Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
    1509 research outputs found

    Green Islam Education: Menanamkan Kesadaran Ekoteologis dalam Kurikulum Pendidikan Islam

    No full text
    Krisis ekologis global menuntut pendekatan pendidikan yang mampu membentuk kesadaran ekologis berbasis spiritualitas. Artikel ini menawarkan konsep Green Islam Education sebagai model pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologis dalam kurikulum. Pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam membentuk kesadaran ekologis berbasis tauhid, karena ajaran Islam sarat dengan prinsip keadilan lingkungan, keberlanjutan, dan amanah. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan ekologis, tetapi juga mengalami internalisasi nilai spiritual yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur dan bertujuan merumuskan strategi integratif kurikulum pendidikan Islam yang responsif terhadap isu ekologi. Abstract The global ecological crisis demands an educational approach capable of fostering ecological awareness grounded in spirituality. This article introduces the concept of Green Islam Education as a model of Islamic education that integrates eco-theological values into the curriculum. Islamic education holds great potential in cultivating ecological awareness based on tawhid, as Islamic teachings are rich with principles of environmental justice, sustainability, and trust (amanah). Through this approach, students not only gain ecological knowledge but also internalize spiritual values that encourage care for the environment as an act of worship. This study employs a qualitative-descriptive method based on literature review and aims to formulate integrative strategies for an Islamic education curriculum that is responsive to ecological issues

    Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran PAI untuk Membangun Toleransi Siswa Beda Agama di SDN 2 Labuhan Kananga

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pendidikan multikultural digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan sikap toleransi siswa yang berbeda agama di SDN 2 Labuhan Kananga. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi multikultural melalui salam dan doa sesuai keyakinan mereka, bekerja dalam kelompok yang berbeda, mendengarkan cerita inspiratif dari berbagai agama, dan berbicara secara terbuka. Selain dukungan masyarakat, lingkungan sekolah yang inklusif, kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, strategi guru yang inovatif, dan kurikulum yang mendukung toleransi adalah komponen yang mendukung. Sementara itu, ada beberapa tantangan yang ditemui. Ini termasuk pemahaman siswa tentang toleransi yang masih rendah, ketersediaan guru agama yang terbatas, tidak adanya guru agama Hindu, dan stereotip tentang lingkungan luar sekolah. Pendidikan multikultural di SDN 2 Labuhan Kananga telah membantu siswa menjadi lebih toleran. Namun, guru perlu dilatih lebih lanjut dan melakukan pembiasaan berkelanjutan

    Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kearifan lokal Sidoarjo dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) guna menumbuhkan sikap nasionalisme dan keterampilan sosial siswa kelas V sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian meliputi guru kelas V dan siswa di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil mengintegrasikan kearifan lokal, seperti tradisi Nyadran, Larung Sesaji, Batik Jetis, dan aktivitas ekonomi tambak bandeng serta udang ke dalam materi IPS. Integrasi ini membuat pembelajaran lebih kontekstual, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dampaknya, sikap nasionalisme siswa berkembang melalui peningkatan cinta tanah air, penghargaan terhadap budaya bangsa, kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kesadaran bela negara, dan ketaatan pada aturan bersama. Selain itu, keterampilan sosial siswa juga mengalami peningkatan. Hal ini tampak dari kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, toleransi, tanggung jawab, dan pemecahan masalah sosial yang semakin baik melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, serta simulasi berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS tidak hanya memperkuat penguasaan materi akademik, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter siswa. Simpulan dari penelitian dinyatakan bahwa pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal Sidoarj o dapat dijadikan strategi inovatif untuk menumbuhkan nasionalisme dan keterampilan sosial sejak dini. Abstract This research aims to describe the integration of Sidoarjo local wisdom in social studies learning to foster nationalism and social skills in fifth-grade elementary school students. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and document analysis. The research subjects included fifth-grade teachers and students at an elementary school in Sidoarjo Regency. The results showed that teachers successfully integrated local wisdom, such as the Nyadran tradition, Larung Sesaji, Batik Jetis, and the economic activities of milkfish and shrimp ponds into the IPS material. This integration made learning more contextual, interesting, and relevant to students\u27 daily lives. As a result, students\u27 nationalism developed through increased love for the homeland, appreciation for national culture, pride as part of the Indonesian nation, awareness of national defense, and obedience to shared rules. In addition, students\u27 social skills also improved. This is evident in the increasingly better communication, cooperation, empathy, tolerance, responsibility, and social problem-solving skills through discussions, group work, and simulations based on local wisdom. Thus, the integration of local wisdom into social studies learning not only strengthens academic mastery but also serves as an effective means of character building for students. The study concluded that social studies learning based on local wisdom in Sidoarjo can be used as an innovative strategy to foster nationalism and social skills from an early age

    Pengembangan Aplikasi Application for Listening untuk Meningkatkan Kemampuan Mendengar

