e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)

e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
Not a member yet
    4146 research outputs found

    Evaluating the Impact of Alternative Material-Based Catalytic Converters on Automotive Exhaust Emissions

    Get PDF
    Pollution air in cities in Indonesia, such as Jakarta, Tangerang, and Bandung, is especially caused by exhaust emissions from vehicle motorized, like carbon monoxide (CO) and hydrocarbons (HC), which originate from burning material burn the ones that don't perfect. Technological catalytic converters are used to reduce emissions, but converters made from metal have their own cost. This study evaluates exhaust Metallic Catalytic Converter (MCC) technology with alternative materials copper (Cu). The result shows that the MCC Cu exhaust system is significantly more effective in reducing CO and HC emissions compared with exhaust without the original equipment manufacturer (OEM) catalyst and exhaust. The average CO emissions are 2.13 %Vol and HC emissions are 198 ppmVol, lower compared to the second type of exhaust. Findings This shows that MCC Cu exhaust is not only more effective in reducing danger but is also more economical compared to catalytic converters made from metal noble, offering a solution sustainable and affordable for problem pollution air from vehicles

    Performance of a Single Cylinder Diesel Engine Fueled by 40% Biodiesel Blend with Excess Air System

    Get PDF
    In recent years, advances in science and technology have changed human lifestyles and increased global energy consumption. The global innovative search for alternative fuels from renewable sources such as biomass has become important, such as biodiesel. The use of biodiesel in diesel engines requires changes in air supply. Proper air supply is needed to obtain optimal engine performance. The purpose of this study was to determine the effect of using an excess air system on engine performance and exhaust emissions in diesel engines with a mixture of dexlite and biodiesel fuels. The research method used is experimental research and the parameters in this study include the use of an excess air system of 10 L / m, 20 L / m and a load of 300, 400, 500 Watt with biodiesel fuel (B40). The results of this study with the presence of an excess air system can increase combustion efficiency, thus increasing engine engine powerand torque with the most efficient engine power and torque, namely 4.87 KW at a load of 500 watts and 3.101 Nm at a load of 500 watts with excess air of 20 L/m. Fuel consumption also decreases with the presence of an excess air system at 10 L/m load 300 with a value of 0.16 kg/hour. The excess air system can also reduce CO and HC exhaust emissions with excess air of 20 L/m and a load of 300 watts, namely a CO value of 0.02%, an HC value of 18.2 ppm. So the use of excess air is effective in improving engine performance and emissions

    Analisis Proses Manufaktur pada Mesin Pencacah Ban Multifungsi Berpenggerak Motor Listrik

    Get PDF
    The amount of waste from used tires in Indonesia continues to grow each year. Since used tires are challenging to decompose, various efforts are being made to repurpose and reduce this waste. One such solution involves using a tire shredder machine, which breaks down tires into smaller pieces, making them easier to recycle or use as raw materials in various industries. This machine helps mitigate the environmental impact of used tires by preventing them from accumulation. The components for developing this machine are readily available, and it features a user-friendly system that is easy to operate. The manufacturing process of the tire shredder machine involves several steps: material and tool preparation, measurement, cutting, welding, turning, drilling, and time management. Once assembled, the production cost (HPP) and production time are calculated. A test run is then performed to ensure the machine achieves the desired shred size. The machine frame is constructed from hollow steel (50 x 50 x 2 mm). Based on the calculations, the production cost (HPP) amounts to IDR 19,882,976.31, with a total production time of 225.86 seconds.

