Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Peranan Filsafat dalam Perencanaan Program Pendidikan
Untuk memahami pendidikan dengan baik diperlukan banyak ilmu bantu yang harus dikuasai. Ilmu-ilmu bantu tersebut adalah ilmu-ilmu tentang manusia, tidak hanya terbatas pada ilmu psikologi. Ilmu-ilmu bantu tersebut mencakup pula cabang-cabang ilmu seperti biologi manusia, fisiologi manusia, sosiologi, antropologi, dan sebagainya. Sehubungan dengan hal ini, Brubacher menyarankan bahwa setiap orang yang bekerja secara profesional dalam bidang pendidikan harus menguasai aspek-aspek sosiologis, psikologis, historis, dan filosofis dari profesi pendidikan. Sedangkan Horne menyarankan lebih luas lagi, yaitu aspek tubuh dan jiwa dari manusia yang dididik, yang mencakup fisiologi, psikologi, logika, estetika, etika, dan sosiologi. Filsafat termasuk juga filsafat pendidikan, juga mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau paedagogik. Suatu praktek kependidikan yang didasarkan dan diarahkan oleh suatu filsafat pendidikan tertentu, akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan gejala-gejala kependidikan yang tertentu pula. Hal ini adalah data-data kependidikan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu.
Analisa filsafat berusaha untuk menganalisa dan memberikan arti terhadap data-data kependidikan tersebut, dan untuk selanjutnya menyimpulkan serta dapat disusun teori-teori pendidikan yang realistis dan selanjutnya akan berkembanglah ilmu pendidikan (paedagogik). Filsafat, juga berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya, yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu, mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata
Pilar-pilar Kehidupan Beragama: Eksplorasi Perkembangan Jiwa pada Masa Anak-anak
This study explores the spiritual development of children within the context of the pillars of religious life. The primary focus of the research is to understand how factors such as beliefs, religious practices, and spiritual experiences influence the emotional, social, and psychological development of children. The research approach employs qualitative methods, conducting in-depth interviews with 30 children aged 6-12 years from various religious backgrounds.
The findings indicate that pillars of religious life such as religious rituals, moral values, and spiritual experiences significantly contribute to shaping the identity and psychological well-being of children. Children growing up in environments rich in religious life tend to have a deeper understanding of social and emotional values, as well as better abilities in managing emotions and forming interpersonal relationships.
These discoveries provide valuable insights into the crucial role of religious life in the spiritual development of children, as well as its implications for educational practices and psychological interventions during this developmental stage. The study also underscores the need for a sensitive approach to religious diversity within the contexts of education and psychological support for children
Pendidikan Shalat pada Anak dalam Tafsir Al-Azhar Karya Hamka
Pendidikan shalat merupakan suatu yang penting diterapkan pada anak. Demikian pentingnya sehingga Rasulullah Saw menaruh perhatian khusus atas pendidikan shalat pada anak, yakni memerintahkan mereka menjalankan shalat sejak usia tujuh tahun bahkan diperbolehkan memukul di usia sepuluh tahun manakala perintah tersebut tidak diindahkan. Sikap tegas tentu memiliki alasan yang logis, mengingat urgensi pendidikan shalat bagi masa depan calon generasi penerus tersebut.
Tuntunan keagamaan perihal pendidikan shalat pada anak di atas tidaklah berlebihan, sebab pengajaran shalat pada anak yang terabaikan akan berdampak serius pada sang buah hati, mulai dari aspek internal dan eksternal mereka. Aspek internal, menyangkut bukti ketundukan calon generasi penerus tersebut pada Allah Swt kurang menancap dalam sanubarinya. Adapun faktor eksternal lebih pada nilai-nilai luhur – semisal keikhlasan, kejujuran, kedisplinan, kerja keras, kerja sama, dan lainnya -- yang terkandung dalam shalat niscaya akan lemah dalam mewarnai karakter anak-anak, sehingga pada gilirannya akan berdampak buruk terhadap pola interaksi sosialnya.
Penelitian ini mencoba menawarkan solusi dalam bentuk rumusan metodik pendidikan shalat pada anak yang seringkali menjadi masalah karena relatif jarang ditemukan. Penentuan tafsir Al-Azhar sebagai area kajian dinilai sangat tepat karena kapasitasnya sebagai tokoh pendidikan di Indonesia, juga sebagai upaya mengelaborasi karya anak bangsa. Aspek keindonesiaan yang menjadi latar kenusantaraannya diharapkan mampu menjadi semacam jembatan yang menghubungkan secara merata pada anak-anak didik yang menjadi objeknya. Sehingga, pendidikan shalat yang dicanangkan dapat berjalan efektif serta menghasilkan capaian yang maksimal.
