Open Journal published by Universitas Persada Indonesia YAI (Yayasan Administrasi Indonesia)
Not a member yet
2735 research outputs found
Sort by
Representasi Standar Kecantikan dalam Film Imperfect: Implikasi Sosial, Kesehatan Mental, dan Kesetaraan Gender
ABSTRAK Standar kecantikan merupakan konstruksi sosial yang dibentuk oleh budaya dan media massa, yang menekan perempuan untuk memenuhi kriteria fisik ideal. Tekanan ini menciptakan pandangan seragam tentangpenampilan, sekaligus merusak kesehatan mental, penerimaan diri, serta memperdalam ketidakadilan gender dan diskriminasi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi standar kecantikan dalam film Imperfect, mengungkap simbolisme serta ideologi di baliknya, dan dampaknya terhadap kesehatan mental serta relasi sosial perempuan. Analisis dilakukan melalui pemeriksaan elemen visual, dialog, dan narasi terkait pembentukan kecantikan. Hasilnya menunjukkan bahwa film Imperfect menggambarkan tekanan sosial lewat body shaming, perubahan fisik, dan perbedaan perlakuan terhadap tokoh utama. Film ini juga menyoroti penerimaan dan cinta diri sebagai bentuk penolakan terhadap standar kecantikan yang diskriminatif. Temuantersebut menegaskan peran film sebagai alat refleksi dan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental, kesetaraan gender, dan penghargaan atas keragaman fisik. ABSTRACT Beauty standards are a social construct shaped by culture and mass media, which pressures women to meet ideal physical criteria. This pressure creates a uniform view of appearance, while undermining mental health, self-acceptance, and deepening gender injustice and social discrimination. This study aims to analyze the representation of beauty standards in the film Imperfect, uncover the symbolism and ideology behind it, and itsimpact on women's mental health and social relations. The analysis was carried out through the examination of visual elements, dialogues, and narratives related to the formation of beauty. The results show that the film Imperfect depicts social pressure through body shaming, physical changes, and different treatment of the main character. The film also highlights acceptance and self-love as a form of rejection of discriminatory beauty standards. The findings affirm the role of film as a tool for reflection and education to raise awareness about mental health, gender equality, and appreciation for physical diversity
Pengaruh Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Sales di MyRepublic Cabang Tebet Jakarta Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, danLingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Sales MyRepublic. Metode yang digunakanadalah pendekatan kuantitatif dengan teknik deskriptif, dan data dikumpulkan melalui kuesioneryang disebarkan kepada seluruh populasi sebanyak 74 karyawan sales, dengan 20 karyawan salesuntuk pra-survey dan 54 karyawan sales lainnya untuk survey. Analisis data dilakukanmenggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS versi 3. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Disiplin Kerja dan Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikanterhadap Kepuasan Kerja, masing-masing dengan p value sebesar 0,104 > 0,05 dan untuk nilaistatistik sebesar 1,257 < 1,96 untuk Disiplin Kerja, serta p value sebesar 0,495 > 0,05 dan untuknilai statistik sebesar 0,012 < 1,96. Sementara itu, Lingkungan kerja berpengaruh positif dansignifikan terhadap Kepuasan Kerja, memiliki nilai pada p-value sebesar 0,000 < 0,05 dan untuknilai t-statistik sebesar 7,002 > 1,96. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LingkunganKerja merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat Kepuasan Kerja karyawan
This study aims to determine the effect of Work Discipline, Work Motivation, and WorkEnvironment on Job Satisfaction of MyRepublic Sales Employees. The method used is aquantitative approach with descriptive techniques, and data were collected throughquestionnaires distributed to the entire population of 74 sales employees, with 20 sales employeesfor the pre-survey and 54 other sales employees for the survey. Data analysis was carried outusing the Partial Least Square (PLS) method with the help of SmartPLS software version 3. Theresults showed that Work Discipline and Work Motivation did not have a significant effect on JobSatisfaction, each with a p value of 0.104> 0.05 and for a statistical value of 1.257 <1.96 forWork Discipline, as well as a p value of 0.495> 0.05 and for a statistical value of 0.012 <1.96.Meanwhile, the work environment has a positive and significant effect on job satisfaction, with ap-value of 0.000 < 0.05 and a t-statistic of 7.002 > 1.96. Thus, it can be concluded that the workenvironment is an important factor influencing the level of employee job satisfaction
Implementasi Nilai Budaya Keluarga dalam Membentuk Pola Kepemimpinan: Studi Kasus pada Film Coco