    No full text
    Aplikasi merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembelajaran di era modern, karena keberadaannya sudah tidak bisa diabaikan lagi dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat Aplikasi “Application For Listening” untuk mengajar siswa kelas 7 dengan harapan Application for Listening dapat menjadi alternatif guru dan siswa untuk mengumpulkan materi dan media pembelajaran. Materi yang dikumpulkan berasal dari  buku “Bahasa Arab Kelas 7 MTs” yang berdasarkan kurikulum resmi dari pemerintah, Application for Listening meliputi: Kosakata dan maknanya, contoh dasar setiap kosakata, gambar untuk menunjang pembelajaran, audio untuk contoh dasar dan video yang dikumpulkan dari penutur asli sebagai referensi bagi siswa untuk mengetahui bagaimana bahasa Arab berbicara dalam bahasa mereka, disajikan dalam UI yang menarik perhatian siswa di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) berdasarkan Teori Borg & Gall, peneliti menggunakan tes (Pre-Test dan Post-Test) untuk mengumpulkan data dan menggunakan Paired Simple T-Test untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Abstract Applications are important element for learning process in the modern era, because their existence can’t be ignored anymore and the aim of this research is to create Application for Listening for teaching student class 7 hoping that Application for Listening can be teacher’s and student’s alternate for collecting materials and lessons. The materials were collected form book “Bahasa Arab Kelas 7 MTs” which based from official curriculum from government, Application For Listening includes : Vocabulary and its meaning, basic examples for each vocabulary, pictures to support lesson, audio for the basic examples and video collected from native speaker as reference for student to know how Arabian speaks their language, using a stunning UI to take student’s attention in the class. This research is a developmental research (Research and Development) based on Borg & Gall’s Theory, researcher used test (Pre-Test and Post-Test) to collect data and used Paired Simple T-Test to analyze collected data

    Penerapan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal Pada Kelompok A1 di TK Zainul Hasan

    No full text
    The purpose of this study is to determine how the singing method can improve children\u27s vocabulary mastery. The type of research to be conducted is classroom action research (CAR). According to Rochiati Wiriaatmadja, classroom action research is research conducted by testing an idea for improvement in learning practices and observing the real impact of these efforts. Suharsimi Arikunto et al. argue that the actions taken in this study were given by the teacher or under teacher direction and carried out by the students. A total of 15 children participated, consisting of 8 boys and 7 girls. The results showed an increase in vocabulary mastery in early childhood children in Group A1 of Zainul Hasan Kindergarten. Before receiving vocabulary mastery action, the children only achieved 32.62%. However, after being given Classroom Action Research practice using the singing method, the increase reached 47.83% in Cycle I. Because the success indicator had not been achieved, a repeat study was conducted, resulting in an increase in the learning achievement reaching 82.61% in Cycle II, which meets the target success indicator. The results of the data analysis indicate that using the singing method makes learning more enjoyable, innovative, and creative. Based on the results of this study, it is stated that learning using the singing method can successfully increase vocabulary mastery in early childhood. Abstrak Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  :Untuk mengetahui cara menerapkan metode bernyanyi dapat meningkatkan penguasaan kosakata anak. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Rochiati Wiriaatmadja, penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan dengan mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam  praktek  pembelajaran  dan  melihat  pengaruh  nyata  dari  upaya  itu. Suharsimi Arikunto, dkk berpendapat, tindakan yang dilakukan pada penelitian ini diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Berjumlah 15 orang anak dengan rincian 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukan peningkatan penguasaan kosakata pada anak usia dini di Kelompok A1 Tk Zainul Hasan belum diberi tindakan penguasaan kosakata, anak yang hanya mencapai 32.62% namun setelah diberi praktek Penelitian Tindakan Kelas dengan metode bernyanyi, pada siklus I mencapai 47.83%. Karena belum mencapai Indikator keberhasilan maka dilakukan penelitian ulang sehingga pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 82.61% dimana tingkat pencapaian tersebut sudah memenuhi target indicator keberhasilan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dengan metode bernyanyi pembelajaran akan lebih menyenangkan, inovatif dan kreatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode bernyanyi dapat berhasi lmeningkatkan penguasaan kosakata anak usia dini

    Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-1  SMP Negeri 2 Sunggal

    No full text
    This study aims to determine the effect of a realistic mathematics approach on student learning outcomes and to determine whether students\u27 mathematics learning outcomes who are given a realistic mathematics approach achieve the minimum completeness criteria, namely 75. Learning outcomes are defined as a measure of students’ success in mastering school subject, expressed in scores obtained from test results. The study was conducted at SMP Negeri 2 Sunggal in the 2025/2026 academic year using a quasi-experimental method with a purposive sampling technique. The research sample was class VIII-1 as the experimental class, and class VIII-2 as the control class. The results showed that there was a significant increase in the learning outcomes of students in the experimental class, with an average pretest score of 39.37 and a posttest score of 79.58, in the control class the average pretest score was 40.83 and a posttest score of 72.91. Based on the results of data analysis using a one-way t-test on the difference between the two means, it is known that the null hypothesis (H0) is rejected. This means that there is a significant difference between the learning outcomes of students taught using the Realistic Mathematics Approach and conventional learning. The mathematical learning outcomes of students taught using the Realistic Mathematics Approach are better than those taught using conventional learning. The results of this study show that the percentage of classical graduation of students who achieved a minimum completeness criterion score of 75 who were treated with the Realistic Mathematics Approach was 80% and the percentage of classical graduation of students who achieved a minimum completeness criterion score of 75 who were treated with conventional learning was 53.3%. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan matematika realistik terhadap hasil belajar siswa dan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang diberi pendekatan matematika realistik mencapai kriteria ketuntasan minimal yakni 75. Hasil belajar adalah ukuran tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pembelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sunggal pada tahun ajaran 2025/2026 dengan metode quasi eksperimen dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling. Sampel penelitiannya adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen, dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa kelas eksperimen, dengan rata-rata skor pretest  39,37 dan skor posttes 79,58, pada kelas kontrol  rata-rata skor pretest 40,83 dan posttest 72,91. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji-t satu arah terhadap perbedaan dua rata-rata, diketahui bahwa hipotesis nol (H0) ditolak. Artinya terdapat perbedaan yang signifikansi antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan Pendekatan Matematika Realistik dengan pembelajaran biasa. Hasil belajar matematis siswa yang diajar menggunakan Pendekatan Matematika Realistik lebih baik dibandingkan siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kelulusan klasikal siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal 75 yang diberi perlakuan dengan Pendekatan Matematika Realistik  adalah sebesar 80% dan persentase kelulusan klasikal siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal  yang diberi perlakuan dengan pembelajaran biasa adalah sebesar 53,3%

    Integrasi Nilai-nilai Pancasila dalam Pembelajaran PKn untuk Membentuk Karakter Siswa SD/MI

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang cara menggabungkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) agar bisa membentuk karakter siswa SD/MI. Masalah yang dibahas adalah kurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, sehingga memengaruhi pembentukan karakter anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis metode yang efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKN agar karakter siswa bisa meningkat. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mempelajari berbagai sumber terkait pembelajaran PKN dan penerapan nilai Pancasila di tingkat pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan nilai Pancasila dalam materi dan metode pembelajaran PKN sangat penting untuk membentuk karakter yang beriman, bertanggung jawab, dan disiplin. Pembelajaran yang disusun secara kontekstual dan aplikatif bisa membantu siswa lebih sadar tentang pentingnya nilai-nilai dasar bangsa. Hasil ini menyarankan kepada para guru untuk secara teratur mengintegrasikan nilai Pancasila dalam setiap kegiatan belajar PKN agar karakter siswa semakin kuat dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Abstract This study discusses how to integrate Pancasila values into Civic Education (PKN) lessons in order to shape the character of elementary school/MI students. The problem discussed is the lack of understanding and application of Pancasila values in learning, which affects the character building of children. The purpose of this study is to analyze effective methods for integrating Pancasila values into PKN learning so that students\u27 character can improve. The method used is a literature study by examining various sources related to PKN learning and the application of Pancasila values at the elementary education level. The results show that integrating Pancasila values into PKN learning materials and methods is very important for shaping a character that is faithful, responsible, and disciplined. Contextual and applicable learning can help students become more aware of the importance of the nation\u27s basic values. These results suggest that teachers should regularly integrate Pancasila values into every PKN learning activity so that students\u27 character becomes stronger and in line with national education goals

    Pengaruh Organizational Citizenship Behaviour (OCB), Tantangan Pekerjaan, dan Karakteristik Individu terhadap Kinerja Pendidik PAUD di Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo

    No full text
    Dalam era globalisasi, organisasi dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang cepat, dengan sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan. Kualitas rendah SDM di instansi pemerintah Indonesia mengakibatkan banyak masalah, termasuk indisipliner pegawai, yang tentunya berpengaruh pada kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Organizational Citizenship Behaviour (OCB), tantangan pekerjaan, dan karakteristik individu terhadap kinerja pendidik PAUD di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 190 tenaga pendidik sebagai populasi, dan pengambilan sampel sebanyak 51 responden. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket yang berisi pertanyaan terkait variabel penelitian. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan keandalan instrumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa OCB, tantangan pekerjaan, dan karakteristik individu berpengaruh signifikan baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja pendidik PAUD di wilayah tersebut. Temuan ini memberikan sumbangan pemikiran bagi instansi pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan terkait motivasi kerja dan kinerja pegawai. Abstract  In the era of globalization, organizations are faced with the need to adapt to rapid environmental changes, with human resources as the key to success. The low quality of human resources in Indonesian government agencies results in many problems, including employee indiscipline, which certainly affects organizational performance. This study aims to analyze the influence of Organizational Citizenship Behavior (OCB), job challenges, and individual characteristics on the performance of early childhood educators in Lumbang District, Probolinggo Regency. The research method used is quantitative with a descriptive approach, involving 190 educators as the population, and a sample of 51 respondents. Data collection techniques through observation, interviews, documentation, and questionnaires containing questions related to the research variables. Validity and reliability tests are conducted to ensure the instrument’s reliability. The analysis results show that OCB, job challenges, and individual characteristics significantly influence the performance of early childhood education educators in the region, both simultaneously and partially. These findings provide valuable insights for educational institutions in improving the quality of human resources in the education sector. This research is expected to serve as a foundation for further studies related to work motivation and employee performance

    Manajemen Filantropi untuk Meningkatkan Mutu Sekolah di SMK Raden Umar Said Kudus

    No full text
    Mutu pendidikan merupakan salah satu indikator utama dalam meningkatkan daya saing sekolah, terutama di era globalisasi yang semakin kompetitif. Dalam konteks ini, filantropi pendidikan menjadi strategi yang efektif untuk mendukung peningkatan mutu sekolah, terutama dalam hal penyediaan sumber daya, pengembangan program pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan siswa serta tenaga pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen filantropi dalam meningkatkan mutu sekolah di SMK Raden Umar Said Kudus dengan fokus pada empat aspek utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan filantropi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan (Kepala Sekolah, guru, yayasan, filantropis, dan siswa), serta studi dokumentasi terkait program filantropi yang telah diterapkan di sekolah. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan filantropi di SMK Raden Umar Said Kudus dilakukan melalui identifikasi kebutuhan pendidikan, penyusunan strategi penghimpunan dana, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan, dunia industri, alumni, dan masyarakat. Dalam tahap pengorganisasian, sekolah membentuk tim khusus yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana dan sumber daya filantropi untuk memastikan efektivitas program yang dijalankan. Pelaksanaan filantropi di sekolah ini mencakup berbagai program, seperti pemberian beasiswa bagi siswa yang berprestasi, pengadaan fasilitas pendidikan, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Adapun pengawasan terhadap filantropi dilakukan melalui sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana serta dampak positif terhadap mutu pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen filantropi yang baik berperan signifikan dalam meningkatkan mutu sekolah melalui dukungan finansial, fasilitas, serta pengembangan sumber daya manusia. Keberhasilan implementasi filantropi di SMK Raden Umar Said Kudus tidak hanya bergantung pada strategi penghimpunan dana, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya sistem pengelolaan filantropi yang lebih terstruktur, peningkatan sinergi dengan dunia industri, serta optimalisasi teknologi dalam penggalangan dana untuk menjamin keberlanjutan program filantropi di sekolah

    Implementasi Metode Cerita Islami dalam Menanamkan Nilai-nilai Moral Keagamaan Siswa di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima

    No full text
    Penelitian ini mengkaji implementasi metode cerita Islami dalam menanamkan nilai-nilai moral keagamaan di SDIT Imam Syafi\u27i Kota Bima dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode cerita Islami yang mengintegrasikan kisah-kisah Qur\u27ani dengan media visual, diskusi interaktif, dan praktik langsung terbukti efektif menanamkan nilai kejujuran (melalui kisah Nabi Muhammad Al-Amin), kesabaran (dari keteladanan Nabi Ayyub), kepedulian sosial, serta keadilan dan kebijaksanaan (dari kisah Nabi Sulaiman). Faktor pendukung utama meliputi: (1) kurikulum terstruktur dengan alokasi khusus cerita Islami, (2) lingkungan sekolah religius melalui pembiasaan ibadah, (3) media pembelajaran kreatif (buku bergambar, video animasi), dan (4) pelatihan guru berkala. Tantangan seperti keterbatasan konsentrasi siswa diatasi dengan teknik cerita bersegmen, sementara minimnya alat peraga ditanggapi dengan melibatkan siswa membuat media sederhana. Kolaborasi dengan orang tua melalui parenting guide memperkuat internalisasi nilai di rumah. Dampak positif terlihat pada perubahan perilaku siswa seperti meningkatnya sikap jujur, empati, dan resolusi konflik secara bijaksana. Penelitian merekomendasikan penguatan sistem monitoring jangka panjang dan digitalisasi konten untuk optimalisasi metode. Temuan ini membuktikan bahwa metode cerita Islami, ketika didukung sinergi sekolah-keluarga, mampu menjadi strategi efektif pembentukan karakter Qur\u27ani di sekolah dasar Islam terpadu

    0

    full texts

    1,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