Open Journal published by Universitas Persada Indonesia YAI (Yayasan Administrasi Indonesia)
Not a member yet
2735 research outputs found
Sort by
Representasi Kepemimpinan Transformasional dalam Memotivasi Kerja Karyawan pada Film The Intern
Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif.Seorang pemimpin tidak hanya berperan dalam memberikan arahan, tetapi juga dalam menumbuhkan motivasi,semangat, dan kepercayaan diri sehingga anggota tim mampu menghadapi tantangan bersama. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis penerapan kepemimpinan transformasional yang ditampilkan oleh tokoh Ben dalamfilm The Intern. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis deskriptif, menggunakanpengamatan terhadap adegan dan dialog yang merepresentasikan gaya kepemimpinan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Ben berhasil menerapkan empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu pengaruhideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Perilaku teladan serta dukungan yangia berikan tidak hanya membantu Jules, selaku pemimpin perusahaan, untuk kembali percaya diri, tetapi jugamendorong karyawan menjadi lebih partisipatif, percaya diri, dan optimis dalam bekerja. Film ini menekankanbahwa kepemimpinan sejati tidak semata ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh integritas, empati, dankemampuan untuk memberi inspirasi. Temuan ini memberikan pemahaman bahwa setiap individu memilikipotensi untuk menjadi pemimpin transformasional yang mampu menciptakan perubahan positif, baik dalamkonteks organisasi maupun kehidupan sehari-hari.
Leadership is an important factor in creating a positive and collaborative work environment. Leaders not onlyplay a role in providing direction, but also in fostering motivation, enthusiasm, and confidence so that teammembers are able to face challenges together. This study aims to analyze the application of transformationalleadership displayed by the character Ben in the film The Intern. The study was conducted using a qualitativeapproach through descriptive analysis, using observations of scenes and dialogues that represent leadershipstyles. The results show that Ben successfully applied the four dimensions of transformational leadership, namelyideal influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individual consideration. His exemplarybehavior and support not only helped Jules, as the company's leader, regain her confidence, but also encouragedemployees to be more participatory, confident, and optimistic in their work. This film emphasizes that trueleadership is not solely determined by position, but by integrity, empathy, and the ability to inspire. These findingsprovide an understanding that every individual has the potential to become a transformational leader capable ofcreating positive change, both in an organizational context and in everyday life
Representasi Sifat Kepemimpinan (Trait of Leadership) Pada Tokoh Willy Wonka dalam Film “Wonka 2023”
Kepemimpinan merupakan faktor krusial yang menentukan keberhasilan suatu organisasi dalammencapai visi dan misi yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi sifatkepemimpinan pada tokoh Willy Wonka dalam film Wonka (2023), serta mengidentifikasi karakteristikdominan yang membentuk kepribadiannya sebagai pemimpin. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasipengaruh sifat-sifat kepemimpinan tersebut terhadap dinamika sosial yang berkembang dalam narasi cerita.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode deskriptif.Data diperoleh melalui observasifilm, dokumentasi visual, dan studi literatur, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles danHuberman. Hasil temuan menunjukkan bahwa tokoh Wonka menampilkan sejumlah karakteristik utamadalam teori sifat kepemimpinan, seperti kepercayaan diri, integritas, kecerdasan emosional, serta ketekunandalam merealisasikan visinya. Kepemimpinan yang diperlihatkan mencerminkan figur yang mampumenginspirasi, membangun hubungan sosial yang positif, dan mempertahankan nilai-nilai moral dalamsituasi yang penuh tantangan. Temuan ini mendukung asumsi bahwa kualitas personal dapat menjadi fondasiutama dalam membentuk efektivitas kepemimpinan. Namun demikian, pendekatan sifat dalamkepemimpinan kerap dikritik karena berpotensi menimbulkan bias individualistik dan mengabaikanpentingnya pembelajaran, pengalaman, serta adaptasi terhadap sosial dan budaya yang terus berubah.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan teori kepemimpinan lainnya guna memberikanpemahaman yang lebih adaptif terhadap realitas sosial yang terus berubah.