Selanjutnya, penelitian ini termasuk dalam kajian kepustakaan (library research), dalam hal ini tafsir maudlu’i (tematik) dengan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif analitis.  
Penggunaan Metode TPR (Total Physical Response) dalam Pembelajaran Bahasa Inggris pada Anak Usia 5-6 Tahun di Kumon Green Garden Gresik
Penguasaan kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia menjadi penting seiring dengan perkembangan era informasi. Kumon merupakan Lembaga Bimbingan Belajar untuk anak yang menyediakan jasa pembelajaran tambahan untuk menguasai Bahasa Inggris. Metode pembelajaran bahasa inggris sangat bervariatif, salah satunya adalah Total Physical Response (TPR) yang menstimulasi bahasa dengan melakukan pemberian perintah melalui, ucapan, dan gerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode TPR dalam pembelajaran bahasa inggris pada anak usia 5-6 tahun di Kumon. Penelitian ini menggunakan model kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, observasi langsung dan observasi partisipatif. Lokasi penelitian dilakukan di Kumon Green Garden Gresik. Hasil data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles and Huberman dan dilakukan keabsahan data menggunakan Triangulasi. Hasil menunjukkan (a) penggunaan Metode TPR dapat memberikan dampak yang baik dalam pemahaman bahasa inggris agar anak lebih mudah memahaminya (b) penggunaan Metode TPR memberikan dampak anak lebih percaya diri dalam berbicara Bahasa Inggris. (c) faktor pendukung dari Kepala pembimbing dan Asisten Pembimbing yang sudah menguasai Bahasa Inggris dengan baik, koordinasi guru kepada orangtua dengan baik. (d) faktor penghambat dalam penggunaan Metode TPR dalam pembelajaran Bahasa Inggris adanya kondisi anak yang kurang baik sehingga pembelajaran tidak bisa sesuai yang ditargetkan
Pengaruh Komunikasi Guru terhadap Motivasi Belajar Anak Usia 5-6 Tahun di Kecamatan Sumur
Motivasi belajar adalah kemampuan pendorong pada diri anak yang menimbulkan kegiatan belajar yang efektif. Penggunaan komunikasi guru yang baik sangat berpengaruh terhadap pengoptimalan motivasi belajar anak. Pada kenyataannya masih banyak guru belum menggunakan komunikasi yang optimal. Hal tersebut berimbas terhadap motivasi belajar anak jadi belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi guru terhadap motivasi belajar anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Sumur Kab. Pandeglang-Banten. Metode yang digunakan yaitu penelitian survey dengan pendekatan Kuantitatif. Analisis data mengunakan uji korelasi pearson product moment. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket kepada 30 guru dari 12 TK dan 1 PAUD yang ada di Kecamatan Sumur Kab. Pandeglang. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana karna data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai probabilitas 0,000 <0,05 sehingga H1 dapat diterima yakni terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan komunikasi guru terhadap motivasi belajar anak 5-6 tahun di kecamatan Sumur
Pengembangan Media Pembelajaran Big Book pada Pendidikan Seks untuk Anak Usia 4-5 Tahun di TK DWP Banjaran
Penelitian ini di latar belakangi oleh tingkat pengenalan pendidikan seks untuk anak usia dini di TK Banjaran hanya diberikan pada pembelajaran tema “Diriku†dan mengenalkan ciri-ciri anak laki-laki dan perempuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan, dan efektifitas dari media pembelajaran big book pendidikan seks untuk anak usia dini. Metode dalam penelitian pengembangan ini menggunakan R&D (Research and Development) yang mengacu pada model ADDIE. Validitas pada penelitian adalah ahli media dan materi. Sampel penelitian adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 30 anak di TK DWP Banjaran. Teknik pengumpulan data penelitian berupa lembar angket atau kuisioner dan lembar observasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis N-gain. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa media pembelajaran big book pada pendidikan seks untuk anak usia 4-5 tahun layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Kelayakan ahli media termasuk kategori sangat layak (92%) dan ahli materi termasuk kategori sangat layak (89%). Berdasarkan uji efektivitas termasuk kategori sedang (0.63), sehingga media pembelajaran big book pada pendidikan seks untuk anak usia 4-5 tahun dinyatakan sangat layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan pendidikan seks serta meningkatkan perkembangan kognitif anak
Dinamika Perbankan Syariah di Era Digital: Tantangan, Inovasi, dan Arah Masa Depan
