e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)Not a member yet
4146 research outputs found
Sort by
Perhitungan Risk Priority Number Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis pada Modular Production System
Sistem otomatisasi kontrol pada Modular Production System of Process Automation (MPS PA) Compact Workstation berperan penting dalam memonitor dan mengendalikan berbagai parameter proses. Salah satu parameter yang kritis adalah water level dan temperature. Untuk mengidentifikasi serta mengurangi risiko kegagalan dalam sistem diperlukan prioritisasi risiko dan pengambilan tindakan korektif melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN). Sistem ini diidentifikasi berdasarkan RPN untuk mengetahui tingkat risiko dari potensi kegagalan yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu Occurrence (O), Severity (S), dan Detection (D). Nilai yang didapat dari perhitungan kemudian dianalisis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode ini di implementasikan pada MPS PA dari kontrol water level dan temperature yang diintegrasikan melalui monitoring Node-red. Parameter kinerja seperti kecepatan deteksi, tingkat kesalahan, rekomendasi yang diberikan dan akurasi alarm akan dievaluasi untuk mengukur efektivitas metode yang diusulkan. Diharapkan bahwa pengembangan metode pengolahan data water level dan temperature menggunakan metode FMEA yang diintegrasikan dengan Node-red dapat meningkatkan keandalan serta kinerja sistem monitoring water level dan temperature. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memajukan teknologi pengolahan data water level dan temperature melalui simulasi perhitungan nilai RPN menggunakan metode FMEA yang di implementasikan pada MPSA PA. Nilai aman dengan risiko sedang yang diperoleh dari perhitungan RPN, yaitu 4 sampai 23
Implementasi Klasifikasi Jenis Kendaraan di Indonesia Menggunakan YOLO
Di Indonesia, tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi telah mendorong masyarakat untuk lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum. Hal ini telah menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas yang signifikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan pembangunan atau pelebaran jalan guna mengurangi tingkat kemacetan. Dalam konteks ini, penting untuk mengimplementasikan sistem pendeteksian objek kendaraan di jalan raya. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi pengenalan objek dalam gambar dan membantu mengurangi kemacetan yang sering terjadi akibat penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan. Untuk menjawab tantangan ini, kecerdasan buatan menjadi solusi yang tepat dengan kemampuannya dalam mendeteksi objek. Dalam penelitian ini, penulis mengembangkan sistem pendeteksi objek menggunakan metode YOLOv5 untuk mengidentifikasi berbagai jenis kendaraan yang ada di jalan raya. Dataset yang digunakan diunduh dari situs web Roboflow dan mencakup kategori kendaraan seperti sepeda motor, mobil, truk, dan bus. Pada hasil penelitian menggunakan YOLOv5 yang dapat mengenali objek secara konsisten dengan diperoleh nilai akurasi yang cukup tinggi dan memiliki nilai akurasi sebesar 81%
Lignite Coal Co-combustion Performance with Banana Tree Waste, Tree Leaves and Cow Dung Manure Blends for Emission Reduction During Power Generation
Biomass blends with lignite coal (LC) normally have better co-combustion property, which in turn improves electricity output and reduces emissions. Given that global warming caused by emissions of CO, NOx, SO2, CO2 and NO from manufacturing industries and power plants is growing, this study seeks to find environmentally friendly alternative fuel to be employed. Here, suitable particle size of LC was combined with tree leaves (TL), cow dung manure (CDM) and banana tree waste (BTW) in the ratio of 90:10, 80:20, 70:30 and 60:40 each to form 16 samples (4 single and 12 blends). Thermal and combustion characteristics studies conducted during their combustion in an electric muffle furnace at 700 helped declare all blends as favorable with higher heating values ranging from 521179-892952 Btu/lb to be used as fuel in coal-powered plants. For moderately low emissions of flue gases, better thermal combustion property, high heating value (i.e., 892952 Btu/lb) and the highest electricity output, LC90 + CDM10 is the best blend discovered by this study. However, LC utilization still defeats the best performing blend in terms of lower emission with LC80 + TL20 having tolerably closer emission level compared to LC and a good substitute if emission must be kept as same level. Due to this shortcoming, further ratio adjustment or optimization and catalyst/additive addition is recommended to bring the emissions to environmentally friendly levels. It is also paramount to analyze the samples for chlorine concentrations to keep at desired composition in order not to risk a high temperature chlorine corrosion during co-combustion
ANALISIS KINEMATIK LINKAGE KURSI RODA PASIEN MULTI FUNGSI