Leadership is a crucial factor that determines the success of an organization in achieving itsestablished vision and mission. This study aims to analyze the representation of leadership traits in thecharacter of Willy Wonka in the film Wonka (2023), and to identify the dominant characteristics that shapehis personality as a leader. In addition, this research explores how these leadership traits influence the socialdynamics that unfold throughout the narrative. The study employs a qualitative approach with a descriptivemethod. Data were collected through film observation, visual documentation, and literature review, andanalyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the character ofWonka demonstrates several key attributes of trait theory of leadership, such as self-confidence, integrity,emotional intelligence, and perseverance in realizing his vision. The portrayed leadership reflects a figurecapable of inspiring others, fostering positive social relationships, and upholding moral values in the face ofchallenges. These findings support the assumption that personal qualities can serve as a fundamental basisfor effective leadership. However, the trait-based approach to leadership has often been criticized for itspotential to promote individualistic bias and for overlooking the importance of learning, experience, andadaptation to evolving social and cultural contexts. Future research is recommended to integrate otherleadership theories in order to provide a more adaptive and contextually grounded understanding ofleadership in complex social realities
Pengaruh Affiliate Marketing, Content Marketing dan Live Streaming Terhadap Keputusan Pembelian Produk Lunafore di E-Commerce
This research is designed to examine the extent to which digital marketing strategies shape consumers purchase decisions for Lunafore products in online marketplaces. The analysis concentrates on three core variables, namely affiliate marketing, content marketing, and live streaming. A quantitative research framework was employed by integrating descriptive and verificative methods to ensure robust empirical assessment. Data were collected through an online Likert-scale questionnaire distributed to 100 internet users selected using purposive sampling techniques. The collected responses were subsequently analyzed using multiple linear regression to evaluate the relationships among variables. The empirical results reveal that live streaming, content marketing, and affiliate marketing each exert a positive and statistically significant effect on consumers’ purchasing decisions. Furthermore, the simultaneous testing indicates that these three variables jointly explain 62.6% of the variance in purchase decisions. These findings highlight the strategic importance of adopting an integrated digital marketing approach to strengthen consumer purchase behavior within e-commerce environments
Penguatan Peran Pemuda dalam Aksi Solusi Lokal Berkelanjutan melalui Kreativitas pada Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Pemuda merupakan kelompok usia produktif dengan potensi besar sebagai agenperubahan (agents of change). Menurut PBB, hampir setengah populasi dunia berusia dibawah 30 tahun, yang menjadikan mereka kekuatan strategis dalam pencapaianSustainable Development Goals (SDGs). SDGs menuntut keterlibatan lintas sektor danlintas generasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di bidang sosial, ekonomi,dan lingkungan hingga tahun 2030. SDGs bersifat global, tetapi pelaksanaannya bersifatlokal. Aksi lokal mengacu pada upaya konkret yang dilakukan masyarakat atau individudi lingkungan sekitarnya untuk mengatasi permasalahan yang relevan dengan 17 tujuanSDGs. Pemuda berperan penting dalam mengidentifikasi tantangan lokal danmengembangkan solusi berbasis komunitas dengan pendekatan inovatif dan partisipatif.Secara ilmiah, kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan menghasilkan ide baru danberguna. Dalam konteks SDGs, kreativitas siswa dan siswi SMA Budi Luhur dapatdiarahkan untuk inovasi sosial, kewirausahaan berkelanjutan, media dan teknologi:mengembangkan kampanye digital, aplikasi, atau konten kreatif yang menyuarakan isuSDGs secara masif. Kreativitas pemuda menciptakan "solusi hibrid" antara pengetahuanlokal dan pendekatan global untuk mempercepat pencapaian SDGs secara kontekstualdan berkelanjutan. Agar peran pemuda semakin kuat, maka dibutuhkan intervensisistematis dari berbagai pemangku kepentingan seperti: pemerintah, sekolah, komunitas,dan NGO. Pemuda merupakan subjek aktif dalam pembangunan yang mampumenawarkan solusi inovatif dan kontekstual. Dengan pendekatan yang holistik,partisipatif, dan berbasis kreativitas, pemuda dapat menjadi motor penggerak transformasisosial menuju masa depan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjuta
Promosi Kesehatan Berbasis Keluarga melalui Sekolah Perempuan Desa Sumbergede Wringinanom Gresik
Promosi kesehatan berbasis keluarga melalui Sekolah Perempuan merupakan pendekatan strategisdalam pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesehatan keluarga secara menyeluruh.Keluarga sebagai unit sosial terkecil memiliki peran sentral dalam mengelola kesehatananggotanya melalui dukungan emosional, edukasi, dan pengawasan pola hidup sehat. SekolahPerempuan berfungsi sebagai wahana edukasi yang memperkuat kapasitas perempuan dalammenerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) serta menjaga kesehatan reproduksi.Artikel ini menggali peran keluarga dan perempuan, permasalahan kesehatan masyarakat,metodologi pelaksanaan, hasil analisis, serta kesimpulan dari implementasi promosi kesehatanberbasis keluarga melalui Sekolah Perempuan.Kata kunci : Promosi kesehatan, keluarga, pemberdayaan perempuan, SekolahPerempuan, Perilaku Hidup Bersih Dan SehatABSTRACTFamily-based health promotion through Women's Schools is a strategic approach in empoweringwomen to improve family health comprehensively. The family, as the smallest social unit, plays acentral role in managing the health of its members through emotional support, education, andsupervision of healthy lifestyle patterns. Women's Schools serve as educational platforms thatstrengthen women's capacity to implement clean and healthy living behaviors (PHBS) andmaintain reproductive health. This article explores the role of family and women, communityhealth issues, methodology, analytical results, and conclusions from the implementation of familybasedhealth promotion through Women's Schools.Keyword : health promotion, family, women's empowerment, Women's School, cleanand healthy living behavio
Analisis Penerapan Sistem Informasi Menggunakan Metode Deskriptif Pada Diskomsantik Kabupaten Pandeglang
Perkembangan teknologi informasi mendorong instansi pemerintahan untuk memanfaatkan sistem informasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (DISKOMSANTIK) Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu instansi yang memiliki peran penting dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan pemerintahan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem informasi yang digunakan pada DISKOMSANTIK Kabupaten Pandeglang serta mengetahui bagaimana pemanfaatannya dalam mendukung kegiatan operasional instansi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi selama pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik (KKP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi pada DISKOMSANTIK telah membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan data, mempercepat proses penyampaian informasi, serta mendukung kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek pengelolaan sistem, pemeliharaan infrastruktur teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia agar pemanfaatan sistem informasi dapat berjalan secara lebih optimal. Dengan adanya evaluasi terhadap penerapan sistem informasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sistem yang berjalan serta menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan sistem informasi di lingkungan pemerintahan daerah
Perancangan Sistem Informasi Aset Barang Sekolah Berbasis Web Smkn 7 Pandeglang Menggunakan Framework Codeigniter 3
