Bali Medika Jurnal (BMJ)
Not a member yet
225 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premenstrual Syndrom pada Siswi Sekolah Menengah Atas
Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional.. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 7,6% remaja mengalami PMS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian PMS (p=0,036), perilaku dengan kejadian PMS (p=0,035), usia menarche dengan kejadian PMS (p=0,047), dan tingkat stress dengan kejadian PMS (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, perilaku, usia menarche dan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome.
Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in the form of physical and mental disorders, which usually appear from one week to a few days before menstruation begins, and disappear after menstruation begins, although sometimes it lasts until menstruation stops PMS that occurs in adolescents can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in adolescents can affect their performance at school. PMS events affect activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends it is also possible that there is a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism This research is analytic with cross sectional design. The sampling method is non-probability sampling. The number of research samples is 105 respondents. Data collectionl used a questionnaire The results of this study indicate that as many as 7.6% of adolescents experience PMS. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of PMS (p=0.036), behavior and the incidence of premenstrual syndrome (p=0.035), age of menarche and the incidence of PMS (p=0.047) , and stress level with PMS incident (p=0,001) There is a significant relationship between knowledge, behavior, age at menarche and stress level with the incidence of premenstrual syndrome.Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional.. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 7,6% remaja mengalami PMS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian PMS (p=0,036), perilaku dengan kejadian PMS (p=0,035), usia menarche dengan kejadian PMS (p=0,047), dan tingkat stress dengan kejadian PMS (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, perilaku, usia menarche dan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome.
Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in the form of physical and mental disorders, which usually appear from one week to a few days before menstruation begins, and disappear after menstruation begins, although sometimes it lasts until menstruation stops PMS that occurs in adolescents can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in adolescents can affect their performance at school. PMS events affect activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends it is also possible that there is a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism This research is analytic with cross sectional design. The sampling method is non-probability sampling. The number of research samples is 105 respondents. Data collectionl used a questionnaire The results of this study indicate that as many as 7.6% of adolescents experience PMS. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of PMS (p=0.036), behavior and the incidence of premenstrual syndrome (p=0.035), age of menarche and the incidence of PMS (p=0.047) , and stress level with PMS incident (p=0,001) There is a significant relationship between knowledge, behavior, age at menarche and stress level with the incidence of premenstrual syndrome
DAGUSIBU Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga
Swamedikasi antibiotik mengakibatkan meluasnya resistensi antimikroba. Ibu rumah tangga merupakan pengambil keputusan perawatan kesehatan di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran DAGUSIBU antibiotik pada ibu rumah tangga di Banjar Pinda - Gianyar. Studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang divalidasi. Sejumlah 79 responden turut berpartisipasi, direkrut secara purposive. Hasil menunjukan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga pada kategori cukup (51 [64,6%]). Sumber perolehan informasi tentang antibiotik adalah dari dokter (75 [94,9%]) dan jenis antibiotik paling sering digunakan adalah Amoxycillin (76 [96,2%]). Untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik, apoteker disarankan melakukan penyuluhan berkala tentang penggunaan antibiotik melalui edukasi DAGUSIBU.
Antibiotic self-medication has resulted in widespread antimicrobial resistance. Housewives are the healthcare decision-makers in the household. This study aims to describe the antibiotic DAGUSIBU in housewives at Banjar Pinda, Gianyar City. The analytic observational study with a cross-sectional design was conducted from March to April 2023. Data was collected through interviews with validated questionnaires. A total of 79 respondents participated, recruited purposively. The results show the level of knowledge of housewives in the sufficient category (51 [64,9%]). The source of obtaining information about antibiotics is from doctors (75 [94,9%]); the most frequently used type of antibiotic was Amoxicillin (76 [96,2%]). To increase knowledge about antibiotics, counseling about the use of antibiotics can be carried out through DAGUSIBU education.Swamedikasi antibiotik mengakibatkan meluasnya resistensi antimikroba. Ibu rumah tangga merupakan pengambil keputusan perawatan kesehatan di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran DAGUSIBU antibiotik pada ibu rumah tangga di Banjar Pinda - Gianyar. Studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang divalidasi. Sejumlah 79 responden turut berpartisipasi, direkrut secara purposive. Hasil menunjukan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga pada kategori cukup (51 [64,6%]). Sumber perolehan informasi tentang antibiotik adalah dari dokter (75 [94,9%]) dan jenis antibiotik paling sering digunakan adalah Amoxycillin (76 [96,2%]). Untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik, apoteker disarankan melakukan penyuluhan berkala tentang penggunaan antibiotik melalui edukasi DAGUSIBU.
