Jurnal LPMI UNVIC Sorong (Lembaga Penjaminan Mutu Internal, Universitas Victory)
Not a member yet
157 research outputs found
Sort by
VABOSETIK (VAS BUNGA DARI BOTOL DAN SENDOK PLASTIK) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN UMKM DI WILAYAH INDONESIA DENGAN NILAI EKONOMIS BARANG BEKAS
Sampah sering dianggap sebagai sesuatu yang menjengkelkan, kotor, bau, sulit terurai menjadi tanah, mengganggu mata, mengganggu kesehatan dan bahkan menyebabkan banjir. Sampah anorganik merupakan jenis sampah yang sulit terurai secara alami oleh mikroorganisme. Pengolahan sampah anorganik dilakukan dengan cara mengumpulkan, membuang dan mengangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah plastik seperti botol bekas minuman dapat dikreasikan menjadi berbagai kerajinan tangan seperti membuat vas bunga dengan tambahan bahan dari sendok plastik sebagai penunjang untuk menambah ke estetikan nilai kerajinan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sampah plastik yang ada di rumah dan lingkungan sekitar dan juga dapat meningkatkan nilai ekonomis barang bekas. Dengan adanya kegiatan PKM-K VABOSETIK (Kerajinan Vas Bunga dari Botol dan Sendok Plastik) mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitasnya dengan berwirausaha yang hasilnya mempunyai nilai jual. Kegiatan ini dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas yang dapat meminimalisir adanya sampah plastik yang diolah dengan cara daur ulang
PENINGKATAN SKILL DASAR OPERASIONAL LAUNDRY SANTRI PONDOK PESANTREN AL-MUHAJIRIN III MELALUI PENYULUHAN JENIS KAIN & TAKARAN PENGGUNAAN DETERGEN
Pondok Pesantren Al-Muhajirin III menghadapi tantangan besar dalam mempersiapkan santri menghadapi dunia kerja. Tantangan utama terletak pada kurangnya penguasaan keterampilan praktis, seperti operasional laundry yang yang merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari santri. Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis santri dalam operasional laundry khususnya terkait jenis kain, pemilihan dan penggunaan detergen, serta teknik mencuci yang benar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif dengan pendekatan sistematis, interaktif, dan terstruktur, yang dilengkapi dengan presentasi, video tutorial, serta praktik langsung. Hasil dari program menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan santri dalam mengenali jenis kain, memilih detergen yang tepat, dan mencuci pakaian dengan metode yang sesuai. Kesimpulan program ini menegaskan bahwa metode penyuluhan edukatif efektif dalam membekali santri dengan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis, sekaligus mendukung kemandirian mereka, serta memberikan bekal untuk membuka peluang usaha sederhana. Program ini diharapkan berkontribusi pada kesiapan santri bersaing di dunia kerja serta mendukung keberlanjutan pelatihan serupa
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI SD INPRES PIR II
Pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif di SD Inpres Pir II berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi di lingkungan Pendidikan dasar. Isu pokok melibatkan kebutuhan akan pendekatan inovatif dalam pengajaran di era digital. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menciptakan dan mengintegrasikan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran. Metode yang digunakan pelatihan, mediasi dan konsultasi. Guru-guru di SD Inpres Pir II diberikan panduan dalam menggunakan teknologi terkini untuk menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan berinteraksi. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru tetapi juga memperkuat keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Langkah-langkah konkrit yang diambil selama pelatihan, memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas Pendidikan di SD Inpres Pir II. Pelatihan ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital
PENDAMPINGAN PERENCANAAN & PERANCANGAN DESAIN GEDUNG PAUD DESA BAUMATA TIMUR, KABUPATEN KUPANG
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang dari tanggal 16 Januari sampai 16 Februari 2024. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan berupa pendampingan perencanaan desain mixed-used Gedung sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Posyandu di Desa Baumata Timur.Pendampingan perencanaan desain PAUD dan Posyandu yang dilakukan bersifat bottom up melalui pendekatan dengan pihak-pihak terkait,sehingga hasil perencanaan dan perancangan yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan fasilitas pembelajaran dan Kesehatan dan kebutuhan Masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian Kuliah Kerja Nyata diawali dengan observasi survei site, kemudian tahap perencanaan desain sesuai dengan pedoman prasarana PAUD dan rencana anggaran biaya
PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA MENJADI TAS TOTE BAG YANG BERNILAI JUAL DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS MAHASISWA
Isu lingkungan menjadi perhatian banyak pihak diseluruh dunia. Dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh pencemaran dan limbah sering sekali merusak lingkunagn karena perulaku manusia yang kurang bijaksana dalam memanfaatkan barang bekas atau sisah hasil produksi yang menjadi limbah. Limbah kain perca merupakan sisah-sisah kain yang sudah tidak terpakai lagi. Namun sisah-sisah tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk produk baru. Tujuan dari program Kreativitas Mahasiswa (PKM-K) ini adalah untuk meningkatkan semangat mahasiswa untuk berwirausaha dalam memanfaatkan atau mendaur ulang limbah kain perca yang sudah tidak terpakai sehingga menjadi suatu produk kerajinan yang menambah manfaat dan memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan PKM-K adalah input, proses, output, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini dimulai dari proses produksi yaitu menyiapkan bahan dan alat, hingga tas tote bag siap dipasarkan, luaran dari proses penjahitan tas tote bag yang siap digunakan dan dijual kepada konsumen, dan terakhir evaluasi yaitu pengecekan tas tote bag yang sudah jadi. Kemudian meninjau kembali kekurangan-kekurangan yang membuat pembeli kurang nyaman menggunakan produk tas tote bag. Kesimpulan dari kegiatan PKM-K ini menghasilkan produk tas tote bag untuk mengurangi limbah kain perca menjadi produk yang digemari oleh generasi Z dan generasi milenial
KULIBOL (KERAJINAN UNIK LAMPU HIAS DARI BOTOL) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMIS BARANG BEKAS
Limbah botol plastik masih dianggap sebagai sampah yang kurang bermanfaat. Padahal limbah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi beraneka ragam bentuk barang yang berguna sehingga mempercantik ruang atau si pemakainya. Paradigma umat manusia mengenai sampah selama ini hanya membuang sampah pada lokasi yang sudah disediakan pemerintah atau bahkan dibakar dan dibuang ke laut. Namun pendekatan ini berbahaya bagi lingkungan, sehingga untuk mengatasi masalah ini dengan prinsip “Mengurangi (Reduce), Menggunakan Kembali (Reuse), dan Mendaur Ulang (Recycle)” harus dipatuhi. Sampah merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah sampah botol plastik yang masih dianggap sebagai sampah yang kurang bermanfaat. Padahal sampah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk barang berguna yang mempercantik ruang atau pemakainya. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi sampah botol plastik adalah dengan mendaur ulang sampah tersebut dengan membuat berbagai produk lampu hias. Tujuan dari PKM-K adalah mendorong mahasiswa untuk berwirausaha dengan memanfaatkan botol bekas menjadi bisnis yang menguntungkan. Proses pelaksanaan program terdiri dari empat tahap yaitu input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Program Kreativitas Mahasiswa-K, yaitu KULIBOL (kerajinan unik lampu hias dari botol) disebarluaskan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan kewirausahaan dengan pemahaman yang utuh mengenai konsep kewirausahaan dan membangun atau menginspirasi mereka untuk tetap berbisnis
KERAJINAN LAMPU HIAS BUNGA KUPU-KUPU (KELABUKU) DARI BOTOL BEKAS YANG BERNILAI JUAL
Paradigma umat manusia mengenai sampah selama ini hanya membuang sampah pada lokasi yang sudah disediakan pemerintah atau bahkan dibakar dan dibuang ke laut. Namun pendekatan ini berbahaya bagi lingkungan, sehingga untuk mengatasi masalah ini dengan prinsip “Mengurangi (Reduce), Menggunakan Kembali (Reuse), dan Mendaur Ulang (Recycle)” harus dipatuhi. Sampah merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah sampah botol plastik yang masih dianggap sebagai sampah yang kurang bermanfaat. Padahal sampah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk barang berguna yang mempercantik ruang atau pemakainya. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi sampah botol plastik adalah dengan mendaur ulang sampah tersebut dengan membuat berbagai produk lampu hias. Tujuan dari PKM-K adalah mendorong mahasiswa untuk berwirausaha dengan memanfaatkan botol bekas menjadi bisnis yang menguntungkan. Proses pelaksanaan program terdiri dari empat tahap yaitu input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Kesimpulan PKM-K yaitu KELABUKU (kerajinan lampu hias bunga kupu-kupu) disebarluaskan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan kewirausahaan dengan pemahaman yang utuh mengenai konsep kewirausahaan dan membangun atau menginspirasi mereka untuk tetap berbisnis
