Jurnal Akademi Kebidanan (Akbid) RSPAD Gatot Soebroto
Not a member yet
23 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN EPISIOTOMI DI RUMAH SAKIT SALAK BOGOR PERIODE JUNI-JULI 2015
Latar Belakang : Episiotomi adalah sebuah tindakan pemotongan/ pengguntingan perineum untuk memperbesar pembukaan vagina selama kelahiran.
Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tindakkan anestasi pada kejadian episiotomi pada ibu bersalin Di Rumah Sakit Salak Bogor periode Juni – Juli 2015..
Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan Instrument yang digunakan data sekunder. Adapun variabel yang diteliti yaitu variebel dependent adalah kejadian episiotomi di Rumah Sakit Salak Bogor periode Juni – Juli 2015, sebagai variabel independen yaitu usia, paritas, perineum, presentasi janin, dan berat badan lahir.
Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi kejadian episiotomi dari 151 kejadian terdapat 110 kejadian episiotomi (72.8%) dengan tindakan anestasi dan 41 kejadian episiotomi ( 27.2%) tidak melakukan anestasi. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.011 dan OR 2.7 CI 95%(1.307-5.720) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara usia dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 5 CI 95%(2.366-11.334) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.030 dan OR 2.8 CI 95%(1.145-4.947) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara perineum dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 4.7 CI 95%(2.186-10.107) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara presentasi janin dengan kejadian episiotomi dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.004 dan OR 3 CI 95%(1.484-6.537) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian episiotomi
Kesimpulan : tindakan anestasi pada kejadian episiotomi lebih banyak dijumpai pada.pasien pada usia produktif, jumlah paritas lebih dari 1, keadaan otot perineum elastis, persentasi kepala,serta berat badan lahir normal.
Saran : Diharapkan mampu meningkatkan pelayanan yang sudah baik pada pertolongan persalinan terutama pada tindakan episiotomi sebaiknya sesuai dengan indikasi
KARAKTERISTIK KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD KABUPATEN TANGERANG PERIODE JUNI-JULI 2015
Latar Belakang : Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil maupun bersalin adalah masalah besar di setiap negara berkembang. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda dan masa puncak produktifitasnya. Salah satu penyebab kematian ibu dan perinatal adalah infeksi intrauterin. Infeksi intrauterin merupakan infeksi akut pada cairan ketuban, janin dan selaput korioamnion yang disebabkan oleh bakteri. Sekitar 25 % infeksi intrauterin disebabkan oleh ketuban pecah dini. Makin lama jarak antara ketuban pecah dengan persalinan, makin tinggi pula resiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin.
Tujuan Penelitian : mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi angka kejadian ketuban pecah dini pada ibu di kamar bersalin RSU Kabupaten Tangerang periode Juni – Juli 2015.
Metode Penelitian : Metode penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan mengumpulkan data sekunder melalui data Rekam Medik. Variabel independent yang akan diteliti adalah faktor usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan pekerjaan. Sedangkan variabel dependen nya adalah Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Kabupaten Tangerang Periode Juni – Juli 2015.
Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi persalinan dari 93 responden terdapat 54 responden (58.1%) yang mengalami KPD dan 39 responden ( 41.9%) yang tidak mengalami KPD. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 11.5 CI 95%(3.890-34.355) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara usia dengan kejadian ketuban pecah dini, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.003 dan OR 4.4 CI 95%(1.583-12.228) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 5 CI 95%(2.022-13.031) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara usia kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.006 dan OR 3.5 CI 95%(1.402-9.238) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara status pekerjaan dengan kejadian ketuban pecah dini.
Kesimpulan : kejadian ketuban pecah dini dapat dipengaruhi oleh, usia responden, jumlah paritas, usia kehamilan dan status pekerjaan.
Saran : Diharapkan diadakan penyuluhan dan pelayanan kesehatan terutama dalam bidang kebidanan sehingga angka mordibitas dan mortalitas, baik pada ibu maupun janin dapat diturunkan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI PUSKESMAS KECAMATAN KOJA JAKARTA UTARA PERIODE APRIL-MEI 2014
Latar belakang : Air susu ibu merupakan santapan pertama dan utama bagi bayi baru lahir yang terbaik dan alamiah, mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal, oleh karena itu perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu, sehingga memperlancar pengeluaran ASI.
