e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)Not a member yet
4146 research outputs found
Sort by
Pelatihan Batik Kerudung Dengan Pewarnaan Limbah Dapur dan Ecoprint Untuk Ibu-Ibu PKK Medokan Ayu Rungkut
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu PKK Medokan Ayu Timur, Rungkut, Surabaya melalui pelatihan pembuatan batik kerudung dengan teknik ikat celup dan ecoprint menggunakan pewarna alami dari limbah dapur. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum adanya pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan bahan-bahan sisa dapur, seperti kulit kunyit, ampas kopi, ampas teh, kulit bawang merah, dan kulit bawang bombay, sebagai pewarna alami. Selain itu, mitra juga memerlukan pendampingan dalam proses pemberian merek dan pemasaran produk secara digital. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan observasi dan partisipasi aktif agar peserta terlibat langsung serta mampu berlatih secara mandiri. Pelatihan terbagi menjadi dua tahap, yaitu penyampaian materi dan praktik lapangan yang berlokasi di rumah anggota mitra. Pada tahap praktik, peserta diajarkan mulai dari proses persiapan kain, pewarnaan, pengikatan, pencelupan, pembilasan, hingga pengeringan, dilanjutkan dengan sesi branding dan promosi produk melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi serta kemampuan mereka dalam menghasilkan motif batik yang unik dan estetis. Produk batik yang dihasilkan kemudian dikembangkan melalui pemberian merek, pengemasan, dan pameran yang didukung oleh publikasi di akun media sosial PKK Medokan Ayu Timur. Program ini didanai oleh Diktisaintek Berdampak bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, dan diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan batik ramah lingkungan di masyarakat sekitar
Aspek Ergonomi Desain Antarmuka Aplikasi Signal
Aplikasi Signal merupakan platform komunikasi yang dikenal karena fitur keamanannya, namun aspek ergonomi antarmukanya belum banyak dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kegunaan (usability) antarmuka aplikasi Signal berdasarkan persepsi pengguna menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS). Penilaian difokuskan pada empat dimensi: efisiensi penggunaan, kenyamanan visual, kemudahan navigasi, dan kecepatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan responden sebanyak 60 mahasiswa pengguna Signal. Data diperoleh melalui kuesioner SUS dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan skor rata-rata SUS sebesar 55,92 yang dikategorikan dalam tingkat usability sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa antarmuka Signal masih memiliki kelemahan, terutama dalam aspek fleksibilitas dan dukungan penggunaan. Studi ini merekomendasikan penyempurnaan desain antarmuka melalui peningkatan keterbacaan visual, navigasi yang lebih intuitif, serta penyediaan bantuan dalam aplikasi. Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan aplikasi bagi berbagai kalangan penggunaKata kunci: antarmuka pengguna, ergonomi, aplikasi Signal, System Usability Scal
Penerapan Arsitektur Berwawasan Lingkungan Pada Bentuk dan Ruang Bangunan Olahraga Indoor Pada Pusat Kegiatan Komunitas Pekerja Industri di Kawasan Industri Gresik
Dalam menentukan tingkat keberhasilan suatu perusahaan industri, kinerja tenaga pekerja diharuskan dalam keadaan yang stabil dan baik, oleh karena itu diperlukan fasilitas kebugaran yang dianggap dapat mengurangi beban kerja yang timbul dari rutinitas kerja yang monoton, serta dapat membantu mengurangi tingkat stres yang mungkin dialami oleh pekerja industri dengan Bangunan Olahraga Indoor pada Pusat Kegiatan Komunitas Pekerja Industri di Kawasan Industri Gresik. Dalam proses perancangan, metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data primer yang diperoleh melalui pengamatan langsung objek dilapangan dan data sekunder yang diperoleh melalui akses daring studi kasus dari makalah, jurnal, dan buku. Metode ini memberikan gambaran dan solusi atas permasalahan dalam perancangan bentuk dan ruang. Penerapan tema Arsitektur Berwawasan Lingkungan terhadap bentuk Bangunan Olahraga Indoor ialah dengan memberikan bukaan-bukaan pada sekeliling bangunan dan penerapan void terbuka sedangkan pada Ruang Lapangan Indoor ialah dengan penggunaan bukaan dari roster dan jendela sebagai bentuk penerapan ruang yang mendukung hemat energi
