e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)Not a member yet
4146 research outputs found
Sort by
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Remaja di Pondok An-Nur Tanggulangin Sidoarjo
Remaja merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai risiko kesehatan akibat kurangnya akses terhadap pendidikan dan layanan deteksi dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan umum, kesehatan reproduksi, dan kesehatan mental. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok An-Nur Tanggulangin, Sidoarjo, melalui serangkaian pelatihan dan pemeriksaan kesehatan yang terstruktur. Metode yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan remaja, diikuti dengan persiapan metode, perekrutan peserta, edukasi teoretis, dan praktik langsung. Materi kesehatan yang disampaikan meliputi topik kesehatan umum, kesehatan reproduksi, dan kesejahteraan mental. Peserta juga dilatih untuk melakukan penilaian kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kadar glukosa. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 47,62% peserta memiliki tekanan darah normal, 23,81% berada pada rentang pre-hipertensi, dan 28,57% menunjukkan tanda-tanda hipertensi tahap 1. Pemeriksaan hemoglobin menunjukkan bahwa 36,84% remaja memiliki kadar di bawah normal, sementara pemeriksaan glukosa menunjukkan semua hasil dalam batas normal. Hal ini menunjukkan pentingnya skrining dan edukasi dini untuk remaja. Program ini juga berhasil menghasilkan kader kesehatan remaja terlatih, mengembangkan media edukasi digital dan cetak, serta menghasilkan artikel ilmiah untuk publikasi. Partisipasi aktif dari institusi mitra dan remaja sangat berkontribusi pada keberhasilan program ini. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan tetapi juga memberdayakan remaja untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dan dapat menjadi model untuk intervensi edukasi kesehatan serupa di komunitas remaja lainnya. Kata kunci: kesehatan remaja, pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, kesehatan reproduksi, deteksi din
Edukasi Penggunaan Obat Analgetik dan Antipiretik Secara Rasional
Obat analgetik dan antipiretik sering digunakan untuk meredakan nyeri dan demam, namun penggunaannya tanpa pengawasan dapat menimbulkan risiko efek samping seperti gangguan lambung dan ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penggunaan obat analgetik dan antipiretik secara rasional melalui penyuluhan. Materi mencakup indikasi, klasifikasi obat, risiko efek samping, dan cara penggunaan yang bijak. Sebanyak 98 peserta mengikuti kegiatan ini dengan mayoritas perempuan (82,7%) dan berusia 20-29 tahun (69,4%). Hasil survei menunjukkan 83,6% peserta pernah menggunakan obat pereda nyeri atau demam, dengan paracetamol (81,7%) sebagai obat yang paling banyak dikonsumsi. Apotek menjadi tempat utama memperoleh obat (66,3%), dan 71,4% peserta mengonsumsi obat tanpa resep dokter. Keluhan utama yang mendorong penggunaan obat adalah demam (76,5%) dan sakit kepala (58,1%). Pengetahuan peserta tentang efek samping masih terbatas, terutama terkait mual (52%) dan nyeri lambung (27,5%). Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran penggunaan obat yang bijak dan aman, serta mengurangi risiko komplikasi akibat swamedikasi tanpa pendampingan tenaga kesehatan.Kata kunci: analgetik, antipiretik, edukasi, swamedikasi
Application of Behavioral Architecture to the Land Layout Configuration of Pre-School and Daycare Center Facilities in Surabaya
Surabaya, one of Indonesia's major cities, has a high demand for early childhood education facilities, including Pre-School and Daycare Centers. However, many of these facilities are not optimally designed, particularly in supporting social interaction, children's exploration, and the comfort and safety of the learning environment. In the design process, a qualitative descriptive research method was used, involving the collection of primary data through direct field observation, as well as secondary data obtained from online case studies, including references from papers, journals, and books. Based on the analysis, a behavioral architecture approach was applied to the "Adaptive" site planning concept in the design of Pre-School and Daycare Centers in Surabaya. This approach aims to create a learning environment that is more responsive to children's natural behavior in play and learning, thereby supporting their development optimally, safely, and comfortably, dynamically and interactively
Synthesis of Zeolite from Coal Bottom Ash Using Hydrothermal Method as An Adsorbent for Heavy Metals Cd, Pb, Fe, and Cu