Antibiotic self-medication has resulted in widespread antimicrobial resistance. Housewives are the healthcare decision-makers in the household. This study aims to describe the antibiotic DAGUSIBU in housewives at Banjar Pinda, Gianyar City. The analytic observational study with a cross-sectional design was conducted from March to April 2023. Data was collected through interviews with validated questionnaires. A total of 79 respondents participated, recruited purposively. The results show the level of knowledge of housewives in the sufficient category (51 [64,9%]). The source of obtaining information about antibiotics is from doctors (75 [94,9%]); the most frequently used type of antibiotic was Amoxicillin (76 [96,2%]). To increase knowledge about antibiotics, counseling about the use of antibiotics can be carried out through DAGUSIBU education
Gambaran Hasil Pemeriksaan HBsAg pada Cleaning Service Rumah Sakit
Hepatitis merupakan penyakit yang sering menyebabkan inflamasi pada hati. Cleaning service bertanggung jawab menjaga kebersihan rumah sakit karena lingkungan rumah sakit yang kotor meningkatkan risiko penularan penyakit. Studi pendahuluan menunjukkan sebagian besar pegawai cleaning service di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombangsudah memakai Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar contohnya penggunaan handscoon, masker, dan pelindung kaki (sepatu). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) pada Cleaning Service Rumah Sakit di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh petugas cleaning service RS NU Jombangyang berjumlah 15 orang. Pengambilan sampel dengan total sampling. Variabel penelitian adalah pemeriksaan HBsAg pada cleaning service. Pengambilan data HbSAg. dengan Immunochromatography. Data diolah menggunakan Editing, coding, tabulating. Analisa data Hasil pemeriksaan HBsAg pada cleaning service, diperoleh seluruh responden negatif (-) berjumlah 15 orang (100 %). Kesimpulan penelitian ini adalah seluruh petugas cleaning service tidak terinfeksi virus Hepatitis. Saran bagi Rumah Sakit diharapkan dapat mempertahankan peraturan penggunaan alat pelindung diri serta dilakukan pengawasan pada saat petugas cleaning service sedang bertugas.
Hepatitis is a disease that often causes inflammation of the liver. Cleaning services are responsible for maintaining hospital cleanliness because a dirty hospital environment increases the risk of disease transmission. Preliminary studies show that most cleaning service employees at Nahdlatul Ulama Hospital Jombang Regency already wear Personal Protective Equipment (PPE) correctly, for example the use of handscoons, masks, and foot protectors (shoes). The purpose of this study is to Know the Description of HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) in hospital’s cleaning service. This study used a descriptive method. The population in this study were all of hospital’s cleaning servive which amounted to 15 people. Total sampling was used in this study. The results of HBsAg examination on cleaning services were used as research variables. Immunochromatography Method Data were processed using Editing, coding, tabulating. Data analysis used univariate analysis The results of HBsAg examination at cleaning services, obtained all negative respondents (-) totaling 15 people (100%) and positive test results (+) were not found. The conclusion in this study is that all cleaning service workers are not infected with the hepatitis virus. Advice for hospitals was expected to maintain regulations on the use of personal protective equipment and supervision when cleaning service personnel are on duty.Hepatitis merupakan penyakit yang sering menyebabkan inflamasi pada hati. Cleaning service bertanggung jawab menjaga kebersihan rumah sakit karena lingkungan rumah sakit yang kotor meningkatkan risiko penularan penyakit. Studi pendahuluan menunjukkan sebagian besar pegawai cleaning service di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombangsudah memakai Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar contohnya penggunaan handscoon, masker, dan pelindung kaki (sepatu). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) pada Cleaning Service Rumah Sakit di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh petugas cleaning service RS NU Jombangyang berjumlah 15 orang. Pengambilan sampel dengan total sampling. Variabel penelitian adalah pemeriksaan HBsAg pada cleaning service. Pengambilan data HbSAg. dengan Immunochromatography. Data diolah menggunakan Editing, coding, tabulating. Analisa data Hasil pemeriksaan HBsAg pada cleaning service, diperoleh seluruh responden negatif (-) berjumlah 15 orang (100 %). Kesimpulan penelitian ini adalah seluruh petugas cleaning service tidak terinfeksi virus Hepatitis. Saran bagi Rumah Sakit diharapkan dapat mempertahankan peraturan penggunaan alat pelindung diri serta dilakukan pengawasan pada saat petugas cleaning service sedang bertugas.
