Media Publikasi Ilmiah UNIKA (Universitas Katolik) Santo Thomas Medan
Not a member yet
3235 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) BERTEMA PARIWISATA AIR TERJUN SIPISO-PISO
Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat madya melalui media pariwisata lokal dilakukan dengan mengangkat objek wisata Air Terjun Sipiso-Piso sebagai sumber konten pembelajaran berbasis konteks dan tugas. Media pariwisata ini dipilih karena memiliki nilai budaya lokal yang kuat dan belum banyak dimanfaatkan dalam bahan ajar BIPA. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan mix methode (metode campuran). Proses pengembangan melibatkan validasi ahli. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan angket. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar memperoleh kelayakan sebesar 92,86% dengan kategori sangat layak. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa pembelajar memiliki antusiasme yang tinggi terhadap isi, tampilan, dan konteks budaya dalam bahan ajar sehingga bahan ajar ini efektif meningkatkan pemahaman kosakata, minat belajar, serta apresiasi terhadap budaya Indonesia. Temuan baru dari penelitian ini adalah integrasi media wisata lokal sebagai sumber belajar kontekstual yang memperkuat pembelajaran bahasa dan budaya secara bermasamaan
CINTA KASIH PASTORAL SEBAGAI FOKUS PEMBINAAN CALON IMAM
Menjadi imam merupakan panggilan yang luhur dan mulia. Di dalam karunia tersebut terkandung tugas dan tanggung jawab untuk melayani umat Allah. Untuk membentuk calon imam yang berorientasi cinta kasih pastoral bermodelkan kasih kegembalaan Yesus Kristus, Anjuran Apostolik Pastores Dabo Vobis menegaskan pentingnya pembinaan calon imam secara holistik. Pembinaan tidak hanya berfokus dan menitikberatkan aspek intelektual, tetapi juga dan terutama menekankan aspek manusiawi, rohani dan pastoral. Cinta kasih sebagai inti spiritualitas imamat merupakan fondasi utama agar para imam dapat melaksanakan panggilan mereka dengan komitmen dan tanggung jawab yang bersumber dari Yesus, Sang Imam Agung dan Gembala Baik
KOMUNITAS BASIS GEREJAWI SEBAGAI SALAH SATU WADAH SOSIALISASI SEMANGAT PERSAUDARAAN UNIVERSAL ENSIKLIK FRATELLI TUTTI DI PAROKI MARIA BUNDA PEMBANTU ABADI, BATAM
As small faith-based communities, Basic Ecclesial Communities (BECs) play a strategic role in fostering bonds of solidarity, dialogue, and compassion toward others, transcending ethnic, cultural, and religious boundaries, core principles promoted in Fratelli Tutti. In the context of MBPA Parish, BECs function not only as spaces for communal faith gatherings but also as arenas for faith formation and the cultivation of social awareness. The methodology employed in this study combines both library research and fieldwork. Data were collected through literature review involving books, articles, and journals relevant to the research theme, as well as through field interviews conducted. The data were analyzed by interpreting the interview findings in light of the principles and values of universal fraternity as articulated in Fratelli Tutti. The findings reveal that BECs in MBPA Parish serve as both a means of faith formation and a locus for social praxis. Through regular meetings, social outreach, and engagement with the broader community, BECs reinforce values of solidarity, care for the marginalized, and foster spaces for intergroup dialogue. However, the research also identifies several challenges, both internal and external. Internal challenges include the limited realization of dialogue, openness, and shared responsibility among BEC members in daily life. External challenges manifest in societal stigma and negative perceptions toward Catholics by other groups. The study concludes that BECs, when guided by a vision aligned with the spirit of Fratelli Tutti, have the potential to be effective instruments for the socialization of universal fraternity, embodied in dialogue, openness, and shared responsibility. Continuous and consistent socialization processes may ultimately contribute to social transformation toward a more just, peaceful, and fraternal world