Tujuan penelitian : Diketahuinya distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di Puskesmas Kecamatan Koja April - Mei 2014.
Metode penelitian : Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif secara cross sectional yaitu variabel bebas dan variabel ikat di observasi hanya sekali pada saat yang sama yang menjadi sample dalam penelitian ini 50 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan check list. Analisis data penelitian dilakukan secara Univariat dan bivariat.
Hasil penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan Pengetahuan perawatan payudara adalah variabel pendidikan (p value 0.013, OR = 4.4; 95%CI 1.337-14.769), status pekerjaan (p value 0.041 ,OR= 5.0 ;95%CI 0.964-25.930), paritas (p value 0.004, OR=6.0 ;95%CI 1.720-21.495) dan sumber informasi (p value 0.002, OR= 8.5 ;95%CI 2.038-35.458).
Kesimpulan : bahwa ibu nifas di Puskesmas Kecamatan Koja April – Mei 2013 masih kurang memiliki pengetahuan tentang perawatan payudara dan sebagian besar berpendidikan SLTA, tidak bekerja, primipara, mendapatkan informasi kesehatan dari petugas kesehatan.
Saran : Diharapkan petugas kesehatan Puskesmas Kecamatan Koja Jakarta Utara agar tetap mempertahankan dalam memberikan penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya perawatan payudara serta untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA TINGKAT III SEMESTER VI AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO TENTANG DIET SEHAT TAHUN 2014
Latar Belakang : Bentuk tubuh ideal dan sehat tentunya menjadi impian semua orang khususnya remaja wanita. Sehingga banyak dari mereka yang tertarik untuk melakukan menurunkan berat badan melalui diet. Karena selain untuk menunjang penampilan, diet yang sehat dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.Tetapi rendahnya pengetahuan seseorang tentang diet akan mempengaruhi proses diet yang mengakibatkan diet tidak dilakukan dengan benar dan berdampak buruk untuk kesehatan.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswi tingkat III Akbid RSPAD Gatot Soebroto tentang diet sehat Tahun 2014 berdasarkan sumber informasi, IMT, pengaplikasian diet sehat, dan pola makan sehari – hari.
Metoda penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan 92 mahasiswi tingkat III Akbid RSPAD Gatot Soebroto sebagai objek penelitian.Instrumen yang digunakan adalah berupa data primer (kuesioner). Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi (p=0.005; OR=2.556), IMT ( p=0.000; OR=33.320), pengaplikasian diet sehat (p=0.001; OR=5.075), sedangkan hasil uji statistik yang tidak terdapat hubungan signifikan adalah pola makan (p=0.821; OR=1.103)
Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa gambaran pengetahuan mahasiswi Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto dapat dikategorikankurang baik yaitu sebanyak 86 mahasiswi. ( 93,5 %
ANGKA KEJADIAN YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA DISMENOREA PADA SISWI KELAS IX DI SMP MUTIARA II JAKARTA UTARA PERIODE APRIL 2014
Latar Belakang : Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian dismenorea yang cukup tinggi pada remaja. Hasil studi epidemiologi di USA, diperkirakan hampir 90% wanita mengalami dismenorea, dan 10–15% diantaranya mengalami dismenorea berat, yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun (Jurnal Occupation And Environmental Medicine,2008). Telah diperkirakan bahwa lebih dari 140 juta jam kerja yang hilang setiap tahunya di Amerika Serikat karena dismenore primer (Schawarz,1998). Di indonesia sendiri angka kejadian dismenore 64,25%, terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Dismenorea yang berlebihan dapat menggangu aktivitas atau kegiatan sehari-hari. Keadaan tersebut menyebabkan menurunnya kualitas hidup wanita, sebagai contoh siswi yang mengalami dismenore tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar dan motivasi belajar menurun karena nyeri yang dirasakan (Prawirohardjo, 2010).
