E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBANDINGAN KEBIJAKAN PERPAJAKAN ANTARA TAX AMNESTY DAN SUN SET POLICY
Tahun 2015 dan 2016, pemerintah gencar meningkatkan penerimaan negara melaluikebijakan fiscal pajak. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah memulainya denganmengeluarkan Tax Amnesty. Tax Amnesty dalam skala terbatas dilaksanakan dalam bentukkeputusan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan yang disebut dengan istilahReinventing Policy yaitu Tax Amnesty terbatas hanya pada penghapusan sanksi dan dendabunga. Permasalahannya adalah ketika kebijakan ini diluncurkan muncul rancangan undang-undang Tax Amnesty dengan ruang lingkup pengampunan yang lebih luas. Adapun tujuandilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas dikeluarkannya kebijakantersebut. Pembahasan dilakukan dengan cara study empiris membandingkan kebijakan yangpernah dilakukan pada tahun 2008 yaitu Sunset Policy disertai dengan referensi negara- negaralain yang pernah melakukan kebijakan serupa. Perbandingan ini diperlukan sebagai salah satuanalisis pelaksanaan dan dampak pemberlakuan Tax Amnesty di Indonesia dengan kekhususanbahwa pada saat diberlakukannya TaxAmnesty, isu tentang akan diberlakukannya Tax Amnestydengan skala lebih luas sudah beredar.. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa kebijakanyang dikeluarkan ternyata tidak efektf dilakukan baik ditinjau dari saat pemberlakukannyakebijakan, jumlah yang dihasilkan serta tindak lanjud atas penerapan kebijakan yangdikeluarkan
MUTU SAUS DENGAN BAHAN DASAR TOMAT, WORTEL DAN MINYAK SAWIT MERAH
Saus adalah olahan makanan yang umumnya berasal dari buah dan sayur yang merupakan jenis bumbu penyedap makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh rasio terbaik antara pasta tomat dan sari wortel pada pembuatan saus tomat agar diperoleh mutu saus tomat yang sesuai dengan SNI. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 (lima) perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 3 (tiga) ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Data yang diperoleh akan dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA). Jika F hitung lebih besar atau sama dengan F tabel maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Berdasarkan data dan analisis hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbandingan antara bahan berpengaruh terhadap total padatan terlarut, viskositas, total karoten, penilaian sensori secara deskriptif (warna, aroma, kekentalan dan rasa) dan penilaian sensori secara hedonik (warna, kekentalan, rasa dan penilaian keseluruhan. Tetapi, perbandingan tersebut tidak berpengaruh terhadap pH, angka lempeng total dan penilaian sensori aroma secara hedonik. Perlakuan STW3 (pasta tomat : sari wortel (70:30)) merupakan perlakuan terbaik dengan pH 3,83, total padatan terlarut 26,33%, viskositas 19.944 cP, angka lempeng total 1,33 x 102 koloni/gram, dan total karoten 590,46 ppm serta disukai secara hedonik dengan deskripsi merah, beraroma antara tomat dan wortel, kental, dan agak manis. Kata kunci: tomat, saus, wortel, minyak sawit merah DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i2.170
KARAKTERISTIK EFFERVESCENT PREBIOTIK GALAKTOMANAN DARI AMPAS KELAPA
Effervescent didefinisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung (CO2) sebagai hasil dari reaksi kimia dalam larutan. Persiapan Effervescent memiliki tujuan tertentu, tergantung pada jenis bahan aktif yang digunakan. Penambahan galactomannan ke effervescent adalah salah satu inovasi baru dalam produk effervescent yang menggunakan bahan aktif seperti prebiotik. Limbah ampas kelapa merupakan salah satu limbah dari pengolahan kelapa yang berpotensi diekstraksi secara galactomannan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan galactomannan terhadap karakteristik efervesen. Desain yang digunakan adalah desain acak lengkap sederhana dengan penambahan konsentrasi galaktomanan yang berbeda (1,2,3,4%). Hasil terbaik yang dipilih adalah produk dengan penambahan 4% galaktomanan. Ini memiliki karakteristik Fisik dan Kimia; kadar air 3,884%, berat 495.740 mg, kekerasan 5,8 kg / cm2, kerapuhan 0,217%, dan waktu kelarutan 1,54 menit. Kata Kunci: Efervescen, prebiotik, galaktomanan, ampas kelapa DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i2.170
