Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Implementasi metode You Only Look Once v11 untuk deteksi objek: Studi kasus hukum tajwid pada Al-Quran
Membaca Al-Quran dengan baik adalah suatu keharusan bagi umat Muslim, sehingga mengenali dan memahami setiap hukum tajwid berperan penting untuk memastikan bacaan Al-Quran sesuai dengan kaidahnya. Akan tetapi, hukum tajwid terdiri dari berbagai jenis, yang menyebabkan tidak jarang pembaca Al-Quran mengalami kesulitan dalam mengenali dan memahami hukum tajwid dengan tepat. Sebagai upaya dalam mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membangun model deteksi objek pada Al-Quran menggunakan metode YOLO
versi terbaru, yaitu YOLOv11. Sedangkan metode penelitian yang digunakan mengikuti pendekatan CRISP-DM yang mencangkup business understanding, data understanding, data preparation, modelling, evaluasi dan deployment. Model
dilatih menggunakan dataset gambar per halaman, per ayat, dan per kata pada AlQuran dengan cetakan Mushaf Standar Indonesia (MSI) dan Al-Quran cetakan Madinah. Dataset gambar yang terkumpul sebanyak 2.000 dilakukan proses labelling berdasarkan jenis-jenis tajwidnya dan dilakukan augmentasi data menggunakan platform Roboflow. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model YOLOv11 mampu mendeteksi dan memprediksi 34 jenis tajwid dengan baik, nilai precision yang dihasilkan sebesar 0.683, nilai recall sebesar 0.75, nilai mAP50 sebesar 0.739, dan nilai mAP50-95 sebesar 0.541. Selain itu, model yang dibangun diimplementasikan pada sebuah sistem berbasis web menggunakan framework Flask. Sistem dapat digunakan dengan mengunggah gambar, dan hasil deteksi akan keluar secara otomatis pada halaman web. Diharapkan sistem ini dapat menjadi media belajar dalam mempelajari dan mengenali hukum tajwid pada Al-Quran.
Reading the Quran properly is a must for Muslims, so recognizing and understanding each law of tajweed plays an important role in ensuring that the reading of the Quran is in accordance with its rules. However, the laws of tajweed
consist of various types, which often causes readers of the Quran to have difficulty in recognizing and understanding the laws of tajweed correctly. As an effort to overcome these challenges, this study aims to build an object detection model in the Quran using the latest version of the YOLO method, YOLOv11. The research method used follows the CRISP-DM approach which includes business understanding, data understanding, data preparation, modeling, evaluation and deployment. The model is trained using image datasets per page, per verse, and per word in the Quran with the Indonesian Standard Mushaf (MSI) printing and the
Medina printed Quran. The collected image dataset of 2,000 was labeled based on the types of tajweed and data augmentation was carried out using the Roboflow platform. The results of this study indicate that the YOLOv11 model is able to detect and predict 34 types of tajweed well, the resulting precision value is 0.683, the recall value is 0.75, the mAP50 value is 0.739, and the mAP50-95 value is 0.541. In addition, the model built is implemented on a web-based system using the Flask framework. The system can be used by uploading images, and the detection results
will appear automatically on the web page. It is hoped that this system can be a learning medium in studying and recognizing the laws of tajweed in the Qur'an
Pengaruh model PBL berbasis Socio-Scientific Issue terhadap Peningkatan Kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi sistem ekskresi
Kemampuan pemecahan masalah atau problem solving merupakan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik pada pendidikan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL berbasis Socio-Scientific Issue terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem ekskresi. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Instrumen penelitian terdiri dari lembar keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan pemecahan masalah dan angket kendala peserta didik. Penelitian dilakukan di salah satu SMP di Kabupaten Bandung dengan sampel penelitian terdiri dari 28 peserta didik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Hasil penelitian di kelas dengan model PBL berbasis Socio-Scientific Issue menunjukkan bahwa keterlaksanaan aktivitas guru sebesar 96,66% (sangat baik) dan peserta didik sebesar 83,75% (sangat baik). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah di kelas dengan model PBL berbasis Socio-Scientific Issue memperoleh N-Gain 0,52 (sedang), sedangkan pada kelas tanpa model PBL berbasis Socio-Scientific Issue memperoleh N-Gain 0,25 (rendah). Sebagian besar peserta didik (51,5%) terkendala pada tahap diskusi dengan anggota kelompoknya, sedangkan kendala terkecil terdapat pada tahap mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas sebesar 11%. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh model PBL berbasis Socio-Scientific Issue terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem ekskresi dengan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 dan besaran pengaruh 0,606 (sedang)