Hepatitis is a disease that often causes inflammation of the liver. Cleaning services are responsible for maintaining hospital cleanliness because a dirty hospital environment increases the risk of disease transmission. Preliminary studies show that most cleaning service employees at Nahdlatul Ulama Hospital Jombang Regency already wear Personal Protective Equipment (PPE) correctly, for example the use of handscoons, masks, and foot protectors (shoes). The purpose of this study is to Know the Description of HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) in hospital’s cleaning service. This study used a descriptive method. The population in this study were all of hospital’s cleaning servive which amounted to 15 people. Total sampling was used in this study. The results of HBsAg examination on cleaning services were used as research variables. Immunochromatography Method Data were processed using Editing, coding, tabulating. Data analysis used univariate analysis The results of HBsAg examination at cleaning services, obtained all negative respondents (-) totaling 15 people (100%) and positive test results (+) were not found. The conclusion in this study is that all cleaning service workers are not infected with the hepatitis virus. Advice for hospitals was expected to maintain regulations on the use of personal protective equipment and supervision when cleaning service personnel are on duty
Forecasting Jumlah Pasien DBD di BRSUD Kabupaten Tabanan Menggunakan Metode Regresi Linier
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi kasus DBD dengan pengaruh faktor iklim terhadap penyakit DBD di BRSUD Kabupaten Tabanan. Analisis prediksi dalam penelitian ini menggunakan metode Regresi Linier. Forecasting merupakan pengetahuan tentang memprediksi kejadian dimasa depan dengan menggunakan data lampau. DBD merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh nyamuk pembawa virus Dengue, Berdasarkan data Kemenkes tahun 2020 terdapat 95.893 kasus dengan 661 kasus diantaranya meninggal dunia.. Evaluasi akurasi peramalan menggunakan MAPE dan RMSE . Penelitian ini menghasilkan model Regresi Linier VDBD = 0.492 - 0.124VCH + 0.032 VSU + 0.254 VKU Hasil uji data training dari model yang digunakan untuk memprediksi dengan hasil MAPE 19% dengan katagori Baik, nilai RMSE sebesar 0.156 dan hasil uji data test dari model yang digunakan untuk memprediksi dengan hasil MAPE 35% dengan katagori Wajar, dan nilai RMSE sebesar 0.252. dengan adanya hasil prediksi yang akurat diharapkan manajemen BRSUD Kabupaten Tabanan dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
This study aims to determine the prediction of DHF cases with the influence of climate factors on DHF at the Tabanan District Public Hospital. Prediction analysis in this study using the Linear regression method. Forecasting is the knowledge of predicting future events using past data. DHF is an infectious disease caused by mosquitoes carrying the Dengue virus. Based on data from the Ministry of Health in 2020 there were 95,893 cases with 661 cases of them dying.. Evaluation of forecasting accuracy using MAPE and RMSE. This study produced a linear regression model VDBD = 0.492 - 0.124VCH + 0.032 VSU + 0.254 VKU. The results of the training data test from the model used to predict with MAPE results of 19% in the Good category, RMSE value of 0.156 and test data results from the model used to predict with a 35% MAPE result with a Fair category, and an RMSE value of 0.252. with accurate prediction results, it is hoped that the management of the Tabanan Regency BRSUD can improve the quality of hospital services.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi kasus DBD dengan pengaruh faktor iklim terhadap penyakit DBD di BRSUD Kabupaten Tabanan. Analisis prediksi dalam penelitian ini menggunakan metode Regresi Linier. Forecasting merupakan pengetahuan tentang memprediksi kejadian dimasa depan dengan menggunakan data lampau. DBD merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh nyamuk pembawa virus Dengue, Berdasarkan data Kemenkes tahun 2020 terdapat 95.893 kasus dengan 661 kasus diantaranya meninggal dunia.. Evaluasi akurasi peramalan menggunakan MAPE dan RMSE . Penelitian ini menghasilkan model Regresi Linier VDBD = 0.492 - 0.124VCH + 0.032 VSU + 0.254 VKU Hasil uji data training dari model yang digunakan untuk memprediksi dengan hasil MAPE 19% dengan katagori Baik, nilai RMSE sebesar 0.156 dan hasil uji data test dari model yang digunakan untuk memprediksi dengan hasil MAPE 35% dengan katagori Wajar, dan nilai RMSE sebesar 0.252. dengan adanya hasil prediksi yang akurat diharapkan manajemen BRSUD Kabupaten Tabanan dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
This study aims to determine the prediction of DHF cases with the influence of climate factors on DHF at the Tabanan District Public Hospital. Prediction analysis in this study using the Linear regression method. Forecasting is the knowledge of predicting future events using past data. DHF is an infectious disease caused by mosquitoes carrying the Dengue virus. Based on data from the Ministry of Health in 2020 there were 95,893 cases with 661 cases of them dying.. Evaluation of forecasting accuracy using MAPE and RMSE. This study produced a linear regression model VDBD = 0.492 - 0.124VCH + 0.032 VSU + 0.254 VKU. The results of the training data test from the model used to predict with MAPE results of 19% in the Good category, RMSE value of 0.156 and test data results from the model used to predict with a 35% MAPE result with a Fair category, and an RMSE value of 0.252. with accurate prediction results, it is hoped that the management of the Tabanan Regency BRSUD can improve the quality of hospital services
