e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)

e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
Not a member yet
    4146 research outputs found

    Characteristics of Char and Tar from the Pyrolysis Process of Brem Waste with Temperature Variations Using a Rotary Kiln System

    Get PDF
    One of the processes to obtain new renewable fuels is pyrolysis. This process produces alternative fuels, namely Char (charcoal), tar (bio-oil) and gas. Tar (bio-oil) can be processed into biodiesel. Pyrolysis is the process of breaking down (decomposing) biomass through a heating process with little or no oxygen. Research Pyrolysis of Rotary Kiln System with Brem, Plastic and Durian Peel Waste Biomass on Char and Tar Characteristics. This research was carried out by directly testing the pyrolysis of a rotary kiln system with brem, plastic and durian peel waste biomass. The test parameters use temperature variations of 523K, 573K, 673K, 773K, and 873K. Testing for each biomass is carried out separately, not mixed. The aim of the research is to determine the characteristics of char and tar from each biomass including calorific value, mass, volume and density. Research results the highest char calorific value is 11181.1 cal / gram with plastic waste biomass. The highest calorific value was obtained from tar from plastic waste, which was 14211.3 cal/gram. The highest density value was between 0.9-0.93 grams/ml in biomass from brem waste, plastic waste, durian skin waste

    Enhancement of Solar Panel Efficiency by Comparative Analysis of Cooling Systems Utilizing Water Flow, Air Flow, and No Cooling

    Get PDF
    This paper presents the results of a study on increasing the efficiency of solar panels with a comparative analysis of cooling systems utilizing air flow, air and without cooling. The method with cooling flow is used to absorb heat generated by the PV module. This study was designed simply and effectively, tested in outdoor conditions. The rear surface of the PV panel was flowed with a fluid that was in direct contact. The results showed that solar panels with air cooling systems were relatively more effective compared to other cooling systems, namely being able to increase output power by 36.50 watts and efficiency by 12.7%, compared to air cooling systems with output power of 34.56 watts and efficiency of 11.12%, while for solar panels without cooling the output power was 31.01 watts and efficiency of 10.56%

    Evaluasi Kualitas Jasa Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus: Rumah Makan Soto Daging Pak As’At)

    Get PDF
    Kualitas pelayanan merupakan hasil dari proses penilaian pelanggan terhadap perbedaan harapan dan kenyataan. Kualitas layanan yang ada pada bisnis rumah makan soto. Dengan menggunakan metode servqual, HoQ dan juga analisa kelayakan bisnis diharapkan mampu memberikan peningkatan untuk profitabilitas dan menjawab respon teknis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 5 dimensi serqual dengan hasil 14 Voice of Customer yang didaptkan dengan kuisioner. Pada House of Quality mendapatkan peringkat respon teknis tertinggi yakni pengadaan aplikasi Qasir sebagai alat untuk membantu kinerja kasir. Kemudian dilakukan analisa kelayakan dengan payback period menunjukkan bahwa usaha dapat dijalankan dengan layak dengan pengembalian pinjaman selama 1,22 bulan. Pada proyek ini disimpulkan bahwa dengan pengadaan berlangganan aplikasi qasir selama satu tahun membuat bisnis rumah makan dalam keadaan tetap layak dan dapat membantu efisiensi kinerja kasir

    Analisis Simulasi dan Prototipe 3D Printing pada Desain Komponen Mesin dengan Anycubic 4Max Pro

    Get PDF
    Teknologi 3D printing atau additive manufacturing telah merevolusi berbagai industri dengan kemampuannya mencetak objek tiga dimensi secara cepat dan presisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akurasi hasil cetak menggunakan 3D Printer Anycubic 4Max Pro dalam mencetak gantungan kunci berbentuk gearbox sederhana. Metode penelitian meliputi studi literatur, desain CAD menggunakan SolidWorks 2024, pencetakan dengan filamen PLA, serta evaluasi hasil cetak melalui pengukuran dimensi menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penyimpangan dimensi rata-rata sebesar 0,16–0,20 mm dibandingkan desain awal. Penyimpangan positif terjadi pada dimensi horizontal, sedangkan penyimpangan negatif terjadi pada dimensi vertikal akibat pengaruh layer height dan gravitasi. Selain itu, permukaan hasil cetak tidak sepenuhnya halus karena efek ekstrusi berlapis, serta ditemukan beberapa cacat minor seperti lubang yang tidak sempurna pada gear dan benang filamen yang mengisi celah pada frame. Penelitian ini menegaskan bahwa optimasi parameter pencetakan, seperti layer height dan ukuran nozzle, dapat meningkatkan akurasi dan kualitas produk 3D printing. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji parameter lainnya guna meningkatkan presisi hasil cetak.Kata kunci: 3D Printing, akurasi dimensi, layer height, kualitas cetak, additive manufacturing

