Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Efektivitas Penggunaan Tes Online Berbasis Quizizz terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Tema Benda-Benda di Sekitar Kita
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan tes online berbasis Quizizz yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dan dapat membantu guru dalam pelaksanaan evaluasi dengan mudah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest with control group. Penelitian dilakukan terhadap 40 siswa , Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan jenis instrumen yang digunakan menggunakan angket, lembar validasi para ahli dan catatan wawancara dan tes. Uji coba dilakukan dikelas V berjumlah 40 siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Penggunaan Tes Online Berbasis Quizizz Pada Tema Benda-benda disekitar kita adalah efektif. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian,, dengan perolehan presentasi 90.6% dari ahli materi, sedangkan dari ahli media memperoleh hasil 87.5%, dan data uji coba lapangan mendapatkan rata-rata skor sebesar 68 dengan persentase 88%. hasil uji independen sample t test diperoleh nilai t hitung 2,238 dengan probabilitas (signifikansi) 0,031 yang kurang dari 0,05, sehingga mampu menerima Ha dan menolak Ho, berdasarkan data tersebut berarti penggunaan tes online berbasis quizizz terhadap hasil belajar siswa kelas V pada tema benda-benda sekitar kita efektif terhadap hasil belajar siswa.Hasil ini menunjukkan pengembangan quiz melalui media online sangat layak digunakan
Pengembangan Metode Pembelajaran E – Ice Breaking Terintegrasi dengan Permainan Edukatif pada Pembelajaran IPA
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis kebutuhan pengembangan metode pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar pada siswa kelas V MI NU Miftahul Huda 02 dan MI NU Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, (2) mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar pada siswa kelas V MI NU Miftahul Huda 02 dan MI NU Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, (3) menguji efektivitas pengembangan metode pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar pada siswa kelas V MI NU Miftahul Huda 02 dan MI NU Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di MI NU Miftahul Huda 02 dan MI NU Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dengan menggunakan model menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluations). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan uji Kolmogorof-smirnov dan uji hipotesis dengan uji Wilcoxon karena data tidak terditribusi normal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kebutuhan pengembangan metode pembelajaran yang mampu mengubah anggapan siswa bahwa mata pelajaran IPA sulit dipahami, dan mampu mengalihkan suasana pembelajaran yang tadinya kaku, membosankan, membuat mengantuk menjadi suasana pembelajaran yang menyenangkan, penuh semangat, antusias, aktif dan kondusif sehingga meningkatkan minat belajar siswa kelas V pada MI NU Miftahul Huda 02 dan MI Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, (2) pengembangan metode pembelajaran memanfaatkan software microsoft power point yang tidak rumit dan mudah dioperasikan, (3) efektivitas pengembangan metode pembelajaran mampu meningkatkan minat belajar siswa, hasil uji normalitas dengan uji kolmogorov smirnov (0,021) < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal sehingga uji efektivitas dilakukan dengan uji non parametrik Wilcoxon yang hasilnya menunjukkan bahwa nilai signifikansi (0,000) < 0,005 artinya pengembangan metode pembelajaran e-ice breaking terintegrasi dengan permainan edukatif pada pembelajaran IPA meningkatkan minat belajar siswa kelas V pada MI NU Miftahul Huda 02 dan MI Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus
