Jurnal FKIP Universitas Mataram (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
    4991 research outputs found

    Penerapan Model Problem Based Learning pada Materi Transformasi Geometri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

    Get PDF
    This research aims to improve student learning outcomes through the application of problem-based learning models on geometric transformation materials (rotation and dilation). This type of research is a class-action-research (PTK) that looks at student development in 2 cycles. Data collection techniques were carried out using formative tests.  Data analysis used in this study using descriptive statistical analysis. The application of PBL learning model on geometry transformation material (rotation and dilation) gives good results. The data obtained from the research conducted are as follows: (1) In cycle 1 the percentage of students' classical completeness reached 62% with an average score of 79.45. The results in cycle 1 have not met the minimum classical completeness criteria of 80%. (2) In cycle 2, there was an increase both in terms of the percentage of classical completeness and the average score. The number of students who completed this cycle was 82% with an average score of 84.08. This indicates that the research by applying PBL model on geometry transformation material is successful.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada materi transformasi geometrri (rotasi dan dilatasi). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang melihat perkembangan siswa dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes formatif.  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Penerapan   model pembelajaran PBL pada materi transformasi geometri (rotasi dan dilatasi) memberikan hasil yang baik. Data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan yaitu sebagai berikut: (1) Pada siklus 1 persentase ketuntasan klasikal siswa mencapai 62% dengan nilai rata-rata 79,45. Hasil pada siklus 1 ini belum memenuhi kriteria ketuntasan klasikal minimum yaitu 80%. (2) Pada siklus 2 terjadi peningkatan baik dari segi persentase ketuntasan klasikal dan nilai rata-rata. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus ini sebanyak 82% dengan nilai rata-rata mencapai 84,08. Hal ini mengindikasikan bahwa penelitian dengan menerapkan model PBL pada materi transformasi geometri dianggap berhasil

    Analisis Efektivitas Pemanfaatan Laboratorium Kimia di Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Lombok Timur

    Get PDF
    This study aims to determine the effectiveness of using chemical laboratory functions and tools in Public Senior High Schools throughout East Lombok Regency. The approach in this study uses a descriptive quantitative approach. The population of this study consisted of all high schools in East Lombok Regency. The sample for this study comprised six schools: SMAN 2 Selong, SMAN 3 Selong, SMAN 1 Terara, SMAN 1 Pringgabaya, SMAN 1 Sembalun, and SMAN 1 Labuhan Haji, which were selected using purposive sampling.  Data collection used questionnaires and interviews; the questionnaire used was closed with a Likert scale. For the interpretation of problem data using the criteria of 5 categories (not effective, less effective, moderately effective, effective, very effective) which are determined by simple percentages and tables. Based on data analysis it is known that; 1) the effectiveness of the use of chemical laboratory functions in State Senior High Schools throughout East Lombok Regency has been effective (74.82%). 2) The effectiveness of the use of chemical laboratory equipment in State Senior High Schools throughout the East Lombok Regency has been effective (80.33%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan fungsi dan alat laboratorium kimia di Sekolah Menengah Atas Negeri se-Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh SMA se-Kabupaten Lombok Timur, kemudian sampel penelitian ini sebanyak enam sekolah yaitu SMAN 2 Selong, SMAN 3 Selong, SMAN 1 Terara, SMAN 1 Pringgabaya, SMAN 1 Sembalun dan SMAN 1 Labuhan Haji yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara, angket yang digunakan adalah tertutup dengan skala likert. Untuk penafsiran data masalah menggunakan kriteria sebanyak 5 kategori (tidak efektif, kurang efektif, cukup efektif, efektif, sangat efektif) yang ditentukan dengan presentase sederhana dan tabel. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa; 1) efektivitas pemanfaatan fungsi laboratorium kimia di Sekolah Menengah Atas Negeri se-Kabupaten Lombok Timur sudah efektif (74,82%). 2) Efektivitas pemanfaatan peralatan laboratorium kimia di Sekolah Menengah Atas Negeri se-Kabupaten Lombok Timur sudah efektif (80,33%)

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Model Discovery Learning Pada Materi Laju Reaksi