    Analisis Efisiensi Biaya Perencanaan Bahan Baku Pada PT XYZ Dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ)

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis efisiensi biaya perencanaan bahan baku di PT XYZ dengan metode Economic Order Quantity (EOQ). Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen persediaan dengan meminimalkan biaya pemesanan dan penyimpanan serta memastikan ketersediaan stok yang cukup. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan supervisor inventaris. Metode EOQ membantu menentukan jumlah pesanan optimal sehingga dapat mengurangi total biaya persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EOQ memungkinkan PT XYZ menghemat Rp 5.877.000 untuk suku cadang Carbonvannes dan Rp 17.124.600 untuk suku cadang Filter Cartridge per tahun. Temuan ini membuktikan bahwa metode EOQ efektif dalam meningkatkan perencanaan inventaris dan efisiensi biaya di PT XYZ

    Estimasi Sumberdaya Nikel Laterit dengan metode Ordinary Kriging dan Inverse Distance Weight ( IDW ) Di PT. X , Kecamatan Langgikima , Kabupaten Konoware Utara , Sulawesi Tenggara

    Get PDF
    PT.X merupakan perusahaan pertambangan nikel yang terletak di kecamatan Langgikima , Kabupaten Konawe Utara , Sulawesi Tenggara dimana perusahaan ini telah melakukan kegiatan operasi produksi sebagai upaya mendapatkan nikel dengan kadar cut off grade yang telah ditentukan serta telah melakukan exploasi lanjutan dan diketahui terdapat pada zonasi ( ku) yang memiliki kandungan diantaranya adalah batuan peridotit , harzburgit, dunit , gabro , dan serpentinit serta untuk mendapatkan volume , density , dan endapan kadar nikel . Kegiatan eksplorasi dilakukan dengan melakukan pengeboran dengan 108 titik lubang bor .Penelitian ini bertujuan untuk menentukan  domain Limonite , Saprolite , Badrock dengan pendekatan geostatistik dan diolah menggunakan software estimasi perhitungan sumberdaya dan cadangan menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging seta melalui perhitungan Variogram dan pemodelan menggunakan Blok Model . Selanjutnya guna mengetahui volume dari endapan Limonite dan Saprolite peneliti menggunakana Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging guna mengetahui volume dan membandingkan hasil dari ke dua metode tersebut .Dalam upaya menentukan Volume  pada Zona Limonite menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging memiliki volume yang sama yaitu 1.014.800 m3 namun memiliki perbedaan tonase antara kedua Metode tersebut dimana Metode Inverse Distance Weight memiliki tonase 1.471.460 m3 dan Metode Ordinary Kriging 1.189.204 m3 ,  pada Zona Saprolite menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging juga memiliki volume yang sama yaitu 713.175 m3 namun tonase dari volume’nya juga berbeda dimana Metode Inverse Distance Weight memiliki tonase 1.034.104 m3 dan Metode Ordinary Kriging memiliki tonase 1.069.763 m3 dalam khasus ini mengapa tonase berbeda yaitu dikarenakan adanya faktor Anisotop dimana faktor Anisotop ini diperhitungkan di Metode Ordinary Kriging namun tidak diperhitungkan di Metode Inverse Distance Weight faktor Anisotop sendiri mempengaruhi densiti batuan/massa jenis batuan dari berbagai aspek seperti Jenis dan Jumlah Mineral serta presentasinya , porositas batuan , fluida pengisi rongga , tingkat kekompakan , distribusi ukuran , ukuran dan bentuk partikel , kadae air permukaan , dan  keberadaan komponen rongga maupun komponen padatan.Untuk volume cadangan pada Zona Limonite Menggunakan Metode Inverse Distance Weight diketahui sebesar 775.575 m3 sedangkan Metode Ordinary Kriging diketahui sebesar 869.000 m3 , dan pada Zona Saprolite Metode Inverse Distance Weight memiliki volume 495.000 m3 dan Metode Ordinary Kriging memiliki volume 575.525 m3 dan mengapa volume pada cadangan berbeda sedangkan divolume sumberdaya berbeda yaitu terdapat pada perbedaan pandangan pada kedua metode dalam penentuan kadar nikel itu sendiri seperti contoh terdapat sebuah singkapan dengan kadar nikel dibawah 1 namun memiliki kekompakan yang cukup pada metode Ordinary Kriging dapat dilihat sebagai kadar nikel 1 yang mengakibatkan telah memenuhi nilai dari Cut Off Grade itu sendiri.Kata Kunci : Perhitungan Estimasi Sumberdaya Dan Cadangan Nikel Laterite , Metode Inverse Distance Weight , Metode Ordinary Kriging