Penerapan pembelajaran berbasis masalah pada pembuatan zat anti api dari kulit singkong (Manihot esculenta) dan buah jeruk (Citrus sp) pada materi kimia hijau untuk mengembangkan literasi lingkungan peserta didik
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas peserta didik pada penerapan pembelajaran berbasis masalah, menganalisis pengembangan literasi lingkungan setelah dilakukan penerapan pembelajaran dan menganalisis hasil optimasi pembuatan zat anti api dari kulit singkong dan buah jeruk. Metode yang digunakan adalah pre-experiment dengan desain one-shot case study. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X.1 MAS Nihayatul Amal Purwasari dengan jumlah 15 orang. Instrumen yang digunakan berupa deskripsi pembelajaran, lembar observasi aktivitas peserta didik, lembar kerja peserta didik, rubrik penilaian lembar kerja, soal tes literasi lingkungan, rubrik soal tes literasi lingkungan, serta angket literasi lingkungan pada aspek sikap dan tindakan terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan nilai aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah menunjukkan nilai rata-rata 91 dengan interpretasi sangat baik. Nilai tes literasi lingkungan dinilai dengan hasil tes literasi lingkungan pada aspek 1) pengetahuan, 2) keterampilan kognitif, 3) sikap terhadap lingkungan, dan 4) tindakan terhadap lingkungan memperoleh nilai rata-rata 81 dengan interpretasi sangat baik. Pada angket literasi lingkungan pada aspek sikap terhadap lingkungan dan tindakan terhadap lingkungan secara keseluruhan memperoleh nilai 83 dengan interpretasi sangat baik. Hasil optimasi pembuatan zat anti api dari kulit singkong dan buah jeruk terbukti dapat meminimalisir atau menghambat api. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah pada pembuatan zat anti api dari kulit singkong (Manihot esculenta) dan buah jeruk (Citrus sp) pada materi kimia hijau dapat mengembangkan literasi lingkungan peserta didik
Pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis kurikulum merdeka: Penelitian di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Pandeglang Banten
INDONESIA:
Pendidikan bahasa Arab di Indonesia menghadapi tantangan untuk terus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan kontekstual siswa. Salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan mengembangkan bahan ajar berbasis Kurikulum Merdeka, yang memberikan kebebasan belajar dan menekankan kompetensi siswa. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Pandeglang Banten dengan tujuan untuk mengembangkan bahan ajar bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka dan menganalisis penerapannya dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi bahan ajar Bahasa Arab yang digunakan di MAN Kabupaten Pandeglang serta mengembangkan bahan ajar yang berbasis Kurikulum Merdeka guna meningkatkan kompetensi linguistik siswa. Bahan ajar yang dikembangkan mengacu pada pendekatan komunikatif, pembelajaran berbasis proyek, dan integrasi teknologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Selanjutnya, produk pengembangan bahan ajar tersebut akan diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Arab di MAN Kabupaten Pandeglang Banten. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bahan ajar yang dikembangkan dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Arab siswa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan empat tahapan utama, yaitu analisis masalah, pengembangan bahan ajar, implementasi bahan ajar, dan evaluasi hasil pembelajaran. Tahap analisis masalah dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Arab di madrasah. Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan merancang materi yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan siswa. Implementasi bahan ajar dilakukan dengan menerapkannya di kelas, sedangkan evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar Bahasa Arab berbasis Kurikulum Merdeka di MAN Kabupaten Pandeglang dilakukan secara sistematis melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan evaluasi. Bahan ajar yang dikembangkan menekankan pendekatan komunikatif, pembelajaran berbasis proyek, serta integrasi teknologi, sehingga lebih kontekstual dan interaktif. Implementasi bahan ajar di kelas menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan peningkatan signifikan dalam hasil posttest dibandingkan pretest. Secara keseluruhan, bahan ajar ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi linguistik siswa, khususnya dalam keterampilan menyimak dan berbicara, serta relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
ENGLISH:
Arabic language education in Indonesia faces the challenge of continuously adapting to technological developments and the contextual needs of students. One solution to improve the quality of learning is to develop teaching materials based on the Independent Curriculum, which provides learning freedom and emphasizes student competencies. This study was conducted at Madrasah Aliyah Negeri in Pandeglang Regency, Banten, with the aim of developing Arabic language teaching materials based on the Independent Curriculum and analyzing their implementation in enhancing students' Arabic language skills.