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai budaya keluarga berperan dalam membentuk pola kepemimpinan tokoh-tokoh utama dalam film Coco (2017), serta bagaimana dilema antara aspirasi pribadi dan tradisi keluarga memengaruhi dinamika kepemimpinan keluarga Rivera. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi, yaitu melalui peninjauan adegan, dialog, serta simbol visual dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abuelita merepresentasikan kepemimpinan otoriter dengan menekankan kepatuhan penuh demi menjaga tradisi, sementara Miguel menampilkankepemimpinan inklusif yang berusaha menjembatani impiannya menjadi musisi dengan nilai budaya keluarga. Konflik antar generasi yang terjadi menggambarkan dilema antara mempertahankan tradisi dan mengikuti aspirasi pribadi, namun akhirnya harmoni tercapai melalui kepemimpinan yang berakar pada kasih sayang keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa nilai budaya keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk gaya kepemimpinan, serta relevan dengan agenda global SDG 5 yaitu Kesetaraan Gender dan SDG 11 yakni Kota dan Komunitas Berkelanjutan.
ABSTRACT This study aims to analyze how family cultural values contribute to shaping the leadership patterns of the main characters in the film Coco (2017) and how the dilemma between personal aspirations and family tradition affects leadership dynamics within the Rivera family. A descriptive qualitative approach was employed, using observation and documentation techniques to examine key scenes, dialogues, and visual symbols in the film. Findings indicate that Abuelita embodies authoritarian leadership by insisting on strict compliance to preserve family traditions, whereas Miguel demonstrates inclusive leadership by attempting to reconcile his musical aspirations with familial values. The intergenerational conflict depicted in the film illustrates the tension between maintaining tradition and pursuing individual aspirations, yet ultimately harmony is restored through leadership rooted in familial care and affection. These results underscore the fundamental role of family cultural values in shaping leadership styles and highlight the findings’ relevance to global agendas such as SDG 5 (Gender Equality) and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities)
Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kompetensi Kerja Dan Kompensasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Jaya Makmur Eka Lestari Jakarta
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kecerdasan emosional, kompetensi kerja, dan kompensasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Jaya Makmur Eka Lestari Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik survei. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analisis data menggunakan PLS (Patrial Least Squares) dengan program SmartPLS versi 4. Populasi penelitian sebesar 35 karyawan PT. Jaya Makmur Eka Lestari Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh maka diperoleh sampel sebesar 35 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, kompetensi kerja tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, dan kompensasi kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja.
ABSTRACT This study aims to examine the effect of emotional intelligence, work competence, and work compensation on employee job satisfaction at PT. Jaya Makmur Eka Lestari Jakarta. The study used a descriptive quantitative method with a survey technique. The research instrument used a questionnaire with a Likert scale. Data analysis used PLS (Patriarchal Least Squares) with the SmartPLS version 4 program. The study populationwas 35 employees of PT. Jaya Makmur Eka Lestari Jakarta. The sampling technique used saturated sampling, so a sample of 35 respondents was obtained. The results of this study indicate that emotional intelligence does not have a positive effect on job satisfaction, work competence does not have a positive effect on job satisfaction, and work compensation has a positive effect on job satisfaction
Eksplorasi Karakter Kepemimpinan Hua Mulan melalui Nilai Kejujuran, Keberanian, Loyalitas dalam Film “Mulan 2020”
Kepemimpinan merupakan proses penting dalam mengarahkan individu maupun kelompok untukmencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kepemimpinanyang tercermin pada tokoh Hua Mulan dalam film Disney Mulan (2020), dengan menitikberatkanpada keberanian, kejujuran, dan loyalitas. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisisstrategi kepemimpinan karismatik yang ditampilkan Mulan dalam menghadapi tantangan. Metodepenelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi melaluipengamatan adegan dan dialog yang relevan, kemudian diinterpretasikan berdasarkan teorikepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian Mulan tercermin ketika ia beranimengambil risiko besar demi menggantikan ayahnya, kejujuran terlihat saat ia memilihmengungkapkan identitas meskipun berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, dan loyalitastergambar dalam kesetiaannya kepada kaisar dan tanah air. Namun, nilai-nilai tersebut pada awalnyatidak sepenuhnya diterima lingkungannya karena dianggap melanggar norma. Konsistensi dankharisma Mulan dalam memegang prinsip akhirnya membuatnya diakui sebagai pemimpin sejati.Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan karismatik efektif bukan hanya karena posisi formal,melainkan karena kekuatan nilai personal dan kemampuan menginspirasi.