This study aims to synthesize zeolite from coal combustion bottom ash using the hydrothermal method and evaluate its effectiveness in adsorbing heavy metals—specifically cadmium (Cd), lead (Pb), iron (Fe), and copper (Cu). Bottom ash was treated via alkali fusion at 750°C, followed by acid activation with 1 M HCl to extract silica and alumina. Zeolite synthesis was hydrothermal at 100°C with 6, 12, and 24 hours of crystallization. Sodium aluminate (NaAlO2) was added to adjust the Si/Al ratio and enhance structural stability. The synthesized zeolites were characterized using X-ray Fluorescence (XRF) and Scanning Electron Microscopy (SEM). The sample crystallized for 12 hours and exhibited the highest SiO2/Al2O3 ratio, measuring 3.73. Adsorption tests revealed optimal performance at pH 5–9 and 120 minutes contact time, achieving removal efficiencies of 97.84% for Pb2+, 99.47% for Cd2+, 99.73% for Fe2+, and 99.91% for Cu2+. These findings demonstrate that bottom ash-derived zeolite is a promising, low-cost adsorbent for heavy metal removal from wastewater. It supports use in sustainable and long-term industrial effluent treatment systems
Pemanfaatan Komposter dan Biopori sebagai Teknologi Pengelolaan Sampah Organik di Kampus Universitas Respati Yogyakarta
Pengelolaan sampah di tempat umum dapat diawali dengan melakukan pemilahan. Pemilahan sampah akan memudahkan dalam langkah pengelolaan selanjutnya. Sampah organik dapat dikelola dengan prinsip reuse atau recycle. Recycle dapat dilakukan oleh industri yang memiliki kemampuan untuk hal tersebut sehingga konsumen membuat sistem untuk mengirim sampah anorganik terpilah ke industri sebagaimana telah dilakukan oleh Universitas Respati Yogyakarta. Sampah akan diambil oleh pelapak sesuai jenisnya. Sampah organik dikembalikan ke alam dengan membuat teknologi, salah satunya adalah dengan komposter maupun biopori. Metode pengabdian dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, perencanaan dan konsolidasi. Kedua, pembuatan teknologi komposter dan biopori serta edukasi. Tahap ketiga adalah pemanfaatan teknologi. Hasil dari pengabdian berupa dukungan penerapan teknologi, pembuatan teknologi biopori dan komposter, serta edukasi, baik secara konvensional maupun menggunakan teknologi digital. Kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa dukungan mitra krusial dalam kelancaran pelaksanaan, serta berhasilnya pengembangan komposter dan biopori yang meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah. Ke depannya, pemanfaatan hasil komposter perlu ditindaklanjuti untuk berbagai tujuan, seperti media tanam sayur, pupuk taman, atau pengembangan produk bernilai ekonomis
Usulan Perbaikan Sistem Kerja pada Proses Produksi Kue Koya di CV. Sumbermas Cipta Agung
Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki sistem kerja pada CV. Sumbermas Cipta Agung. Perbaikan sistem kerja pada CV. Sumbermas Cipta Agung dengan menggunakan analisis Macro Ergonomic Analysis and Design (MEAD) untuk menyelesaikan permasalah yang ada di perusahaan. Dari hasil analisis yang dilakukan, perbaikan sistem kerja pada CV. Sumbermas Cipta Agung yaitu dengan pembuatan SOP proses pembuatan kue koya untuk mempermudah proses produksi dan transfer pengetahuan dari pekerja senior dan pekerja junior. Proses transfer pengetahuan dilakukan dengan mengadakan pelatihan dan mentoring pembuatan kue koya serta membuat jadwal rotasi tutor, dimana pada saat rotasi tutor juga dilakukan pengkaderan guna mempermudah dan mempercepat proses transfer pengetahuan tersebut
Pengaruh Lower-Ventilation terhadap Aliran Udara Ruang Dalam pada Bangunan Rumah Tinggal Sederhana di Daerah Tropis Lembab
Secara umum bangunan rumah tinggal di daerah tropis lembab didesain menggunakan ventilasi alami untuk memaksimalkan aliran udara. Ventilasi alami tersebut bermanfaat untuk meningkatkan proses pendingin secara pasif agar kenyamanan termal dan kesehatan ruangan tercapai. Namun, dikarenakan peningkatan kerapatan antar bangunan, baik rumah tinggal ataupun bangunan komersil, aliran udara di sekitar bangunan sangat terbatas untuk dapat masuk ke dalam bangunan. Hal ini mempengaruhi penurunan pendinginan secara pasif, sehingga manusia bergantung pada pendingin akti (penggunaan air conditioning) untuk mencapai kenyamanan termal. Pada penelitian bertujuan untuk membutikan efek lower-ventilation (LV) sebagai strategi desain ventilasi alami untuk meningkatkan potensi pendinginan pasif di dalam bangunan dengan kondisi kerapatan bangunan saat ini. Metode yang dilakukan adalah eksperimen dengan bantuan simulasi komputer untuk melihat potensi aliran udara yang terjadi dengan penambahan LV pada bangunan rumah tinggal. Terdapat 3 model rumah tinggal yang diuji, yaitu (1) kondisi eksisting dengan ventilasi atas; (2) penambahan LV pada sisi depan bangunan; (3) penambahan LV pada sisi samping bangunan. Analisis komparatif-deskriptif dilakukan untuk melihat skenario yang paling baik untuk optimisasi ventilasi alami. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis pola aliran udara, kecepatan udara (m/s) dan potensi air change per hour (ACH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LV meningkatkan kecepatan udara dan ACH 1,5-2x dari model eksisting