This study aims to examine the current condition of Arabic language teaching materials used at MAN Pandeglang Regency and to develop materials based on the Merdeka Curriculum to enhance students’ linguistic competence. The developed teaching materials are designed with a communicative approach, project-based learning, and technology integration to create a more interactive and contextual learning process. The developed materials will then be implemented in Arabic language instruction at MAN Pandeglang, Banten. This study also aims to evaluate the effectiveness of the materials in improving students’ Arabic language skills.
The research method used in this study is Research and Development (R&D) with four main stages: problem analysis, development of teaching materials, implementation of teaching materials, and evaluation of learning outcomes. The problem analysis stage was conducted by identifying the needs and challenges faced in Arabic language learning at the madrasah. The development of teaching materials involved designing content that aligns with the Independent Curriculum and meets the needs of students. The implementation of the teaching materials was carried out in the classroom, and evaluation was done through pretest and posttest to measure students' learning outcomes.
The results of this study indicate that the development of Arabic language teaching materials based on the Merdeka Curriculum at MAN Pandeglang Regency was carried out systematically through the stages of needs analysis, design, implementation, and evaluation. The developed materials emphasize a communicative approach, project-based learning, and technology integration, making them more contextual and interactive. The implementation of these materials in the classroom showed increased student engagement and a significant improvement in posttest scores compared to pretest results. Overall, the materials proved effective in enhancing students’ linguistic competence, particularly in listening and speaking skills, and are aligned with the demands of the Merdeka Curriculum.
ARABIC:
يواجه تعليم اللغة العربية في إندونيسيا تحديًا مستمرًا في التكيف مع التطورات التكنولوجية واحتياجات الطلاب السياقية. إحدى الحلول لتحسين جودة التعليم هي تطوير المواد التعليمية المبنية على منهجية "المناهج المستقلة"، التي تمنح الطلاب حرية التعليم وتؤكد على تنمية مهاراتهم. أجريت هذه الدراسة في مدرسة مادراسا عليا في منطقة باندجلانغ في بانتين، بهدف تطوير مواد تعليمية للغة العربية مبنية على المنهج Merdeka وتحليل تطبيقها في تحسين مهارات الطلاب في اللغة العربية.
يهدف هذا البحث إلى معرفة حالة مواد تعليم اللغة العربية المستخدمة في المدارس الثانوية الإسلامية الحكومية بمنطقة باندغلانغ، وكذلك إلى تطوير مواد تعليمية قائمة على منهج المستقل بهدف تعزيز الكفاءة اللغوية لدى الطلاب. تستند المواد التعليمية المطوّرة إلى النهج التواصلي، والتعليم القائم على المشاريع، ودمج التكنولوجيا من أجل جعل عملية تعليمية أكثر تفاعلاً وسياقيًا. وسيتم بعد ذلك تطبيق هذه المواد المطوّرة في تعليم اللغة العربية في مدارس الثانوية الإسلامية الحكومية بمنطقة باندغلانغ في بانتن. كما يهدف هذا البحث إلى تقييم فعالية المواد التعليمية المطوّرة في تحسين مهارة اللغة العربية لدى الطلاب.
تاستخدام منهج البحث والتطوير (R&D) في هذه الدراسة مع أربع مراحل رئيسية: تحليل المشكلة، تطوير المواد التعليمية، تنفيذ المواد التعليمية، وتقييم نتائج التعلم. تم إجراء مرحلة تحليل المشكلة من خلال تحديد احتياجات وتحديات التعليم في اللغة العربية في المدرسة. تطوير المواد التعليمية من خلال تصميم محتوى يتماشى مع المنهج Merdeka ويلبي احتياجات الطلاب. تنفيذ المواد التعليمية في الفصل الدراسي، بينما تم التقييم من خلال اختبار قبلي وبعدي لقياس نتائج تعلم الطلاب.
