Media Publikasi Ilmiah UNIKA (Universitas Katolik) Santo Thomas Medan
Not a member yet
3235 research outputs found
Sort by
Rantai Pasok Beras Organik di Provinsi Sumatera Barat dengan Pendekatan Food Supply Chain Network
Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu produsen beras organik di Indonesia. Rantai pasokan pertanian mencakup semua komponen proses yang mencakup berbagai tahapan yang terkait dengan pengadaan, produksi, pasca panen, penyimpanan, pemrosesan, dan pengiriman. Hal inilah yang membuat rantai pasok produk pertanian menjadi lebih kompleks. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis rantai pasok beras organik di Sumatera Barat menggunakan kerangka Food Supply Chain Network (FSCN). Hasil penelitian menunjukkan rantai pasok beras organik di Sumatera Barat melibatkan beberapa pelaku rantai pasok, yaitu petani organik, pedagang pengumpul, pedagang besar, petani bandar, pedagang pengecer, supermarket dan konsumen akhir. Pedagang besar dan petani bandar yang berfungsi sebagai pengolah atau penggiling tidak melakukan jasa grading. Tujuan dari produksi produk beras organik di Sumatera Barat adalah untuk mendorong kolaborasi dan menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja pemasaran beras organik
Produktivitas Dan Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo
Corn is one of the agricultural sector food crop commodities that is widely cultivated by farmers in Indonesia. Corn is included in the group of National food ingredients which is positioned as the main staple food after rice so that it is called a buffer for National food security. This study aims to analyze the productivity and income of corn farming / Ha / MT in Sukanalu Village, Barus Jahe District. The research methods used are observation, interviews and questionnaires. The data analysis used is productivity and income analysis. The results of the study showed that the productivity of corn farming in Sukanalu Village, Barus Jahe District was 7.7 tons / / Ha / MT and the level of net income of corn farming for an average per hectare of Rp 20,296,666 / ha / planting season
Pelatihan Akuntansi Berdasarkan PSAK 72
Implikasi perpajakan dalam PSAK 72 ini dapat ditinjau dari dua aspek yaitu PPh dan PPN. Sebenarnya secara teknis pengakuan pendapatan berkaitan dengan saat pengakuan pendapatan dan jumlah pengakuan pendapatan yang berkaitan dengan basis penilaian. Secara umum karena UU PPh Indonesia tidak mengatur secara rinci mengenai pengakuan pendapatan (saat pengakuan pendapatan), maka berdasarkan kuasa Pasal 28 UUKUP, prinsip akuntansi yang berlaku, sehingga dalam hal ini keberadaan PSAK 72 seharusnya tidak memiliki dampak yang signifikan dalam hal perlakuan PPh terkait saat pengakuan pendapatan. Namun demikian, PSAK 72 ini sudah dapat dipastikan membawa permasalahan yang pelik dalam hal PPN karena UU PPN bergantung pada konsep penyerahan, sedangkan PSAK 72 seperti yang telah dibahas sebelumnya menekankan pada peristiwa beralihnya penguasaan barang atau jasa dari penjual kepada pembeli. Walaupun dalam banyak hal saat penyerahan itu sama dengan saat beralihnya pengendalian atau penguasaan barang atau jasa, namun dalam praktik bisa saja saat penyerahan ini tidak sama dengan peristiwa beralihnya penguasaan barang atau jasa. Metode pelaksanaan kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan disertai makalah yang diberikan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dairi. Setelah ceramah akan dilakukan tanya jawab antara peserta dengan pemakalah. Dari hasil penyuluhan ini dapat dilihat antusias para peserta terhadap materi yang disampaikan. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa para peserta mulai mengerti arti pentingnya Hasil penyuluhan ini secara kuantitatif tidak dapat diukur. Akan tetapi tanggapan para peserta yang hadir dalam kegiatan ini cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme mereka bertanya berkaitan dengan topik pelatihan. Akan tetapi suatu hal yang sangat diharapkan oleh para peserta mereka ingin melakukan praktek nyata dalam penggunaan PSAK 72, pendidikan pegawai bervariasi sehingga perlu melakukan pendekatan untuk meyakinkannnya
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring pada Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Tunas Mekar Medan
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anggota Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Tunas Mekar Medan dalam memanfaatkan peluang usaha rumah tangga melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring. Kelompok mitra kegiatan ini adalah anggota Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Tunas Mekar Medan. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menambah keterampilan praktis yang dapat digunakan untuk memulai usaha rumahan, membuka peluang pendapatan tambahan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi, melaksanakan demonstrasi cara pembuatan sabun cuci piring. memberikan arahan jika peserta ingin mengembangkan usaha kecil pembuatan sabun cuci piring secara berkelompok atau individu. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah produk sabun cuci piring yang siap untuk dipasarkan dan digunakan sendiri, juga peserta memiliki keterampilan membuat sabun cuci piring secara mandiri dalam skala rumahan untuk digunakan sendiri atau dijual, terbentuk kelompok usaha bersama di lingkungan koperasi