Analisis Kemampuan Visualisasi Spasial dalam Menyelesaikan Soal Geometri Peserta Didik Ditinjau dari Dominasi Otak Kiri dan Kanan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan visualisasi spasial peserta didik dalam menyelesaikan soal geometri ditinjau dari dominasi otak kiri dan kanan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari penyebaran tes dominasi otak kiri dan kanan, memberikan tes kemampuan visualisasi spasial, dan melakukan wawancara tidak terstruktur. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti, tes domoinasi otak kiri dan kanan, serta tes kemampuan visualisasi spasial. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 peserta didik kelas IX-D SMP Negeri 3 Tasikmalaya yang dipilih berdasarkan pertimbangan peserta didik yang memberikan jawaban konsisten pada hasil tes dominasi otak kiri dan kanan, paling banyak memenuhi indikator kemampuan visualisasi spasial, serta memiliki kencenderungan dominasi otak yang tinggi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa peserta didik dengan dominasi otak kiri (S-17) mampu memenuhi 3 indikator kemampuan visualisasi spasial, yaitu pengimajinasian (imaging), pengonsepan (conceptualizing), dan pemecahan masalah (problem solving), sementara peserta didik dengan dominasi otak kanan (S-22) mampu memenuhi semua indikator kemampuan visualisasi spasial, yaitu pengimajinasian (imaging), pengonsepan (conceptualizing), pemecahan masalah (problem solving), dan pencarian pola (pattern seeking). S-17 membaca soal dan menuliskan informasi dengan sistematis dan detail serta lebih menguasai bahasa verbal, sedangkan S-22 membaca dan memahami soal dengan menyeluruh secara berulang, serta lebih menguasai bentuk visual. Dalam menentukan penyelesaian soal, S-17 menunjukkan pola pikir yang logis, kritis, dan linear, sedangkan S-17 menunjukkan pola pikir yang intuitif dan spasial
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Berbasis TI di SMA Negeri 1 Onan Runggu Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir
This study explores the utilization of Artificial Intelligence (AI) in technology-based learning at SMA Negeri 1 Onan Runggu, located in Samosir Regency. The integration of AI into the educational process aims to enhance learning effectiveness, personalize student experiences, and support teachers in managing instructional materials. Using a qualitative-descriptive method, data were collected through interviews, observations, and documentation involving teachers and students. The findings indicate that AI-based tools, such as intelligent tutoring systems, educational chatbots, and automated assessments, have begun to be applied in classroom and digital learning settings. Although challenges remain—such as limited infrastructure and the need for teacher training—the implementation of AI shows promising results in increasing student engagement and supporting independent learning. This study highlights the importance of adopting AI-driven approaches to meet the demands of modern education and improve the overall quality of learning in schools
DISOBEDIENCE OF CONFUCIAN RULES IN MAXINE HONG KINGSTON’S THE WOMAN WARRIOR
This study aims to find and analyze the disobedience to Confucian rules that found in Maxine Hong Kingston's The Woman Warrior. This research uses qualitative methods with data collection done through comprehensive reading, marking relevant data, reading the concepts and theories applied and removing irrelevant data and writing the most relevant to be analyze. The data analyze with feminist theories. The results found are that there are Confucian rules that do not support gender equality or demean women. Therefore, through her work Kingston expresses disobedience to these rules. The rules that found are: Match making, the difference between boys and girls, humility, husband's and wife's duties, wholehearted devotion, and silencing women. Through this research, women must dare to get out of their comfort zone, to be independent, speak up, and not be afraid of restrictive rules, and have a freedom to do domestic and public roles
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Azotobacter dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.)
