E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Keberhasilan Implementasi Forest And Climate Change Programme (Forclime) oleh Indonesia – Jerman di Kalimantan
This research has questions that contained about the analysis of the success causes of the implementation of Forest and Climate Change Program (FORCLIME) by Indonesia - German in Kalimantan in the period 2010 - 2019. The answers to these research questions are then assembled into a discussion that is divided into three stages, namely the emergence of norms (norm emergence), the spread of norms (norm cascades), and the stage of internalization of norms (internalization). This proclamation was adjusted to the blade corridor of the International Norms Diffusion analysis developed by Martha Finnemore and Kathryn Sikkink in 1998. The results showed that the factor behind FORCLIME's success was due to the conformity of international norms with top-down domestic norms, regarding the reduction of domestic carbon emissions through conservation environment accompanied by economic development of the local community, which is based on Law No. 6 of 1994 concerning ratification of the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Thus, the program established is closely related to the concepts of agroforestry, participatory conservation, and sustainable harvest, which are then introduced through socialization and demonstration mechanisms.Keywords : FORCLIME, Germany, Indonesia, International Norm DiffusionPenelitian ini memiliki pertanyaan yang memuat konten mengenai analisis penyebab keberhasilan Implementasi Forest and Climate Change Programme (FORCLIME) oleh Indonesia – Jerman di Kalimantan pada periode 2010 – 2019. Jawaban atas pertanyaan penelitian tersebut kemudian dirangkai menjadi sebuah pembahasan yang dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu kemunculan norma (norm emergence), penyebaran norma (norm cascade), dan tahap internalisasi norma (internalization). Pembabakan tersebut disesuaikan dengan koridor pisau analisis Difusi Norma Internasional yang dikembangkan oleh Martha Finnemore dan Kathryn Sikkink tahun 1998. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor dibalik keberhasilan FORCLIME itu dikarenakan adanya kesesuaian norma internasional dengan norma dalam negeri secara top-down, mengenai pengurangan emisi karbon domestik melalui pelestarian lingkungan dengan disertai pembangunan ekonomi masyarakat setempat, yang berdasar pada Undang-Undang No. 6 Tahun 1994 tentang pengesahan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Sehingga, program yang dibentuk berkaitan erat dengan konsep agroforestri, konservasi partisipatif, dan panen lestari, yang selanjutnya dikenalkan melalui mekanisme sosialisasi dan demonstrasi.Kata Kunci : Difusi Norma Internasional, FORCLIME, Indonesia, Jerman DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i01.216
Peran Indonesia sebagai Pemberi Bantuan melalui KSST bagi Negara Pasifik 2015-2019
In this era, cooperation between countries is very common to find. Cooperation between countries has a goal that each country will mutually be able to achieve their national goals. Indonesia is one of the countries present in the international world as a country that helped to provide assistance to other developing countries since the 1980s. Indonesia is assisting through SSTC. This journal will provide readers with an understanding of the role of Indonesia in providing South-South and Triangular Cooperation (SSTC) technical assistance to Pacific region countries. Because of the fact, this collaboration has become one of the special things that Indonesian government has also taken note of in recent years. The research method used in this journal is a qualitative-descriptive research method, where this method will assist the writer in elaborating the results of this journal by describing the mechanism and process of Indonesia's role in providing SSTC assistance to the country in pacific region. The data to be used comes from the literature of academic journals, media, and official government data which includes books and official annual reports. The results obtained will explain the role of Indonesia as a country that provides SSTC assistance to the Pacific region.Keywords: Role of Indonesia, South-South and Triangular Cooperation, Pacific RegionDi era saat ini, kerjasama antar negara sangatlah lazim untuk ditemukan. Pada hakikatnya, kerjasama antar negara memiliki tujuan agar masing-masing negara akan saling mampu untuk menggapai tujuan nasional yang telah dirumuskan oleh tiap masing-masing negara. Indonesia merupakan salah satu negara yang hadir dalam dunia internasional sebagai negara yang turut membantu untuk memberikan