    ANALISIS PENGUJIAN PERFORMA KURSI RODA FLEKSIBEL DENGAN FITUR BED OTOMATIS

    Get PDF
    Kursi roda dengan fitur bed otomatis merupakan inovasi dalam bidang alat bantu kesehatan yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan kemandirian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa kursi roda fleksibel dengan fitur bed otomatis melalui pengujian actuator linier dalam kondisi dengan dan tanpa beban pasien. Pengujian dilakukan dengan variasi beban pasien 50 kg dan 90 kg untuk mengamati waktu naik dan turun actuator linier.Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan beban pasien 50 kg, actuator linier membutuhkan waktu turun sekitar 9,97 detik dan waktu naik sekitar 10,49 detik, sedangkan dengan beban pasien 90 kg, waktu turunnya lebih cepat yaitu 8,12 detik, namun waktu naiknya lebih lambat yaitu sekitar 14,49 detik. Perbedaan ini disebabkan oleh gaya gravitasi yang mempercepat gerakan turun dan memperlambat gerakan naik. Selain itu, pengujian tanpa beban pasien menunjukkan bahwa actuator linier memiliki waktu naik dan turun yang lebih cepat dibandingkan dengan pengujian menggunakan beban pasien, karena tidak adanya titik tumpu tambahan yang memperlambat kinerja actuator.Pengujian variasi sudut bed dari 80° ke 20° juga menunjukkan bahwa semakin berat pasien, semakin cepat waktu turunnya, namun semakin lama waktu naiknya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa performa actuator linier pada kursi roda fleksibel dengan fitur bed otomatis sangat bergantung pada berat badan pasien

    Analisis Pengaruh Konsentrasi Inhibitor Terhadap Laju Korosi Baja Karbon Menengah Pada Media H2SO4 Dan Uji FT-IR Ekstrak Daun Ketapang

    Get PDF
    Korosi adalah suatu siklus atau peristiwa alami  yang menyebabkan penurunan sifat material dan tidak dapat dicegah ataupun dihentikan tetapi dapat di hambat, salah satu cara untuk menghambat korosi yaitu dengan menggunakan inhibitor yang akan melapisi logam dan memberikan perlindungan yang efektif. Dalam penelitian ini inhibitor yang digunakan adalah inhibitor alami yaitu inhibitor yang terbuat dari ekstrak daun ketapang dengan metode ekstraksi refluks, inhibitor digunakan untuk memproteksi korosi terhadap baja karbon menengah di dalam media asam sulfat (H2SO4). Metode yang digunakan untuk menguji kandungan ekstrak daun ketapang adalah, pengujian FT-IR dan fitokimia, lalu metode yang digunakan dalam pengujian korosi menggunakan pengujian weight loss. Dalam penelitian ini didapatkan hasil uji FT-IR yang diduga menunjukan gugus tanin dan flavonoid dan divalidasi dengan uji fitokimia yang positif mengandung tanin dan flavonoid lalu dalam pengujian weight loss laju korosi yang terendah di tunjukan pada baja karbon AISI 1045 dengan konsentrasi inhibitor 15% dan nilai rata-rata 4,76 (mmpy). Lalu pada efesiensi terbesar terdapat pada baja karbon AISI 1045 dengan konsentrasi inhibitor 15% dan efesiensi sebesar 81,57%. Konsentrasi inhibitor yang ditambahkan membuat laju korosinya semakin kecil dan semakin banyak kandungan karbon pada baja maka semakin kecil laju korosinya

    Analisis Penilaian Risiko Terjadinya Birdstrike pada Area Airside dengan Metode Sowden dan Moora di Bandara X

    Get PDF
    Keberadaan burung di sekitar bandar udara dapat meningkatkan risiko bird strike, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya bird strike di Bandara X, dengan menggunakan metode Sowden dan MOORA. Metode Sowden mengevaluasi tingkat risiko berdasarkan ukuran berat badan dan karakteristik sosial burung, sedangkan metode MOORA menambahkan parameter lokasi, ketinggian terbang, dan jumlah individu burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan spesies burung yang teridentifikasi, Kuntul Kerbau memiliki tingkat bahaya sangat tinggi, sementara Cangak Abu dan Blekok Sawah memiliki tingkat bahaya tinggi. Untuk memitigasi risiko, direkomendasikan beberapa langkah strategis, seperti pemotongan rumput secara teratur, pemasangan jaring dan pita di sekitar area pond, penggunaan camera trap untuk pemantauan, serta penempatan predator alami. Implementasi langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan bird strike dan meningkatkan keselamatan penerbangan di lingkungan bandara. Kata kunci: bird strike, bandar udara, metode Sowden, metode MOORA, mitigasi risik