Leadership is an essential process in guiding individuals and groups to achieve common goals. Thisstudy aims to describe the leadership values reflected in the character of Hua Mulan in Disney’sMulan (2020), focusing on courage, honesty, and loyalty. In addition, this study seeks to analyze thecharismatic leadership strategies demonstrated by Mulan in facing challenges. The research methodemployed a descriptive qualitative approach with content analysis techniques through observationsof relevant scenes and dialogues, which were then interpreted based on leadership theories. Thefindings reveal that Mulan’s courage is evident when she dares to take a great risk by replacing herfather, honesty is shown when she chooses to reveal her identity despite serious consequences, andloyalty is reflected in her devotion to the emperor and her homeland. However, these values wereinitially not fully accepted by her surroundings as they were considered to violate prevailing norms.Mulan’s consistency and charisma in upholding her principles eventually led her to be recognizedas a true leader. This study emphasizes that charismatic leadership effectiveness lies not merely informal positions but in personal values and the ability to inspire
Dampak Pola Asuh pada Tokoh Awan dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Kepemimpinan bukan hanya mmapu untuk memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan untuk mengeloladiri sendiri, mengambil keputusan secara mandiri, dan bertanggung jawab atas pilihan hidupnya. Bahkanketika menghadapi tekanan dalam keluarga, individu juga perlu mengembangkan keterampilankepemimpinan. Dapat dikatakan bahwa seorang pemimpin harus mampu memotivasi, menginspirasi, danmemberikan perhatian pribadi kepada orang lain agar dapat mencapai tujuannya. Namun, ini tidak selalumudah dilaksanakan terutama dalam situasi yang penuh tantangan dan tekanan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menentukan apakah tekanan dan tuntutan dari orang tua dapat mempengaruhi perkembangan psikologisdalam kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan film sebagai objek pengamatanmelalui perilaku dan dialog. Pengamatan dilakukan melalui studi literatur dan pengamatan melalui film, NantiKita Cerita Tentang Hari Ini (We'll Talk About Today Later). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaseorang pemimpin bernama Awan berhasil memberikan perhatian pribadi, memotivasi, dan menginspirasikeluarganya untuk berani menghadapi perubahan. Awan berhasil mengatasi konflik keluarga yangdisebabkan oleh gaya pengasuhan otoriter yang diterapkan orang tuanya kepadanya dan dua saudarakandungnya yang lebih tua. Keterampilan kepemimpinan transformasional Awan mengingatkan kita bahwasetiap orang harus siap menghadapi perubahan.