Penerapan Elemen Arsitektur Melayu Riau Pada Bangunan Museum Daerah Riau Sang Nila Utama
Penerapan elemen arsitektur melayu Riau pada bangunan Museum Daerah Riau Sang Nila Utama di Pekanbaru merupakan upaya untuk menjaga kelestarian identitas budaya daerah melalui desain arsitektur yang mengintegrasikan elemen tradisional dengan kebutuhan fungsional modern. Arsitektur Melayu Riau, dengan ciri khas seperti atap limas, ukiran kayu, dan penggunaan material lokal, memiliki nilai budaya yang mendalam yang mencerminkan keseimbangan antara alam, manusia, dan kepercayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana elemen-elemen arsitektur Melayu Riau diterapkan dalam desain bangunan museum tersebut dan untuk menggali makna serta fungsi budaya dari penerapan elemen-elemen tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, observasi langsung, serta analisis literatur, penelitian ini menemukan bahwa penerapan elemen-elemen tradisional dalam Museum Sang Nila Utama tidak hanya berfungsi sebagai pelestari budaya, tetapi juga memperkuat citra identitas lokal yang relevan dalam konteks pembangunan modern. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya konteks budaya dan sosial dalam desain arsitektur, serta kontribusi museum sebagai ruang publik yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana arsitektur dapat berperan dalam memperkenalkan dan merayakan kebudayaan lokal melalui penerapan elemen-elemen tradisional dalam bangunan modern
Optimization of Drilling Sample Handling in Laterite Nickel Exploration in Central Sulawesi
The exploration of lateritic nickel in Indonesia plays a crucial role in meeting the demands of the electric vehicle battery and stainless-steel industries. One of the critical aspects of exploration is proper handling of drilling samples to ensure the accuracy of geochemical and mineralogical data. PT. Cakrawala Resources Indonesia has implemented standard procedures for sample management at the Sambalagi Site. However, challenges remain regarding storage, transportation, and quality control, which may affect the integrity of exploration data. The purpose of this research study was conducted using a field study approach and technical analysis of sample handling procedures, covering site preparation, drilling, and storage in the sample house. The evaluation was carried out by observing the effectiveness of each stage and identifying factors that could potentially cause sample degradation. Additionally, a review of quality control system implementation was conducted, including sample duplication methods and blind sampling. The research results indicate that the applied sample handling methods comply with exploration standards. However, challenges remain, such as high humidity conditions that can affect sample quality and difficult-to-access terrain that may hinder transportation processes. While quality control measures have been implemented, optimization is still needed in record-keeping and storage to enhance data traceability. Improvements in sample house storage conditions, sample transportation optimization, and the implementation of a digital recording system are recommended to enhance exploration efficiency and accuracy
OPTIMASI OUTPUT PHOTOVOLTAIC FARM MENGGUNAKAN METODE GREY WOLF OPTIMIZATION PADA KONDISI PARTIALLY SHADED
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sering mengalami penurunan efisiensi akibat variasi intensitas cahaya dan suhu. Penelitian ini mengusulkan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) menggunakan algoritma Gray Wolf Optimization (GWO) untuk meningkatkan daya output. GWO, yang meniru strategi berburu serigala abu-abu, dibandingkan dengan metode Perturb and Observe (PnO) dalam berbagai kondisi operasional, termasuk bayangan sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GWO memiliki konvergensi lebih cepat dan akurasi lebih tinggi dalam pencarian titik daya maksimum dibandingkan PnO. Simulasi menggunakan model dioda ganda di MATLAB menunjukkan bahwa pada suhu 30°C, daya maksimum (Pmax) panel surya adalah 98 watt, sedangkan dengan GWO mencapai 97,85 watt. Pada suhu 35°C, Pmax masing-masing adalah 96 watt dan 95,85 watt. Perbedaan daya maksimum antara sistem tanpa optimasi dan dengan GWO berkisar antara 0,15 hingga 0,2 watt, menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi kecil, GWO tetap efektif dalam mendekati titik daya maksimum dan meningkatkan efisiensi sistem PLTS dalam kondisi operasional yang beragam