Evaluasi Kelayakan Investasi Properti Pembangunan Rumah Tipe 30/60 Menggunakan Metode Benefit Cost Ratio (BCR) pada Perumahan Kebet Residence Lamongan
Investasi merupakan penundaan pengeluaran saat ini untuk mengalokasikan dana ke dalam aktiva produktif dalam jangka waktu tertentu. Investor sebagai pelaku investasi memerlukan analisis kelayakan sebelum melakukan investasi. Properti seperti rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal tetapi juga sebagai aset yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial investasi pembangunan rumah tipe 30/60 di Kebet Residence Lamongan dengan menggunakan metode Benefit Cost Ratio (BCR). Selain itu penelitian ini juga mengevaluasi perencanaan anggaran yang dibutuhkan dalam proyek tersebut. Data diperoleh dari pembangunan rumah tipe 30/60 sebanyak 30 unit dengan total biaya sebesar Rp3.192.616.000. Hasil perhitungan BCR menunjukkan nilai sebesar 1,27 yang menunjukkan bahwa investasi ini layak secara finansial karena manfaat yang diperoleh melebihi biaya yang dikeluarkan. Dengan demikian pembangunan rumah tipe 30/60 di Kebet Residence Lamongan dinyatakan layak untuk dilaksanakan
Revitalisasi Pasar Harapan baru melalui Konsep Tatanan Lahan dan Arsitektur Hijau
Pasar tradisional masih menjadi pusat kegiatan ekonomi dan interaksi sosial masyarakat, khususnya di Kota Samarinda. Namun, kondisi fisik dan tata ruang yang kurang terkelola seringkali menimbulkan masalah lingkungan, seperti kepadatan area, pengelolaan limbah yang tidak optimal, serta keterbatasan ruang terbuka hijau. Penelitian ini berfokus pada tatanan lahan Pasar Harapan Baru dengan menggunakan pendekatan arsitektur hijau sebagai upaya mewujudkan kawasan pasar yang ramah lingkungan, efisien energi, dan berkelanjutan. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, analisis tapak, serta kajian komparatif dari pasar tradisional yang telah menerapkan konsep serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi zonasi fungsional, pengelolaan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki, serta penyediaan ruang terbuka hijau mampu meningkatkan kualitas lingkungan pasar. Selain itu, penerapan sistem drainase ramah lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan, dan desain fasad pasif turut mendukung keberlanjutan kawasan. Perencanaan ini diharapkan dapat menjadi model rujukan dalam revitalisasi pasar tradisional di Indonesia, sehingga mampu beradaptasi dengan tuntutan modernisasi tanpa menghilangkan nilai sosial-budaya yang melekat pada pasar sebagai ruang interaksi masyarakat
Adaptasi Konsep Tata Massa Arsitektur Tradisional Sasak pada Resort di Gili Trawangan
Kearifan lokal dalam arsitektur tradisional Suku Sasak memiliki nilai filosofis yang mendalam dalam penataan ruang permukiman. Penelitian ini mengkaji penerapan tata massa ruang arsitektur Sasak pada tata massa resort di kawasan wisata Gili Trawangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif, penelitia menganalisis empat resort (Aston Sunset Beach Resort, Santorini Beach Resort, Gili One Resort, dan Jambuluwuk Oceano Resort) untuk memahami implementasi dan adaptasi tradisional Sasak dalam konteks pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan penerapan arsitektur tradisional terjadi secara selektif dan adaptif berdasarkan viabilitas komersial dan kendala geografis. Konsep hierarki berbasis aktivitas berhasil diadaptasi dengan mempertahankan fasilitas publik sebagai focal point. Ruang tengah (berugaq) bertransformasi dari bangunan sakral-komunal menjadi ruang rekreatif (kolam renang dan taman) namun tetap mempertahankan fungsi pengikat sosial. Sementara itu, orientasi kosmologis mengalami modifikasi signifikan, bergeser dari orientasi sakral Timur-Barat yang tidak membelakangi Gunung Rinjani menjadi orientasi view laut untuk daya tarik komersial. Pola tata massa tradisional bertransformasi dari grid menjadi konfigurasi linear menyesuaikan topografi pantai.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman adaptasi warisan arsitektur dan memberikan panduan praktis pengembangan pariwisata yang menyeimbangkan pelestarian budaya dengan kebutuhan komersia
Rancang Bangun Sistem Informasi Perpustakaan Digital Desa Kalinganyar Menggunakan Model Incremental