Kursi roda salah satu perangkat medis yang digunakan untuk membantu pasien yang mempunyai permasalahan dalam berjalan, khususnya bagi pasien yang mengalami cidera, cacat kaki, gangguan saraf motorik, dan manula. Saat ini sudah ada banyak jenis kursi roda, ada yang manual dan otomatis. Dengan berkembangnya teknologi, banyak inovasi yang dapat diaplikasikan pada kursi roda. Untuk membuat kursi roda multifungsi dengan menggunakan motor listrik sebagai pengendali roda, Pada kursi roda dan actuator sebagai alat pengendali ketinggian terdapat Proses penelitian yaitu survey dan studi literatur, studi lapangan, persiapan gambar, perencanaan proses sistem manufaktur, proses manufaktur, perakitan, perhitungan, analisa hasil dan kesimpulan. Analisa ini diperlukan software Matlab untuk simulasi gerakan dan menunjukan hasil tinggi maksimum dan minimum serta menunjukan kebutuhan gaya aktuator. Penelitian dapat dimodelkan sebuah model mekanisme kinematik untuk pengaturan ketinggian kursi roda pasien multifungsi dengan basis mekanisme 4 batang Linkage. ketinggian awal maupun posisi tertinggi kursi roda yang dapat dicapai adalah 432.444 mm dan 699.474 mm, nilai ini mendekati persyartan desain yaitu 363 mm dan 670 mm. Kebutuhan gaya aktuator terbesar untuk mengangkat tempat tidur pasien adalah 1392,1N ini masih lebih kecil dari spesifikasi maximal load pada actuator yg debeli (2000N)
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HAZOP pada Unit Pengereman UPT. Balai Yasa Surabaya Gubeng
Perkembangan industri sekarang semakin pesat yang diikuti dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Namun, di sisi lain kemajuan dan perkembangan tersebut menimbulkan sejumlah masalah terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3), seperti peningkatan risiko bahaya, potensi bahaya yang lebih besar, dan meningkatnya kejadian penyakit terkait pekerjaan di lingkungan kerja. Untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja maka diperlukan suatu manajemen risiko, kegiatannya meliputi identifikasi bahaya, analisis potensi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, serta pemantauan dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan melakukan analisis potensi bahaya pada unit pengereman di UPT. Balai Yasa Surabaya Gubeng dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada unit pengereman, terdapat 4 (empat) sumber bahaya yang tergolong tinggi serta terdapat 6 (enam) sumber bahaya yang tergolong sedang dan terdapat 11 (sebelas) sumber bahaya yang tergolong rendah
Analisis Pengaruh Bentuk, Variasi Waktu Dan Putaran Mixer Oktahedron, Square, Dodecahedron Terhadap Uji Mutu Fisik Tablet Paracetamol Menggunakan Mixer Ganda 2D
Parasetamol, yang umum digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam, membutuhkan metode produksi yang efisien untuk memenuhi permintaan pasar, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh pandemi COVID-19. Studi ini berfokus pada optimalisasi proses pencampuran tablet parasetamol untuk meningkatkan efisiensi produksi. Berbagai bentuk mixer, termasuk Oktahedron, Persegi, dan Dodecahedron, dievaluasi bersamaan dengan durasi pengadukan dan kecepatan rotasi yang berbeda menggunakan mixer ganda 2D. Uji sifat alir tablet mengungkapkan bahwa bentuk Persegi, yang diaduk selama 5 menit pada 30 rpm, mencapai waktu alir terpendek sebesar 1,2 detik, sedangkan waktu terpanjang sebesar 1,58 detik tercatat dengan bentuk Icosahedron, diaduk selama 10 menit pada 70 rpm. Selain itu, uji kekerasan tablet menunjukkan hasil tertinggi sebesar 6,5 kg pada bentuk Oktahedral dan yang terendah sebesar 4 kg pada bentuk Persegi. Uji kepekaan terhadap kepekaan menunjukkan hasil tercepat sebesar 0,02% pada bentuk Octahedron, diaduk selama 5 menit pada 30 rpm, sementara yang terpanjang, 0,14%, terjadi dengan bentuk Persegi, diaduk selama 10 menit pada 30 rpm. Pengujian waktu hancur mengungkapkan hasil tercepat pada bentuk Persegi, diaduk selama 1 menit pada 30 rpm, dengan waktu 5 menit dan 2 detik, sedangkan waktu terpanjang sebesar 13 menit dan 12 detik diamati pada bentuk Icosahedron, diaduk selama 5 menit pada 50 rpm. Temuan ini memberikan wawasan berharga dalam mengoptimalkan proses pencampuran untuk produksi tablet parasetamol, berkontribusi pada peningkatan efisiensi manufaktur dan kualitas produk.Kata kunci: Mesin mixer, sifat alir, uji kekerasan tablet, uji kerapuhan tablet, waktu hancur table
Review Kandungan Metil Ester dalam Biodiesel Generasi ke-3 Mikroalga dan Penggunaan Katalis