    Get PDF
    This study aims to develop a student worksheet based on the Discovery Learning model for the reaction rate topic and to determine its feasibility in terms of validity through expert validation. The development model used is the 4D model, which consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. However, this research is limited to the development stage, focusing on the feasibility testing of the student worksheet. The trial was conducted with 40 students at SMAN 2 Mataram. The research instruments included interview sheets and validation sheets for student worksheets. The data collected comprised both quantitative data, in the form of scores from expert validators using the validation sheets, and qualitative data, in the form of suggestions and feedback from validators. The validation sheets used a Likert scale. The validation results showed a score of 89.63% for the content/material aspect, 95.56% for presentation, 90.00% for language, and 91.63% for graphic feasibility. The overall average score for all aspects of the LKPD was 91.63%, with a reliability score of 94.00%, indicating that the student worksheet is highly feasible and suitable for use in the learning process.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis model Discovery Learning pada materi laju reaksi serta mengetahui kelayakan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang ditinjau dari validitas melalui hasil validasi para ahli. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 4D terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate) yang dibatasi pada tahap pengembangan berupa pada tahap uji kelayakan LKPD. Uji coba LKPD dilakukan kepada 40 peserta didik di SMAN 2 Mataram. Instrumen penelitian berupa lembar wawancara dan lembar validasi LKPD. Data yang dihasilkan terdiri dari data kuantitatif yaitu berupa skor yang diberikan pada lembar validasi oleh validator ahli dan data kualitatif berupa saran maupun masukan dari validator. Lembar validasi menggunakkan skala likert. Hasil validasi LKPD meliputi persentase penilaian pada aspek isi/materi sebesar 89,63%, aspek penyajian sebesar 95,56%, aspek kebahasaan sebesar 90,00% dan kelayakan kegrafisan sebesar 91,63% sehingga persentase rata-rata seluruh komponen aspek LKPD yaitu sebesar 91,63% dan persentase rata-rata reliabilitas LKPD sebesar 94,00% sehingga dikategorikan sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran

    Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Memahami Konsep Kimia Laju Reaksi Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Labuapi

    Get PDF
    This study aims to describe the learning difficulties of students that need to be overcome in understanding the concept of reaction rate chemistry in class XI science SMA Negeri 1 Labuapi. The approach used is a qualitative descriptive approach. The subjects of this study are all students of class XI science of SMA Negeri 1 Labuapi, with samples selected using the nonprobability sampling method of saturation sampling. Data collection was carried out through a closed questionnaire on a likert scale of 5 and interviews. Data interpretation refers to five categories of learning difficulties, namely very high, high, moderately high, low, and very low, which are determined based on simple percentages and tables. The results of the data analysis showed that: 1) Students who experienced difficulties with internal factors included aspects of student ability 38.7%, student interest 37.5%, understanding of reaction rate material concepts 30%, student motivation 27.5%, included in the low category while external factors with aspects of approach/learning model 35%, teaching resources 23% were in the low category, and teachers 17%, class conditions 15% were in the very low category 2) Students' learning difficulties in understanding the concept of reaction rate chemistry that need to be considered are internal factors of student ability indicators (38.75%) and external factors in learning approaches/model indicators (35%).  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa yang perlu diatasi dalam  memahami konsep kimia laju reaksi kelas XI IPA SMA Negeri 1 Labuapi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Labuapi, dengan sampel yang dipilih menggunakan metode nonprobability sampling jenis saturation sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket/kuisioner tertutup skala likert 5 dan wawancara. Interpretasi data mengacu pada lima kategori kesulitan belajar, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup tinggi, rendah, dan sangat rendah, yang ditentukan berdasarkan persentase sederhana dan tabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) Siswa  yang mengalami kesulitan pada faktor internal  meliputi aspek kemampuan siswa 38,7%, minat siswa 37,5%, pemahaman konsep materi laju reaksi 30%, motivasi siswa 27,5%, masuk dalam kategori rendah  sedangkan faktor eksternal dengan aspek pendekatan/model pembelajaran 35%, sumber ajar 23% masuk kategori rendah, dan guru 17%, keadaan kelas 15%  masuk dalam kategori sangat  rendah 2) Kesulitan belajar siswa dalam memahami konsep kimia laju reaksi yang perlu diperhatikan yakni pada faktor internal indikator kemampuan siswa (38,75%)  dan faktor eksternal pada indikator pendekatan/model pembelajaran (35%). &nbsp

    Sosialisasi Smart Farming sebagai Strategi untuk Pertanian Keberlanjutan di Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata

    Get PDF
    Sosialisasi smart farming dilakukan pada kelompok tani Bao Dei di Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Meskipun pertanian tradisional masih dominan di desa tersebut, sebagian petani telah menggunakan teknologi namun belum memahami manfaatnya secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani tentang pentingnya adopsi teknologi pertanian untuk mengoptimalkan hasil panen dan efisiensi sumber daya. Pelaksanaan sosialisasi menggunakan pendekatan partisipatif dan metode interaktif. Setelah kegiatan, pemahaman petani terhadap tujuan dan manfaat penggunaan teknologi dalam pengelolaan pertanian meningkat. Hasilnya diharapkan dapat mendorong penerapan smart farming yang berkelanjutan dengan dukungan dari berbagai pihak. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman kelompok tani tentang pentingnya penerapan teknologi digital dan inovasi pertanian guna mewujudkan sistem pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan

    Pendampingan Sekolah Tangguh Iklim Melalui Pengenalan Coding Guna Mendukung Pendidikan Berbasis Lingkungan Berkelanjutan

    Get PDF
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk membentuk karakter tangguh iklim melalui pelatihan coding berbasis edukasi lingkungan di SMA Muhammadiyah Tubohan. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pemahaman guru dan siswa mengenai isu perubahan iklim serta integrasi teknologi digital dalam pembelajaran. Sebanyak 15 guru dan 30 siswa mengikuti pelatihan yang mencakup pembuatan animasi edukatif menggunakan Scratch dan Python sederhana. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 26,7% peserta memahami keterkaitan antara teknologi dan edukasi lingkungan. Setelah pelatihan, pemahaman meningkat menjadi 90% berdasarkan hasil post-test, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 63,3%. Sebanyak 80% peserta berhasil menyelesaikan proyek animasi bertema iklim, dan 93,3% menyatakan kegiatan ini menumbuhkan kepedulian terhadap dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Sementara itu, 86,7% guru merasa lebih siap mengintegrasikan isu iklim dalam pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkan budaya sadar iklim yang berbasis data dan teknologi di sekolah. PkM ini diharapkan menjadi model pembinaan karakter lingkungan berkelanjutan yang dapat diterapkan secara luas di institusi pendidikan lainnya

    Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of problem-based learning model on students' mathematical critical thinking skills. The population of this study is all seventh grade students of SMP Negeri 1 Natar even semester of the 2023/2024 academic year as many as 371 students distributed into eleven classes, namely VII A to VII K. Sampling was carried out using purposive sampling technique, so that VII A class of 34 students was selected as the experimental class and VII D of 33 students as the control class. The design used was pretest-posttest control group design. The data in this study are quantitative data obtained through the mathematical critical thinking ability test. Based on the Mann-Whitney U test results, it was found that the improvement in mathematical critical thinking skills of students who participated in learning with problem-based learning was higher than the improvement in mathematical critical thinking skills of students who participated in conventional learning. In addition, based on the results of the proportion test, it was found that more than 60% of students who participated in problem-based learning were categorized as good. So it can be concluded that the problem-based learning model has an effect on students' mathematical critical thinking skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Natar semester genap tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 371 siswa yang terdistribusi ke dalam sebelas kelas yaitu VII A sampai VII K. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga terpilih siswa kelas VII A sebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan VII D sebanyak 33 siswa sebagai kelas kontrol. Desain yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data pada penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U diperoleh bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan problem based learning lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Selain itu, berdasarkan hasil uji proporsi diperoleh bahwa lebih dari 60% siswa yang mengikuti pembelajaran problem based learnuing terkategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa

    Analisis Kesulitan Peserta Didik Dalam Mengubah Pecahan Biasa Berdasarkan Gaya Kognitif Konseptual Tempo