Perbankan syariah telah mengalami transformasi signifikan dalam beberapa dekade terakhir, dan dengan munculnya teknologi digital, sektor ini menghadapi tantangan baru dan peluang besar. Artikel ini membahas dinamika perbankan syariah di era digital dengan fokus pada tantangan yang dihadapi oleh institusi perbankan syariah, inovasi yang telah dilakukan, serta arah masa depan yang dapat diambil untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing di pasar global. Dalam konteks ini, penerapan teknologi finansial (fintech) yang berlandaskan prinsip syariah menjadi hal penting untuk mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan efisiensi layanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan dalam integrasi teknologi digital, inovasi seperti pembayaran digital, layanan perbankan berbasis aplikasi, dan pengembangan produk keuangan syariah berbasis teknologi mampu memperkuat perbankan syariah dan membuka peluang baru dalam pengelolaan keuangan yang lebih inklusif dan transparan
Meningkatkan Kualitas Pendidikan dengan Pendekatan yang Kreatif dan Cerdas
Dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks, pendekatan kreatif dan cerdas dalam pendidikan Islam menjadi kunci utama untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang cerah. Dengan pendekatan ini, siswa akan memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama Islam dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga akan memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dan tantangan yang terus berkembang. Mengimplementasikan pendekatan kreatif dan cerdas dalam pendidikan Islam membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak terkait. Para pendidik, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inovatif dan mendukung. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masa depan yang cerah bagi generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas, serta mampu menghadapi tantangan dan perubahan dengan kecerdasan dan kreativitas yang tinggi
Upaya Meningkatkan Kesadaran Emosional Mata Pelajaran Bahasa Inggris Analytical Exposition Text melalui Model Pembelajaran yang Mendidik pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2022/2023
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran emosional siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris analytical exposition text pada siswa kelas XI IPA 6 SMA Negeri 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto. Penelitian sebagai jawaban dari kesulitan guru bahasa Inggris ketika membelajarkan materi analytical exposition text mengamati dan merasakan siswa tidak memiliki semangat dan motivasi serta ogah-ogahan mengingat materi ini memang sangat sulit. Penelitian menggunakan dua siklus dengan menggunakan model pendekatan Pembelajaran yang Mendidik. Hasil analisis data yang diperoleh dari proses pengamatan terhadap aktifitas guru dan siswa dan angket serta wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa dengan menggunakan model Pembelajaran yang Mendidik dapat meningkatkan kesadaran emosional siswa sebagai berikut: a. terjadi peningkatan sebesar 6% perencanaan guru pada siklus I 80% menjadi 86% pada siklus II, b. mengalami peningkatan sebesar 14% pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dari siklus I 76% menjadi 90% pada siklus II, dan c. terjadi peningkatan yang signifikan sebesar 18% aktifitas kesadaran emosional siswa pada siklus I 66% menjadi 84% pada siklus II. Hal yang demikian juga didukung oleh hasil pengamatan dan wawancara kepada siswa yang menunjukkan model Pembelajaran yang Mendidik mampu meningkatkan kesadaran emosional siswa
Analisis Kesadaran Masyarakat terhadap Urgensi Stunting Mempengaruhi Peningkatan Pertumbuhan Balita. (Pengabdian Masyarakat di Desa Tegal Sari)
Pada masa sekarang ini permasalahan yang dialami oleh generasi di masa mendatang yaitu kekurangan gizi. Kurangnya gizi terhadap anak dapat mengakibatkan dampak yang buruk terhadap generasi yang akan datang, pada saat ini kasus yang di alami Indonesia tentang permasalahan kesehatan yaitu kasus stunting. Stunting ialah status kekurangan gizi yang sifatnya kronis pada saat pertumbuhan dan perkembangan dari awal kehidupan. Tujuan artikel ini sebagai salah satu program kerja nyata dari kegiatan pengabdian masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tumbuh kembang anak balita semakin di perhatikan sehingga tidak ada lagi anak balita yang mengalami stunting. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Dari hasil survey yang telah dilakukan peneliti mendapatkan bahwa di Kecamatan Dolok Masihul terdapat 137 bayi yang dinyatakan terkena stunting. Namun untuk di Desa Tegal Sari terdapat 2 bayi yang dinyatakan mengalami stunting dikarenakan masih banyak yang belum mengenal apa itu stunting. Maka dari itu peneliti melakukan penyuluhan mengenai Peranan Orang Tua Dalam Pencegahan Stunting, Peneliti berharap setelah penyuluhan ini masyarakat sadar dan tidak ada lagi balita yang terkena stunting