Universitas Semarang Jurusan: SIJALU - Sistem Informasi Jurnal Ilmiah USM
Not a member yet
4140 research outputs found
Sort by
Sistem Layanan Pengaduan Masyarakat Berbasis Websiste Di Kecamatan Batangan
Pengaduan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah instansi daerah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam penelitian ini, mengambil studi kasus di Kabupaten Batangan, masyarakat masih merasa kesulitan untuk menyampaikan keluhan yang ada di lingkungannya kepada pemerintah daerah. Selain itu, terkadang meskipun sudah menyampaikan pengaduan, mereka tidak mendapatkan respon dan realisasi yang baik dari pemerintah karena pengaduan harus disampaikan kepada perangkat desa terlebih dahulu, terkadang tidak disampaikan ke kecamatan. Sehingga orang menyampaikan keluhan mereka di tempat yang salah. Oleh karena itu, perlu adanya sistem layanan pengaduan publik berbasis website sebagai ruang aspirasi yang dapat diakses dengan mudah. Desain website menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan MySql sebagai database dengan pemodelan yang diterapkan adalah metode waterfall. Dengan sistem berbasis website ini, dapat memudahkan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan dan mendapatkan tanggapan dari camat dan petugas beserta bukti penyelesaian pengaduan dari petugas. Sistem pelayanan pengaduan masyarakat berbasis website di Kabupaten Batangan yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik secara fungsional sebagaimana dibuktikan melalui kuesioner, hasil yang diperoleh adalah 70% sangat setuju, 20% setuju dan 5% cukup.
Kata Kunci: Layanan Pengaduan, Situs Web, PHP, Kerangka Kerja Codeigne
Pemberdayaan Team Penggerak PKK dalam mengelola Penyediaan Menu Sehat Bayi dan Balita di Kelurahan Tembalang Kota Semarang
Masalah kesehatan Masyarakat yang akan berakibat pada terbentuknya generasi emas yang berujung pada pembangunan sumber daya manusia di Indonesia adalah stunting. Kelurahan Tembalang sebagai salah satu wilayah di kota Semarang yang menerapkan zero stunting telah menetapkan program pemberdayaan perempuan melalui salah satu usaha pelatihan menyediakan menu sehat bagi bayi dan balita. Terbatasnya pengetahuan terkait mengelola penyediaan menu sehat bagi bayi dan balita di kelurahan Tembalang, menjadikan ketertarikan tim pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan pengabdian di kelurahan Tembalang agar salah satu misi yang dirumuskan di kelurahan Tembalang yaitu Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Sumber Daya Manusia yang unggul dan produktif untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan social dapat diwujudkan. Upaya mewujudkan salah satu misi tersebut melalui terbangunnya pengetahuan yang cukup dalam mengelola penyediaan menu sehat bayi dan balita yang berujung pada terwujudnya generasi emas
Literasi Digital Untuk Menentukan Strategi Pemasaran Pada Pelaku Umkm Di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada kelompok Forum UMKM di kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dengan tema Literasi Digital Untuk Menentukan Strategi Pemasaran Pada kelompok Forum UMKM Di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Berdasarkan hasil analisis situasi maka permasalahan yang dihadapi oleh mitra dapat diidentifikasi sebagai berikut kurangnya pengetahuan dan pemahaman dari kelompok Forum UMKM terhadap teknologi digitalisasi Marketing online dalam menentukan Strategi Promosi sehingga masih dinilai belum cukup maksimal serta belum ada pendampingan UMKM
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan bagaimana penerapan tentang e marketing bagi pelaku UMKM di Kecamatan Mranggen kabupaten Demak agar bisnis UMKM meningkat. Manfaat yang diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu para peserta (pelaku) UMKM mempunyai pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan kemampuan ketepatan dalam menentukan teknologi digitalisasi pemasaran berupa e marketing atau pemasaran online.