bantuan kepada negara-negara berkembang lain sejak tahun 1980an. Indonesia sendiri melakukan bantuannya melalui sebuah wadah kerjasama yang bertajuk KSST. Jurnal ini akan memberikan pemahaman kepada para pembaca mengenai peran Indonesia dalam memberikan bantuan teknik Kerjasama Selatan-Selatan Triangular (KSST) kepada negara kawasan pasifik. Karena faktanya, kerjasama ini telah menjadi salah satu hal khusus yang turut diperhatikan pemerintah Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode penelitian secara kualitatif-deskriptif, dimana metode ini akan membantu penulis dalam menjabarkan hasil jurnal ini dengan lebih menggambarkan mekanisme serta jalannya sebuah proses peran Indonesia dalam memberikan bantuan kerjasama teknik selatan-selatan triangular (KSST) kepada negara kawasan pasifik. Data yang akan digunakan berasal dari literatur jurnal akademisi, media, serta data resmi pemerintah yang mencakup buku dan laporan tahunan resmi dari pemerintah. Hasil penelitian yang diperoleh akan menjelaskan mengenai peran Indonesia sebagai negara yang memberikan bantuan KSST kepada negara kawasan pasifik.Kata Kunci: Peran Indonesia, Kerjasama Teknik Selatan-Selatan Triangular, Kawasan Pasifik. DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i01.217
Diplomasi Gamelan di Australia
Indonesia and Australia are two neighboring countries that has close relations, geographically and socio-politically. Diplomatic relations between the two was formally establish in 1949, but Australia has been giving constant support toward Indonesia’s independence since 1945. Despite these relations, Indonesia and Australia still has conflict and tensions on several issues. To maintain good relations and to reduce tensions, Indonesia is implementing Gamelan Diplomacy towards Australia. Gamelan Diplomacy is a representation of Indonesian culture and as a form of Indonesian Cultural Diplomacy. The main objective of this paper is to describe the implementation of Gamelan Diplomacy according to Simon Mark that consist of four elements, which are actors and government involvementa, objectives, activities, and audience. This paper is using a descriptive.Keywords: Gamelan Diplomacy, Cultural Diplomacy, Actor and Government Involvement, Objective, Activity, AudienceIndonesia dan Australia adalah dua negara tetangga yang memiliki kedekatan, baik secara geografis maupun sosial politik. Hubungan diplomatik antara kedua negara ini secara resmi telah terjalin sejak tahun 1949, tetapi dukungan bagi upaya perolehan kemerdekaan Indonesia telah diberikan oleh Australia sejak tahun 1945. Terlepas dari hubungan dan kedekatan yang telah lama terjalin, masih sering terjadi konflik dan ketegangan antara Indonesia dan Australia yang disebabkan oleh beberapa hal. Untuk menjalin hubungan baik, sekaligus meredam ketegangan, Indonesia menerapkan Diplomasi Gamelan di Australia. Diplomasi Gamelan yang dilakukan Indonesia terhadap Australia merupakan representasi dari kebudayaan Indonesia dan merupakan salah satu implementasi dari diplomasi kebudayaan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Diplomasi Gamelan Indonesia berdasarkan pemikiran Simon Mark yang diamati melalui empat elemen, yakni aktor dan keterlibatan pemerintah, tujuan, bentuk kegiatan dan audiens. Tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengambilan data studi kepustakaan mulai tahun 2008, saat diadakan IndoFest pertama di Australia, hingga 2019.Kata Kunci: Diplomasi Gamelan, Diplomasi Budaya, Aktor dan Keterlibatan Pemerintah, Tujuan, Bentuk Kegiatan, Audiens DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i01.217
RANCANGAN SISTEM INFORMASI INVENTARIS SEKOLAH BERBASIS WEB (STUDI KASUS : SMP NEGERI 2 SALAM)
Pada saat ini proses inventarisasi alat dan barang masih dilakukan dengan secara manual. Untuk saat ini, sistem inventarisasi setiap alat dan barang di SMP N 2 Salam menggunakan cara yang masih manual yaitu dengan pencatatan pada buku inventaris kemudian data inventaris tersebut diketikkan ke dalam microsoft excel yang berada di komputer/pc milik sekolah yang berada di sekolah sehingga memungkinkan rawan kehilangan data inventaris sekolah apabila semisal perangkat komputer sekolah rusak atapun hilang sehingga mepersulit pihak sekolah untuk mendata ulang lagi. Hal ini dapat menimbulkan masalah dalam proses inventarisasi alat dan barang memakan waktu yang lama dan tidak tersusun dengan baik, selain itu juga tingkat kecepatan akses data (laporannya) jika dibutuhkan sewaktu-waktu menjadi lebih lama. Berdasarkan permasalahan diatas, maka diperlukan sistem untuk memudahkan pihak sekolah dalam melakukan pencatatan alat dan barang sekolah yang bisa diakses dimana pun dan kapanpun seperti sistem inventaris dibuat dengan berbasis web. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis mengambil judul Rancang Bangun Sistem Informasi Inventaris Sekolah Berbasis Web (Studi Kasus: SMP Negeri 2 Salam).Sehinggan setiap sistem inventaris di SMP Negeri 2 Salam ini dapat bekerja dengan baik dan lebih efisien, karena apabila karyawan sekolah atau staf pegawai di SMP Negeri 2 Salam ingin mengecek barang yang masuk ke sekolah, ststus barang dan bahkan diperoleh darimana akan lebih mudah dan praktis dengan menggunakan aplikasi sistem informasi tersebut. DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i3.224
