E-Journal Undana Universitas Nusa Cendana Kupang
Not a member yet
171 research outputs found
Sort by
Wajah Berita “Nusa Tenggara Timur Hari Ini” di LPP TVRI Stasiun NTT
Munculnya media televisi sebagai media elektronik membawa pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat saat ini, karena khalayak cenderung menggunakan media televisi sebagai sarana hiburan, informasi maupun pengetahuan. Informasi yang disajikan dapat dikategorikan sebagai berita apabila memenuhi unsur-unsur nilai berita atau sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Setiap institusi media tentu memiliki gaya tersendiri dalam pemberitaan. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan dan frekuensi pemberitaan dalam program acara “Nusa Tenggara Timur Hari Ini” pada Lembaga Penyiaran Publik TVRI Stasiun NTT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan, pada kategori topik berita, frekuensi pemberitaan didominasi oleh isu sosial masyarakat. Pada kategori narasumber berita, frekuensi pemberitaan di program acara NTT Hari Ini berasal dari kalangan aparat pemerintah. Selanjutnya pada aspek nilai berita, program acara tersebut termasuk kategori dengan nilai berita aktual. Sementara itu, umumnya pemberitaan dalam program acara NTT Hari Ini tergolong dalam kategori liputan terencana
Strategi Perancangan Komunikasi Visual Promosi Karya Seni Ukir Kayu Motif Khas Timor
ABSTRAK
Seni ukir kayu motif khas Timor merupakan salah satu produk budaya asli Timor yang patut dilestarikan. Modernisasi menggerus hampir semua nilai dan aspek kehidupan, sehingga wawasan ketertarikan intens terhadap seni ukir dengan motif khas Timor sangatlah terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pelestarian seni ukir kayu motif khas Timor di Kecamatan Oebobo Kota Kupang dan 2) menyusun strategi perancangan komunikasi visual guna mendorong promosi seni ukir kayu motif khas Timor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SWOT. Penelitian ini menghasilkan beberapa strategi perancangan yakni: a) kebutuhan pembinaan berkelanjutan peningkatan kualitas karya seni dan pemanfaatan media komunikasi visual untuk mempromosikan hasil karya dari para seniman ukir, b) membangun kerja sama pihak perguruan tinggi dan lembaga adat yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan Timor, c) perlu ada komunitas formal seniman ukir, serta menjalin kerja sama untuk mengagendakan promosi hasil karya seni dalam berbagai event resmi pemerintah, d) perlu melibatkan lembaga /organisasi pemberdayaan terhadap hasil karya seni, sekaligus memberikan reward kepada generasi muda produktif yang menghasilkan karya seni berkualitas tinggi, dan e) adanya media penyampaian informasi komunikasi visual berbasis online, sebagai sarana informasi hasil karya seni. Bahkan dapat dibangun gedung pusat promosi hasil karya seni
Grup Whatsapp Sebagai Media Memelihara Human Relations
TeBe RK adalah Komunitas remaja yang angggotanya memiliki kebergaman identitas. Untuk itu, dalam memudahkan dan melancarkan komunikasi internal serta membangun human relations yang baik antar anggota komunitas dan menjadi media untuk berbagi informasi, ketua TeBe RK berinisiatif membuat grup whatsapp dari tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengalaman, Motif serta Makna dari Komunitas TeBe RK dalam menggunakan grup WhatsApp sebagai media untuk memelihara human relations antar anggota komunitas. Penelitian ini dikaji menggunakan teori pertukaran sosial dan teori fenomenologi serta konsep-konsep penting seperti konsep human relations, komunikasi internal, WhatsApp dan konsep komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Pengalaman komunitas TeBe RK, grup WhatsApp Komunitas TeBe RK menjadi media untuk melakukan komunikasi internal komunitas dalam memelihara human relations dinyatakan sudah tepat berdasarkan pernyataan informan. Whatsapp dipilih menjadi media untuk memelihara human relations karena dinilai murah dari segi biaya, pemakainnya praktis serta banyak anggota komunitas TeBe RK yang aktif menggunakan WhatsApp. Grup WhatsApp dimaknai sebagai media yang tepat dan efektif dalam memelihara human relations antar anggota komunitas TeBe RK. Human reltions dimaknai sebagai dasar utama yang harus paling kuat dalam suatu komunitas khususnya TeBe RK sebelum terjun ke masyarakat luas
Analisis Peristiwa Komunikasi Ritual Tofa Lele Pada Kegiatan Bertani Atoni Pah Meto
ABSTRAK