Metode pendekatan yang digunakan dalam mencapai tujuan adalah pendekatan participatory training, yaitu pendekatan yang menekankan pada partisipasi penuh dari mitra dan pendampingan dalam mencapai tujuan. Pendekatan participatory training dilakukan melalui beberapa langkah pembelajaran dalam bentuk pelatihan dan pendampingan
PENGELOLAAN SEDEKAH SAMPAH ROSOK DALAM MENDUKUNG OPERASIONAL MUSOLLA AL-IKHLAS DI DESA GUYANGAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi implementasi pelatihan manajemen pengelolaan sedekah sampah rosok sebagai upaya untuk mendukung operasional Musolla Al-Ikhlas di Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Konsep sedekah sampah rosok menjadi solusi kreatif dalam mengubah sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi potensi ekonomi yang bermanfaat. Melalui program pelatihan ini, masyarakat desa atau jamaah musolla Al-Ikhlas diberikan pemahaman mengenai cara mengumpulkan, memilah, dan mengelola serta mmemasarkan sampah rosok (sampah non-organik seperti plastik, botol, kaleng, besi, kertas dan lainnya) agar dapat dijadikan sumber daya yang berguna. Sampah rosok yang terkumpul akan dijual untuk mendukung kebutuhan operasional musolla, seperti pembelian peralatan ibadah, renovasi, dan pemeliharaan fasilitas. Metode Pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus musolla dan warga sekitar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama kegiatan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan bagaimana pengelolaan sedekah sampah rosok dapat menguntungkan baik dari segi ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan. Selain itu, pelatihan ini turut memperkuat semangat gotong royong dalam mengelola sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan, dampak positif lainnya adalah pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Dari hasil pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat secara mandiri mengelola sampah dan mengoptimalkan potensi sedekah sampah rosok untuk keberlanjutan operasional Musolla Al-Ikhlas. Secara keseluruhan, pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif pada aspek lingkungan dan ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarwarga desa dalam rangka menciptakan Musolla yang mandiri dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pelatihan, Manajemen, Sedekah sampah rosok, Operasional Musoll
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Tirto Agung akibat Aktivitas Antar Jemput Sekolah Al Azhar menggunakan Program VISSIM
Traffic congestion in urban areas has been a major issue for years, considering that the transportation demand cycle does not always allow for resolving congestion through road capacity expansion. Congestion caused by daily activities, such as the Al Azhar school pickup and drop-off, results in vehicle queues on Tirto Agung Street in Banyumanik. Therefore, it is necessary to analyze and apply traffic engineering strategies to improve intersection performance. Performance analysis of the intersection was conducted using PKJI 2023, and existing intersection conditions were modeled using VISSIM (Student Version) software. Based on the analysis using PKJI 2023, the existing intersection showed a degree of saturation (DJ) of 0.62, capacity (C) of 2776.48 vehicles/hour, intersection delay (T) of 11.32 seconds/vehicle, and queue probability (Pa) of 16%-34%, with a level of service index (ITP) of C (Sufficient). According to the VISSIM (Student Version) analysis, with the addition of traffic signals, the results showed a vehicle delay (VehDelay) of 8.50 seconds/vehicle, a queue length (Qlen) of 11.91 meters, and a level of service (LOS) of B (Good). Therefore, the traffic engineering recommendation for the Tirto Agung, Estetika Raya, and Klentengsari intersections is to implement a signalized intersection with a cycle time of 49 seconds
Kekuasaan Presiden Dalam Pembentukan Kabinet Menurut Sistem Presidensial
This study aims to discuss the president\u27s power in forming a cabinet in connection with the amendment to Law No. 39 of 2008 concerning State Ministries (Ministry Law). One of the main changes to the law is Article 15 concerning the total number of ministries, which was originally limited to a maximum of 34 ministries, changed according to the needs of the administration of government by the President. The norm does not explicitly regulate the total number of ministries. This is indeed compatible or in line with the presidential system of government firmly adopted by Indonesia after the constitutional amendment in 2002. The problems arising from the change in the norm are related to the implications of increasing the number of ministries which are related to governance. The change in this article refers to legalistic, not prerogatives because if it is prerogative, the number of ministries does not need to be regulated in the law. The formation of the cabinet is one of the powers held by the President in a presidential system of government. The research method uses normative legal research with a conceptual approach, a comparative approach, and a statutory approach. The results of the study indicate that the changes in the norms in the Ministry Law are in accordance with the presidential system of government. However, the president\u27s discretion in forming a cabinet must take into account the professionalism, integrity, and track record of ministerial candidates so as not to merely accommodate short-term political interests.
Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang kekuasaan presiden dalam pembentukan kabinet. sehubungan dengan adanya perubahan Undang-Undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (UU Kementerian). Salah satu pokok perubahan pada undang-undang tersebut yaitu Pasal 15 terkait jumlah keseluruhan kementerian, yang semula dibatasi paling banyak 34 kementerian berubah menjadi sesuai kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan oleh Presiden. Dalam norma tersebut tidak diatur secara eksplisit mengenai jumlah keseluruhan kementerian. Hal itu memang kompatibel atau sejalan dengan sistem pemerintahan presidensial yang dianut secara tegas oleh Indonesia pasca amandemen konstitusi tahun 2002. Permasalahan yang timbul dari perubahan norma tersebut terkait implikasi pada penambahan jumlah kementerian yang mana berhubungan dengan tata kelola pemerintahan. Perubahan pasal ini mengacu pada legalistik bukan prerogatif sebab jika prerogatif jumlah kementerian tidak perlu diatur dalam UU. Pembentukan kabinet tersebut merupakan salah satu kekuasaan yang dimiliki oleh Presiden dalam sistem pemerintahan presidensial. Metode penelitian menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, pendekatan perbandingan dan pendekatan undang-undang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan norma pada UU Kementerian sudah sesuai dengan sistem pemerintahan presidensial. Namun, keleluasaan presiden dalam pembentukan kabinet harus mempertimbangkan profesionalisme, integritas dan track record calon menteri sehingga tidak sekedar mengakomodasi kepentingan politik jangka pendek.
Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Corporate Social Responsibility Pada Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan adalah ukuran yang menggambarkan seberapa besar nilai pasar suatu perusahaan, yang mencerminkan persepsi investor terhadap kinerja dan prospek perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak dari kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap nilai perusahaan, yang diukur menggunakan rasio PBV (Price to Book Value). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor energi tambang batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, yang memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu, dan menghasilkan 29 perusahaan sebagai sampel yang dianalisis. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan yang dapat diakses secara publik. Proses analisis data dilakukan melalui pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, tidak memiliki dampak signifikan terhadap nilai perusahaan, yang berarti kedua variabel tersebut tidak berpengaruh pada nilai perusahaan yang dihitung menggunakan rasio PBV. Sedangkan CSR berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini memberikan pemahaman baru mengenai pengaruh faktor-faktor internal terhadap nilai perusahaan, khususnya di sektor energi batu bara yang terdaftar di Indonesia. Penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan di industri serupa
Peningkatan Kemampuan Teknologi Internet of Things Untuk Para Siswa Sma Masehi 2 PSAK
Dalam era digital yang terus berkembang, teknologi Internet of Things (IoT) memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan inovasi. Namun, pemahaman tentang IoT di SMA Masehi 2 PSAK Semarang masih terbatas, yang berpotensi menghambat kesiapan siswa menghadapi tantangan teknologi masa depan. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan konsep dan aplikasi IoT kepada siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah teoretis dan demonstrasi alat, yang diadakan selama dua hari. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai IoT, dari 66% sebelum pelatihan menjadi 81% setelah pelatihan. Peningkatan ini mencakup pemahaman konseptual, konfigurasi perangkat, dan kemampuan pemecahan masalah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan siswa tentang IoT dan mempersiapkan mereka untuk perkembangan teknologi di masa depan
ANALISIS POTENSI WISATA GASTRONOMI DI KAMPUNG BLEKOK SITUBONDO
Kampung Blekok Situbondo merupakan desa wisata yang masuk dalam lima puluh desa wisata dalam ajang ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) tahun 2021. Selama ini, Kampung Blekok Situbondo terkenal dengan desa ekowisata. Namun, Kampung Blekok Situbondo juga menyimpan budaya lokal dan tradisi masyarakat terkait gastronomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wisata gastronomi di Kampung Blekok Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT dan Nona Helix. Pendekatan analisis SWOT digunakan untuk menganalisis potensi wisata gastronomi di Kampung Blekok Situbondo. Pendekatan analisis Nona Helix digunakan untuk menganalisis peran kesembilan elemen pada Nona Helix dalam mengembangkan potensi wisata gastronomi di Kampung Blekok Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Blekok Situbondo memiliki potensi wisata gastronomi. Berdasarkan hasil analisis SWOT, budaya lokal dan tradisi gastronomi masyarakat Kampung Blekok Situbondo dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru. Sementara hasil analisis Nona Helix, pengelola Kampung Blekok Situbondo perlu merancang roadmap pengembangan wisata gastronomi yang berkolaborasi dengan sembilan elemen Nona Helix. Kata kunci: Wisata Gastronomi, Kampung Blekok Situbondo, Analisis SWOT, Analisis Nona Heli
Work Discipline, Teamwork, Communication\u27s Impact on Employee Performance CV. Golden Harvest
Examining the effects of communication, teamwork, and work discipline on employee performance at CV Golden Harvest is the aim of this study. Organizational success depends on employee performance, and human resources are crucial to achieving corporate goals. 36 employees participated in this study, which used a quantitative methodology and survey questionnaires. SPSS 22.0 was used for data processing in order to examine each variable\u27s partial and simultaneous influence. The findings show that employee performance is significantly and favorably impacted by teamwork, communication, and work discipline. However, the results of individual analysis vary work discipline has a positive but insignificant effect on performance, communication has a negative and negligible effect, and cooperation has a positive and significant impact. While good teamwork fosters synergy among people, good work discipline can improve adherence to business policies. Conversely, good communication is essential for enhancing professional relationships and reducing miscommunications. These results give management information to help them develop plans to enhance worker performance by managing communication, teamwork, and work discipline