Konsep-konsep Sosiologi Pengetahuan dan Pendidikan Mannheim
Ada satu masalah yang menjadi pusat perhatian Mannheim di sepanjang kariernya; dan ini melibatkan sifat makna. Ketika Mannheim mengajukan pertanyaan utama tentang sosiologi pengetahuan, yaitu “How men actually think?" Bagi Mannheim, diagnosis sosial merupakan metode untuk menentukan dalam kondisi apa individu, kelompok, atau masyarakat hidup: (a) tanpa makna, atau (b) dengan makna yang khas pada masanya. Untuk memahami hubungan antara nilai-nilai sosial, epistemologi, sosiologi pengetahuan, diagnosis sosial, sosiologi politik, dan sosiologi pendidikan Mannheim, perlu kiranya dipahami konsep-konsep teorinya. Karena itulah, berikut ini akan dielaborasi konsep-konsep sosiologi pengetahuan dan pendidikan Mannheim. Penelitian ini adalah jenis penelitian library research dengan menggunakan pisau analisis deskriptif analisis. Prosedur dasarnya adalah mengevaluasi karya-karya Mannheim dan membedakan antara posisi dan asumsi dasarnya dalam bidang nilai, epistemologi, sosiologi pengetahuan, diagnosis sosial, sosiologi politik, dan sosiologi pendidikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep Sosiologi Pengetahuan Dan Pendidikan Karl Mannheim adalah: 1. Masyarakat yang terdiri dari struktur, budaya, dan keperibadian (Society as constituted of structure, culture, and personality), 2. Interpretasi (Interpretation), 3. Pengetahuan (Knowledge), 4. Pemikiran Ideologis dan Utopis (Ideological and Utopian Thinking), 5. Utopia, 6. Pemikiran yang Realistis atau Sesuai dengan Situasi (realistic or situationally congruous thought), 7. Intelektual yang Relatif Tidak Terikat Secara Sosial (The Relatively socially-unattached Intellectual), 8. Kebebasan (Freedom), 9. Pendidikan (Education), dan 10. Diagnosis Sosial (Social Diagnosis). Karya Mannheim sangat penting untuk menghubungkan pertanyaan-pertanyaan nilai tentang orang dan masyarakat seperti pertanyaan-pertanyaan diagnostik sosial tentang sifat realitas dan ide-ide kita tentang realitas. Juga, jembatan antara kita ingin menjadi seperti apa, dan menjadi seperti apa, perlu dibangun di atas sistem pendidikan yang kita rancang. Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari kodifikasi pandangan Mannheim tentang isu-isu ini.
Abstract
There is one issue that has been at the center of Mannheim\u27s attention throughout his career; and this involves the nature of meaning. When Mannheim posed the central question of the sociology of knowledge, namely "How do men actually think?" For Mannheim, social diagnosis was a method for determining under what conditions individuals, groups, or societies live: (a) without meaning, or (b) with meaning unique to their time. To understand the relationship between Mannheim\u27s social values, epistemology, sociology of knowledge, social diagnosis, political sociology, and sociology of education, it is necessary to understand his theoretical concepts. Therefore, the following will elaborate on the concepts of Mannheim\u27s sociology of knowledge and education. This research is a type of library research using descriptive analysis. The basic procedure is to evaluate Mannheim\u27s works and distinguish between his basic positions and assumptions in the fields of value, epistemology, sociology of knowledge, social diagnosis, political sociology, and sociology of education.