Analisis Perencanaan Laba Melalui Perhitungan Break Even Point (BEP) Pada Usaha Pinang Mama Mila di Pasar Remu Kota Sorong, Papua Barat Daya
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pengertian, kegunaan, tujuan dan metode perhitungan analisis Break Even Point (BEP) baik dalam Unit maupun Rupiah dalam penjualan pinang di Kota Sorong. Dengan diketahuinya titik impas (Break Even Point), kita dapat menentukan jumlah pengeluaran dan pendapatan sesuai target yang ingin dicapai. Lokasi penelitian ini bertempatan di dalam Pasar Remu Kota Sorong, Papua Barat Daya. Lokasi tersebut dipilih karena perannya sebagai sentra perdagangan. Penelitian ini menggunakan analisis statistik untuk mengolah data penjualan dan menghitung BEP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan BEP dalam Unit penjualan pinang di Pasar Remu, pada bulan Januari 2024, titik impas pada 375 unit dengan tingkat penjualan sebesar Rp. 3.750.000 dan selama bulan Januari dijual 1.500 unit, pendapatannya Rp. 15.000.000 makatingkat keuntungannya sebesar Rp.2.700.000. kemudian perencanaan laba di bulan februari 2024, menunjukkan peningkatan kapasitas penjualan menjadi 3.000 unit dengan pendapatan kotornya adalah Rp. 30.000.000, laba yang diperoleh adalah Rp. 8.700.000. Titik impasnya berada pada 281 unit dengan penjualannya sebesar Rp. 2.812.500. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan laba mengalami peningkatan dibulan Februari
Tinjauan Terhadap Analisis Break Event Point Dalam Konteks Keberlanjutan Bisnis Pada “ Usaha Pop Ice Smpn 1 Kota”
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peninjauan terhadap analisis besarnya Break Event Point (BEP) Unit dan Break Event Point (BEP) Rupiah pada usaha Pop Ice SMPN 1 Kota Sorong apakah usaha tersebut mengalami kerugian atau keuntungan. Usaha Pop Ice SMPN 1 Kota Sorong terletak di depan SMPN 1 Kota Sorong, Papua Barat Daya . Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode kuantitatif dan metode kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu mendeksripsikan hasil penelitian dan kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan BEP dalam Unit usaha Pop Ice SMPN 1 Kota Sorong pada bulan Januari 2024, titik impas pada 1.757 unit dengan tingkat penjualan sebesar Rp. 8.837.209,30 dan selama bulan Januari dijual 3.100 unit, pendapatannya Rp. 15.500.000 maka tingkat keuntungannya sebesar Rp.2.904.000. Kemudian perencanaan laba di bulan februari 2024, menunjukkan peningkatan kapasitas penjualan menjadi 4.930 unit dengan pendapatan kotornya adalah Rp. 24.650.000, laba yang diperoleh adalah Rp. 8.737.000. Titik impasnya berada pada 1.494 unit dengan penjualannya sebesar Rp. 7.600.000. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan laba mengalami peningkatan dibulan Februari. Selanjutnya dibulan Maret mengalami penurunan sehingga kapasitas penjualan menjadi 3.500 unit dengan pendapatan adalah Rp.17.500.000, laba yang diperoleh adalah Rp. 6.474.000 Titik impasnya berada pada 1.294 unit dengan penjualannya sebesar Rp. 6.440.667,9
INOVASI PENGOLAHAN BATANG PISANG MENJADI OLAHAN KERIPIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MENGOLA LIMBAH BATANG PISANG
Batang pisang sering dianggap sebagai limbah tanpa manfaat ekonomi, tetapi memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan, seperti membantu sistem pencernaan, mengontrol kolesterol, dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini juga menimbulkan masalah lingkungan. Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-K) ini adalah untuk mengubah limbah batang pisang menjadi produk inovatif yang sehat dan bernilai jual tinggi, yaitu KEBAPIS. Diharapkan produk ini mampu meningkatkan ekonomi, terutama bagi UMKM, sekaligus menjadi alternatif makanan sehat. Metode pelaksanaan PKM-K adalah input, proses, output, dan evaluasi. Prosesnya dimulai dengan pelatihan produksi, pengembangan produk, dan kemudian pemasaran. Tahap evaluasi dilakukan untuk memastikan kualitas produk dan menilai strategi pemasaran yang efektif. Kesimpulan dari kegiatan PKM-K ini melalui inovasi ini, KEBAPIS berhasil mengubah limbah batang pisang menjadi produk yang diminati konsumen. Program ini memberikan dampak positif pada pengelolaan limbah, mendukung perekonomian UMKM, dan menciptakan alternatif makanan sehat. KEBAPIS menjadi solusi berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan serta pengembangan lokal