Akupresur dan Minuman Jahe: Edukasi Pemahaman Siswa Tentang Manajemen Nyeri Haid Disminore
Latar Belakang : Nyeri haid atau dismenore merupakan kondisi yang mengganggu sebagian besar wanita saat menstruasi tanpa memandang usia dengan presentase terbanyak diusia remaja awal yang baru mengalami menarche. Dismenore dapat diatasi dengan dua cara yaitu terapi dengan menggunakan obat dan tanpa menggunakan obat. Terapi yang dapat dilakukan tanpa menggunakan obat adalah terapi akupresur dan pemberian minuman jahe Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan siswi SMK Kesehatan PGRI Denpasar tentang manajemen nyeri haid dengan tekhnik akupresur dan minuman herbal jahe. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 40 orang orang siswi SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Program SPSS for Windows 20,0 version. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswi dalam melakukan manajemen nyeri haid dengan menggunakan tekhnik akupresur dan minuman herbal jahe yaitu pada pre test di dapatkan hasil bahwa siswi dengan kategori pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (35 %) dan kategori pengetahuan baik sebanyak 26 orang (65 %) sementara hasil post test seluruh siswi yang berjumlah 40 orang berubah ke kategori baik Kesimpulan : Pemberian edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan siswi SMK Kesehatan PGRI DenpasarNyeri haid atau dismenore merupakan kondisi yang mengganggu sebagian besar wanita saat menstruasi tanpa memandang usia dengan presentase terbanyak diusia remaja awal yang baru mengalami menarche. Dismenore dapat diatasi dengan dua cara yaitu terapi dengan menggunakan obat dan tanpa menggunakan obat. Terapi yang dapat dilakukan tanpa menggunakan obat adalah terapi akupresur dan pemberian minuman jahe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi akupresur dan minuman jahe terhadap pemahaman siswa tentang manajemen nyeri haid. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 40 orang orang siswi SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Program SPSS for Windows 20,0 version. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswi dalam melakukan manajemen nyeri haid dengan menggunakan tekhnik akupresur dan minuman herbal jahe yaitu pada pre test di dapatkan hasil bahwa siswi dengan kategori pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (35 %) dan kategori pengetahuan baik sebanyak 26 orang (65 %) sementara hasil post test seluruh siswi yang berjumlah 40 orang berubah ke kategori baik. Pemberian edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan siswi SMK Kesehatan PGRI Denpasar.
Menstrual pain or dysmenorrhea is a condition that disturbs most women during menstruation regardless of age with the highest percentage in early teens who have just experienced menarche. Dysmenorrhea can be cured in two ways, which are therapy using drugs and without using drugs. Therapy that can be done without using drugs is acupressure therapy and giving herbal ginger drink. The purpose of this study was to determine the effect of education on the knowledge of students of SMK Kesehatan PGRI Denpasar about the management of menstrual pain with acupressure techniques and herbal ginger drinks. This research is a quantitative study involving 40 students of SMK Kesehatan PGRI Denpasar. The data was collected using a questionnaire and then the data was analyzed descriptively with the help of the SPSS for Windows 20.0 version program. The results of this study indicate that the provision of education affects the level of knowledge of students in managing menstrual pain using acupressure techniques and ginger herbal drinks. In the pre-test, it was found that the students with sufficient knowledge category were 14 people (35%) and the good knowledge category was 26 people (65%) meanwhile, the post-test shows results of all 40 students changed in to good category. The provision of education has a significant influence on the level of knowledge of the students of SMK Kesehatan PGRI Denpasa
Efektifitas Edukasi Kesehatan Secara Daring Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Pelajar SMK
Masalah kesehatan reproduksi pada remaja seperti kehamilan diluar nikah dan kehamilan dengan usia terlalu dini dapat muncul karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan remaja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi kesehatan secara daring terhadap pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pelajar SMK PGRI Blahbatuh. Penelitian Pre Experimental Design ini menggunakan pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Sampel sebesar 118 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dengan teknik sampling Proportionate Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi yang telah dilakukan uji face validity. Data dianalisis menggunakan uji willcoxon. Berdasarkan uji willcoxon menunjukkan hasil yaitu pemberian edukasi secara daring terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa SMK PGRI Blahbatuh (p-value 0,000). Tenaga kesehatan diharapkan secara konsisten menerapkan metode daring dalam memberikan edukasi kesehatan karena tetap dapat melakukan peran nyata tanpa harus meninggalkan tempat kerja bahkan dapat dilakukan saat dirumah sambal memberikan dampak positif pada remaja.
