e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)

e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
Not a member yet
    4146 research outputs found

    Aerodynamic Analysis of Diffuser with Airfoil-Based Curved Geometry Across Various Prototypes

    Full text link
    The diffuser can increase air velocity in wind turbines by utilizing pressure differences, particularly in small-scale wind turbines. However, some previous research still uses a simple diffuser shape. One alternative diffuser shape is using the airfoil, the wortmann Fx 63-137 airfoil has high lift, exhibits soft stall characteristics, and has excellent overall performance. This study aims to analyze the wind velocity and wind power output generated by an airfoil-based diffuser. Aerodynamic simulations were used with an inlet wind speed of 5.6 m/s. The diffuser has a diameter of 1020 mm, with length to diameter ratios of 0.1, 0.137, 0.221, and 0.371, with angles of attack from 0° to 8° in 2° increments. The results show that the diffuser 0.371 ratio at an 8° angle of attack achieved the highest wind speed of 10.22 m/s, it generate 513 watts. Conversely, the lowest wind speed was observed with a 0.1 ratio at an 8° angle, where the velocity reached 6.58 m/s, producing 137 watts of wind power. Those findings indicate that diffuser length is directly proportional to wind velocity. However, variation in the angle of attack result in maximum wind velocity at specific angles, and wind power output is directly proportional to wind velocity

    Production and Characteristics Test of Bio-Char Briquettes from Coconut Shells and Corncobs to Optimize Agricultural Waste in Indonesia

    Full text link
    Biomass waste is one of the potentials that can be utilized to become alternative energy that can contribute to sustainable development. With briquetting, waste that previously had no benefit can be used as a renewable energy source. In this study aims to compare the characteristics (moisture content, ash content, volatile matter content, bound carbon content and calorific value) of raw materials (coconut shell, corn cob and tapioca flour) and then test characteristics after the raw materials are briquetted. The results of this study with briquetting of waste were able to produce 3.78% moisture content, 11.7% ash content, 0.869 volatile matter content, 5512 cal/g calorific value and 83.651% bound carbon content. So that briquetting can be one of the innovations to optimize the utilization of waste to be processed into renewable energy

    Peningkatan Produktivitas Melalui Time and Motion Study (TMS) Terhadap Proses Mixing Cover pada Divisi HPS (Studi kasus: PT: XYZ)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja pada area produksi mixing cover dengan pendekatan Time and Motion Study. Metode ini digunakan untuk mengukur waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu tugas serta menganalisis gerakan kerja yang dilakukan oleh operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal pekerjaan irregular, yaitu aktivitas di luar siklus kerja yang tidak memberikan nilai tambah namun tetap diperlukan, mencapai 1,71 jam per hari dengan tingkat losses sebesar 21% dan efisiensi 79% dari waktu kerja operator. Masalah ini timbul karena operator harus mencari material secara mandiri, yang menyebabkan pemborosan waktu dan gerakan. Setelah diterapkan peran feeder yang bertugas langsung menyediakan material ke meja kerja operator, irregular job berhasil dipangkas menjadi 0,22 jam per hari dengan losses turun menjadi 3% dan efisiensi meningkat menjadi 97%. Implementasi peran feeder ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses kerja, mengurangi pemborosan, serta meningkatkan kapasitas produksi secara keseluruhan

    Optimalisasi Geometri Lereng Berdasarkan Perhitungan Faktor Keamanan dan Probabilitas Kelongsoran pada Tambang Batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk

    Full text link
    Optimalisasi geometri lereng pada tambang batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk menghadapi permasalahan di mana faktor keamanan (FK) aktual tidak mendekati nilai 1,2, melainkan lebih dari 3. FK yang mendekati 1,2 lebih aman dibandingkan nilai FK yang jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi geometri lereng dengan menyesuaikan tinggi dan kemiringan lereng tunggal dan keseluruhan untuk mencapai nilai FK yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan massa batuan, menentukan karakteristik material untuk pemodelan lereng, serta memberikan rekomendasi geometri lereng yang aman dan efisien. Metode yang digunakan adalah Finite Element Method (FEM) dengan pendekatan Strength Reduction Method (SRM), menggunakan kriteria Hoek dan Brown serta perangkat lunak Rocscience Phase2 V.8.0. Hasil optimalisasi menunjukkan bahwa kondisi lereng aman dengan nilai SRF dalam kondisi jenuh. Pada lereng tunggal yang direkomendasikan, sudut lereng 87°, tinggi 15 m, dan lebar 5 m, dengan nilai SRF 1,2, Std. Dev. Critical SRF 0, FK 1,411, dan probabilitas kelongsoran (PK) 0%. Untuk lereng keseluruhan, sudut tiap bench 87°, sudut keseluruhan 79°, tinggi total 60 m, dan lebar bench 5 m. Hasil analisis SRF menggunakan metode SRM menghasilkan Mean Critical SRF 2,02, Std. Dev. Critical SRF 0, nilai FK 1,469, dan PK 0%

    Elektroplating Baja Karbon dengan Variasi Arus dan Lama Pelapisan terhadap Ketahanan Korosi dengan Ordinary Least Squares Regression

    Full text link
    Elektroplating merupakan proses pelapisan logam yang banyak digunakan untuk meningkatkan ketahanan korosi dan sifat mekanik suatu material. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis pengaruh variasi arus dan waktu pelapisan terhadap ketebalan lapisan dan laju korosi  menggunakan data eksperimen dan pendekatan machine learning (ML) metode Ordinary Least Squares (OLS) regression. Data eksperimen dikumpulkan dengan mengontrol parameter proses elektroplating, di mana variasi arus dan waktu pelapisan diterapkan untuk mengevaluasi hasil ketebalan lapisan dan laju korosi .Model OLS digunakan untuk mengidentifikasi hubungan linier antara variabel input dan output serta mengevaluasi signifikansi statistik setiap parameter. Hasil regresi menunjukkan bahwa kedua variable di atas memiliki pengaruh dominan terhadap ketebalan lapisan sedangkan arus pelapisan lebih signifikan dalam menentukan laju korosi sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p-value 0,05. Selain itu, parity plot mengonfirmasi bahwa model OLS memiliki performa prediksi yang baik dengan R2 sebesar 0,986 untuk model ketebalan lapisan dan R2 sebesar 0,804 untuk model laju korosi. Studi ini menunjukkan bahwa metode OLS dapat digunakan sebagai alat prediktif yang efektif dalam memahami hubungan variabel proses elektroplating. Namun, untuk meningkatkan akurasi prediksi, metode non-linier dapat dipertimbangkan.

    Pengaruh Sudut Deadrise Buritan Terhadap Tahanan Planning Hull V Shaped Pada Passenger Boat 29 Meter

    Full text link
    Passenger boat atau kapal penumpang adalah jenis kapal yang dirancang untuk mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya, terutama pada wilayah perairan yang digunakan untuk mengangkut penumpang, baik dengan tujuan sebagai transportasi wisata maupun kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh variasi deadrise buritan pada kapal penumpang (Passanger Boat) 29 meter dengan lambung planning hull berbentuk V yang memiliki tahanan terendah dengan efisiensi operasional terbaik.  Variasi deadrise 10º, 15º, 20º, dan 25º dianalisis menggunakan perangkat lunak Maxsurf Resistance, yang memungkinkan simulasi hambatan kapal. Dengan mempertahankan displacement konstan, bentuk lebar kapal diubah untuk setiap variasi sudut. Hasil analisis dari simulasi variasi sudut deadrise 10º, 15º, 20º, dan 25º , menunjukkan bahwa sudut deadrise 15º menjadi sudut yang memiliki tahanan paling rendah dan dapat memberikan efisiensi operasional kapal Passenger Boat 29 meter, yang dihasilkan dari analisis dan visualisasi kontur tahanan kapal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dan acuan dalam perancangan desain kapal penumpang dengan efisiensi operasional terbaik.Kata kunci: passenger boat, sudut deadrise, tahanan kapal, planning hull, Maxsurf Resistance

    Penentuan Kualitas Batubara dan Kalori Batubara Berdasarkan Analisis Proksimat Di Stockpile Osowilangun Surabaya, Jawa Timur