Leadership is not only the ability to lead others, but also the ability to manage oneself, make independentdecisions, and take responsibility for one's life choices. Even when facing pressure within the family,individuals also need to develop leadership skills. It can be said that a leader must be able to motivate,inspire, and give personal attention to others in order to achieve their goals. However, this is not always easyto do, especially in challenging and stressful situations. The purpose of this study is to determine whetherpressure and demands from parents can affect psychological development in leadership. This study uses aqualitative method with film as the object of observation through behavior and dialogue. Observations weremade through literature studies and observations through the film, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (We'llTalk About Today Later). The results of this study show that a leader named Awan succeeded in givingpersonal attention, motivating, and inspiring his family to dare to face change. Awan managed to overcomefamily conflicts caused by the authoritarian parenting style applied by his parents to him and his two oldersiblings. Awan's transformational leadership skills remind us that everyone must be prepared to face change
Pengaruh Cloud Computing, Kompetensi Auditor, Pengalaman Kerja, dan Motivasi terhadap Kualitas Audit di Kantor Akuntan Publik (KAP) Di Daerah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cloud computing, kompetensi auditor,pengalaman kerja, dan motivasi terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di JakartaPusat dan Jakarta Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan surveikuesioner kepada auditor, serta analisis data dengan Partial Least Square – Structural EquationModeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cloud computing,kompetensi auditor, dan motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit,sedangkan pengalaman kerja auditor tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwapemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya auditor melalui kompetensi sertamotivasi yang tinggi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas audit di era digital,sementara pengalaman kerja tidak selalu menjamin peningkatan mutu audit.
This study aims to analyze the influence of cloud computing, auditor This study aims to explore theimpact of cloud computing, auditor competence, auditor experience, and motivation on audit qualityin Public Accounting Firms (KAP) located in Central Jakarta and West Jakarta. This study applies aquantitative approach with a survey method, where data is collected through the distribution ofquestionnaires to auditors working in KAP in both locations. The data analysis method used is PartialLeast Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS software. Theresults indicate that cloud computing, auditor competence, and auditor motivation have a positive andsignificant impact on audit quality, while auditor experience does not show a significant impact. Thesefindings imply that the use of technology and improving the quality of human resources are importantelements in improving audit quality in the digital age.
Representasi Kepemimpinan Transformasional Tokoh Genta dalam Perjalanan Pendakian Gunung Semeru pada Film 5 cm
Kepemimpinan tidak hanya tentang memimpin orang lain, tetapi juga tentang kemampuan untukmemotivasi, menginspirasi dan memberikan visi yang dapat mempengaruhi tindakan kolektif. Seorangpemimpin harus mampu membangun semangat tim, menanamkan kepercayaan dan memperhatikankebutuhan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan studi ini adalah menganalisis bagaimanakepemimpinan transformasional tercermin dalam film 5 cm. Studi ini menggunakan metode kualitatif,dengan film sebagai objek pengamatan, dijelaskan melalui perilaku dan dialog karakter dalam adeganadegankunci. Proses observasi menggabungkan tinjauan literatur dan analisis adegan langsung untukmengidentifikasi dimensi kepemimpinan transformasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakarakter utama berhasil menunjukkan kepemimpinan transformasional dengan memotivasi danmenginspirasi teman-temannya selama perjalanan mereka mendaki Gunung Semeru. Ia memberikandorongan, membangun solidaritas dan memperkuat optimisme ketika kelompok menghadapi tantanganfisik dan mental. Kepemimpinan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional juga dapatmuncul dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam organisasi formal.
Leadership is not only about leading others, but also about the ability to motivate, inspire, and provide avision that can influence collective action. A leader must be able to build team spirit, instill trust, and payattention to the needs of others to achieve common goals. The purpose of this study is to analyze howtransformational leadership is portrayed in the film 5 cm. This study used a qualitative method, with thefilm as the object of observation, explained through the behavior and dialogue of characters in key scenes.The observation process used literature review and direct scene analysis to identify the dimensions oftransformational leadership. The results of this study indicate that the main character successfullydemonstrated transformational leadership by motivating and inspiring his friends during their journey upMount Semeru. He provided encouragement, built solidarity, and strengthened optimism when the groupfaced physical and mental challenges. This leadership demonstrates that transformational leadership canalso emerge in everyday life, not only in formal organizations
Analisis Penggunaan E-wallet dan Dampaknya Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan e-wallet dan impaknya pada perilakukonsumtif mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang. Sample penelitian adalah mahasiswaaktif yang melalui aktivitas sehari-hari menggunakan e-wallet. Penelitian ini menggunakan metodependekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, dilengkapi tinjauan pustakapenggunaan e-wallet dan perilaku konsumtif pada berbagai penelitian. Berdasarkan hasilpenelitian, diketahui bahwa e-wallet dapat memberi kemudahan, efisiensi, dan kecepatan pada segitransaksi, tetapi dapat pula memicu tingkat aktivitas konsumtif erkek mahasiswa, terutama melaluipembelian impulsif terhadap promo.