Reproductive health problems in adolescents such as out-of-wedlock pregnancies and pregnancies at too early an age can arise due to a lack of knowledge about reproductive health and prevention of teenage pregnancy. This research aims to determine the effectiveness of online health education on knowledge about adolescent reproductive health among PGRI Blahbatuh Vocational School students. This Pre Experimental Design research uses a One Group Pretest Posttest Design approach. The sample was 118 respondents who met the inclusion criteria using the Proportionate Simple Random Sampling sampling technique. Data were collected using a reproductive health knowledge questionnaire that had been tested for face validity. Data were analyzed using the Willcoxon test. Based on the Willcoxon test, the results show that providing online education has been proven to be effective in increasing the knowledge of PGRI Blahbatuh Vocational School students (p-value 0.000). Health workers are expected to consistently apply online methods in providing health education because they can still play a real role without having to leave the workplace and can even do it at home while having a positive impact on teenagers.Masalah kesehatan reproduksi pada remaja seperti kehamilan diluar nikah dan kehamilan dengan usia terlalu dini dapat muncul karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan remaja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi kesehatan secara daring terhadap pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pelajar SMK PGRI Blahbatuh. Penelitian Pre Experimental Design ini menggunakan pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Sampel sebesar 118 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dengan teknik sampling Proportionate Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi yang telah dilakukan uji face validity. Data dianalisis menggunakan uji willcoxon. Berdasarkan uji willcoxon menunjukkan hasil yaitu pemberian edukasi secara daring terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa SMK PGRI Blahbatuh (p-value 0,000). Tenaga kesehatan diharapkan secara konsisten menerapkan metode daring dalam memberikan edukasi kesehatan karena tetap dapat melakukan peran nyata tanpa harus meninggalkan tempat kerja bahkan dapat dilakukan saat dirumah sambal memberikan dampak positif pada remaja.
Reproductive health problems in adolescents such as out-of-wedlock pregnancies and pregnancies at too early an age can arise due to a lack of knowledge about reproductive health and prevention of teenage pregnancy. This research aims to determine the effectiveness of online health education on knowledge about adolescent reproductive health among PGRI Blahbatuh Vocational School students. This Pre Experimental Design research uses a One Group Pretest Posttest Design approach. The sample was 118 respondents who met the inclusion criteria using the Proportionate Simple Random Sampling sampling technique. Data were collected using a reproductive health knowledge questionnaire that had been tested for face validity. Data were analyzed using the Willcoxon test. Based on the Willcoxon test, the results show that providing online education has been proven to be effective in increasing the knowledge of PGRI Blahbatuh Vocational School students (p-value 0.000). Health workers are expected to consistently apply online methods in providing health education because they can still play a real role without having to leave the workplace and can even do it at home while having a positive impact on teenagers
Analisis Alur Pelayanan Pasien Rawat Jalan Bpjs Kesehatan di Rumah Sakit Mata Bali Mandara
Capaian jumlah pelayanan kesehatan Rumah Sakit Mata Bali Mandara tahun 2020 melampaui target yang telah ditentukan. Adanya potensi pelanggan yang besar harus mampu dijawab melalui alur pelayanan pasien yang baik dan memuaskan. Tujuan penelitian untuk menganalisis alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Mata Bali Mandara. Metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dan pendekatan cross sectional. Partisipan diambil dengan teknik purposive sampling, dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Tahapan analisis data: persiapan analisis data, menghayati data, interpretasi data, verifikasi data, representasi data. Hasil penelitian menunjukkan manajemen alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS kesehatan RSMBM, antara lain: (1) Dalam proses perencanaan (planning) sudah dilakukan sosialisasi dan penerapan alur pelayanan rawat jalan; (2) Dalam proses pengorganisasian (organizing) terdapat faktor yang menjadi penghambat yaitu jumlah SDM yang tidak sesuai kebutuhan; (3) Dalam proses pelaksanaan (actuating) diketahui bahwa waktu tunggu di loket pendaftaran masih menjadi sebuah permasalahan yang harus diselesaikan. Berkas administrasi pasien kurang lengkap, aturan BPJS menggunakan fingerprint, mesin Kios K menjadi faktor penghambat; (4) Dalam proses pengawasan (controlling) meliputi pengawasan dari atasan, rapat rutin, dan survei kepuasan. Simpulan penelitian adalah Rumah Sakit Mata Bali Mandara telah memiliki alur pelayanan rawat jalan namun dalam penerapannya belum optimal.Capaian jumlah pelayanan kesehatan Rumah Sakit Mata Bali Mandara tahun 2020 melampaui target yang telah ditentukan. Adanya potensi pelanggan yang besar harus mampu dijawab melalui alur pelayanan pasien yang baik dan memuaskan. Tujuan penelitian untuk menganalisis alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Mata Bali Mandara. Metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dan pendekatan cross sectional. Partisipan diambil dengan teknik purposive sampling, dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Tahapan analisis data: persiapan analisis data, menghayati data, interpretasi data, verifikasi data, representasi data. Hasil penelitian menunjukkan manajemen alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS kesehatan RSMBM, antara lain: (1) Dalam proses perencanaan (planning) sudah dilakukan sosialisasi dan penerapan alur pelayanan rawat jalan; (2) Dalam proses pengorganisasian (organizing) terdapat faktor yang menjadi penghambat yaitu jumlah SDM yang tidak sesuai kebutuhan; (3) Dalam proses pelaksanaan (actuating) diketahui bahwa waktu tunggu di loket pendaftaran masih menjadi sebuah permasalahan yang harus diselesaikan. Berkas administrasi pasien kurang lengkap, aturan BPJS menggunakan fingerprint, mesin Kios K menjadi faktor penghambat; (4) Dalam proses pengawasan (controlling) meliputi pengawasan dari atasan, rapat rutin, dan survei kepuasan. Simpulan penelitian adalah Rumah Sakit Mata Bali Mandara telah memiliki alur pelayanan rawat jalan namun dalam penerapannya belum optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi penyelenggara kesehatan di Rumah Sakit untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang alur pelayanan pasien poliklinik rawat jalan BPJS Kesehatan sebagai wujud pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan dapat memberikan sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan bila diadakan penelitian lebih lanjut terutama dalam bidang alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS Kesehatan.