The results show that Karl Mannheim\u27s concepts of Sociology of Knowledge and Education are: 1. Society as constituted of structure, culture, and personality, 2. Interpretation, 3. Knowledge, 4. Ideological and Utopian Thinking, 5. Utopia, 6. Realistic or situationally congruous thought, 7. The Relatively socially-unattached Intellectual, 8. Freedom, 9. Education, and 10. Social Diagnosis. Mannheim\u27s work is crucial for connecting value questions about people and society as well as social diagnostic questions about the nature of reality and our ideas about reality. Also, the bridge between what we want to be, and what we want to become, needs to be built on the education system we design. There is much to be learned from Mannheim\u27s codification of views on these issues
Uji Efektivitas Permainan Berbasis Kearifan Lokal “Dhakon†pada Metode Bermain Calistung Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Al-Barokah Tamanan Bondowoso
Alat permainan edukatif merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat dibutuhkan dalam menstimulasi tumbuh kembang anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas permainan berbasis kearifan lokal “Dhakon†dalam menstimulasi perkembangan kemampuan kognitif anak pada metode membaca, menulis, dan berhitung (Calistung). Uji efektivitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah permainan berbasis kearifan lokal “Dhakon†pada metode bermain calistung dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan menghitung anak. Sampel yang digunakan adalah 6 orang anak usia dini kelompok B usia 5-6 tahun. Efektifitas suatu produk dilihat dari aktivitas belajar dan hasil belajar anak. Dari keseluruhan aspek pada hasil pengamatan aktivitas belajar anak, dapat disimpulkan bahwa media permainan kearifan lokal “Dhakon†memperoleh nilai 3,86 dengan kategori keefektifan yang tinggi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa metode bermain Calistung anak usia 5-6 tahun dapat dikembangkan melalui permainan berbasis kearifan lokal “Dhakonâ€
Button-down Media as a Cognitive Development Tool in 4-5 Years Old Children at RA Miftahul Ulum Bulk Keris Kalipang Grati Pasuruan
Early childhood education (PAUD) is a level of education before basic education which is a coaching effort aimed at children from birth to the age of six years which is carried out through the provision of educational stimuli to help physical and spiritual growth and development so that children have readiness In entering further education which is held on formal, non-formal and informal channels, researchers see and observe the situation at RA Miftahul Ulum Curah Keris Kalipang, there are problems regarding the lack of development of children’s cognitive abilities, seen from teaching and learning activities that are ordinary even if children experience difficulties directly say “I can’t†and there are some who get angry and cry when they can’t do it. It is hoped that by using activities that are interesting and in accordance with the development of children, children can be interested and feel happy in participating in learning. Based on the results carried out, it can be concluded that counting with the media of buttons on clothes can improve the cognitive abilities of children aged 4-5 years at RA Miftahul Ulum Bulk Keris Kalipang. The teacher gives an explanation of the four designs for counting the buttons on the clothes, the activities to be carried out are: counting the buttons on clothes 1-10 with the buttons on the clothes, differentiating the size of the buttons on the clothes, differentiating the color of the buttons on the clothes, attaching the buttons according to the pattern, then writing the numbers according to the buttons on the clothes used. Through the media of button-down shirts, it is clear that learning is no longer separating play and learning, is able to make students active learners, and is able to stimulate development holistically and help children build their own knowledge by experiencing the experience firsthand
Community Empowerment in the Form of Clean Waste Action to Realize Healthy and Clean Villages
Pager Village is one of the villages located inPurwosari District, Pasuruan Regency, East Java Province. Pager Village has recently been in the process of heading towards a clean environment. Pager Village will be an example for other hamlets in an effort to improve the quality of a clean environment. The obstacle faced by the people of Pageer Village is the lack of motivation and awareness about the importance of environmental cleanliness. Solutions that can be done to overcome these obstacles by holding a socialization of community empowerment movements in the form of clean waste actions to realize healthy and clean villages and maintain them through the cleanest RT competition. The purpose of this program is to empower the community in instilling public awareness and concern and being directly involved in conditioning the environment through related programs. The method used is to collect data through direct observation in the surrounding environment by paying attention to the amount of plastic waste transported and maintaining cleanliness throughout the day.