Perpustakaan berperan penting dalam mendukung pendidikan. Dengan kemajuan teknologi, perpustakaan kini tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja selama pengguna terhubung dengan internet. Di Desa Kalinganyar, akses ke perpustakaan fisik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perpustakaan digital di desa tersebut menggunakan model Incremental. Pengembangan perpustakaan digital ini melibatkan beberapa pihak, diantaranya kepala desa, pegawai desa, dan anggota karang taruna. Pengembangan sistem informasi perpustakaan digital ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan konsep model Incremental. Pada increment pertama, fokus pengembangan ada pada fungsi-fungsi dasar perpustakaan digital, sementara increment kedua berfokus pada penambahan fitur berdasarkan kebutuhan desa. Pengujian kualitas aplikasi dilakukan dengan menggunakan standar ISO 9126. Uji kualitas menggunakan standar ISO 9126 ini melibatkan 23 responden yang menunjukkan bahwa hasil pengembangan aplikasi dapat dikatakan sangat baik, yaitu Functionality 95.82%, Usability 92.69%, dan Portability 94.95%. Berdasarkan hasil tersebut, aplikasi ini dinyatakan layak digunakan
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) WARA II KOTA AMBON
The sewage sludge treatment system at IPLT WARA II, where the physical infrastructure is poorly maintained and management is not running optimally according to Standard Operating Procedures and technical specifications. With the passing years and an increasing population, the volume of sewage sludge predicted does not match the actual volume of sludge produced. The aim of this study is to evaluate the design of the Sludge Separation Chamber and Oxidation Ditch units in IPLT WARA II. The study found that the wastewater flow rate had increased from 100 m³/day to 225 m³/hour. In addition to the flow rate, the design and dimensions of the newly added units in IPLT WARA II were obtained, showing that their implementation is quite efficient with a removal rate of up to 95%. The SSC (Volume = 112 m³, P = 34 m, L = 5 m, Freeboard = 0.5 m), OD (Surface Area = 97 m²), and Clarifier (Volume = 29 m³) were identified. The addition of SSC and OD units as new management strategies ensures that the treatment quality meets environmental standards in accordance with sanitation facility regulations and the Environmental Protection and Management Law. Retribution arrangements have been implemented so that the community and septic tank service companies can make payments in accordance with the local regulation (PERDA)
Kajian Kerusakan Taman Hutan Raya (Tahura) di Indonesia melalui Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Forest Parks (Tahura) are vital conservation areas for the preservation of biodiversity and ecological functions in Indonesia. However, various human activities have caused significant damage to these areas. This study aims to assess the level of damage in several Tahura in Indonesia and evaluate the environmental pollution control strategies that have been implemented. The methods used include literature studies and secondary data analysis from various reliable sources. The results of the study indicate that damage in Tahura is caused by factors such as deforestation, illegal logging, and environmental pollution. Effective control strategies involve community participation, law enforcement, and ecosystem rehabilitation. An integrated approach is needed to ensure the sustainability of Tahura in Indonesia
Smart Lighting System for Vocational Campus Workshop Environment
AK-Tekstil Solo is a vocational campus with several workshops for lectures, one of which is the Spinning and Weaving Workshop. It has yarn and fabric manufacturing machines and holds the most significant electricity consumption for machine operations, lighting, and other instruments. Hence, a smart workshop room with electrical energy efficiency is crucial. This research aims to design and develop a smart workshop lighting system using an Arduino-based microcontroller circuit and photocell components. The light intensity setting system is performed by determining the measurement point of light intensity and measuring the natural and artificial light intensity as the input for photocell and relay. An automated lighting system for the smart workshop was then developed using a photocell censor based on the Arduino Mega microcontroller. Product testing shows that the automatic switches and relays based on programming successfully work the automated system