This research was conducted in Selayang Village, Selesai District, Langkat Regency, North Sumatra Province. Starting in May until July 2024. The purpose of this study was to determine the effect of Azotobacter and cow manure on the growth and production of mustard greens. This study used a Factorial Randomized Block Design (RAK) with 2 treatment factors. The first factor is Azotobacter with the symbol (A) which consists of 2 treatment levels, namely: A1 = 15 ml / Liter of water, A2 = 30 ml / Liter of water. The second factor is Cow Manure (K) which consists of 3 treatment levels, namely: K0 = 0 grams / polybag, K1 = 75 grams / polybag, and K2 = 150 grams / polybag. The parameters observed in this study were plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), plant wet weight (grams), and plant root wet weight (grams). Azotobacter treatment significantly affected the parameters of leaf area, plant wet weight, and root wet weight. The best treatment was treatment A2 (30 ml/L). Cow manure treatment significantly affected the parameters of plant wet weight and root wet weight. The best treatment was treatment K2 (150 grams/polybag). The interaction of Azotobacter and cow manure treatments significantly affected the parameters of plant height at 4 MST, number of leaves at 4 MST, leaf area, and plant wet weight. The best treatment was the A2K0 treatment (Azotobacter 30 ml/L and cow manure 0 grams/polybag)
ARTI PENTINGNYA NOTA KESEPAHAMAN (MEMORANDUM OF UNDERSTANDING) DALAM KONTRAK BISNIS
Memorandum of Understanding ini dapat berfungsi sebagai pijakan untuk merancang perjanjian yang lebih rinci dan mengikat sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk prospek kerja sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya membuat nota kesepahaman dan kekuatan hukumnya dalam kontrak bisnis. Metode penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pendekatan undang-undang (statute approuch), pendekatan konseptual (conceptual approach). Analisis dilakukan dengan pengumpulan bahan hukum yang mempunyai relevansi dengan permasalahan untuk melakukan telaah atas isu hukum yang diajukan sehingga ditarik kesimpulan dalam bentuk argumentasi dalam kesimpulan. Memorandum of Understanding penting dalam kontrak bisnis sebagai langkah awal untuk membangun kesepakatan yang lebih formal dan berfungsi sebagai kerangka kerja serta membantu mengurangi risiko ketidakpastian. Nota kesepahaman belum memiliki kekuatan hukum, karena masih berupa perjanjian pendahuluan yang bersifat komitmen awal antara para pihak, namun dalam perkembangannya sanksi yang diberikan kepada pihak yang melanggarnya hanya berupa sanksi moral berupa goodwil
PRINSIP KEJELASAN MAKNA RUMUSAN NORMA PADA PENAHANAN MENURUT KUHAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prinsip kejelasan makna rumusan norma pada penahanan menurut KUHAP. Penelitian ini menggunakan data sekunder, berupa peraturan perundang-undangan dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumusan norma penahanan yang tidak tegas, tidak jelas dan tidak terukur serta bersifat multi tafsir mengakibatkan timbulnya kecenderungan penegak hukum melanggar hak-hak tersangka atau terdakwa. Kewenangan penahanan yang bersifat subyektif dan multi tafsir cenderung disalahgunakan. Rumusan norma yang jelas, tegas, terukur dan tidak multi tafsir dapat mencegah tersangka atau terdakwa dari penahanan yang sewenang-wenang
WOMEN’S PERSONALITY DEVELOPMENT IN SANDRA CISNEROS’ THE HOUSE ON MANGO STREET
The development of women’s personality is an important and relevant topic, particularly in the context of patriarchal cultures that continue to influence the lives of many women. This study examines the family and social factors that contribute to the development of women's personalities. Employing a narrative qualitative methodology, the primary data is drawn from the novel The House on Mango Street by Sandra Cisneros, with additional insights obtained through library research. The study is framed through the feminist-psychology theory proposed by Karen Horney, which emphasizes that women's personalities are closely tied to their social and cultural environments. The findings reveal two key factors that shape women's personality development: family influences, which are impacted by parental support and financial difficulties, and social influences, which primarily stem from peers and the surrounding neighborhood