E-Journal Undana Universitas Nusa Cendana Kupang
Not a member yet
    171 research outputs found

    Mobilisasi Gerakan Opini Digital #TolakRUUKesehatan di Media Sosial

    Full text link
    Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan menjadi salah satu topik yang ramai diperdebatkan melalui media sosial di tahun 2023. Penelitian ini ingin mengkaji mobilisasi dukungan opini digital melalui tagar #TolakRUUKesehatan di media sosial Twitter. Teori yang digunakan adalah Digital Movement of Opinion (DMO), sebuah aktivisme digital yang ditandai oleh adanya reaksi yang spontan dan tidak terorganisasi dari pengguna media sosial. Penelitian yang dilakukan merupakan kualitatif deskriptif dengan metode social media network analysis (SMNA). Data dikumpulkan dari proses netlytic.org dengan tagar #TolakRUUKesehatan Hasil penelitian menunjukkan tagar dimobilisasi oleh aktor yang menjadi opinion leader dengan tiga narasi yang dominan; 1. Penghapusan mandatory spending kesehatan; 2. Proses penyusunan RUU yang tidak melibatkan profesi dan publik; 3. Perlindungan anak dan remaja usia merokok. Tagar tersebut membuat gerakan mobilitas massa yang dapat mempengaruhi opini publik melalui gerakan opini digital di media sosial yang diikat oleh perhatian akan isu yang sama dan memunculkan wacana dominan dalam isu kebijakan kesehatan di ranah digital

    Consumer Perceptions of Generation Z of Go-Ride Service Product Based on Marketing Mix Concept

    Full text link
    This study aims to explore Generation Z's perceptions of Go-Ride services and analyze the application of the 7Ps marketing mix concept within Go-Ride services offered by the Go-Jek application. To achieve this objective, a mixed research methodology was employed. Quantitative data were gathered through a survey conducted among Universitas Indonesia (UI) students aged 15-24 from November 28, 2022, to December 21, 2022, using Google Forms. Qualitative data were obtained through interviews. Our research findings reveal that Go-Ride services play a significant role in providing fast and economical mobility for Generation Z. Additionally, it unveils varying perceptions within this demographic regarding Go-Ride services, shedding light on the nuances of their preferences and expectations. This study contributes to the existing body of knowledge by offering insights into the distinctive perspectives of Generation Z regarding Go-Ride services. By applying the 7Ps marketing mix concept, it provides a deeper understanding of the marketing strategies and tactics utilized in these services. Furthermore, the mixed research approach employed in this study enhances the comprehensiveness of the findings, making it a valuable resource for addressing real-world challenges within the Go-Jek community

    Digital Literacy of Cisungsang Indigenous Community through Tular Nalar

    Full text link
    The digital age requires people, including indigenous peoples, to be aware of the positive and negative impacts of social media. The negative impacts need to be addressed effectively through digital literacy programmes. Tular Nalar comes as a digital literacy programme in the form of informal education. The purpose of this research is to understand the Communication Experience, Motives, and Meanings of Tular Nalar activities in Kasepuhan Cisungsang. This descriptive qualitative research uses a phenomenological approach as its research method. Data were collected through observation and interview techniques. The research findings show that the Tular Nalar programme has a positive meaning for the indigenous people of Kasepuhan Cisungsang. The research also revealed the tendency of indigenous people to share information with others due to the additional knowledge gained at Kasepuhan Cisungsang. Furthermore, the study revealed that digital literacy training not only improves individuals' skills in using technology but also creates a positive domino effect through knowledge sharing and awareness of the dangers of misinformatio

    Menggali Makna Pesan Mitos dalam Tradisi Sau Niki pada Masyarakat Desa Tohe Leten

    Full text link
    Masyarakat Tohe Leten memiliki tradisi pertanian unik yakni Sau Niki atau panen kelelawar yang diselenggarakan tiga tahun sekali. Tradisi ini didasari oleh sebuah mitos. Riset ini bertujuan mengungkap ritual, implikasi, makna pesan mitos dan fenomena komunikasi di dalam tradisi Sau Niki. Untuk menjangkau tujuan tersebut, metode penelitian yang dipakai adalah metode kritis. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode wawancara, diskusi kelompok, observasi dan studi dokumen. Riset ini berhasil menemukan mitos sebagai sistem komunikasi dengan model yang unik. Bagi masyarakat Tohe Leten, mitos adalah fasilitas komunikasi yang dipenuhi dengan berbagai pesan tentang falsafah budaya yakni apa yang nyata dan penting seperti kebenaran dan makna hidup serta cara-cara alternatif untuk berada di dalam dunia yang semuanya diarahkan untuk menopang pendidikan, teknologi dan budaya yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan. Di dalam mitos Sau Niki tersimpan harta karun nilai universal yang masih relevan bagi kehidupan masa kini. Selain itu, tradisi Sau Niki merupakan sebuah pesta rakyat yang berimplikasi positif bagi ekonomi, budaya, pariwisata maupun hiburan masyarakat

