IAI Al-Qolam E-Journal Portal
Not a member yet
989 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Tingkat Kemiskinan terhadap Produk Domestik Regional Bruto di 34 Provinsi Indonesia (2020-2024)
Penelitian ini menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di 34 provinsi Indonesia periode 2020–2024. Dengan pendekatan kuantitatif dan data panel dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Model Fixed Effect (FEM) terpilih sebagai model terbaik setelah melalui serangkaian uji statistik termasuk uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, yang mengkonfirmasi keunggulan model ini dibandingkan alternatif lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB (koefisien 0,029791; p=0,0441), mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan standar hidup mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara nyata. Temuan ini konsisten dengan teori pembangunan ekonomi yang menyatakan bahwa kualitas SDM merupakan faktor kunci dalam pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Di sisi lain, tingkat kemiskinan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap PDRB (p=0,9236), meskipun secara teoritis kemiskinan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi melalui berbagai mekanisme seperti penurunan produktivitas tenaga kerja dan terbatasnya akses terhadap sumber daya ekonomi. Ketidaksignifikan ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk periode penelitian yang relatif singkat (lima tahun) sehingga belum mampu menangkap dampak jangka panjang kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, metode pengukuran kemiskinan yang digunakan mungkin belum sepenuhnya mencakup berbagai dimensi kemiskinan yang relevan dengan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini juga melakukan berbagai uji asumsi klasik dan mengatasi masalah heteroskedastisitas serta autokorelasi dengan menggunakan robust standard error, sehingga hasil estimasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara statistik. Implikasi kebijakan dari temuan ini sangat penting bagi perencanaan pembangunan di Indonesia. Pemerintah perlu terus memprioritaskan investasi dalam pembangunan manusia melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan yang merata, dan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, meskipun tidak signifikan dalam penelitian ini, upaya pengentasan kemiskinan tetap harus menjadi perhatian mengingat dampaknya terhadap berbagai aspek pembangunan lainnya
KAJIAN FILSAFAT ILMU: IMPLEMENTASI TEORI ESTETIKA MUSIK AL-FARABI PADA LAGU GALA BUNGA MATAHARI
Research on music in the scope of aesthetics will always be interesting. This study uses a qualitative approach with a data mining method via literature review to analyze the song Gala Bunga Matahari through Al-Farabi's theory of musical aesthetics. The purpose of this study is to link Al-Farabi's aesthetic theory, which emphasizes the importance of harmony and harmony in music, in order to analyze the song in more depth. In the context of the song, the analysis was carried out on the elements of harmony with a mathematical scale, the symbolic meaning in the lyrics that convey the theme of longing and hope for the deceased, and the moral role contained in the lyrics. The results of the study show that Gala Bunga Matahari not only meets the technical criteria of harmonious music in the perspective of Al-Farabi's musical aesthetics, but this song also creates emotional harmony that is in accordance with Al-Farabi's musical aesthetic views, and has elements of music as a social instrument in Al-Farabi's musical approach.Penelitian akan musik dalam lingkup estetika akan selalu menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penggalian data via kajian pustaka untuk menganalisis lagu Gala Bunga Matahari melalui teori estetika musik Al-Farabi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaitkan teori estetika Al-Farabi, yang menekankan pentingnya harmoni dan keselarasan dalam musik, guna menganalisis lagu tersebut secara lebih mendalam. Dalam konteks lagu, analisis dilakukan pada elemen harmoni dengan skala matematis, makna simbolis dalam lirik yang menyampaikan tema kerinduan dan harapan kepada yang telah meninggal, serta peran moral yang terkandung dalam lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gala Bunga Matahari tidak hanya memenuhi kriteria teknis musik yang harmoni dalam perspektif estetika musik Al-Farabi, tapi lagu ini juga menciptakan keselarasan emosional yang sesuai dengan pandangan estetika musik Al-Farabi, serta memiliki unsur musik sebagai instrumen sosial dalam pendekatan musik Al-Farabi
Credit Growth in Indonesia: Comparison Between Government Banks and Private Banks Through the Chow Test
The aim of this research is to analyze the factors that influence credit growth in government banks and private banks consisting of NPL, CAR and BOPO. The sample for this research was 7 government banks and 26 private banks listed on the Indonesian stock exchange from 2014-2023. Data analysis in this study used multiple regression analysis and chow test. The results of the study show that NPLs have a significant negative influence on credit growth in both types of banks, with a stronger influence on government banks. CAR has a positive effect on credit growth at private banks, but does not have a significant effect at government banks. Meanwhile, BOPO has no effect on credit growth in both types of banks. This difference reflects different risk management strategies and credit policies between government and private banks, where government banks tend to be more conservative in credit expansion when NPLs increase, supported by the government's significant role in supporting capital stability
Perspektif Psikolinguistik terhadap Kepribadian Ekstovert dan Introvert pada Anak Usia Dini
Sudah umum diketahui bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa yang sering digunakan dalam kancah internasional. Upaya pemerolehan dan pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua perlu dilakukan secara terencana dan sistematis guna mencapai target yang diinginkan. Pembelajaran dan pemerolehan bahasa Inggris kebanyakan dilakukan pada bidang formal seperti di sekolah-sekolah. Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib bagi siswanya. Terdapat dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi proses belajar bahasa. Faktor internal biasanya terdapat dalam diri pribadi setiap pembelajar. Sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan faktor lingkungan. Penelitian ini akan membahasa faktor internal berupa tipe kepribadian ekstrovert dan introvert, serta pengaruh motivasi dalam pemerolehan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekriptif kualitatif dengan model analisis kategoris deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas IX MTS Lukmanul Hakim Muara Kaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proses pemerolehan bahasa kedua pada siswa berkepribadian ekstrovert dan introvert. Siswa ekstrovert dominan menguasai aspek reading dan speaking. Sedangkan siswa introvert cenderung dominan pada aspek vocabulary dan writing. Motivasi berupa adanya keinginan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi turut menjadi faktor keberhasilan pemerolehan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.