Pengelolaan aset barang di lingkungan sekolah merupakan hal penting untuk mendukung kegiatan operasional dan proses pembelajaran. Namun, pada SMKN 7 Pandeglang proses pencatatan dan pengelolaan aset masih dilakukan secara manual menggunakan buku dan aplikasi spreadsheet sederhana sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, kehilangan data, serta kesulitan dalam proses pencarian dan pembuatan laporan. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang mampu membantu pengelolaan data aset secara lebih efektif dan terintegrasi.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi aset barang berbasis web yang dapat mempermudah pengelolaan data aset di SMKN 7 Pandeglang. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Waterfall yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter serta menggunakan database MySQL untuk penyimpanan data.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem informasi aset berbasis web yang dapat mengelola data barang, data aset masuk dan keluar, serta menghasilkan laporan aset secara cepat dan akurat. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan aset sekolah, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mempermudah pihak tata usaha dalam melakukan pengawasan dan pelaporan data aset
Pengaruh Penggunaan Teknologi Digital Terhadap Keputusan Investasi Saham Pada Mahasiswa Di Kota Pematangsiantar
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penggunaan teknologi digital memengaruhikeputusan mahasiswa dalam berinvestasi saham di Kota Pematangsiantar. Mahasiswa sebagai bagian darigenerasi digital sangat terbiasa dengan berbagai platform investasi berbasis teknologi yang memungkinkanmereka memperoleh informasi pasar modal, menganalisis data keuangan, dan melakukan transaksi secaralangsung. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 30responden mahasiswa yang aktif melakukan investasi saham secara digital. Hasil analisis menunjukkanadanya pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan teknologi digital terhadap pengambilankeputusan investasi (nilai t = 4.177 > t-tabel = 2.04841; signifikansi = 0.000 < 0.05). Temuan inimemperlihatkan bahwa mahasiswa yang memanfaatkan teknologi digital secara aktif cenderung membuatkeputusan yang lebih terukur, cepat, dan berbasis informasi. Namun, efektivitas pemanfaatan teknologitersebut sangat bergantung pada literasi keuangan digital masing-masing individu. Oleh karena itu,peningkatan literasi keuangan menjadi hal krusial agar mahasiswa dapat berperan sebagai investor yangcerdas dan mandiri dalam ekosistem keuangan digita
Analisis Kepuasan Pengguna Website Kampus Berdampak Menggunakan Metode EUCS Dan Webqual 4.0 di Perguruan Tinggi
Kemajuan dalam bidang teknologi informasi berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan kita,termasuk dalam pendidikan. Hal ini mendorong para pemangku kepentingan yang ada dipemerintahan dan juga universitas untuk dapat beradaptasi dan mengikuti perkembangan ini untukmemberikan pelayanan yang terbaik kepada pelajar. Website Kampus Berdampak Universitas NusaMandiri diciptakan agar memudahkan dan segala kebutuhan administrasi program KampusBerdampak. Akan tetapi website ini belum memiliki indikator terhadap kepuasan penggunanya,yang dimana hal ini menjadi salah satu hambatan dalam memberikan pelayanan terhadapmahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis seberapa puas pengguna website inimenggunakan metode EUCS dan juga Webqual 4.0. Penelitian ini melibatkan 100 responden yangmerupakan mahasiswa semester 6 & 8. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rata – ratakepuasan pengguna website dengan menggunakan metode Kaplan dan Norton adalah sebesar 3,73yang masuk kedalam kategori puas dan untuk hasil analisis dengan menggunakan pendekatan PLSSEM,terdapat 3 variabel dari EUCS dan Webqual 4.0 yang berpengaruh terhadap kepuasanpengguna yaitu variabel Usability, Information Quality dan Service Interaction dengan masing –masing nilai T-test pada Usability -> 2,504, Information Quality -> 2,188, Service Interaction ->2,341 yang memiliki nilai diatas 1,96 dan nilai Path Coefficient pada masing – masing variabelUsability -> 0,280, Information Quality -> 0,228 dan Service Interaction -> 0,249 yang memilikinilai diatas 0,1 dengan kesimpulan bahwa aspek – aspek tersebut memiliki dampak yang signifikan
Representasi Kepemimpinan dan Kekuasaan Dalam Film “Menolak Diam (2019)”
