney failure in Indonesia 15 years based on a doctor's diagnosis in 2013 was 0.2% and there was an increase in 2018 of 0.38%. CKD (chronic kidney failure) is a disease of the urinary system due to a progressive decline in kidney function: clinical conditions that arise in patients with CKD are no appetite, nausea, vomiting, dizziness, shortness of breath, fatigue, edema of the feet and hands. , and uremia (Almatsier, 2006), which is characterized by an irreversible decline in kidney function, to a degree that requires permanent renal replacement therapy, in the form of dialysis or kidney transplantation. Chronic kidney failure (CKD) is a disease due to damage to kidney function so that the body loses its ability to maintain metabolism, fluid and electrolyte balance which causes uremia. Self-efficacy is a patient's self-advancement to recover and as an individual estimate of his own ability to cope with certain situations. The need for self-efficacy in patients with chronic kidney failure to increase their self-confidence. Patients with CKD (chronic kidney failure) who undergo hemodialysis experience changes in various dimensions of life which result in decreased quality of life. Patients with CKD (chronic kidney failure) must undergo independent treatment as recommended by the medical team so that their quality of life does not get lower. The role of self-efficacy in self-care of patients with CKD (chronic kidney failure) determines the high and low quality of life of the patient.Objective: To answer questions about self-efficacy to improve the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysisMethods: This report is a literature review, in which there are 10 articles taken from a computer database through researchGate, International Journal of Caring Sciences, PubMed, Elsevier, Semantic ScholarConclusion: The application of hemodialysis affects the ability of self-care and the level of self-efficacy of the patient. There is a positive correlation between self-care ability and self-efficacy. Based on the results of this study, it is recommended to organize an educational program to improve self-care abilities and self-efficacy levels of HD patients and prepare a comprehensive plan including the patient's family
MANAJEMEN PERAWATAN KANKER DI KOMUNITAS SELAMA PANDEMI COVID-19 : LITERATUR REVIEW
Coronavirus disease 2019 is a very dangerous virus because its transmission is very fast. The transmission is so fast that the WHO has declared the COVID-19 case a pandemic and in Indonesia it has been declared a national disaster. This article aims to conduct a comprehensive literature review to find out the management of cancer patient care during the Covid-19 pandemic in the community. The PRISMA approach is used and journal sources from several databases include Scopus, Science Direct, SAGE, CINAHL/EBSCO from 2019 to 2020. Boolean operators in the search process use AND and OR. Inclusion criteria for this literature search included research particles using human research samples, research articles using nursing management interventions in cancer cases, research journals in English and published in 2020. The exclusion criteria in this literature search were research studies with non-standard samples. humans, did not discuss cancer care management during the Covid-19 pandemic, research articles in the form of review studies and surveys, and journals published in unknown databases. Overall the review consisted of 14 articles, 4 articles using cohort studies, 4 case studies, 3 observational designs, 1 qualitative design, 1 prospective analysis and 1 pre-experimental. In this review, in summary, our research demonstrates that continuation of anticancer treatment during the COVID-19 pandemic appears safe and feasible, if adequate and strict infection control measures are enforced. Telemedicine is a great way for them because it sustains cancer care and reduces the risk of infection for both patients and caregivers
KOMBINASI BIRTH BALL DAN LATIHAN PERNAFASAN DENGAN PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I
Nyeri persalinan adalah salah satu nyeri terberat yang mungkin dialami primigravida selama kehamilan. Kegagalan untuk mengatasi nyeri persalinan dan kecemasan dapat menyebabkan persalinan abnormal. Meskipun banyak pendekatan nonfarmakologis komplementer untuk mengatasi nyeri persalinan, membutuhkan alat yang lebih banyak dan mahal serta pendekatan terbaik tidak ditetapkan. Kombinasi Latihan pernafasan dan metode birthball merupakan kombinasi yang sederhana dan dapat dilakukan bagi semua ibu bersalin normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kombinasi Birth Ball dan latihan pernafasan dengan penurunan nyeri Persalinan Kala I di PMB Pringsewu. Penelitian ini menggunakan desain quasy experimenti dengan pendekatan pre-post test non equivalent control group.Jumlah Sampel pada penelitiani ini sebanyak 166 orang ( 83 setiap kelompok). Analisis data menggunakan T Test. tidak adanya perbedaan skor nyeri yang signifikan secara statistik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum intervensi (p value =0,157) dengan rata-rata skor nyeri yaitu 7,65±0,80; 7,42±0,73 . Namun, perbedaan yang sangat signifikan secara statistik ditemukan antara kedua kelompok pada jam ke-1 karena kelompok intervensi memiliki skor nyeri yang lebih rendah disbanding kelompok kontrol(6,92±0,85;7,80±0,69). Perbedaan signifikan yang sangat tinggi antara kedua kelompok setelah jam ke-2 (p value=0,000). karena kelompok intervensi memiliki skor nyeri rata-rata yang lebih rendah daripada kelompok kontrol. Pada jam ke-2 masing-masing (8,67±0,52 ; 6,70±0,79). Pengaruh Kombinasi Birth Ball dan latihan pernafasan dengan penurunan nyeri Persalinan Kala I di PMB Pringsewu
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN SAMPAH KOTORAN SAPI DI DESA PUYOH KECAMATAN DAWE KUDUS
Abstrak
Kegiatan penyuluhan dan kampaye penggunaan energi alternatif dilaksanakan pada tanggal 18 Januari tahun 2022 di Rumah perangkat desa Puyoh (Ka.Urkersa) dihadiri 41 orang. Metode yang digunkan adalah penyuluhan dan kampaye Bio Energi Perdesaan (BEP), yaitu suatu upaya pemenuhan engergi secara swadaya (selfproduction).