FUNGSI DAN TUGAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MELAKUKAN PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN TANJUNG GUSTA KELAS I MEDAN
Correctional Institutions are a development system that uses an approach that focuses on the potentials of prisoners and the community, so that the community is involved in developing and integrating prisoners into the community and is called the "Developing Community". Tanjung Gusta Class 1 Medan Correctional Institution views prisoners as not objects but as subjects of development who essentially commit unlawful acts due to the rift in the relationship between life, living and livelihood. Correctional Institutions are closely related to "rehabilitation" and "resocialization". Rehabilitation” and “resocialization” are closely related to the implementation of the correctional system. In this case, it attempts to socialize prisoners so that they become good and useful citizens. The implementation of “resocialization” is actually not an easy job because the prisoners being handled have different criminal backgrounds. The correctional system for prisoners is implemented from the examination process to guidance in correctional institutions. Guidance in correctional institutions is central to achieving the success of this guidance. Good and successful guidance is continued by obtaining “rehabilitation”, and finally society can accept them back
Efektivitas Penggunaan Beberapa Jenis Ekoenzim Dalam Pengendalian Hama Ulat Bawang (Spodoptera Exigua) Pada Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L)
This study aims to determine the effect of concentration and variation of eco-enzyme, as well as the interaction between these two treatments, on the control of beet armyworm (Spodoptera exigua) pests in shallot plants (Allium ascolonicum L). The research was conducted in Sempakata Subdistrict, Medan Selayang District, Medan, at an altitude of 32–50 meters above sea level, from March to August 2024. A Randomized Complete Block Design (RCBD) was used, involving two factors. The first factor was eco-enzyme concentration (E), consisting of four levels: E1 = 5 cc/L water, E2 = 10 cc/L water, E3 = 15 cc/L water, and E4 = 20 cc/L water. The second factor was eco-enzyme variation (V), also consisting of four levels: V1 = Fruit-based eco-enzyme, V2 = Fruit-based eco-enzyme + Garlic, V3 = Fruit-based eco-enzyme + Lemongrass, and V4 = Fruit-based eco-enzyme + Tobacco. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The observed parameters included plant height, stem diameter, number of leaves, fresh bulb weight per sample, fresh bulb weight per plot, pest attacks, and pest attack intensity. Based on the results, eco-enzyme concentration had a significant effect on plant height at 4 weeks after planting (WAP), number of leaves at 2 WAP, pest attack intensity at 6 WAP, and a highly significant effect on pest attack intensity at 4 WAP. Eco-enzyme variation had a highly significant effect on plant height, stem diameter at 2 WAP, number of leaves, pest attacks at 4 WAP, and pest attack intensity at 4 and 6 WAP. It also had a significant effect on pest attacks at 2 and 6 WAP and pest attack intensity at 2 WAP. The interaction between eco-enzyme concentration and variation had a significant effect on plant height at 4 WAP and pest attack intensity at 4 WAP. The most effective eco-enzyme variation was the combination of fruit-based eco-enzyme and tobacc
PENGGUNAAN TEORI RESTORATIVE JUSTICE, UPAYA MEWUJUDKAN KEADILAN DALAM PERKARA PIDANA
Perkembangan pemikiran hukum kontemporer, menawarkan paradigma yang menawarkan penyelesaian perkara pidana melalui proses dialogis dan partisipatif dengan tujuan pemulihan keadaan, bukan pemberian hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teori restoratif justice dan penggunaannya untuk mewujudkan keadilan dalam pemidanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis-ideologis, dengan mengkonsepsikan hukum sebagai ide, dan nilai, dengan teknik analisis penafsiran hukum secara preskriptif. Penerapan restorative justice dilakukan melalui pendekatan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, bukan hanya pada pemberian hukuman kepada pelaku dengan melibatkan keluarga dan pihak untuk untuk mencapai kesepakatan terkait ganti rugi, permohonan maaf, atau bentuk pemulihan lainnya, dan penggunaan teori ini sangat efektif untuk mewujudkan tujuan pemidanaan melalui pergeseran teori pembalasan dengan mendorong pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya, dengan solusi pemulihan bagi korban, untuk mencapai keadilan