MUTU FISIK DAN VIABILITAS PRODUK JAPRO (JAMU PROBIOTIK) MINUMAN SEHAT KAYA ANTIOKSIDAN
Temulawak telah terbukti memiliki kandungan senyawa aktif fenolik dan air cucian beras (leri) memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi untuk dijadikan minuman kesehatan kaya antioksidan. Sari temulawak dan air leri yang terfermentasi oleh bakteri asam laktat dibuat dalam bentuk sediaan inovatif berupa minuman kesehatan yaitu JaPro (Jamu Probiotik). Produk ini merupakan produk terobosan baru minuman yang kaya antioksidan dan memiliki kandungan probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji mutu fisik dan viabilitas bakteri asam laktat JaPro sebagai langkah awal penentuan landasan formulasi yang akan dikembangkan. Penelitian ini terdiri atas pembuatan produk JaPro dengan menggunakan sari temulawak dan air leri sebanyak 1:1 dengan menggunakan stater Lactobacillus casei shirota strain. Parameter uji mutu fisik meliputi nilai bobot jenis (BJ), derajat keasaman (pH), total asam tertitrasi, nilai viskositas dan total bakteri asam laktat (BAL). Hasil pengujian menunjukkan berat jenis 1,0489 g/ml; derajat keasaman (pH) 4,53; total asam tertitrasi 0,2070%; viskositas 1,0647 cp; total BAL 2,4×108 CFU/mL. Kesimpulan Japro memiliki mutu fisik yang baik dan viabilitas bakteri asam laktat yang memenuhi persyaratan minuman probiotik Kata kunci: antioksidan, temulawak, viabilitas, probiotik DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i2.170
MODEL, MOTIVASI DAN KENDALA MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN PERTANIAN KOTA (URBAN FARMING) DI KOTA SURABAYA
Urban farming can be a government effort to strengthen the country's food security, improve the economy of the people, improve the ecology of the city, maintain the social and cultural values of Indonesia. In Surabaya there are still many people who aren’t maximal in applying the agriculture city, agriculture is still minimal so that the urban farming model that is implemented is still simple not in accordance with the situation without regard to its impact based on the background of this research. The purpose of this study is 1). Identify the application of urban farming models in the city of Surabaya 2). Knowing the motivation of the community to do urban agriculture and 3). Knowing the obstacles experienced by the community in implementing urban agriculture in the city of Surabaya. The results of the study found that the urban farming model that is mostly carried out by the people of Surabaya in sequence is hydroponics, followed by verticulture, fisheries and finally the rooftop garden. The motivation of the Surabaya community in conducting urban agriculture in sequence is mostly to increase income, utilize empty land, channel farming hobbies, and utilize green open space (RTH). Constraints or problems faced by the community in conducting urban agriculture are mostly sequentially attacked by plant pests, lack of capital to develop, barriers due to extreme weather and lack of experience and knowledge in urban agriculture. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i1.161
Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi Di Tingkir Lor Salatiga)
Desa Tingkir Lor mempunyai potensi konveksi dan banyak mendapatkan kunjungan wisatawan. Potensi yang ada ditangkap oleh pemerintah kota Salatiga untuk dikembangkan menjadi desa wisata sejak tahun 2015. Sebagai desa wisata partisipasi masyarakat menjadi hal yang penting, namun kenyataannya partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Desa Wisata Tingkir Lor Kota Salatiga . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat belum optimal. Masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa desa mereka telah ditetapkan sebagai desa wisata, hal ini dimungkinkan karena penetapan sebagai desa wisata dilakukan oleh pemerintah kota Salatiga bersifat mandatory. Perlu komitmen yang kuat baik dari pemerintah kota Salatiga dengan berbagai pemangku kepentingan pariwisata dalam pemberdayaan masyarakat desa Tingkir Lor agar dapat berkembang menjadi desa wisata yang maju. DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v9i2.162
RESPONSIVITAS KEBIJAKAN LOKAL DALAM MENGHADAPI DINAMIKA SOSIAL DI DESA TRADISIONAL BALI AGA: KASUS DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, KARANGASEM BALI.