Tujuan : Untuk mengetahui angka kejadian yang mempengaruhi dismenore pada siswi kelas IX di SMP Mutiara II Jakarta Utara periode Maret-April 2014
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan perangkat lunak komputer, Pengumpulan data primer tertulis melalui kuesioner dengan jumlah populasi sebesar 50 siswi, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu dengan besaran sample sejumlah populasi yang ada sebanyak 50 siswi.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche (p= 0.005; OR=6.944), lama haid ( p=0.002; OR=8.444), status gizi (p=0.014; OR=4.533), kegiatan berolahraga ( p= 0.023;OR= 3.857).
Kesimpulan : Terjadinya dismenore pada siswi kelas IX di SMP Mutiara II Jakarta Utara adalah sebesar 92,0% dan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan dismenore serta kegiatan berolahraga dengan dismenore
ANGKA KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS KELURAHAN PENJARINGAN PERIODE APRIL 2014
Latar Belakang : Ruptur perineum adalah perlukaaan jalan lahir yang terjadi saat kelahiran bayi baik dan menggunkan alat maupun tidak menggunkan alat. (Enggar, 2010)
Dampak dari terjadinya rupture perineum pada ibu antara lain terjadinya infeksi pada luka jahitan dimana dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir. Selain itu juga dapat terjadi perdarahan karena terbukanya pembuluh darah yang tidak menutup sempurna sehingga perdarahan terjadi terus menerus. Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah. Perdarahan pada ruptur perineum dapat menjadi hebat khususnya pada ruptur derajat dua dan tiga atau jika ruptur perineum meluas ke samping atau naik ke vulva mengenai klitoris. Karena dekat dengan anus, laserasi perineum dapat dengan mudah terkontaminasi feses. Infeksi juga dapat menjadi sebab luka tidak dapat segera menyatu sehingga timbul jaringan parut. Jaringan parut yang terbentuk sesudah laserasi perineum dapat menyebabkan nyeri selama berhubungan (Prawirohardjo, 2011). Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2009 terjadi 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin. Di Amerika 26 juta ibu bersalin yang mengalami rupture perineum, 40 % diantaranya mengalami rupture perineum (Heimburger, 2009).
Tujuan Penelitian : Mengetahui Angka kejadian rupture perineum pada ibu bersalin di Puskesmas Kelurahan Penjaringan periode April 2014.
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain Studi Penampang Analitik (analytic cross-sectional). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square .
Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian yang dilakukan, jumlah ibu bersalin dengan rupture perineum spontan sebanyak 155 orang dari 255 yang mengalami rupture perineum spontan. Jumlah ibu bersalin yang mengalami rupture perineum terbanyak pada Grade III - Grade IV yaitu 55.5 % , berdasarkan usia ibu yang menunjukan frekuensi tertinggi yaitu usia 20 – 35 tahun sebanyak 87 % dengan nilai P=0.000 dan OR=4.0 CI 95%(2.058-7.914) , berdasarkan berat badan lahir yang menunjukan frekuensi tertinggi yaitu <2500 gram – >4000 gram sebanyak 52.9% dengan nilai P=0.000 dan OR=13.6 CI 95%(6.130-30.267), berdasarkan paritas yang menunjukan frekuensi tertinggi yaitu pada primipara sebanyak 50.3% dengan nilai p=0.000 dan OR=3.7 CI 95%(1.938-7.414), sedangakan berdasarkan jarak kelahiran frekuensi tertinggi adalah >2 tahun sebanyak 54.2 dengan nilai p=0.002 dan OR=2.7 CI 95%(1.421-5.256).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa angka kejadian rupture perineum masih tinggi khususnya pada rupture Grade II, pada ibu usia 20-35 th,pada kelahiran bayi dengan berat badan lahir 2500-4000, persalinan multipara, dan dengan jarak kelahiran ≤ 2 th dan > 2 th
KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB MOW DI POLI KB GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE JANUARI 2014
Latar Belakang : Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utama yang dihadapi diIndonesia adalah dibidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhan penduduk. Keadaan penduduk yang demikian telah mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana.
Program KB ini dirintis sejak tahun 1951 dan terus berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini salah satu tujuannya adalah penjarangan kehamilan mengunakan metode kontrasepsi dan menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk.