Pengembangan Sistem Notifikasi Real Time untuk Aplikasi Manajemen Persuratan Multiplatform menggunakan Firebase Cloud Messaging dan Application Programming Interface
Dalam era digital yang semakin maju, layanan persuratan mengalami transformasi dari sistem konvensional ke elektronik yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis website maupun mobile. Layanan ini memegang peranan penting dalam mendukung aktivitas komunikasi formal di berbagai sektor. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan informasi dapat diterima secara tepat waktu. Pengembangan sistem notifikasi menjadi solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi tantangan ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan Sistem Notifikasi Otomatis dalam Konteks Manajemen Surat Menyurat dengan menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Waterfall. Pengembangan sistem notifikasi ini dirancang dengan mengintegrasikan Application Programming Interface (API) dan Firebase Cloud Messaging (FCM) sebagai mekanisme pengiriman pesan notifikasi untuk lintas platform secara real time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem notifikasi otomatis ini dapat digunakan untuk memudahkan stakeholder dan penerima surat untuk mengetahui informasi surat masuk atau surat keluar secara real time
Integrasi Artificial Intelligence Pada Aplikasi ERP: Systematic Literature Review
Perkembangan aplikasi ERP mencerminkan upaya terus-menerus untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan proses bisnis yang kompleks, dengan memanfaatkan teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan sesuai peningkatan kebutuhan sistem oleh para pengguna. Adanya peningkatan aplikasi ERP membuat membuat kebutuhan pengguna bertambah. Yang menjadi permasalahan kebutuhan pengguna saat ini tidak berhenti sampai disitu saja namun berkembang ingin dapat memprakiraan apa yang akan terjadi kemudian (predictive), lalu kejadian apa yang sering terjadi dan keputusan apa yang sebaiknya dapat diambil (prescriptive) serta proses keberlanjutan dari pengambilan keputusan dalam bisnisnya. Solusi yang dipilih adalah bagaimana ERP menjadi green software, dengan bantuan integrasi Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan sistem ERP untuk tidak hanya bekerja lebih efisien tetapi juga dengan lebih sedikit sumber daya energi, mengurangi emisi karbon, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Metodologi yang digunakan adalah Systematic Literature Review, melalui tahapan formulasi pertanyaan penelitian, strategi pencarian, ekstraksi data, pemetaan data dan analisis data. Adapun pencarian dilakukan melalui database Scopus pada periode Juli 2024. Dari hasil pencarian ditemukan sebanyak 576 paper dan kemudian setelah diseleksi hanya untuk terbitan 5 tahun terakhir dikarenakan perkembangan cepat untuk bidang teknologi informasi maka diperoleh sebanyak 336 paper. Setelah dilakukan pembatasan area berdasarkan subjek, keyword, tipe dokumen dan bahasa yang digunakan maka diperoleh 174 paper. Hasil penelitian menunjukkan penelitian integrasi Artificial Intelligence dalam Enterprise Resource Planning terbagi menjadi 2 (dua) cluster utama yaitu system-process dan application. Integrasi AI dengan ERP, secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan dengan otomatisasi tugas-tugas rutin, analisis data yang lebih cerdas, dan pengambilan keputusan yang didukung data secara real-time. AI membantu dalam mengoptimalkan proses bisnis, seperti manajemen rantai pasokan, manajemen inventaris, dan prediksi permintaan dan pengambilan keputusan, yang berkontribusi pada penghematan biaya dan peningkatan kinerja. Dengan memanfaatkan machine learning dan analisis prediktif, AI memberikan wawasan yang lebih mendalam dan akurat dari data ERP, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berdasarkan informasi serta pengetahuan yang lebih baik
Pengembangan e-Learning dengan Metode Flipped Classroom Berbasis Classdojo untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran TIK
Masalah yang dihadapi dalam kegiatan belajar di SMP Negeri 8 SATAP Donggo adalah rendahnya pemahaman siswa tentang materi TIK, kurangnya partisipasi aktif siswa dalam proses belajar, serta dominasi metode ceramah yang diterapkan oleh pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan e-learning menggunakan ClassDojo dengan pendekatan flipped class untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran TIK. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang mencakup lima tahap utama: penelitian awal, pembuatan produk awal, pengujian produk, penilaian, dan produk akhir. Alat yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan pada nilai rata-rata siswa setelah penerapan e-learning berbasis ClassDojo, dimana nilai rata-rata pre-test meningkat dari 65 menjadi 84,88 pada post-test. Perhitungan N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,59. Hal ini mengindikasikan bahwa metode flipped class dengan ClassDojo efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi TIK