E-Jurnal Politeknik LP3I Medan
Not a member yet
310 research outputs found
Sort by
MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN MEMPREDIKSI EKSPOR MINYAK SAWIT MENURUT NEGARA TUJUAN UTAMA
This study aims to find the best architectural model in predicting palm oil exports according to the main destination countries. The role of the agricultural sector in the national economy is very important and strategic. Oil Palm is an industrial plant producing cooking oil, industrial oil, and bio-diesel fuel. Indonesia is the largest producer and exporter of palm oil in the world. In addition to the increasingly open export opportunities, the domestic market for palm oil and palm kernel oil is still quite large. Prediction is a process for estimating how many needs in the future. State revenues in the export sector must be able to be predicted to help set the state's financial regulations specifically on palm oil exports. By using Artificial Neural Networks and backpropagation algorithms, architectural models will be sought to predict the amount of palm oil exports according to the main destination country. This study uses 12 input variables, and 1 hidden layer. Using 4 architectural models to test the data to be used for prediction, namely models 12-4-1, 12-8-1, 12-16-1 and 12-32-1. The results of the best architectural model are architectural models 12-16-1 with 100% accuracy accuracy
SISTEM PENYIMPANAN DAYA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN ACCU 12 VOLT SECARA OTOMATIS
Because electricity is supplied by the National Electric Company, sometimes there is a power outage which results in obstruction of community activities, especially in the household sector at night which is very unfortunate when there is a blackout. This research was conducted to build an electrical power storage system design for lighting that can be used as a power supply when an unexpected power outage occurs. Then after making the circuit is complete then testing is carried out with the aim of knowing the working principle of the circuit and knowing batteries resistance as a means of storing electric power. The components used in this series are one batteries 12 Volt / 3.5 Ah as an electric power storage device, two relays as automatic switches in the circuit, three LED lights in the form of LED modules with a power value of 0.96 Watt each (as many as two) and 0.8 Watts, one CT transformer as batteries charging circuit, one ampere meter to monitor the current value when batteries is charging, and two MCB with a value of 6 Ampere as safety circuit. The result of the research that has been done is that batteries as an electric power storage device can last up to 14 hours 50 minutes with the largest load value of 2.72 Watts
ANALISIS SERAT OPTIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE POWER BUDGET
In this optical fiber communication system the initial signal in the form of an electrical signal at the transmitter will be changed by the transducer into a light wave which is then transmitted through a fiber optic cable to the receiver located at the end of the cable. At the receiver the optical signal will be reproduced again by the transducer into an electrical signal. This study aims to analyze the performance due to the influence of optical fiber attenuation, connector damping attenuation resulting in a decrease in power in the optical fiber cable and analyze the results of calculations using the link power budget that aims to find the value of the Transsiver to the Receiver. The area or region observed is the Medan-Tebing Tinggi area with two measuring track areas namely the Range Range which has a range of 89.99 km and the Siantar line which has a range of 99.99 km. The method used is the measurement of power, measurement of attenuation and calculations using the link power budget. Comparison of the results of the two measuring devices used, the results of the two measuring devices do not differ greatly between the power meter with the OTDR. So it can be stated that to see the amount of attenuation, the results will be more accurate by using a power meter. Based on comparison of measurement results using oTDR with the results of calculations using the link power budget method it can be seen the level of performance of an optical fiber communication system. For Core 1 range, the comparison is 0.063% and 0.073% for core 2. while for Tebing Tinggi 1 core, the comparison result is 0.032% and 0.005% is obtained for core 2. it can be stated that the performance of the optical fiber communication system is normal and can be used to operate. So that when connecting the optical cable, if it is broken, it must be connected using the same cable and connecting the optical fiber when the core is sterile so that the connection is perfect
MONITORING TINGKAT PELANGGARAN TRAFFIC LIGHT DI JALAN RAYA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER DAN VISUAL BASIC NET
Traffic light or what we call traffic lights is a device that functions to regulate the flow of vehicles on the road. However, as we know, there are still many vehicle users who violate the traffic light signs, especially in areas that lack supervision from the authorities so that many cause accidents or traffic jams. The number of accidents from year to year continues to grow. Congestion occurs everywhere, especially in big cities. One reason is the lack of tolerance between drivers and motorists. They overtook each other not to budge with one another and also not infrequently violated the traffic lights. The author here tries to create a system of monitoring the level of traffic light violations on the highway based on the ATmega16 microcontroller and also displays data on the number of traffic light violations with a graphical display on the computer. Not all objects can be detected accurately and directly, depending on the level of a vehicle. To be able to implement a traffic light monitoring system accurately, we need a communication system and display that is appropriate, reliable and accurate, so that data on violations that occur can be sent accurately and realtime and can be directly observed.
