E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGARUH EARNING PER-SHARE, PRICE EARNING RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO DAN PRICE TO BOOK VALUE TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN SUB-SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA DI BEI PERIODE 2013-2015
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Earning Per-Share, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio dan Price to Book Value terhadaap Return Saham pada perusahaan sub-sektor Industri Dasar dan Kimia di BEI Periode 20132015. Data diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory dan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan dengan menggunakan sampel perusahaanperusahaan disub-sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015. Data dianalisis dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa Earning Per-Share, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio dan Price to Book Value baik secara simultan maupun parsial tidak memiliki pengaruh terhadap Return Saham pada perusahaan sub-sektor Industri Dasar dan Kimia di BEI Periode 2013-2015.Kata kunci: Earning Per-Share, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio, Price to Book Value dan Return Saham
SIMULASI STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE LABORATORIUM KOMPUTER DENGAN PEMODELAN FINITE STATE MACHINE PADA PERILAKU TEKNISI
Abstrak. Laboratorium komputer merupakan infrastruktur yang umumnya wajib ada di dunia pendidikan. Hal tersebut tidak terlepas dari fungsi laboratorium komputer sebagai penunjang proses pembelajaran, khususnya di era digitalisasi. Karena pentingnya laboratorium komputer, maka selayaknya dibuat pedoman penggunaan dan perawatan, dengan tujuan agar keberadaan laboratorium komputer tetap dapat dipakai oleh seluruh civitas akademik. Pedoman tersebut umumnya dibuat dalam bentuk teks dan gambar alur kerja yang biasa disebut standard operational procedure (sop). Permasalahan yang muncul adalah teks dan gambar alur kerja pada sop kurang menarik untuk dipahami, sehingga diperlukan sebuah simulasi yang dapat mendiskripsikan sop tersebut. Dalam penelitian ini, simulasi sop dibangun menggunakan pemodelan finite state machine pada perilaku teknisi laboratorium komputer sebagai non player character, karena peranan teknisi sangat penting untuk menjaga dan merawat laboratorium komputer. Hasil pemodelan fsm diimplementasikan ke dalam bentuk role playing game, sehingga keluaran dari penelitian ini adalah sebuah simulasi sop yang menarik dan mudah untuk dipahami. Kata Kunci: teknisi, finite state machine, non player character, role playing game DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v14i1.144
Pengaruh Suhu, Lama Waktu Pemanasan, pH, Garam dan Gula Terhadap Kestabilan Karotenoid Licuala
Kesadaran masyarakat untuk memilih makanan dengan penampakan menarik dan aman semakin mengalami peningkatan. Salah satu atribut mutu yang memiliki peranan dalam hal ini adalah warna. Warna dapat digunakan untuk menarik minat konsumen dalam memilih dan mengkonsumsi suatu produk pangan. Warna/pigmen bisa didapatkan dari hasil ekstraksi bahan pangan seperti sayur dan buah. Kulit buah palem Licuala mengandung pigmen karotenoid yang terdiri dari warna merah, kuning dan oranye, sehingga demikian berpotensi untuk digunakan sebagai salah satu sumber pewarna alami. Namun demikian, ternyata stabilitas warna dapat berubah, salah satu faktornya adalah proses pembuatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses pengolahan seperti pH, penambahan garam dan gula, suhu dan lama waktu pemanasan. Ada 2 tahapan dalam penelitian ini yaitu ekstraksi warna dan uji kestabilan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pemanasan dengan suhu dan lama tertentu, pH, garam dan gula secara signifikan (p<0,05) mampu mempengaruhi kestabilan karotenoid. Kata kunci: karotenoid, pigmen, kestabilan, warna DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v12i2.129