    Analisis Kekuatan Rangka Mesin Pencuci Dan Peniris Rumput Laut Menggunakan Metode Elemen Hingga

    Get PDF
    Rangka merupakan bagian komponen dari alat yang berfungsi sebagai pondasi penyangga seluruh komponen pada alat. Pembuatan rangka harus benar-benar di perhitungkan dengan baik terutama dalam segi pemilihan bahan pada rangka, desain pada rangka sampai dengan uji kekuatan pada desain rangka, sehingga rangka benar-benar berfungsi dengan baik sesuai dengan fungsinya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisa kekuatan dan faktor keamanan pada rangka Alat Pencuci Dan Peniris Rumput Laut pada saat menerima beban dan getaran dengan mengunakan software  Autodesk Fusion 360. Dalam proses perancangan material yang di gunakan adalah  Iron Angle ASTM A36. Hasil yang di harapkan adalah rangka mampu menahan beban yang diberikan diantaranya beban atas 206Kg, beban bawah 114Kg, 25,06Kg, 15Kg, dan 7Kg, akan ada 3 tahapan simulasi diantaranya pengambilan data simulasi rangka atas, rangka bawah, dan kombinasi antara keduanya. Simulasi akan menganalisa nilai stress, displacement, safety factor dan rangka dalam mode shape sebagai pertimbangan kelayakan rangka. Hasil yang di dapat untuk simulasi rangka bagian atas nilai stress 55.934 MPa, Displacement 0.346 mm, dan Safety Factor 4.438, hasil pada simulasi beban bagian  bawah nilai stress 65.252 MPa, nilai Displacement 0.49 mm, dan Safety Factor 3.804, lalu hasil dari simulasi beban kombinasi nilai stress 62.604 MPa, nilai Displacement 0.481 mm, nilai Safety Factor 3.965

    Upaya Penyusunan Mitigasi Dampak Kebisingan dari Jalan Tol Cileunyi di Perumahan Bumi Panyawangan melalui Pemilihan Jenis Tanaman

    Get PDF
    Perumahan Bumi Panyawangan terletak di Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung memiliki populasi sekitar 6000 jiwa. Perumahan ini memilik jarak terdekat ke jalan tol Cileunyi – Padalarang yaitu 1,00 meter. Penghuni rumah yang dibangun pada jarak 1,00 telah merasakan dampak peningkatan kebisingan terutama pada saat istirahat pada malam hari. Tulisan ini membahas hasil studi yang dilakukan untuk mengkaji potensi kebisingan yang ditimbulkan dari jalan tol Cileunyi di perumahan Bumi Panyawangan dan mendapatkan informasi jenis pohon yang mampu meredam kebisingan pada perumahan Bumi Panyawangan yang berbatasan langsung dengan jalan tol Cileunyi. Penelitian ini dilakukan dengan menguji tanaman anak nakal sebagai peredam alami kebisingan yang nantinya tanaman anak nakal ini dapat ditanam disepanjang pagar jalan tol yang berbatasan dengan perumahan Bumi Panyawangan dengan melakukan percobaan sederhana menggunakan suara kendaraan buatan dari jalan tol dengan menggunakan loudspeaker, yang disalurkan suara buatan tersebut melalui terowongan buatan dari material kardus panjang 1,8 meter dan lebar masing-masing sisi 20 cm. Alat ukur yang dipergunakan untuk pengukuran menggunakan Sound Level Meter (SLM) merk Habotest tipe Habotest HT622 B. Hasil pengukuran tanpa menempatkan tanaman anak nakal pada ujung terowongan buatan mencapai 80 dBA dengan interval suara kebisingan 81,0 s.d 83,0 dBA sedangkan pengukuran kebisingan dengan menggunakan tanaman anak nakal yang diletakan diujung terowongan menunjukan penurunan angka kebisingan yang cukup signifikan dengan interval kebisingan antara 67,2 s.d 68,8 dBA. Hasil percobaan ini menunjukan bahwa terdapat pengurangan kebisingan dengan menggunakan tanaman anak nakal dengan interval penurunan antara 14,2 dBA dBA s.d 13,8 dBA. Sehingga tanaman anak nakal merupakan salah satu alternatif tanaman sederhana untuk upaya mitigasi dampak kebisingan dari jalan tol Cileunyi