Keywords : Monitoring, GUI, Photodiode, Microcontroller, LED, LC
HUBUNGAN LAMA BEKERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI
Pada umumnya setiap organisasi harus memiliki keunggulan bersaing dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Untuk mencapai keunggulan bersaing tersebut, maka aspek pekerjaan dapat meningkatkan kualitasnya. Dengan visi dan misi yang dimiliki setiap organisasi pemerintah dijadikan landasan dalam operasional nya. Sehinga setiap organisasi pemerintah harus berpacu untuk mencapai tujuannya baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Sumber daya manusia menjadi sesuatu yang sangat penting, karena merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam suatu organisasi meskipun setiap organisasi menggunakan mesin teknologi tinggi, namun peran manusia tidak dapat digantikan sepenuhnya. Hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu adlah pengertian dari kinerja. Kinerja merupakan fungsi dari interaksi antara kemampuan atau ability, motivasi, dan kesempatan atau opportunity, kinerja adalah hasil yang dicapai dari apa yang diinginkan oleh organisasi. Ada beberapa faktor dalam meningkatkan kinerja karyawan pegawai yaitu lama bekerja dan motivasi. Lama bekerja disini maksudnya pengalaman seorang karyawanpegawai bekerja di sebuah instansi sedangkan motivasi adalah upaya dalam diri seorang pegawai untuk melakaukan pekerjaan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan menggunakan skala Likert (5 skala) kepada 231 responden yang merupakan Pegawai Negeri Sipil yang mengikuti pelatihan di BPSDM Provinsi DKI Jakarta pada bulan Maret – April tahun 2019. Responden terdiri dari Pejabat Administrator (Eselon III), Pengawas (Eselon IV), Fungsional Widyaiswara, Fungsional Guru, Kepala Sekolah, Bendahara dan Staf Pelaksana PNS. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Variabel Lama Bekerja (X1) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Lama Bekerja (X1) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Motivasi (X2) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Motivasi (X2) dengan variabel kinerja (Y). Berdasarkan nilai F hitung adalah sebesar 88,348 yang lebih kecil daripada F tabel sebesar 2,64. Dari kedua analisi tersebut, maka Ho ditolak, artinya ada secara simultan variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Beberapa banyak faktor penunjang kinerja lama bekerja dan motivasi dan kemamapuan kerja yang mempengaruhi kinerja terbanyak yakni sebesar 43,2%.
Kata Kunci : Kinerja, motivas, lama bekerj
Analisis Strategi Pemasaran Berbasis Marketing Mix Dan SWOT Analysis Pada Usaha Pengeringan Asam Gelugur Di Tanjung Pura Kabupaten Langkat
Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu wirausaha. Kewirausahaan merupakan wujud aktivitas dari orang-orang yang mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada, dan membawa visi dalam kehidupan. Usaha pengeringan asam gelugur adalah usaha yang sudah tidak asing lagi di kecamatan Tanjung Pura. Awal dibentuknya usaha ini dikarenakan peluang usaha asam gelugur yang tidak pernah surut akan permintaan pasar dan juga banyaknya sumber daya alam asam gelugur yang ada di tanjung pura. Akan tetapi ketika kita melihat bagaimana proses pekerjaan dari pemotongan hingga penjualan/pemasaran, maka terdapat beberapa hal yang tidak sinergi dalam pelaksanaanya, dan kekurangan yang mendasar di beberapa bidang sehingga strategi dalam meningkatkan penjualan dan pendapatan usaha tidak tercapai sesuai target. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, mengetahui bagaimana bauran pemasaran pada usaha pengeringan asam gelugur dan untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan penjualan pada usaha pengeringan asam gelugur di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Adapun yang menjadi urgensi dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang merupakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada usaha pengeringan asam gelugur. Spesifikasi khusus dalam penelitian ini adalah analisis lingkungan organisasi dikaitkan terhadap bauran pemasaran yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT sehingga diketahui strategi terbaik untuk pemasaran asam gelugur dan juga bagi pemilik usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Penulis memulai penelitian ini dari bulan januari sampai agustus 2019, yang bergerak pada bidang pengeringan asam gelugur. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode ini dilakukan dengan analisis SWOT dengan menganalisa lingkungan internal dan eksternal, menghitung persentasi terhadap faktor strategi internal dan eksternal UKM, mencari alternatif strategi dengan matrik SWOT, menentukan strategi berdasarkan matrik QSPM dan dilanjutkan dengan pembahasan setiap hasil analisa penelitian. Hasil penelitian menunjukkan peringkat strategi pemasaran berdasarkan QSPM yaitu memperluas pangsa pasar dengan nilai TAS 7.367, menetapkan strategi harga pasar dengan nilai 7.319, meningkatkan teknologi dengan nilai 6.723, mempertahankan kualitas layanan dengan nilai 6.303, memperkuat modal melalui bekerja sama dengan orang penerima produk dengan nilai 6.189, meningkatkan kualitas produk dengan nilai TAS 6,101, meningkatkan kreatifitas SDM dengan nilai 6,092, meningkatkan promosi dengan nilai 5,815, memperbaiki system manajemen dengan nilai 5,764