    Full text link
    Pertambangan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan suatu sumber daya alam yang berada di dalam bumi dan berupa hasil tambang. Salah satu komoditas yang menjadi primadona di Indonesia, yaitu batubara. Batubara merupakan endapan batuan sedimen yang terjadi selama beratus-ratus tahun yang lalu dan memiliki komponen unsur belerang serta nitrogen. Perlunya pengklasifikasian batubara untuk dapat dijadikan acuan dalam penentuan jenis dan kandungan kalori suatu batubara. Diperlukan uji analisis proksimat agar dapat menentukan jenis atau peringkat batubara yang dimiliki serta penentuan nilai kalori batubara. Metode studi kasus yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data primer dan sekunder sebagai bahan acuan dalam melakukan perhitungan. Data primer sendiri meliputi dokumentasi dan uji analisa proksimat batubara meliputi perhitungan inherent moisture, air dried moisture, total moisture, ash content, volatile matter, dan fixed carbon. Sedangkan, data sekunder meliputi data nilai kalori dan jenis batubara pada stockpile. Data tersebut diolah agar mendapatkan hasil perhitungan fixed carbon sehingga dapat menentukan dan mengukur kesesuaian kalori serta jenis batubara yang berada di Stockpile Osowilangun. Berdasarkan hasil perhitngan didapatkan nilai fixed carbon tertinggi sebesar 58,16% yang merupakan jenis batubara Bituminous High Volatile A dan nilai terendah sebesar 42,39% yang merupakan jenis batubara Lignit atau Brown Coal. Dengan nilai kalori tertinggi sebesar 7.600 kkal/kg dan terendah dengan nilai kalori sebesar 5.250 kkal/kg. Setelah dianalisis berdasarkan data perusahaan hanya terdapat 2 (dua) jenis batubara yang dapat diklasifikasikan nilai kalorinya menurut ASTM, yaitu Bituminous High Volatile A dan Sub-Bituminous A

    Cover, Preface, dan Daftar Isi

    No full text

    Pengoptimalan Penggunaan Teknologi AI dalam Pembelajaran Inovatif bagi Guru SMAN 85 Jakarta

    Full text link
    SMAN 85 Jakarta merupakan sekolah negeri yang menerapkan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Pendekatan ini mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis pada peserta didik. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran masih belum optimal, terutama karena belum merata dan terbatasnya pemahaman dan keterampilan para guru dalam mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam penyusunan materi ajar yang kontekstual dan menarik . Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri di era digital yang menuntut inovasi dalam strategi pembelajaran. Sebagai bentuk solusi, dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi Gamma AI yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital guru serta mendorong pemanfaatan AI secara praktis dalam kegiatan pembelajaran. Metode pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dan berbasis praktik langsung sesuai kebutuhan peserta. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan guru, antara lain literasi digital (16,33%), pemahaman konsep AI (84,6%), kepercayaan diri dalam penggunaan AI (78,03%), dan kemampuan penerapan AI dalam pembelajaran (14,28%). Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berdampak positif terhadap kompetensi guru dan menyiapkan guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan era Revolusi Industri 5.0 dan mendukung peningkatan mutu serta pemerataan kompetensi.Kata kunci: kecerdasan buatan, kompetensi digital, gamma AI, revolusi industri 5.0

    Lean Six Sigma Integration with VALSAT and FMEA Methods for Waste Identification in PT. X

    Full text link
    This study identifies and reduces waste in the cooking oil production process at PT X by integrating Lean Six Sigma with Value Stream Analysis Tools (VALSAT) and Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). VALSAT is used to classify value-added and non-value-added activities, while FMEA prioritizes waste based on Risk Priority Number (RPN). The results show that defects are the most dominant waste (RPN 294), followed by waiting and inventory. Process mapping reveals a total lead time of 370 minutes, in which 60 minutes are non-value added. Improvement recommendations include scheduling preventive maintenance, aligning raw material orders with actual demand, optimizing operator coordination, applying FIFO in inventory handling, and increasing transportation efficiency. This integrative approach provides a structured method for identifying critical waste sources and supports operational efficiency improvement in food-processing industries

    3,650

    full texts

    4,146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