تشير نتائج هذا البحث إلى أن تطوير مواد تعليم اللغة العربية المبنية على منهج المستقل في مدارس الثانوية الإسلامية الحكومية بمنطقة باندغلانغ قد تم بشكل منهجي من خلال مراحل تحليل الاحتياجات، والتصميم، والتنفيذ، والتقييم. تركز المواد التعليمية المطورة على النهج التواصلي، والتعليم القائم على المشاريع، ودمج التكنولوجيا، مما يجعلها أكثر سياقية وتفاعلية. وقد أظهرت عملية تنفيذ هذه المواد في الفصل زيادة في تفاعل الطلاب مع التعلم وتحسنا ملحوظا في نتائج الاختبار البعدي مقارنة بالاختبار القبلي. وبشكل عام، أثبتت هذه المواد فعاليتها في تعزيز الكفاءة اللغوية للطلاب، وخاصة في مهارتي الاستماع والمحادثة، كما أنها تتماشى مع متطلبات منهج المستقل
Upaya Keuskupan Bandung dalam memelihara Kerukunan Umat Beragama
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk, khususnya di Kota Bandung, yang memerlukan upaya nyata dalam menjaga kerukunan umat beragama. Keuskupan Bandung, sebagai lembaga Gereja Katolik, memiliki peran strategis dalam memelihara hubungan harmonis baik di internal umat Katolik maupun eksternal dengan umat agama lain.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya Keuskupan Bandung dalam memelihara kerukunan umat beragama, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta strategi yang digunakan untuk mengatasinya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan Pendekatan Sosiologi Agama dengan jenis penelitian Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Tindakan Sosial Keagamaan dari Max Weber sebagai landasan analisis, dengan fokus pada tindakan rasional berorientasi nilai yang mendorong Keuskupan Bandung untuk terlibat dalam kegiatan sosial lintas agama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keuskupan Bandung melaksanakan berbagai upaya kerukunan, seperti keterlibatan aktif di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), penyelenggaraan seminar lintas agama, dan pertemuan Seksi HAK dan juga ada kegiatan nyata yaitu kerjasama penanaman pohon mangrove di daerah Indramayu yang bekerja sama bersama PWNU Jawa Barat. Tantangan yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi sebagian umat dan adanya sikap intoleran dari sebagian pihak. Strategi yang dilakukan antara lain pendekatan dialogis, penguatan kesadaran umat, dan kolaborasi lintas agama.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Keuskupan Bandung berperan sebagai agen perdamaian yang mengedepankan dialog dan kerja sama lintas agama, sehingga mampu berkontribusi dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk
Simulasi dinamika aliran fluida pada saluran terbuka dengan bentuk dasar persegi panjang trapesium menggunakan metode numerik FTBS
Persamaan Saint-Venant merupakan model matematis untuk menggambarkan dinamika aliran air pada saluran terbuka. Dalam penyelesaian persamaan diferensial parsial tersebut, digunakan metode numerik skema Forward Time Backward Space (FTBS). Metode FTBS diterapkan untuk mensimulasikan aliran air pada saluran gabungan yang tersusun dari segmen trapesium dan persegi panjang, serta saluran satu bentuk dengan bentuk penampang tersebut. Simulasi dilakukan dengan mengamati perubahan debit, kecepatan, dan kedalaman aliran selama periode waktu tertentu. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk memahami karakteristik aliran pada masing-masing variasi saluran gabungan dan menilai efisiensinya dalam mengalirkan air. Hasil simulasi menunjukkan bahwa saluran gabungan trapesium-persegi panjang-trapesium mengalami lonjakan kecepatan dan kedalaman di area transisi antar bentuk penampang akibat perubahan geometri. Sebaliknya, saluran satu bentuk memperlihatkan aliran yang lebih stabil tanpa gangguan signifikan. Secara umum, saluran berbentuk persegi panjang menghasilkan kecepatan dan kedalaman yang lebih besar, tetapi dengan debit yang lebih kecil. Sementara itu, saluran trapesium dan saluran gabungan trapesium-persegi panjang-trapesium menunjukkan debit yang lebih tinggi, dengan kecepatan dan kedalaman yang menyesuaikan dengan bentuk penampang
Penafsiran ayat-ayat Sajdah : Studi komparatif kitab Shafwatut Tafasir dan kitab at-Tafsir al-Munir
Penelitian ini membahas penafsiran ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an yang menganjurkan sujud tilawah sebagai bentuk ketundukan kepada Allah swt. Ayat-ayat ini memiliki makna teologis dan spiritual yang mendalam serta menjadi bagian penting dalam praktik ibadah. Perbedaan pendapat tentang jumlah dan hukum sujud tilawah menunjukkan adanya ijtihad ulama. Kajian ini penting karena belum banyak penelitian komparatif yang mengkaji penafsiran ayat-ayat sajdah secara khusus dalam dua kitab tafsir besar, Shafwatut Tafasir karya Muhammad ‘Ali ash-Shabuni dan at-Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili.