Kata Kunci: tipe kepribadian, motivasi, pemerolehan bahas
Pendidikan Agama Islam sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar
The phenomenon of radicalism among students is a serious challenge in the context of Indonesian national education. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) in forming moderate, tolerant, and nationalist characters in students as an effort to prevent radicalism. The method used is descriptive qualitative with case studies in several high schools in Bengkulu City, through observation, in-depth interviews with PAI teachers, and analysis of learning documentation. The results of the study indicate that PAI plays a strategic role in instilling the values of religious moderation through dialogical, contextual, and humanistic learning. PAI teachers actively integrate the values of tolerance, anti-violence, and national spirit in the learning process, and support religious activities that strengthen social solidarity and respect for diversity. Although there are obstacles such as a textual learning approach and lack of teacher training on the issue of radicalism, in general PAI is able to form students' ideological resilience against the infiltration of radicalism. This study recommends strengthening the curriculum of religious moderation, improving teacher competence, and collaboration between schools, families, and communities as effective strategies for preventing radicalism in the educational environment
STRATEGI SEKOLAH INDONESIA RIYADH (SIR) DALAM MEMBANGUN BUDAYA ISLAMI SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
This research aims to explain the strategies the Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) has carried out to develop Islamic culture among its students. The methodology used in this research is a descriptive qualitative method, employing research instruments such as observation, interviews, and documentation. As a school located abroad and within an Arab community, the Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) feels challenged to compete in quality with schools in Indonesia and Saudi Arabia. Various programs have been implemented, including instilling Islamic culture in students, hoping they will become more religious and improve their overall quality. The results of the research show that the school has instilled Islamic culture in its students through programs such as Qur'an recitations, dhuha prayer, dzuhur prayer in the congregation, morning prayers, prayers after dhuha prayers, prayers before and after studying, prayers after shalah dzuhur, darsul Qur'an, wearing Islamic clothing, practicing Islamic values (e.g., greetings, smiling, saying hello, eating with the right hand, eating while sitting, praying before eating), learning Arabic inside and outside the classroom, and participating in extracurricular activities. A new finding in this research is that living in an Arab country does not necessarily ensure that one can practice Islamic culture if they are not accustomed to it and regulated by a system. Many students cannot read the Qur'an well, so the school prepares pre-tahsin classes for them. Additionally, many students cannot speak Arabic according to correct Arabic language rules because they are accustomed to speaking Arabic with the amiyah dialect. The Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) has implemented various strategies intending to enable students to compete globally.This research aims to explain the strategies the Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) has carried out to develop Islamic culture among its students. The methodology used in this research is a descriptive qualitative method, employing research instruments such as observation, interviews, and documentation. As a school located abroad and within an Arab community, the Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) feels challenged to compete in quality with schools in Indonesia and Saudi Arabia. Various programs have been implemented, including instilling Islamic culture in students, hoping they will become more religious and improve their overall quality. The results of the research show that the school has instilled Islamic culture in its students through programs such as Qur'an recitations, dhuha prayer, dzuhur prayer in the congregation, morning prayers, prayers after dhuha prayers, prayers before and after studying, prayers after shalah dzuhur, darsul Qur'an, wearing Islamic clothing, practicing Islamic values (e.g., greetings, smiling, saying hello, eating with the right hand, eating while sitting, praying before eating), learning Arabic inside and outside the classroom, and participating in extracurricular activities. A new finding in this research is that living in an Arab country does not necessarily ensure that one can practice Islamic culture if they are not accustomed to it and regulated by a system. Many students cannot read the Qur'an well, so the school prepares pre-tahsin classes for them. Additionally, many students cannot speak Arabic according to correct Arabic language rules because they are accustomed to speaking Arabic with the amiyah dialect. The Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) has implemented various strategies intending to enable students to compete globally
Analisis Kecerdasan Logis - Matematis Siswa dalam Mengerjakan Soal HOTS pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar kelas VIII
Penelitian ini berupaya menjelaskan kecerdasan logika logis siswa saat mengerjakan soal HOTS pada materi bangun ruang kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII sebanyak 17 orang. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan menyelesaikan soal-soal HOTS, dan wawancara dengan pengajar mata pelajaran. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa gambaran kecerdasan logika matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi bangun ruang kelas VIII dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
 
Mengulik Kitab Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Mahmud Yunus
The Qur’anic Exegesis of Mahmud Yunus is one of the most popular Indonesian-language tafsir works among Indonesian Muslims. This article examines the strengths and weaknesses of the tafsir, as well as its relevance in contemporary studies. Its main strengths lie in the use of accessible and easy-to-understand language, a structured method of interpretation, and a scientific approach that links Qur’anic verses with developments in modern knowledge. The contextual approach and the socio-cultural relevance to the Indonesian setting are added values that make it suitable as a practical learning source and introductory reference for the general public in understanding the Qur’an. Moreover, the use of the tahlili method in interpretation presents a verse-by-verse analysis, complete with vocabulary explanations, background of revelation (asbāb al-nuzūl), and scholarly opinions, providing a comprehensive and systematic picture. However, there are several limitations that need to be considered, such as the minimal use of in-depth linguistic analysis, limited exploration of differences in scholarly opinion, and the lack of attention to Sufi and philosophical dimensions. Furthermore, challenges in maintaining accuracy in Indonesian linguistic structure and the possibility of varied interpretations are also notable concerns. Overall, this tafsir serves well as an introductory and practical reference, but may be insufficient for more advanced and in-depth exegetical studies. This research is expected to help readers understand the strengths and limitations of Mahmud Yunus’s tafsir and assess its relevance within the context of modern Islamic studies.