Biodiesel generasi ke-3 dari mikroalga berpotensi sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Penelitian ini memfokuskan kandungan metil ester dalam biodiesel, hal ini sangat menentukan kualitas dan performa bahan bakar. Metil ester dihasilkan melalui reaksi trigliserida mikroalga dengan metanol, membentuk biodiesel yang memiliki karakteristik khusus. Karakteristik ini melibatkan penggunaan mikroalga sebagai bahan baku, menawarkan produktivitas tinggi, dan kemampuan tumbuh dalam berbagai kondisi lingkungan. Penelitian juga mengeksplorasi peran katalis dalam produksi biodiesel, meningkatkan efisiensi reaksi dan kualitas produk akhir. Dalam studi kepustakaan ini, empat jurnal utama menjadi dasar penelitian, menyajikan informasi mendalam tentang produksi biodiesel, karakteristik metil ester, keunggulan mikroalga, dan pengaruh katalis. Dengan pendekatan sintesis literatur, penelitian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang potensi biodiesel mikroalga sebagai energi alternatif. Kesimpulan studi ini menunjukkan bahwa mikroalga generasi ke-3 dapat menjadi sumber biodiesel yang handal, dengan variasi kandungan metil ester melalui penggunaan berbagai katalis. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk pengembangan bahan bakar terbarukan dan memperkaya pemahaman tentang peran katalis dalam produksi biodiesel. Implikasinya mendukung pengembangan teknologi biodiesel yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, menghadapi tantangan global terkait energi dan lingkungan.Kata kunci: Mikroalga, Biodiesel Generasi ke-3, Metil Ester, Katalis
Food Security Mapping in Padang City Using Geographical Information Systems (Case Study: Beef)
In Indonesia, the cattle agricultural business is one of the most significant food commodities for comply nutritional needs. The variable availability of cattle supplies is a challenge that the Padang City Agriculture Service must tackle. As a result, to establish the state of food security in Padang City, food security indicators must be calculated and analyzed. Food Security Quotient (FSQ) approach was used in this study to map the logistical network and beef food security. Following that, an information system based on a Geographic Information System (GIS) was created to represent the flow of the beef supply chain in Padang City. It was discovered from direct observations beef supply chain network in Padang City comprises of a fresh beef and a frozen beef supply chain. Beef suppliers from other regions, local breeders, feed lotters, slaughterhouses, wholesalers, retail traders, hotel / supermarket /restaurant/ catering consumers, rendang processing industry consumers (MSMEs), home consumers small-scale dining, and household consumers are all involved in the fresh beef supply chain. The analysis of the level of food security in Padang City revealed that three sub-districts were in the secure state, three were in a moderate state, and five were in a vulnerable state. The developed GIS is supposed to aid decision making in Padang City on food security predictions
Utilization of Low-Grade Ceiba Pentandra Oil for Biodiesel Production Using Nano Zinc Oxide Catalyst Supported by Fly-Ash Waste
Biodiesel is a renewable energy and potentially to be developed to replace fuel derived from fossil oil. This study explores the oil of Ceiba pentandra (OCP), a low-quality oil with high free fatty acids as a feedstock for biodiesel production. A cost-effective nano-doped zinc oxide heterogeneous catalyst was developed using fly ash waste as a support called NZO/FA. The catalyst was synthesized using co-precipitation, precipitation, and impregnation methods. Biodiesel is made through a transesterification process using a laboratory-scale glass-type batch reactor. The experiment examines how the varied temperature (60-80°C with an interval of 10°C) and varied reaction time (3-5 hours with an interval of 0.5 h) influence biodiesel yield, heating value, and final product properties. Meanwhile, other conditions were fixed at a molar ratio of oil/methanol of 1:15 and a catalyst dosage of 5%. The results showed the highest yield of 98.69%, and a GHV of 37.95 MJ/kg was obtained at a reaction temperature of 80°C and a reaction time of 5 hours. Meanwhile, almost all of the characteristics of the biodiesel produced meet SNI 7182:2015
Identification of Structural Damage in Frame Bridge Using Mode Shape Curvature: Simulation on Laboratory-Scale Frame Bridge
Most bridge construction is dominated by steel bridges with various designs and structural types. The choice of steel as a material is due to its known strength, durability, and resistance to damage. However, if maintenance activities on steel bridges are lacking, there is a potential for damage or even failure of the structure. Structural failure can result in economic losses for the country, and more importantly, it can pose a threat to human safety. Therefore, there is a need for monitoring activities to assess the structural health. The development of monitoring activities in the last decade includes the Structural Health Monitoring System (SHMS). To address the challenges of SHMS, various methods are being researched. Non-Destructive Testing (NDT) methods are considered the best choice as an inspection tool, being perceived as easy, and effective in detecting and diagnosing various structural issues. Hence, in research, the detection of damage locations in steel bridge structures is carried out using the Mode Shape Curvature (MSC) method with the assistance of an accelerometer sensor. The MSC method contributes to SHM at level II, specifically in detecting the location of damage in the structure. It is observed that in the designed damage scenarios, the MSC index indicates a loss of stiffness with an increase in the MSC value at the damage location