Kajian teoritis dalam penelitian ini meliputi pengertian ayat sajdah dan sujud tilawah, serta metode dan corak tafsir. Ayat-ayat sajdah dibahas dari aspek bahasa, hukum, dan keutamaannya, termasuk pendapat para ulama klasik. Pemaparan tentang metode tafsir seperti tahlili dan muqaran memberikan landasan untuk memahami pendekatan kedua mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diambil dari dua kitab tafsir utama dan dianalisis dengan pendekatan isi dan komparatif. Tujuannya adalah untuk mengungkap pola, persamaan, dan perbedaan dalam penafsiran ayat-ayat sajdah, serta menilai pendekatan dan pemahaman masing-masing mufassir secara mendalam dan sistematis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua mufassir menekankan pentingnya sujud sebagai simbol ketundukan kepada Allah swt., namun dengan pendekatan yang berbeda. Muhammad Ali ash-Shabuni cenderung ringkas dan tradisional, sedangkan Wahbah az-Zuhaili lebih analitis dan kontekstual. Meskipun berbeda dalam gaya, keduanya memberikan kontribusi penting dalam memahami makna dan hukum ayat-ayat sajdah dalam kehidupan Muslim
Dampak perilaku shopaholic terhadap perubahan gaya hidup santri : Studi di Pondok Pesantren Al-Ihsan Cibiru Hilir Cileunyi Kabupaten Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya perilaku shopaholic di kalangan santri Pondok Pesantren Al-Ihsan Cibiru Hilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung. Perilaku ini ditandai dengan kecenderungan santri berbelanja secara berlebihan dan tidak terkontrol, yang dipengaruhi oleh media sosial, tren fashion, dan kemudahan akses belanja online. Padahal, kehidupan pesantren sejatinya menanamkan nilai-nilai kesederhanaan, pengendalian diri, serta fokus pada pendidikan agama. Fenomena ini memunculkan masalah sosial berupa pergeseran nilai dan gaya hidup di kalangan santri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong perilaku shopaholic di kalangan santri, bagaimana perubahan gaya hidup yang terjadi akibat perilaku tersebut, serta pengaruh fitur belanja online seperti paylater terhadap pola konsumsi santri. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai tantangan budaya konsumtif di lingkungan pesantren.
Penelitian ini menggunakan teori Consumer Society dari Jean Baudrillard sebagai kerangka berpikir. Menurut Baudrillard, konsumsi dalam masyarakat modern tidak lagi hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi sudah menjadi simbol status dan identitas diri. Dalam hal ini, santri yang membeli barang-barang bermerek atau mengikuti tren bukan karena kebutuhan, tetapi karena ingin mendapatkan pengakuan sosial dan citra tertentu di lingkungan sekitarnya.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari santri yang menunjukkan kecenderungan shopaholic, santri non-shopaholic untuk perbandingan, serta pengasuh pondok pesantren sebagai pihak yang memahami dinamika santri secara menyeluruh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku shopaholic dipicu oleh dorongan teman sebaya, paparan media sosial, dan kemudahan akses belanja online. Dampak yang muncul meliputi perubahan gaya hidup menjadi lebih konsumtif, berkurangnya fokus pada pendidikan agama, dan munculnya kesenjangan sosial di antara santri. Temuan ini dianalisis menggunakan Teori Consumer Society Jean Baudrillard, yang menjelaskan bahwa konsumsi pada masyarakat modern tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun citra, identitas, dan status sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pesantren, orang tua, dan santri itu sendiri dalam menginternalisasi kembali nilai-nilai kesederhanaan agar pengaruh budaya konsumtif dapat diminimalkan
Exploring the Role of Translation Entrepreneurship in Shaping Career Interests: Insight from Seventh-Semester English Education Students
The increasing demand for multilingual services in today’s global and digital markets shifts translation from a purely linguistic task to a profession that requires entrepreneurial awareness. In Indonesia, English Education programs have traditionally prepared students for teaching, leaving limited attention to translation as a career path. Addressing this gap, this study investigates how Translation Entrepreneurship influences the career interests of seventh-semester English Education students, aiming to see whether exposure to entrepreneurial concepts can broaden their professional outlook and prepare them for emerging opportunities in the creative economy.