The result of this community empowerment program is that Pager Village can improve the level of cleanliness of its environment and maintain and even develop it. The results of monitoring and evaluation show that the community empowerment movement in the form of clean waste actions to realize healthy and clean villages improves environmental cleanliness and health in the environment. In addition, through the competition which was participated by all RT and the awards received, pager village community is committed to making continuous efforts from the community empowerment movement program in the form of clean waste action to realize healthy and clean villages
IMPLEMENTATION OF NUMBER CARD MEDIA ON UNDERSTANDING THE CONCEPT OF CHILDREN\u27S NUMBER IN GROUP B IN RA AL HASANI TAMPUNG BARU, LEKOK DISTRICT, PASURUAN REGENCY
The concept of numbers in kindergarten in game learning guidelines, namely: the concept of numbers is part of mathematics, it is needed to develop numeracy skills that are indispensable in everyday life, especially the concept of numbers which is also the basis for developing mathematical abilities and readiness to follow basic education (Dewi, 2013).This research uses a qualitative approach with descriptive qualitative research. Data collection is done by using the method of observation, interviews and documentation. The results showed that the implementation of number card media on the understanding of children\u27s number concepts can be done optimally, namely by providing educational and fun activities so that students during learning do not experience boredom
Implementasi Budaya Antri Melalui Kartu Angka untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosianal pada Anak Usia Dini di RA Perwanida Pacet Mojokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Budaya Antri Dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif deskriptif dan studi pustaka (liblary research). Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Dengan teknik pengumpulan datanya dokumentasi dan riset kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini adalah budaya antri dapat melatih anak untuk belajar manajemen waktu, belajar bersabar menunggu giliran, belajar disiplin dan melatih kejujuran, belajar menghormati hak orang lain, belajar bersosialisasi dan berkomunikasi. Budaya antri dapat ditanamkan kepada anak-anak, dalam hal ini anak dibiasakan untuk menunggu giliran sesuai urutan dan tidak saling mendahului ketika masuk ruang belajar atau ruang bermain. Maka disimpulkan bahwa budaya antri dapat meningkatkan perkembangan sikap sosial emosional anak dalam proses perubahan tingkah laku dan penyesuaian diri anak terhadap lingkungan tempat tinggal dan anak dapat bersosialisasi, bekerjasama, dalam melatih anak supaya bisa untuk saling menghargai dan melatih karakter terhadap orang lain. Lakukan kebiasaan proses mengantri setiap kegiatan
Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Berbasis Android untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKWU Kelas X TKJ di SMK Insan Kamil Trowulan Mojokerto
Perkembangan jumlah pengguna smartphone sudah merambah di kalangan siswa. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung proses pembelajaran. Penggunaan media merupakan salah satu komponen metode untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan observasi di SMK Insan Kamil Trowulan Mojokerto, media pembelajaran masih terbatas pada slide show power point yang monoton, e-book, dan LKS (Lembar Kerja Siswa) atau buku-buku teks lainnya yang dinilai kurang memenuhi kelayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengembangan media, kelayakan media, penilaian kemudahan dan kemanfaatan penggunaan media oleh siswa dan guru. Mobile learning didefinisikan sebagai model pembelajaran menggunakan perangkat IT (information technology) genggam dan bergerak. Model pengembangan yang digunakan adalah 4-(Four D Models), yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Berdasarkan penilaian kelayakan oleh validator media menunjukkan bahwa: aplikasi mendapat penilaian sebesar 86,93% dari ahli media dan 87% dari ahli materi. Sedangkan hasil uji coba menunjukkan nilai kemudahan dan kemanfaatan penggunaan aplikasi sebesar 87,5% oleh guru dan 82,27% oleh siswa. Hal ini menunjukkan bahwa media sangat layak untuk digunakan, mudah, dan bermanfaat dalam proses pembelajaran
Emotional Quotient dan Kaitannya dengan Kenakalan Remaja
One important component of living in the midst of a community is the ability to manage emotions well. Goleman\u27s research shows that only about 20% of the remaining 80% of IQ success is determined by a related factor called emotional intelligence. In fact, it can now be seen that a high IQ is not necessarily successful and not necessarily a happy life. People who have a high IQ but are emotionally unstable and short-tempered often fail to define and solve life\u27s problems because of their inability to concentrate. Emotions do not grow, do not become overwhelming, often make changes when facing problems and deal with others with so much conflict. Emotions are less processed, they are easily controlled by others, who are sometimes very excited to agree on something, but turn into rejection in a short time, so it prevents the agreed cooperation with others. So the man failed.
In Islamic education, great attention is paid to this. The mission of Islamic teaching is to guide and guide the growth and human development of students from one stage of life to another to achieve an optimal performance score. Pay attention to Islamic IQ and EI education, because Islamic education has a great impact on the growth of education, knowledge and intelligence