Ritual tofa lele merupakan salah satu tahapan kegiatan pertanian yang wajib dilaksanakan petani Atoni Pah Meto. Tofa lele adalah kegiatan membersihkan atau mencabuti gulma yang tumbuh di sekitar tanaman utama petani. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis peristiwa komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi komunikasi. Pendekatan ini digunakan untuk memberikan pemahaman mengenai pandangan dan nilai-nilai suatu masyarakat sebagai cara untuk menjelaskan sikap dan perilaku anggota-anggotanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui komponen komunikasi sebuah peristiwa komunikasi dapat diidentifikasi. Komponen etnografi komunikasi sebagai berikut: Setting atau Latar, Partisipan (Participants), Tujuan (End), Isi pesan (Act Secuence), Bentuk Isi Pesan (Key), Kaidah Interaksi Jalur bahasa yang digunakan (Insturumentalities), Norma-Norma Interpretasi (Norms), Genre atau tipe peristiwa komunikatif, Topik, dan Urutan Tindakan. Berdasarkan analisis terhadap komponen etnografi komunikasi, maka kesimpulan penelitian ini adalah komunikasi pada ritual tofa lele dapat dipahami melalui isi doa adat yang mengandung makna pengharapan agar para petani dijauhi dari berbagai bentuk malapetaka selama melakukan kegiatan tofa lele serta permohonan agar gulma tidak menghambat pertumbuhan dan kesuburan tanaman yang ada dalam kebun para petani.
Kata Kunci: Tofa Lele, Komunikasi Ritual, Peristiwa Komunikasi, Komponen Komunikasi
ABSTRACT
Tofa lele ritual is one of the stages of agricultural activities that must be carried out by Atoni Pah Meto farmers. Catfish tofa is the activity of cleaning or pulling weeds that grow around the main crop of farmers. The purpose of this study was to analyze communication events. The method used in this research is communication ethnography. This approach is used to provide an understanding of the views and values of a society as a way to explain the attitudes and behavior of its members. The results show that through the communication component a communication event can be identified. The ethnographic components of communication are as follows: Setting or Setting, Participants, Objectives (End), Message Content (Act Secuence), Form of Message Content (Key), Interaction Rules of Language used (Insturumentalities), Interpretation Norms (Norms) ), Genre or type of communicative event, topic, and action sequence. Based on an analysis of the communication ethnographic component, the conclusion of this study is that communication on tofa lele rituals can be understood through the contents of traditional prayers which contain the hope that farmers are kept away from various forms of catastrophe during tofa lele activities and requests that weeds do not inhibit plant growth and fertility in the farmers' garden.
Keywords: Tofa Lele, Ritual Communication, Communication Events, Communication Components
 
Komunikasi Terapeutik Petugas Kesehatan dengan Pasien RSJ Naimata Kupang
Abstract
Clarisha Windrati Suseno (1603050065) **, Therapeutic Communication Officer Health with Pasien (Case Study at Niamata Kupang Mental Hospital) supervised by Dr. Petrus A. Andung, S.Sos, M.Si and Ferly Tanggu Hana, S.Si, M.Comn. Consists of 178 pages. 18 Reference books, 5 journals and 8 internet sites.
Communication is almost a natural action that is not intentional for almost everyone. Therefore the function of its effectiveness can be ignored. Because communication is also an inseparable part of the world of health, intermediaries through doctors and nurses will always be in contact with patients. Hence effective communication skills will have a positive impact on the quality and outcome of health care for patients. This qualitative research aims to explore effective communication, how its relationships and influences for health and also to find ways to improve effective communication in health care settings in patients. The therapeutic communication concept also tries to highlight the importance of this communication concept, which is done through verbal or nonverbal communication and nurses consciously influence the patient or help the patient. Patients with mental disorders are a description of the syndrome with a variety of causes. Much is not yet known with certainty and the course of the disease is not always chronic. Generally characterized by fundamental deviations, the characteristics of thoughts and perceptions, and the presence of unnatural or blunt effects. Naimata Kupang Mental Hospital (Naimata Mental Hospital) is the only mental hospital in the Kupang City. Face to face communication is something that is often done by health staff at Naimita Mental Hospital with patients. Face-to-face communication (part of therapeutic) is more accurate for patient's healing process because in face-to-face communication the patient is more concerned and easier for therapist to see concepts in the patient and understand the problems that patient is experiencing. Hence this function can also encourage patients to express their feelings and ideas more clearly. There are various reactions to "therapeutic communication" because all patients are different in character, background, social status, culture, and so on.