Optimasi Energi Bubur Instan Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L) Terfermentasi Dengan Metode Linear Programming
Makanan Pendamping ASI merupakan makanan yang diberikan kepada bayi saat usianya 6 bulan keatas. Makanan pendamping ASI juga berfungsi sebagai pengenalan kepada bayi terhadap makanan keluarga. Berbagai tanaman di tanah air dapat digunakan sebagai makanan pendamping ASI, bahan sumber karbohidrat yang akan digunakan dalam penyusunan formulasi bubur instan ini adalah ubi jalar. Selain ubi jalar digunakan pula bahan lokal lain seperti daging ayam, wortel, susu bubuk dan minyak kedelai. Tujuan umum penelitian ini adalah menyusun formula bubur bayi yang tepat dari bahan tepung ubi jalar fermentasi, tepung daging ayam, tepung wortel, minyak kedelai dan susu bubuk dengan menggunakan metode Linear Programming. Fungsi Tujuan : memaksimalkan nilai energi dalam bubur instan yang didasarkan pada optimalisasi pemakaian bahan baku dengan persamaan sebagai berikut : , dimana = tepung ubi jalar, = tepung daging ayam, = tepung wortel, = susu bubuk dan = minyak kedelai. Berdasarkan persamaan tersebut didapatkan formulasi tepung ubi jalar 50 gr, tepung daging ayam 8,34 g, tepung wortel 16,66 g, susu bubuk 20 g dan minyak kedelai 5 g, sehingga didapatkan bubur instan berbahan dasar tepung ubi jalar fermentasi dalam 100 gram dengan kandungan total energi sebesar 440,413 Kkal, lemak 12,27 gr, protein 14,67 gr, karbohidrat 59,66 gr, kadar abu 5,06%, kadar air 8,34%, omega 6 sebesar 0,451.g, omega 3 sebesar 0,006 g dan total karoten sebesar 173,37 µg/g. Sifat fisik bubur instan ubi jalar meliputi densitas energi sebesar 1,256 Kkal/gr, densitas kamba sebesar 0,5333 g/ml dan uji seduh sebesar 100 ml/40gr.Kata Kunci : linear programming, makanan pendamping ASI (MP-ASI), optimasi energi, ubi jalar DOI https://doi.org/10.33005/jtp.v12i2.128
PERHITUNGAN POTENSI EMISI GAS RUMAH KACA DARI SEKTOR INDUSTRI BATIK BERDASARKAN METODE IPCC GUIDELINES (2006)
Abstrak Dalam industri batik pemanfaatan sumberdaya alam yang ada tersebut ditransformasi menjadi suatu produk yang memiliki makna filosofis untuk mewakili suatu bentuk budaya Indonesia. Sumberdaya alam yang dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk proses produksi pada industri batik, tidak hanya menjadi produk yang diminati masyarakat tetapi disisi lain memiliki dampak negatif berupa limbah dan emisi yang kemungkinan menyebabkan terjadinya degradasi terhadap sumberdaya alam yang digunakan dan berpotensi mengakibatkan pencemaran lingkungan. Sebagian besar penanganan limbah batik difokuskan pada limbah cair dan padat tetapi tidak memperhatikan limbah gas (emisi). Pada makalah ini dilakukan perhitungan kontribusi industri batik terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dengan menggunakan metode IPCC Calculation Method (2006). Perhitungan emisi GRK dilakukan dengan dua pendekatan yaitu emisi yang berasal dari kosumsi energi dan berasal dari kegiatan pengolahan limbah. Dari hasil perhitungan melalui kedua pendekatan tersebut diperoleh hasil emisi untuk satu industri batik diperoleh sebesar 120,02 ton /tahun CO2 eq. Kata kunci : industri batik, emisi, gas rumah kacaDOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.130
EFEKTIVITAS PROGRAM PNPM MANDIRI PERKOTAAN BIDANG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MENUMBUHKAN PARTISIPASI SWADAYA MASYARAKAT DI KOTA SURABAYA