Tujuan : Untuk mengetahui Karakteristik penggunaan akseptor KB MOW di Poli kebidanan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan perangkat lunak komputer, Pengumpulan data primer tertulis melalui kuesioner dengan jumlah populasi sebesar 103 akseptor, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu dengan besaran sample sejumlah populasi yang ada sebanyak 85 akseptor KB MOW.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu p= 0.000; OR=28.205 CI95% (7.327-108.575), paritas p=0.000; OR=9.398 CI95% (3.476-25.408), Pendidikan p=0.005; OR=3.700 CI95% (1.439-9.516), status pekerjaan p= 0.007;OR= 3.321 CI95% (1.359-8.117).
Kesimpulan : Berdasarkan paritas banyak terjadi pada ibu dengan jumlah anak 2-4 orang yaitu sebesar 75,6%, berdasarkan tingkat pendidikan banyak terjadi pada akseptor dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebesar 59,8% dan berdasarkan pekerjaan banyak terjadi pada akseptor dengan tidak bekerja sebesar 62,2%
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA Di CIDODOL RT 11 RW 06 KELURAHAN GROGOL SELATAN KECAMATAN KEBAYORAN LAMA PERIODE MARET–APRIL 2014
Latar Belakang : PHBS Tatanan Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan. Masyarakat sebagai sasaran dari program ini hendaknya memiliki kesadaran penuh untuk mengaplikasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu indikator terciptanya kota sehat.
Tujuan penelitian : untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan PHBS masyarakat pada tatanan rumah tangga di Cidodol RT 11 RW 06 Kelurahan Grogol Selatan Kecamatan Kebayoran Lama.
Metoda penelitian : Dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional terhadap survei rumah tangga dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 101 KK dengan besar sampel 80 KK yang terpilih secara acak melalui teknik “Sampling Random”. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian : Menunjukkan gambaran dari 81 KK yang berprilaku hidup bersih dan sehat baik sebanyak 45 KK (55.6%). Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara persalinan oleh nakes (p= 0.000; OR=10.212), ASI Eksklusif ( p=0.000; OR=11.071), timbang bayi dan balita (p=0.003; OR=4.000), air bersih ( p= 0.001; OR= 5.200), melakukan cuci tangan (p=0.003; OR=4.105), penggunaan jamban sehat (p=0.001; OR=4865), bebas jentik nyamuk (p=0.000; OR=8.286), mengkonsumsi buah dan sayur (p=0.029; OR=2.751), berolahraga secara teratur (p=0.002; OR=5.714) dan tidak merokok dirumah (p=0.017; OR=3.000).
Kesimpulan : Berdasarakan gambaran kejadian PHBS tatanan rumah tangga pada masyarakat Cidodol RT 11 RW 06 Kelurahan Grogol Selatan Kecamatan Kebayoran Lama Periode Maret - April 2014 sebanyak 45 KK (55.6%) yang ber-PHBS baik dari 81 KK, hubungan antara PHBS tantanan rumah tangga dengan variabel pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 28 KK (84.8%) pada persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan p value=0.000 dan OR=10.212, variabel asi eksklusif sebanyak 31 KK (83.8%) pada yang ber-asi eksklusif dengan p value= 0.000 dan OR=11.071, variabel timbang BB bayi & balita sebanyak 30KK (71.4%) pada yang ditimbang BB dengan p value=0.003 dan OR=4.000, variabel penggunaan air bersih semua warga sudah menggunakan air bersih yaitu sebesar 30 KK (75%) dengan nilai p value=0.001 dan OR=5.200, variabel cuci tangan sebanyak 26 KK (74.3%) pada yang sudah melakukan cuci tangan dengan nilai p value=0.003 dan OR=4.105, penggunaan jamban sehat sebanyak 33 KK (71.1%) pada yang menggunakan jamban sehat dengan nilai p value=0.001 dan OR=4.865, variabel bebas jentik nyamuk sebanyak 30 KK (55.6%) pada yang rumahnya bebas jentik nyamuk dengan nilai p value=0.000 dan OR=8.268, variabel mengkonsumsi sayur dan buah sebanyak 32 KK (65.3%) pada yang mengkonsumsi sayur dan buah deng nilai p value=0.029 dan OR=2.751, variabel olahraga teratur sebanyak 40 KK (65.6%) pada yang berolahraga secara teratur dengan nilai p value=0.002 dan OR=5.714 dan variabel tidak merokok dalam rumah sebanyak 27KK (69.2%) pada yang tidak merokok dalam ruangan dengan nilai p value=0.017 dan OR=3.000
Saran : Melalui penelitian ini diharapkan agar rumah tangga memiliki kesadaran akan pentingnya PHBS, terutama mengenai rokok. Disarankan kepada setiap rumah tangga untuk lebih memahami bahaya yang ditimbulkan akibat rokok dan kepada pihak yang terkait untuk selalu memberikan informasi tentang bahaya rokok
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN SUMBER INFORMASI DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMILTENTANG HIV-AIDS & PMT-CT Di PUSKESMAS SENEN JAKARTA PUSAT PERIODE APRIL 2014
Latar Belakang : Berdasarkan Studi pendahuluan di Puskesmas Kec.Senen Jakarta Pusat pada tahun 2013 terdapat 59 kasus HIV , dan 11 Ibu hamil dengan HIV positif.