Desa Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu desa Bali Aga yang ada di Bali. Di Bali dikenal ada beberapa desa tradisional Bali Aga seperti Desa Terunyan (Kabupaten Bangli), Desa Pedawa (Kabupaten Singaraja), Desa Sembiran (Kabupaten Singaraja), Desa Sidetapa (Kabupaten Singaraja). Untuk di kabupaten Karangasem desa tradisional Bali Aga yang dikenal oleh dunia adalah Desa Tenganan Pegringsingan. Kebijakan lokal Desa Tenganan Pegringsingan mempunyai keunikan dibandingkan dengan desa-desa lain di Bali. Menurut sejarah, di Bali terdapat desa Bali Aga dan keturunan Majapahit, dan Desa Tenganan Pegringsingan adalah termasuk Desa Bali Aga. Di zaman orde baru desa adat di Bali diseragamkan oleh pemerintah, sehingga pada saat itu mulai ada lomba desa. Seiring dengan perkembangan zaman, maka desa Bali Aga juga diharapkan mengikuti perubahan tersebut. Tetapi kenyataannya Desa Tenganan Pegringsingan cenderung tidak mengikuti perubahan yang diatur oleh pemerintah seperti dalam sistem perkawinan, kematian, warisan, dan upacara agama lainnya. Penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tokoh-tokoh masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan, hasil pengataman tokoh atau pengamat budaya desa Tenganan Pegringsingan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Desa Tenganan Pegringsingan mengalami dilema, disatu sisi ingin mempertahankan amanat nenek moyang, dan disisi lain tidak bisa menghindari dinamika sosial akibat globalisasi, kebijakan nasional, dan kebijakan pemerintah daerah Bali. DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v9i2.163
INDEKS DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE (DJIA), INDEKS SHANGHAI STOCK EXCHANGE (SSE), KURS USD/IDR, DAN BI RATE BERPENGARUH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2015-2018
Perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar modal. Beberapa faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga saham diantaranya variabel makroekonomi dan indeks global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Indeks Sanghai Stock Exchange (SSE), Kurs USD/IDR dan BI Rate terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa ringkasan laporan indeks bulanan yang diperoleh dari website keuangan. Objek penelitian adalah Indeks Harga Saham Gabungan. Penelitian ini memiliki populasi yang berjumlah 36 data dengan penentuan sampel menggunakan sampel jenuh. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi liner berganda. Uji hipotesis menggunakan uji F dan uji t. Hasil analisis pengujian secara simultan (Uji F), diketahui bahwa variabel Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) (X1), Indeks Shanghai Stock Exchange (SSE) (X2), Kurs USD/IDR (X3) dan BI Rate (X4) berpengauh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2018. Secara parsial DJIA berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Indeks SSE,dan Kurs USD/IDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG. BI Rate berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap IHSG. Kata Kunci : Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Indeks Shanghai Stock Exchange (SSE), Kurs USD/IDR, BI Rate, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2008 – 2017
Penelitian ini membahas modal intelektual perusahaan perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dipilihnya perusahaan perbankan Badan Usaha Milik negara sebagai sampel dikarenakan industri perbankan merupakan salah satu dari empat industri yang merupakan intellectual capital industry sector dan hasil penelitian dari berbagai negara (termasuk Indonesia) menunjukkan bahwa modal intelektual memiliki peran dalam menggerakkan nilai perusahaan. Hasil dari penelitian ini memberikan informasi tentang pengaruh modal intelektual terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui value added capital employed, value added human capital, dan structural capital value added berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pemerintah Republik Indonesia periode 2008 – 2017. Penelitian ini menggunakan data sekunder, data yang diolah dan diperoleh dari laporan keuangan perusahaan perbankan Badan Usaha Milik Negara periode 2008 – 2017. Sampel yang digunakan sebanyak empat perusahaan perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pemerintah Republik Indonesia dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan SPSS.20. Hasil analisis dan uji hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa secara simultan variabel value added capital employed, value added human capital, dan structural capital value added berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Analisis secara parsial menyatakan bahwa variabel value added capital employed berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, variabel value added human capital tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, dan variabel structural capital value added berpangaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan. Kata Kunci : Value Added Capital Employed, Value Added Human Capital, Structurak Capital Value Added, Kinerja Kuanga
IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI KOMUNITAS BUMI SURABAYA DI SURABAYA
Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil, kurang atau tidak adanya komunikasi dalam organisasi dapat menyebabkan kemacetan atau tidak berjalan secara efektif. Cara seseorang membangun reaksi terhadap aspek organisasi menciptakan suatu iklim komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana iklim komunikasi organisasi di Bumi Surabaya(Peduli Lingkungan) di Surabaya. Untuk mengukur variabel Iklim Komunikasi Organisasi yaitu kepercayaan, pembuatan keputusan bersama, kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengarkan dalam komunikasi ke atas, Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi. Populasi penelitian ini adalah para anggota Bumi Surabaya di Surabaya yang berjumlah 50 orang (Bumi Surabaya Community) dan teknik untuk menentukan sampel mengunakan metode total sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Iklim Komunikasi.Hasil dari penelitian ini adalah Nilai Iklim Komposit sebesar 0,1158. dari hasil tersebut menunjukkan iklim komunikasi pada Bumi Surabaya Commmunity(Peduli Lingkungan) di Surabaya berada pada koefisien yang nilainya kurang dari 0,79, sehingga dikatakan Bumi Surabaya Commmunity(Peduli Lingkungan) di Surabaya mempunyai iklim komunikasi yang negatif. DOI https://doi.org/10.33005/jdg.v9i1.141