 
Komunikasi Interpersonal Ibu dan Anak dalam Pembentukan Karakter Beribadah Anak
Ibu sebagai madrasah pertama bagi anak adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak guna membentuk pribadi anak yang taat kepada agama, upaya seorang ibu tidak hanya memberikan nasihat kepada anak tentang makna beribadah tetapi juga memberi contoh sehingga anak bisa melaksanakan ibadah dengan keinginannya sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi antara ibu dan anak dalam pembentukan beribadah, hambatan apa saja yang dilalui dan solusi ibu dalam membentuk karakter beribadah anak. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini pola komunikasi yang dilakukan ibu dan anak adalah Pola Model Stimulus-Respons yakni ibu menyuruh anaknya menggunakan kata-kata kemudian memberikan contoh pada anaknya setelah itu anaknya memberikan respon dengan mengerjakan ibadah (shalat dan mengaji). Dalam hal tersebut, ibu mengalami kesulitan untuk membentuk karakter beribadah anak khususnya dalam mengerjakan shalat dan mengaji, kesulitan atau hambatan yang dihadapi adalah 1) Anak masih butuh dibantu dan dibimbing; 2) Anak terkadang malas karena sedang melakukan kegiatan masing-masing, contohnya seperti bermain dengan temannya, bermain handphone, menonton televisi, mengerjakan tugas sekolah dan tidur karena mengantuk. Untuk itu ibu memiliki solusi dalam membentuk karakter beribadah anaknya dengan cara memberikan pengertian pentingnya beribadah, menyuruh, mengajak dan mencontohkan kepada anak untuk mengerjakan ibadah bersama
Transaksional Budaya Belis
Belis merupakan suatu upacara dimana pihak laki-laki memberi mas kawin barang berupa hewan, uang dan kain kepada pihak peempun. Tujuan peneltiian ini untuk mengetahui pengalaman, motif, dan makna belis pada masyarakat Desa Gunung. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masyarakat tentang nominal belis yakni apabila pihak laki-laki tidak mampu melunasi semua belis pada saat upacara masuk minta maka pihak keluarga perempuan membuat suatu kesepakatan dimana mempelai laki-laki tinggal di keluarga perempuan sampai keluarga laki-laki melunasi belis atau pihak laki-laki boleh membawa mempelai perempuan dengan kesepakatan wajib membayar belis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dampak positif dengan adanya pemberian belis, martabat keluarga laki-laki terangkat, pihak keluarga wanita merasa dihargai, dan terbentuknya kekerabatan baru. Dampak negatifnya, pihak laki-laki merasa malu jika tidak melunasi belis karena menimbulkan utang piutang. Budaya belis masih tetap dipertahankan dan tidak mengalami perubahan karena belis dianggap sebagai tradisi, dan bentuk penghargaan terhadap perempuan sebagai benih penerus keturunan. Motif masyarakat mempertahankan belis yakni sebagai tali pengikat yang menandakan hubungan kedua pasangan dan keluraga besarnya dan penanda si perempuan telah keluar dari keluarga asalnya dan berpindah ke klan suami. Belis juga sebagai alat menyatukan kedua keluarga
Implementasi Komunikasi Pemasaran Tentang Citra Merek Brizzi Sebagai Uang Elektronik PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Cabang Kupang
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi pemasaran tentang citra merek BRIZZI sebagai uang elektronik PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Cabang Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori marketing mix, yang memiliki 4 unsur P : Product, Price, Place dan Promotion. Informan pada penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari Asisten Menejer Pemasaran Dana BRI Cabang Kupang, Relationship Manajer BRI Cabang Kupang, Costumer Service BRI Cabang Kupang, Konsumen yang menggunakan BRIZZI dan masyarakat yang tidak menggunakan BRIZZI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Bank Rakayat Indonesia, Tbk Cabang Kupang telah berupaya dalam memperkenalkan produk BRIZZI agar dapat dikenal oleh masyarakat Kota Kupang, dengan kegiatan yang dilakukan adalah menjadi sponshorship dalam turnamen Developmental Basketball League (DBL), program sosialisasi BRIZZI di instansi-instansi, bekerja sama dengan SPBU dan Pemerintah Kota Kupang, memuat iklan pada majalah, koran, radio, media sosial khususnya facebook dan instagram milik Bank BRI, dan mengedukasi masyarakat melalui media-media yang telah bekerja sama dengan Bank BRI Cabang Kupang. Penelitian ini juga menemukan faktor yang menghambat dalam pengenalan kartu BRIZZI kepada masyarakat Kota Kupang adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kegunaan dan fungsi dari BRIZZI dan juga BRIZZI tidak dilengkapi dengan PIN keamanan.
Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran, BRIZZI, Branding, Brand Image
Implementation of Marketing Communication About BRIZZI Brand Image as Electronic Money PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Kupang Branch
ABSTRACT
This study aims to determine the implementation of marketing communications about the BRIZZI brand image as electronic money of PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Kupang Branch. This type of research is a qualitative study using qualitative descriptive methods. The theory used is the marketing mix theory, which has 4 elements of P: Product, Price, Place and Promotion. Informants in this study amounted to 6 people consisting of Assistant Manager of BRI Branch Fund Marketing, BRI Branch Relationship Manager BRI Branch, Customer Service BRI Branch Kupang, , Consumers who use BRIZZI and people who do not use BRIZZI. The data analysis technique used is qualitative data analysis. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results showed that PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Kupang Branch has made an effort to introduce BRIZZI products to be known by the people of Kupang City, the activities carried out were to become sponsorships in the Developmental Basketball League (DBL) tournament, the BRIZZI socialization program in agencies, in collaboration with the SPBU and the Kupang City Government, placing advertisements on magazines, newspapers, radio, social media especially facebook and instagram owned by the Bank BRI, and educating the public through the media that has been working with BRI Bank Kupang Branch. This study also found that the inhibiting factor in the introduction of the BRIZZI card to the people of Kupang City was the lack of public knowledge about the use and function of BRIZZI and also that BRIZZI was not equipped with a security PIN.
Keywords: Marketing Communication, BRIZZI, Branding, Brand Imag
Konvergensi Simbolik Dalam Membangun Kohesivitas Kelompok
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema-tema fantasi dalam kelompok Silky Band, menganalisis konvergensi simbolik Silky Band dalam membangun kohesivitas kelompok. Teori yang digunakan adalah teori konvergensi simbolik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis tema fantasi dan objek dalam penelitiannya adalah anggota kelompok Silky Band. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah autoetnografi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah empat konsep dalam analisis tema fantasi. Pada hasil penelitian, peneliti menemukan tiga dari empat konsep dalam analisis tema fantasi yakni tema fantasi, rantai fantasi, dan tipe fantasi selain itu kedua simbol antara lain simbol verbal dan simbol non-verbal juga ditemukan dalam penelitian tersebut. Maka hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa permainan simbol-simbol dan fantasi-fantasi yang terjadi diantara anggota kelompok Silky Band membetuk kohesivitas di antara mereka. Kata Kunci: Tema fantasi, permainan simbol, teori konvergensi simbolik, anggota kelompok Silky Band
Pemaknaan Profesi Perempuan Dalam Video Musik Lokal Di Nusa Tenggara Timur
The appearance of women in music videos is a site that shows various ideologies which influence the thinking of a society about the construction of women, including the construction of the profession of women. The appearance of women is inseparable from values and is not solely in the interests of women but there are certain interests.
This study wants to see whether the representation of the women's profession in the local music video shows strength in women or leads to a new repression for local women in East Nusa Tenggara. The aims of this study are to provide an overview of the meaning of the women's profession through local music videos of East Nusa Tenggara and to provide a description of the hybridity discourse in the depiction of the women's profession through the NTT Local music video. The type of this research is descriptive qualitative research uses the approach of feminism, the women's profession, public space and cultural hybridization theory to see how the meaning of the women's profession in local music videos in East Nusa Tenggara.
This study uses the analysis of semiotics of Carol Vernalis. The data in this study were analyzed in 3 stages, namely: (1) structural analysis created in the music video, (2) reading the video chronology and analysis of two specific parts, and (3) understanding the women's profession in terms of cultural hybridity.
The results of this study indicate that women who are teachers are not professionally interpreted as attached to the teaching profession but emphasize the symbols of modern women through space and fashion. Hybridity between the appearance of modern women but still bound by local patriarchal culture. Women who are midwives are interpreted by the domestication of women. Women are shown with an ideal picture of women. The meaning of the women's profession experienced repression, where the women's profession featured in this local music videos is the result of a tug-of-war on various discourses in which the appearance is more concerned with modernity that leads to industrial interests. Hybridity is not only related to the fusion of culture but the consequences of domination that arise when there is fusion of culture. In the end, this music videos do not fully show the female profession but the interests of modernity, global, patriarchy are prioritized