The study is grounded in concepts of entrepreneurial competence and career development, emphasizing attributes such as adaptability, self-directedness, and market responsiveness. These theoretical perspectives help explain how entrepreneurial training fosters not only technical proficiency but also the mindset needed to pursue translation as a sustainable profession.
A descriptive qualitative approach is used to examine students’ perceptions and experiences. Data are collected through questionnaires and semi-structured interviews with students who complete the Translation Entrepreneurship course. Thematic analysis is employed to interpret the data, combining quantitative trends from the questionnaires with qualitative insights from the interviews to ensure a comprehensive understanding of the research problem.
The findings indicate a significant shift in students’ career perspectives after taking the course. Participants report greater interest in freelance and entrepreneurial translation work, with increased confidence in skills such as negotiation, time management, and the use of digital tools. Students also highlight the importance of soft skills like resilience and adaptability in sustaining careers in translation. While perceptions of the course are largely positive, some respondents raise concerns about income stability and suggest more direct exposure to professional translators and industry practices.
Overall, this study concludes that integrating entrepreneurial education into translation training effectively expands career horizons for English Education students and equips them with market-relevant competencies. The findings underscore the need for curricula that balance linguistic expertise with entrepreneurial skills, preparing graduates to navigate evolving language service markets and contribute to Indonesia’s creative economy
Pembentukan identitas sosial anak jalanan melalui interaksi simbolik : Penelitian di Yayasan Bangun Bahagia Sejahtera Desa Babakan Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung
Anak jalanan pada saat ini masih hidup dalam kondisi yang sangat rentan, mereka mengalami kemiskinan, penolakan sosial, dan stigma negatif dari masyarakat. Meskipun demikian, simbol, bahasa, dan makna dalam interaksi sosial membantu anak jalanan untuk membentuk identitas diri dan sosial mereka. Di lapangan, masih terdapat kesenjangan perlakuan sosial di mana anak jalanan sering tidak diberikan ruang untuk mengekspresikan dan memahami jati dirinya. Yayasan Bangun Bahagia Sejahtera berupaya untuk mengatasi masalah ini melalui program pembinaan, komunikasi, dan hubungan interpersonal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembentukan identitas sosial melalui interaksi sosial anak jalanan di Yayasan Bangun Bahagia Sejahtera Desa Babakan Kota Bandung, proses pemahaman kehidupan sosial anak jalanan di Yayasan Bangun Bahagia Sejahtera Desa Babakan Kota Bandung, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pembentukan identitas sosial anak jalanan di Yayasan Bangun Bahagia Sejahtera Desa Babakan Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dari George Herbert Mead. Dalam teori interaksionisme simbolik Mead menjelaskan bahwa identitas seseorang tidak terbentuk secara langsung dari dalam dirinya melainkan melalui proses yang melibatkan pemaknaan terhadap simbol-simbol dalam hubungan antarindividu. Selain itu, Mead membagi proses tersebut melalui mind, self, dan society untuk menafsirkan perkembangan identitas sosial anak jalanan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling. Kemudian data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial yang terjadi di Yayasan Bangun Bahagia Sejahtera berperan penting dalam membentuk identitas sosial anak jalanan. Interaksi tersebut menjadi sarana bagi mereka untuk membicarakan terkait makna hidup dan membangun rasa percaya diri serta harapan akan masa depan. Faktor pendukung dalam proses ini adalah lingkungan sosial, peran lembaga sosial, dan dukungan emosional. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu disfungsi keluarga, stigma dan diskriminasi sosial. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami pembentukan identitas sosial anak jalanan dan menjadi dasar bagi pengembangan program sosial yang lebih efektif