Keywords: Mahmud Yunus’s Tafsir, Qur’anic exegesis, scientific approach, strengths and weaknesses, tafsir studies.Tafsir Al-Qur'an karya Mahmud Yunus merupakan salah satu karya tafsir berbahasa Indonesia yang populer di kalangan masyarakat Muslim Indonesia. Artikel ini mengkaji kelebihan dan kekurangan dari tafsir tersebut, serta menilai relevansinya dalam studi kontemporer. Kelebihan utama dari tafsir ini terletak pada penggunaan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sistem penafsiran yang terstruktur, serta pendekatan ilmiah yang menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Pendekatan kontekstual dan relevansi sosial budaya Indonesia menjadi nilai tambah yang membuatnya cocok sebagai sumber pembelajaran praktis dan pengantar pemahaman Al-Qur'an bagi masyarakat umum. Selain itu, metode tahlili yang digunakan dalam penafsiran menampilkan analisis ayat demi ayat lengkap dengan penjelasan kosa kata, latar belakang turunnya ayat, dan pendapat ulama, sehingga memberikan gambaran yang komprehensif dan sistematis. Namun, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, seperti minimnya analisis linguistik mendalam, kurangnya eksplorasi terhadap perbedaan pendapat ulama, serta terbatasnya pembahasan aspek sufistik dan filosofis. Selain itu, tantangan dalam menjaga keakuratan struktur bahasa Indonesia dan kemungkinan interpretasi yang beragam juga menjadi catatan penting. Secara umum, tafsir ini sangat berguna sebagai pengantar dan sumber praktis, namun kurang memadai untuk kajian tafsir yang mendalam dan komprehensif. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami keunggulan dan keterbatasan tafsir Mahmud Yunus serta menilai relevansinya dalam konteks studi keislaman modern.
Kata kunci: Tafsir Mahmud Yunus, tafsir Al-Qur'an, pendekatan ilmiah, kelebihan dan kekurangan, studi tafsir.
 
ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM BERITA POLITIK TENTANG PEMILU
This study aims to reveal the representation of power and ideology in online political news texts related to the 2024 General Election in Indonesia. Using a descriptive qualitative approach and the Critical Discourse Analysis (CDA) model proposed by Norman Fairclough, this research analyzes news articles from several widely accessed national online media outlets. The main focus of the study lies in identifying linguistic strategies employed by the media to construct political narratives and ideological tendencies within the texts. The findings show that the media utilize various discursive strategies, such as framing, word choice, and specific syntactic structures, to shape positive or negative representations of political figures and parties. These results indicate that news texts are not neutral but function as instruments for reproducing power and ideology that influence public perception. This research is expected to contribute to the development of critical media literacy among readers and enrich the field of critical linguistics, particularly in the context of education and political communication
Evaluasi Efektivitas Penggunaan Teknologi Pembelajaran Sastra untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Literatur Digital Siswa SMK
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran sastra untuk meningkatkan kemampuan analisis literatur digital. Fokusnya adalah membandingkan karakterisasi dan plot dalam Hikayat Si Miskin dan cerpen Tarian Pena. Metode yang digunakan dalam pembelajaran mencakup kuis online, refleksi individu berbasis platform digital, serta model pembelajaran kolaboratif Numbered Heads Together. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMK yang dilibatkan dalam pengerjaan kuis online berbasis platform digital. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dapat memperdalam pemahaman siswa terhadap karakterisasi dan alur cerita, serta mendorong partisipasi aktif dan refleksi kritis dalam proses belajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran sastra sebagai bentuk adaptasi terhadap ekosistem pendidikan digital