Pengukuran Kualitas Website Dengan Metode WebQual 4.0 (Studi Kasus Website Politeknik Negeri Medan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas website perguruan tinggi Politeknik Negeri Medan terhadap tingkat kepuasan pengguna.Website tidak hanya dapat memfasilitasi kegiatan pendidikan secara formal namun juga komunikasi informal dalam kegiatan pendidikan,Kriteria website berdasarkan desain yang efektif tersebut adalah Site Desain, Site functionality, Customer Value.Suatu website yang baik juga memiliki kelayakan sebagai media yang bermanfaat maka perlu untuk mengukur kualitas website untuk perbaikan dan peningkatan kualitas website secara berkala. Penentuan atribut prioritas perbaikan perlu dilakukan agar upaya institusi menjadi optimal dalam peningkatan kualitas websitenya.Untuk itu dilakukan evaluasi pengukuran terhadap persepsi tingkat kepuasan dan kepentingan yang didasarkan pada dimensi WebQual 4.0 menggunakan alat ukur kuesioner terhadap mahasiswa sebagai pengguna internal.Populasi dan sample secara random pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan teknik komputer dan informatika sebanyak 218 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan kuesioner berbasis WebQual 4.0. Hasil penelitian menunjukkan umum secara pengguna website cenderung menyetujui kualitas website akan tetapi perlu beberapa atribut diperbaiki yaitu ketepatan waktu informasi, informasi yang cepat dan sarana ruang diskusi atau komunikasi
HUBUNGAN USIA, TINGKAT PENDIDIKAN, KEMAMPUAN BEKERJA DAN MASA BEKERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEARSON CORRELATION
Kegagalan dalam pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi akan mendatangkan kerugian bagi organisasi yaitu tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan begitupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, tingkat pendidikan, kemampuan bekerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan menggunakan skala Likert (5 skala) kepada 231 responden yang merupakan Pegawai Negeri Sipil yang mengikuti pelatihan di BPSDM Provinsi DKI Jakarta pada bulan Maret – April tahun 2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Analisis hubungan antar variabel dengan menggunakan metode Pearson Correlation yang menggunakan Software SPSS ver20. Variabel Usia (X1) memiliki nilai signifikansi 0 r tabel (0126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Usia (X1) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Tingkat Pendidikan (X2) memiliki nilai signifikansi 0 r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Tingkat Pendidikan (X2) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Kemampuan Bekerja (X3) memiliki nilai signifikansi 0 r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kemampuan bekerja (X3) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Masa Bekerja (X4) memiliki nilai signifikansi 0 r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Masa Bekerja (X4) dengan variabel kinerja (Y). Berdasarkan nilai F hitung adalah sebesar 59,176 yang lebih kecil daripada F tabel sebesar 2,64. Dari kedua analisi tersebut, maka Ho ditolak, artinya ada secara simultan variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Untuk meningkatkan kinerja ditingkatkan pula usia, tingkat pendidikan, kemampuan bekerja, dan masa bekerja. Beberapa banyak faktor penunjang kinerja faktor tingkat pendidikan, motivasi dan kemamapuan kerja yang mempengaruhi kinerja terbanyak yakni sebesar 50,3%
PENGGUNAAN METODE DESKRIPTIF KUANTITATIF DALAM MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI UJI REGRESI LINIER BERGANDA
Motivation is a support or a fundamental reason for one's fighting spirit to do something. While the performance is the measure, and or quality of work of people or groups within the organization in carrying out the main tasks. Functions which guided by norms, standard operating rules, criteria and measurements that set or applicable in the organization. This study aims to decide work enthusiasm on employee performance at PT. XYZ in Medan. Data obtained from questionnaires distributed to respondents numbered 14 people using saturated sampling. The research method used is quantitative descriptive. The results of this study note the regression equation of Y = 73,580 + 353X with a positive value that work enthusiasm has a positive effect on employee performance. While the results of the T test can be seen the results of the T table for df = 12 with a level of 10% while the T count obtained from this study showed a value of 4.346. Due to T count> T table = 4.346> 0.1, then Ha accepted and Ho rejected. Thus, the determination test results obtained with the number R2 (R Square) of 0.36 x 100% = 0.36%. Therefore, it can say that the independent variable influences the dependent variable by 0.36% and the remaining 99.64% is influenced by other variables or indicators not examined in this study
HOME SMART (HS) MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER BERBASIS ESP8266 DAN IoT (INTERNET of THINGS)
IoT (Internet of Things) has become a separate field of research since the development of internet technology and other communication media, the more human needs are developing about technology, the more research that will be present, the internet of things is one of the thoughts of researchers who optimize several tools such as media sensors, radio frequency identification (RFID), wireless sensor networks and other smart objects that allow humans to easily interact with all equipment connected to the internet network. This paper describes the design of room control systems that utilize the IoT concept as a means for controlling and monitoring Avionic laboratory rooms via wifi in realtime. This helps the laboratory staff and AMTO managers in controlling lighting and monitoring temperature, humidity and smoke in the avionics lab room even though they are not in the laboratory location so as to increase the utility of the equipment