ABSTRACT This study aims to study the use of e-wallets and its impact on consumptive behavior of studentsof Universitas Wahid Hasyim Semarang. The participants of this study are active students who arecurrently using e-wallets actively in daily life. This study employed a qualitative descriptivemethod in the form of depth interview helped with a study of literature of previous studies on theuse of e-wallets and consumptive behavior. The findings indicate that the use of e-wallets providesenormous benefits of convenience, rapidity, and transaction effectiveness, but also facilitates theemergence of consumptive behavior of students, particularly through impulsive buys fostered bypromotions, cashbacks, and discounts. Besides, the study proves to show that the impact of the useof e-wallets is not definitive, as students showing higher self-control are found to use themrationally and for necessary needs, and students with poor self-control are easily prone toconsumptive behavior excessively. Therefore, the use of e-wallets should not be made a scapegoatfor consumptive behavior, but rather as financial technology tools whose impact is mostlydependent on the person concerned's self-control, and it becomes essential to foster awareness andfinancial discipline among students to provide maximum benefit from using e-wallets withoutcausing any negative effect on personal financial management
Representasi Gaya Kepemimpinan Transformasional B.J Habibie Dalam Film Rudy Habibie (2016)
Kepemimpinan tidak hanya memainkan peran yang penting dalam meningkatkan kinerja organisasitetapi juga berperan penting dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi yang semakinkompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi kepemimpinan transformasionalyang digambarkan oleh B.J. Habibie dalam film "Rudy Habibie" (2016). Dengan menggunakanmetode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan teknik observasi dan studi pustaka secaramendalam tentang bagaimana kepemimpinan transformasional mempengaruhi dinamikaorganisasinya. Observasi dilakukan melalui pemutaran film berulang kali dan studi pustaka di lakukandengan peninjauan literatur tentang kepemimpinan transformasional. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Rudy Habibie digambarkan sebagai pemimpin yang berintegritas, intelektualisme, inovatif,serta memiliki visi dan misi yang jelas dan mampu menginspirasi serta memotivasi anggota timnya.Pada awalnya, Rudy mendapat banyak penolakan dari anggota timnya dalam menerapkan prinsipkepemimpinannya dan ide-idenya yang inovatif. Namun, Rudy berhasil menanamkan rasa percayadiri dan keyakinan kepada anggota timnya, yang memungkinkan mereka mencapai tujuan organisasiyang lebih besar. Film ini memberikan pemahaman dan wawasan kepada penonton tentang praktiknilai-nilai kepemimpinan transformasional yang dapat diterapkan dalam konteks kepemimpinan diorganisasi masa kini.
Leadership not only plays a crucial role in improving organizational performance but also plays acrucial role in addressing increasingly complex organizational challenges. This study aims to explorethe representation of transformational leadership portrayed by B.J. Habibie in the film "RudyHabibie" (2016). Using a descriptive qualitative method, this study employed observation techniquesand in-depth literature review on how transformational leadership influences organizationaldynamics. Observations were conducted through repeated screenings of the film and literature review,including a literature review on transformational leadership. The results show that Rudy Habibie isportrayed as a leader with integrity, intellectualism, and innovation, possessing a clear vision andmission, capable of inspiring and motivating his team members. Initially, Rudy faced considerableresistance from his team members in implementing his leadership principles and innovative ideas.However, Rudy succeeded in instilling confidence and belief in his team members, enabling them toachieve larger organizational goals. This film provides the audience with an understanding andinsight into the practice of transformational leadership values that can be applied in the contextof leadership in today's organizations