    Game Edukasi ‘Infected Bananas!’ melalui TikTok BRIN sebagai Media Pengenalan Riset bagi Remaja

    Full text link
    Riset berperan sebagai tolok ukur kemajuan ekonomi suatu negara. Sayangnya, di Indonesia jumlah periset masih tergolong rendah. Data UNESCO menyebutkan angka periset di Indonesia tidak lebih dari 300 per satu juta penduduk, jauh dari kondisi ideal. Dukungan lembaga riset besar seperti BRIN diperlukan untuk membantu terlaksananya regenerasi periset di negeri ini, karena generasi muda menganggap profesi di bidang riset terlalu berat untuk dicita-citakan. Salah satu strategi komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk mengomunikasikan riset dan dekat dengan generasi muda adalah media sosial TikTok, dimana konten riset yang selama ini dianggap berat dan serius dapat dikombinasikan dengan materi visual yang menarik, narasi cerita yang unik melalui format game, serta menggunakan bahasa yang populer. Survei yang dilakukan oleh Kominfo menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pasar video game yang besar, dengan jumlah pemain game di atas 170 juta orang, dimana game mobile merupakan sektor pendorong utama di industri ini. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan didasarkan pada model Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang dikembangkan oleh Borg & Gall (1983). Fokus utama dari pendekatan ini adalah mengembangkan produk yang dapat digunakan oleh BRIN melalui media sosial untuk mengenalkan riset dan iptek kepada generasi muda, khususnya remaja. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan game edukasi berjudul ‘Infected Bananas!’ melalui platform TikTok BRIN merupakan salah satu pilihan strategi yang dapat diterapkan untuk mengenalkan riset kepada remaja

    Kampanye #Berkaingembira Dalam Membangun Kesadaran Generasi Z Akan Budaya Berkain

    Full text link
    Globalisasi dan digitalisasi membuat perkembangan arus informasi menjadi cepat dan masif. Salah satunya yaitu, masuknya produk budaya asing melalui media sosial. Generasi Z yang merupakan digital native adalah kelompok usia yang paling banyak terpapar hal tersebut. Diperlukan transfer pengetahuan tentang warisan budaya lokal kepada generasi Z melalui kampanye digital di media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kampanye #BerkainGembira membangun kesadaran generasi Z akan budaya berkain. Kampanye #BerkainGembira merupakan salah satu kampanye digital di media sosial yang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan tentang budaya lokal salah satunya, budaya berkain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara daring, observasi daring , dan studi dokumentasi terhadap konten yang dibuat oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye #BerkainGembira dapat membangun kesadaran Generasi Z akan budaya berkain. Kampanye #BerkainGembira dilakukan melalui media sosial yaitu Instagram, TikTok, Youtube, dan Discord melalui creative content sharing dan hashtag atau tagar yang menjadi trend di kalangan generasi Z dan membentuk jaringan komunitas. Keterlibatan public figure dan influencer dalam kampanye #BerkainGembira juga menarik perhatian khalayak khususnya generasi Z terhadap kampanye ini. Diharapkan kampanye ini semakin berkembang dalam menyasar generasi yang lebih muda (generasi Alpha)

    Analisis Penggunaan Facebook Dalam Marketing Dan Branding Produk Kecantikan Estee Lauder Indonesia Dan Somethinc

    Full text link
    Pada zaman dengan kemajuan teknologi yang pesat ini, kita memiliki banyak fasilitas untuk mempermudah segala aktivitas kita. Salah satunya adalah media sosial yang memiliki banyak peranan penting untuk berbagai aspek kehidupan kita, termasuk untuk menarik ketertarikan dan perhatian para konsumen terhadap berbagai produk atau merek di dunia. Akibat popularitas dan kemampuan media sosial untuk menghubungkan komunitas virtual dengan orang dan bisnis yang berbeda-beda, beberapa pihak mendorong bisnisnya di media sosial, termasuk di Facebook. Penelitian ini menganalisis bagaimana kedua merek produk kecantikan, yaitu Somethinc dan Estee lauder Indonesia memanfaatkan Facebook untuk branding dan marketing dengan menerapkan teori viral marketing. Sejumlah 396 sampel dengan persebaran 262 unggahan Somethinc dan 134 unggahan Estee Lauder Indonesia dianalisis menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kuantitatif, diikuti dengan uji statistika deskriptif dan statistika inferensial. Penelitian terdahulu menganalisis konten Facebook enam merek produk kecantikan global dengan membagi produk tersebut ke dalam dua kategori, yaitu high-end brand dan department store-counterparts brand. Penelitian ini menemukan perbedaan pemanfaatan Facebook antara kedua merek tersebut