The achievement of the number of health services at the Bali Mandara Eye Hospital in 2020 exceeded the set target. The existence of large potential customers must be answered through a good and satisfactory patient service flow. The purpose of this research was to analyze the flow of BPJS Health outpatient services at the Bali Mandara Eye Hospital. Qualitative research method with case study design and cross-sectional approach using purposive sampling. Data collection using observation techniques, in-depth interviews, and documentation. Data analysis technique with stages: data analysis preparation, observing data, interpreting data, verifying data, and representing data. The results of the study indicate that the management of the outpatient service flow of BPJS Health RSMBM includes: (1) In the planning process, socialization and implementation of the outpatient service flow has been carried out; (2) In the process of organizing there are inhibiting factor is the number of human resources that are not in accordance with the needs; (3) in the actuating process, it is known that waiting time at the registration counter is still a problem that must be resolved. Patient administration files are incomplete, BPJS rules use fingerprints, Kiosk K machines are inhibiting factors; (4) The control process includes supervision from superiors, regular meetings, and satisfaction surveys. The conclusion from the research of the Bali Mandara Eye Hospital already has an outpatient service flow but its implementation is not optimal. The results of this study are expected to be used as a reference for health providers in hospitals to improve services flow of BPJS Health outpatient, health services to the community and can contribute to the development of science if further research is carried out, especially in the field of BPJS Health outpatient service flow
Pengaruh Senam Ibu Hamil Terhadap Penurunan Nyeri Pinggang Pada Ibu Hamil Trimester III
Nyeri pinggang adalah salah satu rasa tidak nyaman yang paling umum selama kehamilan. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan, postur wanita berubah untuk mengkompensasi berat uterus yang sedang tumbuh, bahu akan tertarik kebelakang sebagai akibat pembesaran abdomen yang menonjol. Salah satu intervensi non farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri pinggang adalah senam hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hamil dengan penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Jenis penelitian ini pre-eksperimental dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas Sukawati I berjumlah 60 orang. Sampel sebanyak 20 orang dengan teknik purposive sampling yang dilakukan dari tanggal 1 September 2022 sampai 1 Oktober 2022.Teknik analisa data menggunakan uji wilcoxon. Analisis univariat menunjukkan didapatkan ibu hamil trimester III mengalami nyeri pinggang skala nyeri ringan dengan jumlah 13 responden (65,0%) sebelum melakukan senam hamil sedangkan setelah melakukan senam hamil sebagian besar ibu hamil tidak ada nyeri dengan jumlah 12 responden (60,0%). Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dengan hasil bahwa ρ value <0,001. Hal ini berarti propabilitas < level of significance (α=0,05), dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Ada pengaruh senam hamil terhadap penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Ibu hamil trimester III diharapkan terus aktif mengikuti senam hamil.