    Get PDF
    This study aims to identify the difficulties faced by fourth grade students in sorting ordinary fractions based on conceptual tempo cognitive style, and also reveal the factors that can influence it. The approach used is descriptive qualitative with a focus on the individual characteristics of learners. Data obtained through interviews with classroom teachers and giving practice tests on fractions designed in accordance with the indicators of reflective and impulsive cognitive styles. The results showed that students with reflective cognitive style are more likely to work on problems carefully and meticulously, but require a longer time. Conversely, learners with impulsive style can solve problems quickly but often make mistakes due to lack of accuracy. These findings indicate that the application of learning strategies that are tailored to the conceptual cognitive style of tempo can improve students' understanding and ability in fraction material. Therefore, it is important for teachers to consider students' cognitive style in designing an effective and adaptive learning style approach.Penelitian ini bertujuan untuk melihat serta mengidentifikasi masalah yang peserta didik kelas IV dihadapi dalam mengurutkan pecahan biasa berdasarkan gaya kognitif konseptual tempo, mereka juga ingin menunjukan faktor-faktor yang berkontribusi pada masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dan berfokus pada peserta didik. Wawancara dengan guru yang bertanggung jawab dan tes Latihan soal pecahan menggunakan gaya kognitif konseptual tempo digunakan sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan gaya kognitif reflektif biasanya lebih teliti dan hati-hati saat mengerjakan soal, sedangkan peserta didik dengan gaya impulsive mengerjakan soal lebih cepat tetapi cenderung kurang akurat.terbukti bahwa penerapan metode gaya kognitif konseptual tempo berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik tentang materi pecahan. Gaya kognitif reflektif dan impulsif memberikan pengaruh terhadap cara peserta didik menyelesaikan soal pecahan, dimana peserta didik dengan gaya reflektif cenderung lebih teliti, sedangkan peserta didik dengan gaya impulsif lebih cepat namun kurang akurat. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya kognitif peserta didik dapat meningkatkan keberhasilan pengajaran matematika

    Optimization of LPG Distribution on VRP Using Cheapest Insertion Heuristics Algorithms and Dynamic Programming

    Get PDF
    Determining the most efficient distribution route often encounters difficulties, especially at the LPG gas agency of PT. Cahaya Mentari Bumi Perkasa, where routes are primarily selected based only on the drivers' intuition. The firm manages 35 distribution sites with 3 fleets, each capable of holding 560 cylinders. This study seeks to identify the most efficient distribution route and assess the distribution costs of the company's existing route in comparison to the proposed route, utilizing the Vehicle Routing Problem (VRP) model, constrained by vehicle capacity and fluctuating demand, known as the Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP). The methodology employs the Cheapest Insertion Heuristics (CIH) algorithm to generate the first solution and utilizes Dynamic Programming (DP) as the precise technique for optimal route refinement. The findings indicate that employing Dynamic Programming to enhance the Cheapest Insertion Heuristics method effectively optimizes distribution routes, resulting in roughly 28% reduction in trip distance, 8.2% decrease in journey time, and 19,9% reduction in distribution expenses. The improvement decreased the number of trips from 9 to 8, resulting in enhanced fleet utilization

    Penerapan Penerapan Model Discovery Learning pada Materi Garis dan Sudut untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    This research is a Classroom Action Research (CAR) aimed at improving students’ mathematics learning outcomes on the topic of Lines and Angles through the implementation of the Discovery Learning model. The problem in this study is the low initial understanding of geometry concepts among students, particularly in the topic of lines and angles, which negatively affects their mathematics learning outcomes. This is evident from the pretest results, which showed that only 4 students (9.3%) achieved the Minimum Mastery Criteria (MMC). The research was conducted in two cycles using the Kemmis and McTaggart model, which includes the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 43 seventh-grade students from class VII E at SMPN 1 Mataram, who received treatment in the form of the Discovery Learning model implementation by the researcher. Data were collected through student activity observation sheets and learning outcome tests, which were then analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. In Cycle I, the learning focused on the types of angles (2 meetings), while in Cycle II, the focus was on the relationships between angles (3 meetings). The success criteria were determined based on students achieving MMC ≥ 75 and classical completeness ≥ 85%. The results showed an increase in classical completeness from 46.5% in Cycle I to 86% in Cycle II. Thus, the implementation of the Discovery Learning model proved effective in improving students' mathematics learning outcomes.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi Garis dan Sudut melalui penerapan model Discovery Learning. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep siswa yang berdampak pada rendahnya hasil belajar, sebagaimana terlihat dari hasil pretest yang menunjukkan bahwa hanya 4 siswa (9,3%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 43 siswa kelas VII E di SMPN 1 Mataram yang diberikan perlakuan berupa penerapan model Discovery Learning oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pada Siklus I, pembelajaran difokuskan pada materi jenis-jenis sudut (2 pertemuan), sedangkan pada Siklus II difokuskan pada hubungan antar sudut (3 pertemuan). Kriteria keberhasilan ditetapkan apabila siswa mencapai KKM ≥ 75 dan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan klasikal dari 46,5% pada Siklus I menjadi 86% pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan model Discovery Learning menunjukan efektivitas dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa

    4,781

    full texts

    4,991

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal FKIP Universitas Mataram (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