    Hubungan Antara Program Mentorkuy Dengan Sikap Peserta Terhadap Personal Development

    Full text link
    Program Mentorkuy merupakan program insentif selama 3 bulan oleh produktifkuy untuk mengasah skill, mengembangkan potensi diri dan pola pikir. Hanya saja, pengenalan skill yang dimiliki oleh para mentor tidak maksimal. Para mentor juga tidak membagikan pengalaman dan pencapaian mereka lebih mendalam. Adapun pesan yang diberikan tidak memiliki standar tertentu untuk setiap mentor sehingga pesan yang diterima setiap kelompok berbeda. Penelitian ini menggunakan instrumen dari teori persuasif dari Hovland, Janis dan Kelly untuk mengetahui hubungan antara Program Mentorkuy dengan sikap peserta terhadap personal development. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional melalui uji hipotesis Rank Spearman. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 49 orang yang diperoleh melalui teknik Simple Random Sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara Program Mentorkuy dengan Sikap Peserta terhadap Personal Development. Simpulan penelitian ini adalah komunikator dan pesan dalam Program Mentorkuy berakibat pada perubahan opini, persepsi, afeksi dan perilaku peserta terhadap personal development

    Komunikasi Pariwisata dalam Pengembangan Destinasi Wisata Kampung Adat Segunung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

    Full text link
    Komunikasi pariwisata merupakan salah satu bagian dalam pengembangan destinasi wisata Kampung Adat Segunung. Dengan adanya pesan-pesan pariwisata yang disampaikan komunikator melalui proses komunikasi maka wisata yang ada di Kampung Adat Segunung dapat dikenal oleh wisatawan. Proses pengembangan wisata Kampung Adat Segunung ini menekankan upaya dengan pemberdayaan masyarakat setempat hingga bisa berkembang seperti sekarang. Berdasarkan hal tersebut maka fokus kajian penelitian ini adalah komunikasi pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata kampung adat segunung berbasis pemberdayaan masyarakat. Literatur yang digunakan adalah proses komunikasi pariwisata dan community based tourism (CBT), menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana difokuskan pada fenomena komunikasi pariwisata yang ada di Kampung Adat Segunung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya berbagi peran sebagai komunikator utama dan pendukung dalam proses penyampaikan pesan pariwisata kepada wisatawan. Komunikator utama dilakukan oleh Pengelola Wisata untuk komunikasi secara tatap muka dan karangtaruna melalui media online. Lalu komunikator pendukung dengan melibatkan masyarakat setempat yang diperankan oleh petani perkebunan kopi, pemilik warung dan oleh-oleh serta pemilik rumah warga yang dijadikan sebagai penginapan untuk wisatawan yang memiliki peran untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan wisatawan. Pengembangan destinasi wisata Kampung Adat Segunung telah memenuhi tiga aspek CBT (pariwisata, manfaat dan partisipasi masyarakat)

    Pengembangan Media Promosi Kesehatan Tentang Isolasi Mandiri Bagi Orang Positif Covid-19

    Full text link
    Pasien COVID-19 saat dinyatakan positif dan direkomendasikan untuk melakukan isolasi mandiri perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang teknik pelaksanaan isolasi mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangan produk video sebagai media promosi kesehatan tentang isolasi mandiri bagi orang positif Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan “The Four Phase Media Development Model to Tell Your Research Story”. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development di mana penelitian ini menitikberatkan pada pengembangan video. Terdapat 4 fase yang diterapkan dalam pengembangan video tersebut yaitu fase penjajakan, fase pengembangan, fase rilis dan fase review. Semua Fase ini didiskusikan oleh informan dalam tahapan Focus Group Discussion (FGD).  Secara garis besar penelitian ini mengangkat cerita pasien isolasi mandiri yang mempunyai latar belakang ekonomi lemah dan merupakan tulang punggung keluarga. Gaya pendekatan yang digunakan adalah pendekatan soft approach di mana informasi atau pesan kesehatan yang disampaikan dikemas sehalus dan sesederhana mungkin sehingga tidak ada kesan menggurui. Masyarakat sebagai audiens akan lebih mudah untuk dipengaruhi apabila ada keberpihakan pada masyarakat. Harapannya pesan kesehatan yang dikemas dalam video ini bisa memberikan dampak kognitif, afektif dan konatif. Selain itu, audiens yang terpapar pesan kesehatan melalui video diharapkan menjadi agent of change terkait upaya penanggulangan Covid-19

    171

    full texts

    171

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Undana Universitas Nusa Cendana Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