    Penerapan Metode Camphbell Dudek Smith Dan Heuristic Palmer Pada Penjadwalan Produksi Untuk Meminimasi Makespan (Studi Kasus: PT. Pelita Mekar Semesta)

    Get PDF
    Industri manufaktur di Indonesia, khususnya dalam pengolahan sampah plastik, berperan penting dalam mendukung perekonomian. PT. Pelita Mekar Semesta, yang bergerak di bidang daur ulang plastik, menghadapi tantangan dalam penjadwalan produksi, menyebabkan ketidakefisienan dan keterlambatan pengiriman. Oleh karena itu, untuk menemuka solusi dari permasalahan tersebut dilakukan penelitian ini dengan membahas perbandingan dua metode penjadwalan produksi, yaitu Campbell Dudek Smith (CDS) dan Heuristic Palmer, untuk mengoptimalkan proses produksi di perusahaan tersebut dengan mengambil data pada bulan Januari smapai Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Campbell Dudek Smith menghasilkan makespan yang konsisten (11 hari) dengan ratarata penyelesaian lebih rendah, yaitu 7–8 hari. Di sisi lain, metode HP menghasilkan makespan yang lebih bervariasi, mulai dari 10 hingga 13 hari, dengan rata-rata penyelesaian 7,2–10,2 hari. Berdasarkan metode Campbell Dudek Smith tersebutmenghasilkan makespan yang optimal pada bulan Januari dan Maret, sedangkan Heuristic Palmer lebih optimal pada bulan Februari. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan metode penjadwalan harus mempertimbangkan kondisi produksi dan kebutuhan spesifik perusahaan untuk mendapatkan hasil yang paling efisien

    Evaluasi Geometri Peledakan Terhadap Ukuran Fragmentasi Dan Digging Time Alat Gali Muat Excavator Backhoe PC 2000 Di Pit 2 Banko Barat PT. Bukit Asam Tbk, Sumatera Selatan

    Get PDF
    Kegiatan peledakan merupakan salah satu proses penting dalam menunjang ketercapaian produksi pada sebuah tambang. Penelitian ini dilaksanakan pada tambang batubara PT. Bukit Asam Tbk, tepatnya di PIT 2 Banko Barat. Pada lokasi penelitian masih didapati fragmentasi berukuran bongkah 100 cm dengan persentase di atas 15% dimana target dari perusahaan yaitu dibawah 15%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan geometri peledakan yang menunjukkan hasil nilai distribusi fragmentasi dari kegiatan peledakan selain dari geometri peledakan yang sudah direncanakan oleh perusahaan. Penerapan geometri peledakan harus dilakukan berdasarkan karakteristik batuan pada lokasi peledakan. Pada kasus ini kaitannya dengan dengan burden, spasi, kedalaman lubang ledak, kolom isian, dan stemming per lubang, dengan menggunakan rumusan menurut R.L Ash, C. J Konya, dan ICI Explosive. Seberapa besar powder factor dan pengaruhnya terhadap fragmentasinya dan juga pada waktu penggalian (digging time) alat gali muat excavator PC 2000. Pengaruh dari perubahan geometri peledakan ini dengan ukuran burden sebesar 5 meter, spasi 7,58 meter, stemming 3,6 meter, kedalaman lubang ledak 6 meter, kolom isian 1,3 meter dan air deck 1,1 meter menghasilkan nilai kelolosan distribusi fragmentasi 11,62 % yang lebih kecil daripada geometri peledakan aktual yaitu 24,80%. Maka dari itu geometri peledakan rekomendasi dengan ICI Explosive ditambahkan air deck lebih efektif daripada geometri peledakan aktual.Kata kunci: Digging time, excavator backhoe, fragmentasi, geometri peledakan, powder factor

    Desain Interior Kapal Ro-Ro 3000 GT Dengan Tema Kebudayaan Bali dan Nusa Tenggara (Rute Perjalanan Lembar – Padang Bai)

    Get PDF
    Desain interior kapal ferry 3000 GT bertema perpaduan budaya Bali dan Nusa Tenggara bertujuan untuk menciptakan ruang transportasi laut yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetik, nyaman, dan berkarakter. Proyek ini mengintegrasikan elemen tradisional, seperti ukiran khas Bali, kain tenun Nusa Tenggara, dan material lokal, dengan teknologi modern seperti pencahayaan LED, fasilitas otomatis, dan material tahan lingkungan laut. Setiap ruang, termasuk ruang penumpang VIP, ruang kelas tidur, mess room, ruang kru, hingga toilet modern, dirancang untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan dan efisiensi bagi penumpang serta kru kapal. Metodologi desain menggunakan pendekatan konseptual yang mempertimbangkan fungsi, estetika, dan keberlanjutan. Material lokal yang tahan terhadap lingkungan laut digunakan untuk menciptakan interior yang awet dan ramah lingkungan. Selain itu, elemen budaya diterapkan secara halus namun tetap mencerminkan identitas Nusantara. Rencana Anggaran Biaya (RAB) menunjukkan efisiensi dengan memadukan teknologi canggih dan sumber daya lokal, menjadikan desain ini bernilai ekonomis. Hasil desain ini menunjukkan bahwa kapal ferry dapat berfungsi sebagai sarana transportasi sekaligus ruang promosi budaya Indonesia. Desain ini juga meningkatkan pengalaman berlayar dengan menciptakan kenyamanan, estetika, dan kesan budaya yang unik. Kesimpulannya, perpaduan antara modernitas dan tradisi dapat memberikan nilai tambah pada transportasi laut, meningkatkan daya saing kapal dalam sektor pelayaran komersial dan pariwisata

