e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)

e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
Not a member yet
    4146 research outputs found

    Perbandingan Metode Perbaikan pada Citra Jalan Berlubang

    Full text link
    Perbaikan kualitas gambar pada jalan berlubang sangat diperlukan pada tahap awal proses. Karena sering kali gambar yang akan diolah memiliki kualitas buruk yaitu terlalu terang atau terlalu gelap yang disebabkan oleh pengambilan data yang tidak sempurna.  Sehingga akan mempengaruhi pada tahap proses selanjutnya kalau tidak dilakukan perbaikan atau preprosessing sebelumnya. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisa dari lima metode perbaikan kualitas citra yang  terdiri dari  metode brightness, contrast, kombinasi brightness dan contrast, improve brightness dan pemetaan nonlinier. Lima metode peningkatan kualitas gambar tersebut akan diterapkan di sepuluh data gambar jalan berlubang. Analisa pada lima metode tersebut menggunakan pengukuran nilai Means Square Error (MSE) dan Peak Signal to Noise Ratio (PSNR).  Hasil pengujian yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai rata- rata MSE brightness 2.500 dB, MSE gabungan 107 dB, MSE contrast 5.633dB, MSE nonlinier 2.883,1 dB dan MSE improve brightness 537,1 dB. Nilai rata- rata PSNR brightness 32,6 dB, PSNR contrast 24 dB, PSNR gabungan 74,6 dB, PSNR nonlinier 34,6 dB dan, PSNR improve brightness 52,1 dB. Analisa dari hasil pengukuran tersebut didapatkan metode kombinasi brightness dan contrast yang merupakan metode terbaik untuk perbaikan kualitas gambar jalan berlubang. karena menghasilkan nilai rata rata MSE yang paling kecil, dan nilai rata rata PSNR paling besar

    Analysis of the Characteristics of Cow Dung Waste Biopellets with Cassava Peel Starch Adhesive as an Alternative Fuel

    Full text link
    This study aims to analyze the characteristics of biopellets made from the raw material of dried cow dung waste with cassava peel starch as an adhesive. The research method was carried out experimentally through several stages: raw material preparation, drying of cow dung under sunlight for 14 days, mixing with variations of cassava peel starch adhesive of 10%, 30%, and 50%, molding using a hydraulic press with pressures of 50, 60, and 70 kg, and testing the characteristics of the biopellets. The parameters tested included calorific value, moisture content, combustion rate, and ash content. The results showed that variations in adhesive levels and molding pressure affected the quality of the biopellets. The calorific value obtained ranged from 2,795.4 to 3,595.9 cal/g, moisture content 9.5–12.5%, combustion rate 0.74–1.71 g/min, and ash content 0.90–1.20%. In conclusion, biopellets from cow dung with the addition of cassava peel starch adhesive have characteristics that are feasible to be developed as an environmentally friendly alternative fuel

    Pemodelan Perilaku Kelarutan Molekul Air terhadap Variasi Pelarut pada Permukaan CulnS2/ZnS Quantum Dots Menggunakan Pendekatan ab-initio berbasis Density Functional Theory

    No full text
    This study investigates the solubility behavior of water molecules on the surface of CuInS₂/ZnS Quantum Dots (QDs) in different solvents using an Ab Initio approach based on Density Functional Theory (DFT). The research evaluates the influence of solvent dielectric constant on surface potential energy and solute-solvent interaction energy. The study reveals that hydrogen bonding, dipole-dipole interactions, and van der Waals forces significantly affect QDs stability and size. The findings indicate that solvents with higher dielectric constants destabilize nanoparticles, leading to electron transfer between particles. Among the tested solvents, chloroform provides an optimal balance between solubility, stability, and band gap (~1.68 eV). These results contribute to a deeper understanding of solvent-mediated effects on QDs, essential for their application in optoelectronics and bio-imaging

    Pra Perancangan Pabrik Glucitol Dari Tepung Tapioka Dengan Proses Hidrogenasi Katalitik