    Kajian Pengelolaan Instalasi Sumur Bor PDAM Kabupaten Jember

    Get PDF
    Penyediaan air minum di kabupaten Jember dimulai pada tahun 1932 yang sarananya dibangun pemerintah Belanda. Untuk sarana produksi terdapat sumber mata air, sumber airtanah atau sumur bor dalam dan sumber air permukaan. Untuk unit produksi yang bersumber dari airtanah yaitu instalasi sumur bor, merupakan instalasi terbanyak yang dimiliki baik di wilayah pelayanan dalam kota maupun di luar kota atau cabang. Dari 22 instalasi yang ada di wilayah pelayanan kota, 7 instalasi sudah tidak aktif dikarenakan produksi debit yang habis dan apabila tetap dioperasikan tidak sebanding antara biaya operasional dan pendapatan penjualan air. Sebagai upaya dalam mengelola asset instalasi sumur bor maka diperlukan kajian dengan menganalisis aspek pelayanan, aspek operasional dan aspek keuangan. Aspek pelayanan dengan menganalisis jumlah pelanggan dan pemakaian air. Sedangkan aspek operasional akan menganalisis jumlah debit produksi dari masing-masing instalasi sumur bor dan kualitas air yang dihasilkan. Aspek keuangan akan menganalisis antara hasil penjualan dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Pada hasil analisis AHP dapat disimpulkan bahwa jumlah pemakaian air adalah prioritas dalam pengelolaan instalasi sumur bor dengan nilai sebesar 31.5%; jumlah debit produksi sebesar 27.8%; jumlah pelanggan sebesar 16.6%; jumlah biaya produksi sebesar 14.1%; jumlah penjualan air sebesar 6.2%; dan kualitas air sebesar 3.8% Rencana strategis dilakukan dengan skoring pada masing-masing unit instalasi sumur bor sehingga didapatkan beberapa rencana strategi yaitu: Penghentian operasional instalasi Sumur Bor; Penekanan biaya produksi; Peningkatan pemakaian air pada pelanggan; Pendalaman struktur konstruksi sumur; Peningkatan penjualan air. Untuk melaksanakan rencana strategis ini dapat dimulai dengan pendataan asset yang lebih detail sehingga apabila sumur bor akan dihentikan operasinya atau dilakukan re-boring dapat dilakukan dengan tepat sasaran

    Clustering Data Kecelakaan Lalu Lintas melalui Algoritma K-Means dengan Seleksi Fitur Chi-Square

    Get PDF
    Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan signifikan di Indonesia, dengan dampak fatal dan kerugian ekonomi yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma K-means untuk mengelompokkan data kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan seleksi fitur. Data kecelakaan lalu lintas yang digunakan diperoleh dari sebuah perusahaan asuransi kecelakaan di Sidoarjo dan diproses untuk menghasilkan fitur-fitur yang relevan. Proses seleksi fitur dilakukan untuk menentukan fitur-fitur yang memiliki kepentingan dan informasi yang paling relevan dalam proses pengelompokkan. Metode seleksi fitur yang digunakan dalam penelitian ini adalah seleksi fitur Chi-Square, yang bertujuan untuk memilih fitur-fitur yang memiliki hubungan signifikan dengan variabel target kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data terbagi menjadi 2 cluster dengan seleksi fitur maupun tanpa seleksi fitur, yaitu wilayah dengan tingkat kecelakaan tinggi dan rendah. Nilai koefisien sillhouette cluster sebelum dilakukan seleksi fitur adalah sebesar 0,57. Sedangkan setelah diterapkan seleksi fitur dengan Chi-Square, diperoleh hasil yang lebih baik yaitu sebesar 0,72. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode seleksi fitur dapat meningkatkan performa pengelompokkan data kecelakaan lalu lintas dengan algoritma K-means

    3,650

    full texts

    4,146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