    Aplikasi GIS Dalam Memprediksi Kerentanan Longsor Dengan Metode Pembobotan Weight of Evidence (WoE) dan Information Value (IV), Studi Kasus : Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin

    Get PDF
    ABSTRACT – Font 11Renah Pemberap sub-district is a famous sub-district due to the presence of Merangin Geopark in it. Merangin Geopark is one of the geoparks that has many uniqueness both in terms of geological heritage and biodiversity. However, despite all the positive aspects, it is still necessary to identify the negative potential in the form of disasters that threaten the balance of ecosystems in the region. The morphology of hills with steep slopes, rainfall, and rock types, are the controlling factors for landslides in the area. The goals of this research are to map the vulnerability of land movement based on the parameters of the controlling factors that cause the occurrence of land movement and validate the level of accuracy of each parameter based on data of previous land movement events. The parameters used to construct the ground motion susceptibility map in this research are slope, elevation, lithology, flow density, rainfall, curvature,  distance to river, distance to structure, and soil type. Based on these parameters, the method used in this research is Geographic Information System (GIS) overlay analysis that will generate vulnerability maps and a combination of the Weight of Evidence and Logistic Regression methods by considering the advantages of each method. The data tested in this research is landslide occurrence data of Renah Pemberap Sub-district from 2020-2024 with 70% data composition for model adjustment and 30% for data validation. The result of the test conducted in the research area, the accuracy level of WoE-LR combination method is 0.8234. Based on the test results, this value is categorized as a model with a good level of accuracy, this model also has alignment with the vulnerability map that has been generated from overlaying these parameters. This research is expected to be a consideration for more effective policy making in managing disaster risk in Renah Pembarap District, especially in Merangin Geopark.Kata kunci: GIS, Logistic Regression, Landslide susceptibility map, Weight of Evidence  ABSTRAK – Font 11Kecamatan Renah Pemberap merupakan kecamatan yang terkenal dikarenakan keberadaan Geopark Merangin di dalamnya. Geopark Merangin merupakan salah satu geopark yang memiliki banyak keistimewaan baik dari segi warisan geologi maupun dari keanekaragaman hayatinya. Namun, di balik semua aspek postitifnya, tetap perlu dilakukan identifikasi mengenai potensi negatif berupa bencana yang mengancam keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut. Morfologi perbukitan dengan lereng curam, curah hujan, dan jenis batuan, menjadi faktor pengontrol terjadinya bencana tanah longsor di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan kerentanan Tanah Longsor berdasarkan parameter-parameter faktor pengontrol yang menyebabkan terjadinya perTanah Longsor serta memvalidasi tingkat akurasi setiap parameter berdasarkan data kejadian Tanah Longsor yang telah terjadi sebelumnya. Parameter yang digunakan untuk menyusun peta kerentanan Tanah Longsor pada penelitian ini adalah kemiringan lereng, elevasi, litologi, kerapatan aliran, curah hujan, jarak terhadap sungai, jarak terhadap struktur, dan jenis tanah. Berdasarkan parameter-parameter tersebut, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis overlay Sistem Informasi Geografis (SIG) yang akan menghasilkan peta kerentanan serta kombinasi antara metode Weight of Evidence dan Information Value dengan mempertimbangkan kelebihan dari masing-masing metode tersebut. Data yang diuji dalam penelitian ini adalah data kejadian tanah longsor berdasarkan interpretasi citra dan data dari penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil pengujian, parameter seperti kemiringan lereng dan jenis litologi memiliki tingkat akurasi yang baik dalam pembuatan model, sedangkan curah hujan dan jenis tanah memiliki tingkat akurasi yang buruk. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk pengambilan kebijakan yang lebih efektif dalam mengelola risiko bencana di Kecamatan Renah Pembarap, terutama di Geopark Merangin. Kata kunci: GIS, Logistic Regression, Peta Kerentanan Longsor, Weight of Evidenc

    3,650

    full texts

    4,146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