    No full text
    Glucitol is the result of glucose reduction by changing the aldehyde group to a hydroxyl group, hence the name sugar alcohol. Sugar substitute sweeteners have various requirements, namely having a sweet taste, not causing toxicity to the body, calorie, and can be produced in large capacities. The most relevant sugar substitute with these criteria is glucitol. Glucitol factory is planned to be established in Jombang Regency, East Java with a production capacity of 20,000 tons/year. The raw material used in this glucitol factory is using tapioca starch raw material with a catalytic hydrogenation process. In the manufacture of glucitol there are 2 important processes, namely, the first process converts strach into glucose or dextrose with supporting raw materials for amylase enzymes and glucoamylase enzymes in the main tool, namely the reactor. In the catalytic hydrogenation process glucose or dextrose is reacted with hydrogen gas at high temperature and pressure with the help of the addition of nickel raney catalyst. The resulting glucitol is then purified in the evaporator to produce 70% glucitol. In the design of the Glucitol factory requires a total capital investment of Rp. 197,294,444,028 The total production cost of this factory is Rp. 552,393,444,402 with annual sales of Rp. 800,000,000,000. From the economic analysis, BEP was obtained at 23.7% with POT for 2.122 years and IRR of 64.14%. In terms of engineering and economics, this plant is feasible to establis

    Perancangan Fasilitas Produksi dan Penataan Stasiun Kerja untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Boneka di Pido’a Sepuh Collection

    Full text link
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebuah Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dapat mendukung peran UMKM tersebut. Pido’a Sepuh Collection, berlokasi di Bandung, merupakan UMKM yang bergerak dalam bidang pembuatan boneka dengan beragam jenis dan ukuran. Program Sarjana Teknik Industri bermaksud membantu UMKM ini dalam merancang fasilitas produksi dan penataan stasiun kerja agar kapasitas produksi setiap stasiun kerja dapat ditingkatkan dan pekerja dapat bekerja dengan nyaman. PkM dilakukan dalam empat tahapan utama yaitu tahapan kunjungan dan wawancara, dilanjutkan dengan tahapan survei lapangan untuk pengamatan dan pengumpulan data. Tahapan ketiga adalah perancangan fasilitas produksi dan usulan penataan stasiun kerja, dan tahapan terakhir adalah penerapan usulan dengan harapan terjadi peningkatan kapasitas produksi dan pembukaan lapangan kerja baru untuk masyarakat sekitar. Penataan stasiun kerja yang dilakukan dan perancangan fasilitas produksi yang diusulkan dapat meningkatkan kenyamanan operator dalam bekerja, karena stasiun kerja tertata lebih rapi. Selain itu, kapasitas produksi meningkat sebesar 21,43% untuk stasiun penggambaran dan pemotongan pola, 10,71% untuk stasiun penjahitan dan 22,38% untuk stasiun penjahitan mulut boneka

    Perancangan Instrumen Material Requirement Planning berbasis Excel untuk Penguatan Manajemen Operasional IKM Logam di Pasuruan: Studi kasus IKM Bina Logam, Pasuruan

    Full text link
    Salah satu tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat–Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) pendanaan 2025 ini adalah untuk menguatkan manajemen operasional produksi pada mitra Bina Logam, salah satu IKM produsen komponen logam di Jogorepuh, Pasrepan-Pasuruan. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses produksi saat ini memiliki ketergantungan yang tinggi pada pemilik IKM dan seluruh instruksi produksi dilakukan secara lisan. Perencanaan kebutuhan dan target produksi dipikirkan secara manual hari demi hari untuk memenuhi permintaan pada tanggal tertentu. Situasi ini dapat menimbulkan risiko miskomunikasi, bottleneck, dan ketidakseimbangan beban kerja antar mesin. Perbaikan adaptif, efektif dan sederhana yang dilakukan pada aktivitas PM-UPUD pendanaan 2025 ini adalah merancang excel-based MRP yang mampu mengintegrasikan Master Production Schedule (MPS) dan perhitungan kebutuhan material secara otomatis hari demi hari hingga periode tertentu. Implementasi sistem ini membantu mitra dalam mengatur jadwal produksi, mengoptimalkan penggunaan mesin, dan meningkatkan transparansi komunikasi antar-pekerja. Model sistem ini dapat direplikasi pada IKM serupa untuk mendukung transformasi digital dan efisiensi proses produksi.

