Jurnal Akademi Kebidanan (Akbid) RSPAD Gatot Soebroto
Not a member yet
23 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTERI TENTANG RESIKO PERNIKAHAN DINI DI SMA NEGERI 114 JAKARTA UTARA PERIODE MARET-APRIL 2014
Latar Belakang : Pernikahan dini merupakan sebuah bentuk ikatan / pernikahan yang salah satu atau kedua pasangan berusia di bawah 18 tahun. Pernikahan dini telah menjadi perhatian komunitas internasional mengingat risiko yang timbul seperti risiko komplikasi yang terjadi saat kehamilan, dan saat proses persalinan sehingga berperan meningkatkan angka kematian ibu dan bayi.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang resiko pernikahan dini.
Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi, pengolahan atau analisis data, membuat kesimpulan dan laporan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja terhadap resiko pernikahan dini berdasarkan usia, lingkungan tempat tinggal ,peran orang tua dan sumber informasi (majalah,VCD/DVD, internet).
Hasil Penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini adalah variabel Umur (p value 0.001, OR = 4.2; 95%CI 1.734-10.049), tempat tinggal (p value 0.000 ,OR= 6.4 ;95%CI 2.518-16.139 ), peran orangtua (p value 0.005, OR=3.3 ;95%CI 1.426-7.794) dan sumber informasi (p value 0.000, OR= 8.5 ;95%CI 3.387-21.797).
Kesimpulan : Siswi-siswi di SMA Negri 114 Jakarta Utara mempunyai pengetahuan cukup tentang resiko pernikahan dini
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI PERISTI RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE JANUARI-MARET 2014
Latar Belakang : Hingga saat ini, Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih merupakan masalah di dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir. Bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR) tidak sama dengan bayi prematur karena tidak semua bayi dengan berat lahir rendah adalah bayi prematur. Sekitar dua per tiga BBLR adalah bayi prematur, sedangkan sepertiga lainnya adalah bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) dan 70 % dari bayi ini berat badannya antara 2000 dan 2500 gram (Myles, Buku ajar bidan:761). Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu resiko yang mempunyai peran penting dalam kematian neonatus. Selain itu, BBLR dapat mengalami gangguan pada sistem pernafasan, susunan saraf pusat, kardiovaskuler, hematologi, gastrointestinal, ginjal, serta termoregulasi. Menurut data WHO pada tahun 2003 bahwa setiap tahun diperkirakan Sekitar 27 % angka kematian pada neonatus disebabkan oleh BBLR. Lebih dari 20 juta bayi diseluruh dunia (15 %) dari seluruh kelahiran, merupakan BBLR, 95,6% diantaranya merupakan bayi yang dilahirkan di negara-negara sedang berkembang. Secara statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan dinegara berkembang dan angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibanding bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram. Menurut Ibrahim (1997) insidensi BBLR di seluruh Asia adalah 22%.
Tujuan penelitian : untuk mendapatkan gambaran factor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian BBLR di peristi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad periode januari-maret 2014.
Metoda penelitian : Dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional terhadap survei rumah tangga dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 125 responden dengan besar sampel 50 50 responden yang terpilih secara acak melalui teknik “Sampling Random”. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian : Menunjukkan gambaran dari 50 responden yang mengalami BBLR sebanyak 33 responden (66%). Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara ANC (p= 0.016; OR=4.464), Hipertensi ( p=0.036; OR=3.900), kebiasaan merokok (p=0.006; OR=7.969), RAS ( p= 0.025; OR= 4.197) dan Premature (p=0.020; OR=4.217.
Kesimpulan : Berdasarakan gambaran factor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian BBLR di Peristi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sebanyak 33 (66%) responden yang mengalami BBLR dari 50 responden, hubungan antara BBLR dengan variabel ANC sebanyak 8 responden (24.2%) pada ibu yang melakukan ANC dan mengalami BBLR, dengan p value=0.016 dan OR=4.464; variabel hipertensi sebanyak 18 responden (54.5%) pada ibu yang mengalami hipertensi dan BBLR, dengan p value= 0.036 dan OR=3.900; variabel kebiasaan merokok sebanyak 17 (51.5%) pada ibu yang merokok dan mengalami BBLR, dengan p value=0.006 dan OR=7.969; variabel ras sebanyak 26 responden (78.8%) pada ibu ber- ras hitam dan mengalami BBLR, dengan nilai p value=0.025 dan OR=4.197; variabel premature sebanyak 23 responden (69.7%) pada yang mengalami premature dan BBLR, dengan nilai p value=0.020 dan OR=4.217
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI Di KAMAR TINDAKAN RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE NOVEMBER-DESEMBER 2013
Latar Belakang : Berdasarkan data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2010 menyebutkan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia 31 per 1000 kelahiran hidup terus meningkat sampai tahun 2011 dan mencapai 48 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Salah satu program terkini dalam proses pelaksanaan percepatan penurunan AKB adalah program Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Pelaksanaan IMD khususnya di Indonesia masih sangat rendah. Menurut Depkes RI 2003, IMD 30 menit setelah persalinan hanya 8.3%, sedangkan untuk pemberian ASI satu jam kelahirannya sebesar 29.3%. Pencapaian 6 bulan ASI eksklusif juga sangat bergantung pada keberhasilan inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan peran tenaga kesehatan dalam pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD) di kamar tindakan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad Periode November-Desember 2013.
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain Studi Penampang Analitik (analytic cross-sectional). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda dengan CI 95%.
Hasil Penelitian : Hasil analisis bivariat didapat bahwa variabel pelatihan, umur, pengetahuan, sikap, pendidikan, masa kerja dan umur terdapat hubungan yang bermakna dengan kepatuhan bidan dengan p< 0,05. Sedangkan status perkawinan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan bidan dengan p > 0,05. Hasil penelitian menurut analisis multivariate diperoleh pelatihan (p value 0.043; OR 10.756), sikap (p value 0.042 ; OR 18.029), masa kerja (p value 0.034 ; OR 11.529) dan umur (p value 0.018 ; OR 20.192) merupakan variable yang mempengaruhi kepatuhan bidan dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini.
Kesimpulan : kepatuhan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan inisiasi menyusui dini di kamar tindakan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sudah mencapai 66%. Pada tahun berikutnya bisa lebih meningkat sehingga semua ibu yang melahirkan baik secara spontan atau abdominal melaksanakan inisiasi menyusui dini, merupakan factor pendukung keberhasilan ASI Eksklusif