ABSTRAK Representasi kepemimpinan merupakan konstruksi simbolis dan naratif tentang kepemimpinan dalam berbagai medium budaya, termasuk sinema, yang tidak hanya merefleksikan realitas historis atau sosial, tetapi juga membentuk persepsi publik mengenai otoritas, pengaruh, dan tanggung jawab pemimpin. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis representasi kepemimpinan dan kekuasaan yang tergambar dalam film Menolak Diam (2019), dengan menem patkannya dalam konteks perjuangan sosial-politik serta narasi sejarah Indonesia yang lebih luas. Fokus penelitian menyoroti bagaimana film ini menggambarkan kepemimpinanbukan sebagai posisi formal otoritas semata, melainkan sebagai proses dinamis yang penuh dengan keberanian moral, perlawanan, dan tanggung jawab etis dalam menghadapi struktur kekuasaan represif. Tema sentral analisis mencakup otoritarianisme, aktivisme akar rumput, serta interaksi kompleks antara dominasi dan emansipasi. Metodologi yang diterapkan adalah kualitatif, menggabungkan analisis mendalam terhadap adegan-adegan film, tinjauan pustaka komprehensif, dan triangulasi data, untuk mengkaji strategi naratif serta visual yang digunakan dalam mengilustrasikan ketegangan antara rezim represif dan kehendak kolektif untuk keadilanserta partisipasi demokratis. Temuan utama penelitian mengungkap bahwa Menolak Diam secara kuat menggambarkan kepemimpinan sebagai bentuk perlawanan aktif yang menantang legitimasi kekuasaan otoriter, sekaligus mengekspos kontradiksi inheren dalam kekuasaan tersebut—di mana upaya membungkam dissent dan mempertahankan kontrol justru memicu kesadaran sosial serta mobilisasi massa. Representasi dalam film ini menekankan dampak negatif dari kekuasaan yang menindas, seperti pengekangan kebebasan berekspresi, marginalisasi suara-suara minoritas, dan erosi ruang demokrasi yang sehat. Di sisi lain, filmmenyoroti potensi transformatif kepemimpinan yang berlandaskan integritas pribadi, solidaritas komunal, dan pemberdayaan kelompok marjinal. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan pada diskursus kepemimpinan dan kekuasaan dengan menunjukkan bagaimana narasi sinematik dapat berfungsi sebagai alat kritis untuk refleksi sosial dan edukasi politik. Ia mengajak penonton serta pembaca untuk mempertimbangkan ulang nilai-nilai kepemimpinan partisipatif dan tata kelola yang akuntabel dalam masyarakat kontemporer Indonesia, di tengah tantangan demokrasi yang sedang berlangsung.
ABSTRACT Representation of leadership Refers to the symbolic and narrative construction of leadership in various cultural media, such as cinema, which not only reflects historical or social realities, but also shapes society's perception of the authority, influence, and responsibility of leaders.This study aims to critically analyze the representation of leadership and power as depicted in the film Menolak Diam (2019), situating it within the broader context of Indonesia’s socio-political struggles and historical narratives. The research focuses on how the film portrays leadership not merely as a formal position of authority but as a dynamic and morally charged process involvingcourage, resistance, and ethical responsibility in confronting oppressive power structures. Central to this analysis are the themes of authoritarianism, grassroots activism, and the complex interplay between domination and emancipation. Employing a qualitative methodology that combines detailed film scene analysis, comprehensive literature review, and data triangulation, the study investigates the narrative and visual strategies used to depict the tensions between repressive regimes and the collective will for justice and democratic participation. The findings reveal that Menolak Diam powerfully illustrates leadership as an active form of resistance that challenges the legitimacy of authoritarian power, exposing its inherent contradictions—where power seeks to silence dissent and maintain control, yet simultaneously provokes social awakening and mobilization. The film’s representation underscores the detrimental effects of oppressive power, such as the suppression of freedom, marginalization of voices, and erosion of democratic spaces, while also highlighting the transformative potential of leadership grounded in integrity, solidarity, and empowerment of the marginalized. This study contributes to the discourse on leadership and power by demonstrating how cinematic narratives can function as critical tools for social reflection and political education, encouraging audiences to reconsider the values of participatory leadership and accountable governance in contemporary society