    Pemanfaatan Solar Cell untuk Penerangan Lahan Kelompok Tani Desa Sukapura

    Full text link
    Tenaga matahari sebagai sumber energi merupakan energi yang ramah lingkungan dengan biaya operasional yang rendah, sehingga penting dilakukan edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat solar cell terutama bagi masyarakat desa guna mendorong pengembangan potensi desa melalui penerapan teknologi yang cerdas dan berkelanjutan. Desa Sukapura memiliki kelompok tani yang mengelola berbagai jenis budidaya di lahan yang luas dan berlokasi cukup jauh dari area permukiman.Tujuan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan solar cell untuk penerangan lahan tersebut dan memberikan edukasi kepada kelompok tani terkait pemanfaatan solar cell melalui instalasi PJU. Tahapan kegiatan ini meliputi identifikasi kebutuhan stake holder, identifikasi spesifikasi kebutuhan, implementasi, sosialisasi, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah dilakukan pemasangan lampu PJU yang memiliki kelebihan tahan air, dapat dikontrol menggunakan remote, serta dapat mendeteksi pergerakan. Selain itu kegiatan ini juga melaksanakan sosialisasi dari penggunaan teknologi pintar tersebut yang bertujuan untuk mempromosikan dan mendemonstrasikan terkait penggunakan lampu PJU. Masyarakat sasaran sangat menerima serta mengharapkan kegiatan serupa di masa sekarang dan masa yang akan datang.Kata kunci: solar cell, PJU, smart technology, kelompok tan

    Traffic Impact Analysis Due To Surabaya Waterfront Land Development On Dr. Ir. H. Soekarno Road Intersection

    Full text link
    The Surabaya City Government is currently planning a reclamation project in the coastal area of East Surabaya, specifically through the development of the Surabaya Waterfront Land area. This plan has received criticism from the public due to its potential to cause significant impacts on traffic conditions, particularly on Dr. Ir. H. Soekarno Road. The area serves as an economic growth center with dense tourism, office, and educational activities, thus causing traffic congestion that negatively impacts the economic sector. This research aims to analyze and compare the performance of four main intersections, namely Kertajaya Intersection, Dharmahusada Indah Intersection, Mulyorejo Intersection, and Kenjeran Intersection, under existing conditions and post-traffic generation due to the reclamation project. The analysis is conducted based on PKJI 2023 guidelines. The analysis results show that under existing conditions, several intersections have experienced congestion. Under post-traffic generation conditions, all intersections experience significant increases in saturation levels, even exceeding ideal capacity. Based on the traffic flow distribution results due to this generation, the construction of a 6/2 D road type (six lanes, two directions) on the Outer East Ring Road (OERR) is recommended as an alternative to reduce high vehicle volume

    Morphometry and Water Quality Study of Pit Lakes in Coal Mines

    Full text link
    After mining is completed, the remaining pits that cannot be restored to their original condition become artificial pit lakes. Pit lakes are used in reclamation efforts after mining activities. An in-depth analysis of the pit lake generated in a previously mined area is required, specifically concentrating on evaluating the water volume, morphometry, and water quality of the pit lake. Management strategies required for achieving sustainable development. Paringin Lake was found to have a surface area of 19.5 hectares, a maximum depth of 33 metres, and an underwater retention duration of 303 days. A 1.25 volume shift in the Paringin pit lake indicates a shallow bottom state. The Paringin pit lake is relatively stable and not prone to wind-induced churning, as indicated by the relative depth calculation of 6.6%. According to calculations using the Storet method, Paringin Pit Lake has minor contamination. The distant location of the Paringin pit lake is the cause of this. The results suggested that Pit Lake Paringin has the potential for utilization in aquatic tourism and aquaculture

    3,650

    full texts

    4,146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