Hasil dari kegiatan adalah adanya perubahan 1) Sikap adalah peserta menerima (memperhatikan), meliputi kepekaan terhadap kondisi bahwa pengelolaan kotoran sapi masih bisa dikembangkang selain sebagai kompos, terjadi perubahan kesadaran untuk membuat reaktor, memperhatikan secara detail materi, mengarahkan perhatian kepada pemateri, merespon, meliputi menyampaikan pertanyaan. secara diam-diam menghitung kebutuhan untuk praktik, bersedia menjawab pertanyaan dan saling bertanya antar peserta, merasa puas dalam merespon, menghargai, meliputi menerima suatu nilai manfaat dari bioenergi, terbentuk komitmen terhadap untuk memanfaatkan energi alternatif antar anggota yang dimotori ketua Kelompok ternak. 2) Pengetahuan peserta bertambah dibuktikan dengan semua pertanyaan dari pemateri dapat dijawab seluruhnya, bila dibanding sebelum diberikan penyuluhan yang hanya bisa terjawab satu dari 5 pertanyaan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KADER DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU
Posyandu merupakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang menjadi milik masyarakat serta menyatu dalam kehidupan dan budaya masyarakat. Pengelola dan pelaksana posyandu adalah kader yaitu seorang yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu secara sukarela. Kader memiliki peran penting dalam kegiatan posyandu, oleh karena itu kader harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik agar dapat melaksanakan kinerjanya dengan baik dilayanan posyandu. Indikator kinerja kader posyandu dilihat dari kehadiran dan tata laksana kegiatan posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang. Penelitian ini meggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitan kuantitatif sebanyak 59 responden. Pengumpulan data dilakukan dari Juli tahun 2019 sampai Januari tahun 2020 dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa faktor yang berhubungan dengan kinerja kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu antara lain tingkat pengetahuan (p=0,016), sikap (p=0,031), motivasi (p=0,024), sarana prasarana (p=0,001) dan pelatihan kader (p=0,049). Faktor yang paling berhubungan dengan kinerja kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu adalah sarana prasarana (p=0,004). Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kader akan memiliki kinerja yang baik apabila didasari tingkat pengetahuan yang tinggi, sikap yang positif, motivasi yang positif pernah mengikuti pelatihan dan didukung oleh sarana prasarana yang memada
HUBUNGAN ANKLE BRACHIAL INDEX DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN ULKUS DIABETES MELLITUS
Latar Belakang : Ulkus merupakan salah satu komplikasi Diabetes mellitus dengan angka kejadian yang semakin meningkat setiap tahun. Kerusakan pembuluh darah pada pasien Diabetes Melitus digambarkan dengan hasil pengukuran Ankle Brachial Index dapat menjadi faktor yang meningkatkan kejadian ulkus. Aktifitas pada pasien diabetes mellitus juga merupakan hal yang penting dalam pencegahan komplikasi pada pasien diabetes mellitus. Tujuan : mengetahui hubungan ankle brachial index dan aktivitas fisik dengan kejadian ulkus diabetes mellitus. Metode: Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Uji analisis yang digunakan adalah dengan Chi Kuadrat. Hasil : dari analisis statistic yang dilakukan didapatkan hubungan antara nilai ankle brachial index (ABI) dengan kejadian ulkus diabetes mellitus p value 0,000 dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian ulkus diabetes mellitus p value 0,462; Kesimpulan : ada hubungan ankle brachial index (ABI) dengan kejadian ulkus diabetes mellitus dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian ulkus diabetes mellitus pada pasien Diabetes Melitus di RSUD Kelet Provinsi Jawa Tenga
PERBEDAAN POLA ASUH DEMOKRATIS DAN OTORITER TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA DI SLB YAYASAN “B” KOTA TASIKMALAYA
Anak tunagrahita merupakan anak yang mengalami kelemahan psikis dan fisik, kelemahan tersebut dapat menyebabkan gangguan dan hambatan dalam perawatan diri sehingga mengakibatkan anak menjadi kurang mandiri. Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kemandirian anak adalah dengan memberikan pola asuh yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola asuh demokratis dan otoriter terhadap kemandirian anak tunagrahita di SLB Yayasan Bahagia Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitaif dengan metode komparatif dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak tunagrahita ringan sebanyak 63 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan pola asuh demokratis pada anak tunagrahita sebagian besar demokratis (60.3%), dan sebagian besar bukan otoriter (60.3%). Kemandirian anak tunagrahita di SLB Yayasan Bahagia Kota Tasikmalaya sebagian besar kurang mandiri (54.0%). Terdapat perbedaan pola asuh demokratis dan otoriter terhadap kemandirian anak tunagrahita di SLB Yayasan Bahagia Kota Tasikmalaya dengan p value 0,002. Simpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan pola asuh demokratis dan otoriter terhadap kemandirian anak tunagrahita sehingga disarankan orang tua dapat mengoptimalkan kemandirian anak tunagrahita melalui penerapan pola asuh demokratis, orang tua hendaknya tidak memaksakan kendak kepada anak tunagrahita, sehingga proses kemandirian berkembang secara optimal.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI
Salah satu solusi pembelajaran saat terjadi pandemic covid-19 adalah pembelajaran melalui daring. Penelitian ini menganalisis tingkat keefektifan pembelajaran akuntansi secara daring saat situasi pandemic covid-19 tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan sample mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan alat bantu SmartPLS. Metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner secara online. Berdasarkan pada hasil pengujian, menunjukkan hasil bahwa pembelajaran akuntansi secara online tidak berpengaruh terhadap motivasi mahasiswa untuk belajar akuntansi