Tujuan penelitian : Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang HIV-AIDS & PMT-CT Di Puskesmas Kec.Senen Jakarta Pusat periode April 2014
Metoda penelitian : Dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional terhadap ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Kec.Senen Jakarta Pusat pada tanggal 3 – 8 April 2014 dengan melibatkan 50 sampel, Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian : Menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang HIV-AIDS & PMT-CT Di Puskesmas Kec.Senen Jakarta Pusat periode April 2014 mayoritas berpengetahuan baik yaitu 66 %. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p= 0.006; OR=7.969), pendidikan ibu ( p=0.036; OR=3.900), status pekerjaan (p=0.008; OR=5.306), sumber informasi ( p= 0.017;OR= 6.250) dan paritas ( p=0.004; OR = 7.179). Kesimpulan : Berdasarakan analisis univariat variabel independen yang paling bermakna terhadap pengetahuan adalah variabel pendidikan dan berdasarkan analisis bivariat dari variabel independen yang bermakna adalah variabel pendidikan, sumber Informasi, dan paritas .
Saran : Menggiatkan program penyuluhan dan konseling tentang HIV-AIDS dan PMT-CT pada ibu hami
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM OLEH WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS GAMBIR JAKARTA PUSAT PERIODE JULI 2014
Latar belakang : Angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi, salah satu faktornya adalah jarak kelahiran yang terlalu dekat. Kebijakan pemerintah dalam upaya mengendalikannya dengan cara memaksimalkan akses serta penggunaan kontrasepsi yang efektif, efisien dan berjangka panjang, yaitu AKDR. Dari data Kohort Puskesmas Gambir, pada tahun 2012 terjadi peningkatan penggunaan kontrasepsi AKDR 26,93%.
Tujuan penelitian : Tujuan umum dari penulisan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan AKDR oleh wanita usia subur di Puskesmas Gambir 2013.
Metode penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik (analytic cross-sectional). Populasi dari penelitian ini 2841, sedangkan sampelnya adalah 210 orang yang diambil berdasarkan systematic random sampling. Penggumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan faktor-faktor penggunaan kontrasepsi AKDR pada wanita usia subur.
Hasil penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan penggunaan AKDR adalah variabel paritas (p value 0.000, OR = 10.9; 95%CI 4.429-27.215), dukungan suami (p value 0.000 ,OR= 6.7 ;95%CI 2.591-17.739 ), jarak (p value 0.030, OR=2.3 ;95%CI 1.086-5.141) dan biaya (p value 0.015, OR= 2.9 ;95%CI 1.234-7.258).
Kesimpulan : Responden yang berisiko tidak menggunakan kontrasepsi AKDR adalah paritas < 2 anak, suami yang tidak mendukung, biaya mahal dan jarak yang ditempuh jauh. Disarankan kepada wanita usia subur yang memiliki anak > 2 untuk menggunakan KB, sosialisasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan dukungan suami terhadap istri dalam memilih kontrasepsi yang tepat, sosialisasi kepada wanita usia subur bahwa ada program kartu jakarta sehat khususnya kontrasepsi AKDR, dianjurkan kepada tenaga kesehatan khususnya koordinator program KB Puskesmas Gambir agar melaksanakan program bakti sosial pemasangan kontrasepsi AKDR gratis di masyarakat