Low back pain is the most common discomfort during pregnancy. As the gestational age increases, a woman's posture changes to compensate for the growing weight of the uterus. The shoulders will be pulled back as a result of the protruding enlarged abdomen. One of the non-pharmacological interventions to reduce the intensity of low back pain is pregnancy exercise.To identify the influence of pregnancy exercise toward law back pain reduction in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center.This study employed pre-experimental with One-Group Pretest-Posttest Design. The population of this study were 60 pregnant women in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center. There were 20 respondents recruited as sample of the study which were selected by using purposive sampling which carried out from September 1st 2022 to October 1st 2022. The data were analyzed by using Wilcoxon test. Univariate analysis showed that there were 13 respondents (65.0%) of third trimester pregnant women experienced mild low back pain before doing pregnancy exercise and there were 12 respondents (60.0%) of pregnant women did not experience low back pain after doing pregnancy. Bivariate analysis used the Wilcoxon test with the result that ρ value <0.001. This meant that the probability < level of significance (α = 0.05), thus H0 was rejected and H1 was accepted.There is an effect of pregnancy exercise toward law back pain reduction in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center.Nyeri pinggang adalah salah satu rasa tidak nyaman yang paling umum selama kehamilan. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan, postur wanita berubah untuk mengkompensasi berat uterus yang sedang tumbuh, bahu akan tertarik kebelakang sebagai akibat pembesaran abdomen yang menonjol. Salah satu intervensi non farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri pinggang adalah senam hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hamil dengan penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Jenis penelitian ini pre-eksperimental dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas Sukawati I berjumlah 60 orang. Sampel sebanyak 20 orang dengan teknik purposive sampling yang dilakukan dari tanggal 1 September 2022 sampai 1 Oktober 2022.Teknik analisa data menggunakan uji wilcoxon. Analisis univariat menunjukkan didapatkan ibu hamil trimester III mengalami nyeri pinggang skala nyeri ringan dengan jumlah 13 responden (65,0%) sebelum melakukan senam hamil sedangkan setelah melakukan senam hamil sebagian besar ibu hamil tidak ada nyeri dengan jumlah 12 responden (60,0%). Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dengan hasil bahwa ρ value <0,001. Hal ini berarti propabilitas < level of significance (α=0,05), dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Ada pengaruh senam hamil terhadap penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Ibu hamil trimester III diharapkan terus aktif mengikuti senam hamil.
Low back pain is the most common discomfort during pregnancy. As the gestational age increases, a woman's posture changes to compensate for the growing weight of the uterus. The shoulders will be pulled back as a result of the protruding enlarged abdomen. One of the non-pharmacological interventions to reduce the intensity of low back pain is pregnancy exercise.To identify the influence of pregnancy exercise toward law back pain reduction in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center.This study employed pre-experimental with One-Group Pretest-Posttest Design. The population of this study were 60 pregnant women in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center. There were 20 respondents recruited as sample of the study which were selected by using purposive sampling which carried out from September 1st 2022 to October 1st 2022. The data were analyzed by using Wilcoxon test. Univariate analysis showed that there were 13 respondents (65.0%) of third trimester pregnant women experienced mild low back pain before doing pregnancy exercise and there were 12 respondents (60.0%) of pregnant women did not experience low back pain after doing pregnancy. Bivariate analysis used the Wilcoxon test with the result that ρ value <0.001. This meant that the probability < level of significance (α = 0.05), thus H0 was rejected and H1 was accepted.There is an effect of pregnancy exercise toward law back pain reduction in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center
Pencegahan Kesehatan Remaja: Pendidikan Kesehatan dan Peran Keluarga di Daerah Pesisir
Anemia menjadi parameter buruknya status Kesehatan akibat tidak tercukupinya asupan zat besi. Prevalensi anemia di wilayah provinsi NTB berada pada persentasi 48% (Riskesdas NTB, 2018). Pendidikan kesehatan yang diberikan pada keluarga secara efektif dan inovatif merupakan suatu hal yang dapat membantu dalam mencegah terjadinya anemia pada remaja. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memberikan gambaran asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang mengalami anemia dengan pemberian intervensi pendidikan kesehatan tentang anemia. Metode yang digunakan yaitu case report dengan melakukan intervensi berbasis Evidence Based Nursing untuk menyelesaikan masalah pada kasus yang didapat. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja dan keluarga sehingga dapat menjadi upaya pencegahan anemia pada remaja. Pendidikan kesehatan dapat membuat responden yang sebelumnya belum tahu menjadi lebih tahu karena individu mendapatkan informasi dan pengetahuan baru. Kesimpulannya adalah pendidikan kesehatan sangat efektif diberikan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang masalah kesehatan khususnya anemia pada remaja. Hal ini akan berpengaruh pada fungsi keluarga yaitu mempertahankan keadaan kesehatan keluarganya agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi, serta kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan kesehatan bagi keluarganya meningkat dan status kesehatan keluarga menjadi semakin baik.