Program PNPM Mandiri Perkotaan (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan) disebut PNPM MP adalah suatu program penanggulangan kemiskinan sebagai upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan didaerahnya. Pembanguan Bidang Pembangunan Infrasruktur, masyarakat sendiri yang menentukan jenis dan bentuk kegiatan prasarana dan sarana agar sejalan dengan kebutuhan dalam rangka penanggulangan kemiskinan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan. Untuk pelaksanaannya dibentuk suatu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai koordiantor pembangunan juga untuk menggalang partisipasi swadaya masyarakat dalam bentuk tenaga, bahan material maupun konsumsi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa program ini sangat efektif untuk menumbuhkan kepedulian masyarat berperan aktif dalam pembangunan terlihat dari swadaya yang dikeluarkan baik itu tenaga maupun material sebesar ± 31 % dari total dana untuk pembangunan dan juga keaktifan masyarakat atau antusiasme mereka dalam pertemuan ± 20 orang tiap pertemuan karena mereka merasa memiliki bangunan tersebut.Kata Kunci : kemiskinan, infrastruktur, kepedulian, swaday
KARAKTERISTIK FIBER PLASTIC BENESER UNTUK MENGURANGI RETAKAN PADA ASPAL BETON
Fiber plastic beneser tergolong dalam serat polypropylene. Serat polypropylene merupakan bahan utama untuk pembuatan barang–barang yang terbuat dari plastik. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa serat polypropylene dapat meningkatkan durability beton dan mampu mengurangi keretakan pada konstruksi beton. Sedangkan pemakaian serat polypropylene pada campuran aspal panas belum diketahui dengan pasti. Sehingga penelitian kali ini, di coba pada struktur jalan. Untuk penelitian ini dilakukan pemeriksaan agregat serta aspal terlebih dahulu. Kemudian dilakukan pengujian Marshall tahap I untuk mencari kadar aspal optimum, dimana didapatkan nilai kadar aspal optimum sebesar 5,4%. Kemudian dilakukan pengujian marshall tahap II untuk mencari kadar serat optimum, dimana didapatkan nilai kadar serat optimum sebesar 4,6%. Sedangkan pada karakteristik campuran aspal beton dengan bahan tambahan serat polypropylene didapat nilai VMA sebesar 19,51%, VFA didapat nilai sebesar 63,85%, nilai VIM didapat sebesar 7,06%, stabilitas sebesar 1288,88 kg, flow sebesar 3,9 mm dan MQ sebesar 368,71 kg/mm.Kata kunci:Aspal Beton, SeratPolypropylene, Fiber Plastic Beneser, Stabilita
ROTATING BIOLOGICAL CONTRACTOR DENGAN BENTUK CAKRAM BERGERIGI UNTUK PENYISIHAN KANDUNGAN ORGANIK COD PADA LIMBAH TAHU
Tujuan utama dari penelitian ini, adalah mengembangkan RBC (Rotating Biological Contactor) yang efisien, dengan bentuk cakram bergerigi. Bentuk media yang akan dikembangkan, berbentuk tiga dimensi bergerigi,dan dibeberapa bagian berbelah, sehingga kestabilan struktur tetap terjaga dan diharapkan mampu meningkatkan aerasi dan menambah luas permukaan pada cakram RBC. Dalam penelitian ini, putaran rotor ditetapkan 7 rpm, 40% cakram tercelup limbah, dan yang divariasi adalah konsentrasi COD (So) dari 810 mg/l - 6420 mg/l, dengan waktu sampling yaitu 0.7 jam, 1 jam, 1.3 jam, 1.5 jam, dan 2 jam. Didapatkan bahwa RBC dengan bentuk cakram bergerigi, telah berhasil dioperasikan dan diaplikasikan pada limbah tahu dengan variasi konsentrasi kandungan organik COD, 6420 mg/l, 5136 mg/l, 4860 mg/l, 3240 mg/l, 1620 mg/l, dan 810 mg/l. Mampu secara maksimal meremoval COD 94.67% pada HRT 2 jam di stage 3 dengan COD inlet 810 mg/l. RBC ini yang beroperasi dengan menggunakan 3 stage, didapatkan juga pada stage 2 optimal menurunkan kandungan organik dengan COD inlet 1620 mg/l (% Removal= 81.33) dan 810 mg/l (% Removal = 85.4) di HRT 2 jam, ini membuktikan bahwa efisiensi kinerja reaktor RBC media tiga dimensi bergerigi lebih besar daripada RBC dengan media dua dimensi. Kata kunci : cakram, limbah, biofil