Anemia is a parameter of poor health status due to insufficient intake of iron. The prevalence of anemia in the province of NTB is at a percentage of 48% (Riskesdas NTB, 2018). Health education provided to families effectively and innovatively is something that can help prevent anemia in adolescents. The purpose of writing this final scientific work is to provide an overview of nursing care for family members who have anemia by providing health education interventions about anemia. The method used is a case report by conducting interventions based on Evidence Based Nursing to solve problems in cases obtained. The results showed that nutrition education was effective in increasing adolescent and family nutritional knowledge so that it could be an effort to prevent anemia in adolescents. Health education can make respondents who previously did not know become more knowledgeable because individuals get new information and knowledge. The conclusion is that health education is very effective in increasing family knowledge about health problems, especially anemia in adolescents. This will affect the function of the family, namely maintaining the health condition of the family so that they still have high productivity, as well as the ability of the family to provide health care for their family to increase and the health status of the family to get better.Anemia menjadi parameter buruknya status Kesehatan akibat tidak tercukupinya asupan zat besi. Prevalensi anemia di wilayah provinsi NTB berada pada persentasi 48% (Riskesdas NTB, 2018). Pendidikan kesehatan yang diberikan pada keluarga secara efektif dan inovatif merupakan suatu hal yang dapat membantu dalam mencegah terjadinya anemia pada remaja. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memberikan gambaran asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang mengalami anemia dengan pemberian intervensi pendidikan kesehatan tentang anemia. Metode yang digunakan yaitu case report dengan melakukan intervensi berbasis Evidence Based Nursing untuk menyelesaikan masalah pada kasus yang didapat. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja dan keluarga sehingga dapat menjadi upaya pencegahan anemia pada remaja. Pendidikan kesehatan dapat membuat responden yang sebelumnya belum tahu menjadi lebih tahu karena individu mendapatkan informasi dan pengetahuan baru. Kesimpulannya adalah pendidikan kesehatan sangat efektif diberikan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang masalah kesehatan khususnya anemia pada remaja. Hal ini akan berpengaruh pada fungsi keluarga yaitu mempertahankan keadaan kesehatan keluarganya agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi, serta kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan kesehatan bagi keluarganya meningkat dan status kesehatan keluarga menjadi semakin baik.
Anemia is a parameter of poor health status due to insufficient intake of iron. The prevalence of anemia in the province of NTB is at a percentage of 48% (Riskesdas NTB, 2018). Health education provided to families effectively and innovatively is something that can help prevent anemia in adolescents. The purpose of writing this final scientific work is to provide an overview of nursing care for family members who have anemia by providing health education interventions about anemia. The method used is a case report by conducting interventions based on Evidence Based Nursing to solve problems in cases obtained. The results showed that nutrition education was effective in increasing adolescent and family nutritional knowledge so that it could be an effort to prevent anemia in adolescents. Health education can make respondents who previously did not know become more knowledgeable because individuals get new information and knowledge. The conclusion is that health education is very effective in increasing family knowledge about health problems, especially anemia in adolescents. This will affect the function of the family, namely maintaining the health condition of the family so that they still have high productivity, as well as the ability of the family to provide health care for their family to increase and the health status of the family to get better
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun
Faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak penting diketahui untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu lingkungan Kelurahan Panjer, pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Sampel penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki balita usia 1-3 tahun yang datang ke posyandu di Kelurahan Panjer dengan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasilnya, Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dan jumlah saudara dengan status perkembangan usia 1-3 tahun dengan nilai p-value > 0,05. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan p-value < 0,05. Status gizi merupakan faktor yang paling signifikan terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan nilai p-value 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Faktor status gizi adalah yang paling signifikan.
Factors that can affect children's growth and development are important to know to achieve optimal growth and development. This study aims to determine the factors associated with the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The study used a cross sectional design. The research was conducted at the Posyandu in the Panjer Village neighborhood, from August to October 2022. The sample of this study were all parents who had toddlers aged 1-3 years who came to the posyandu in Panjer Village by meeting the inclusion and exclusion criteria. As results, there is no significant relationship between birth weight and the number of siblings with the developmental status of 1-3 years old with a p-value> 0.05. There is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education with the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value <0.05. Nutritional status is the most significant factor in the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value of 0.001.In Conclusion, there is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education on the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The nutritional status factor is the most significant.Faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak penting diketahui untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu lingkungan Kelurahan Panjer, pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Sampel penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki balita usia 1-3 tahun yang datang ke posyandu di Kelurahan Panjer dengan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasilnya, Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dan jumlah saudara dengan status perkembangan usia 1-3 tahun dengan nilai p-value > 0,05. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan p-value < 0,05. Status gizi merupakan faktor yang paling signifikan terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan nilai p-value 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Faktor status gizi adalah yang paling signifikan.
Factors that can affect children's growth and development are important to know to achieve optimal growth and development. This study aims to determine the factors associated with the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The study used a cross sectional design. The research was conducted at the Posyandu in the Panjer Village neighborhood, from August to October 2022. The sample of this study were all parents who had toddlers aged 1-3 years who came to the posyandu in Panjer Village by meeting the inclusion and exclusion criteria. As results, there is no significant relationship between birth weight and the number of siblings with the developmental status of 1-3 years old with a p-value> 0.05. There is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education with the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value <0.05. Nutritional status is the most significant factor in the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value of 0.001.In Conclusion, there is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education on the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The nutritional status factor is the most significant