Implementasi Pengukuran Tingkat Kapabilitas Framework COBIT 5 untuk Mengelola Perubahan dari Aplikasi Center View
Abstrak. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes) adalah lembaga pemerintah yang bergerak di sektor kesehatan dan mengawasi informasi terkait kesehatan di lingkup Jawa Timur. Instansi pemerintah sangat berpengaruh pada efisiensi dan kualitas layanan pengiriman untuk warga sipil, serta efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sehingga teknologi informasi dapat membantu untuk menyimpan dan menampilkan data. Center view adalah aplikasi dasbor yang dibuat oleh Dinas Kesehatan dengan tujuan mengelola data yang tersedia di rumah sakit dan juga puskesmas di setiap kabupaten atau kota yang berada di bawah kendali Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini berfokus membahas tingkat kepabilitas pada efektivitas dan efisiensi transisi dan perubahan dalam aplikasi center view. Pengukuran tingkat kapabilitas akan dilakukan menggunakan framework COBIT 5 dengan fokus pada domain BAI05 yang mengelola aktivasi perubahan organisasi. Proses pengukuran tingkat kapabilitas didasarkan pada perhitungan hasil kuesioner dan hasil wawancara dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil dari penelitian ini adalah level kemampuan yang berhasil dicapai dalam domain BAI05 pada level 2 dengan nilai 1 gap.Kata kunci: Tingkat kapabilitas, COBIT 5, center view DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i2.200
SINTESIS KOMPOSIT FIBER-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI DAN PULP DENGAN METANOL
Komposit merupakan suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing – masing bahan berbeda atau sama lainnya. Saat ini banyak dikembangkan komposit berbasis serat alami sebagai pengganti serat sintetis, salah satunya adalah Komposit Fiber-Silika yang berasal dari proses sintesis pulp dengan abu sekam padi dengan adanya penambahan asam pada proses asidifikasi. dipilih sumber silika dari abu sekam padi karena sumbernya yang berlimpah, mudah diperoleh, dan dapat meningkatkan daya guna dari limbah pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sintesis silika-selulosa dari sodium silika dan pulp dengan pengaruh metanol yang berfungsi untuk meregenerasi selulosa sehingga membentuk fiber. Proses yang digunakan adalah proses ekstraksi. Abu sekam padi di ekstraksi dengan larutan natrium hidroksida, kemudian dicampur dengan larutan pulp. Dari hasil penelitian yang didapat, komposit Fiber-Silika dapat dibuat menggunakan fiber selulose dari silika dan pulp dengan metanol. Pencampuran pulp dengan metanol mampu meregenerasi selulose dan membentuk presipitat fiber selulose. Kemudian, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, kadar silika terbesat terdapat pada pulp 0,3 gram pH 6 dengan kandungan sebesar 97,6 %. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.230
PENGARUH MOTIVASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA UNIT CEPU
Dewasa ini perkembangan teknologi yang semakin pesat serta persaingan yang semakinketat membuat perusahaan dituntut untuk mampu mempertahankan eksestensinya. Dalammeraih keunggulan bersaing, perusahaan harus menjamin kualitas sumber daya manusiayang dimiliki agar dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi para konsumen.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan kompensasisecara simultan dan parsial terhadap kinerja karyawan pada PT Telekomunikasi IndonesiaUnit Cepu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian ini Motivasi dan Kompensasi secara simultan berpengaruh positif dansignifikan terhadap kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia Unit Cepu. Motivasisecara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PTTelekomunikasi Indonesia Unit Cepu. Kompensasi secara parsial berpengaruh positif dansignifikan terhadap kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia Unit Cepu.Kata Kunci : Motivasi, Kompensasi, kinerja Karyawa
Ruang Publik dan Kota Berkelanjutan: Strategi Pemerintah Kota Surabaya Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).
ABSTRACTThe research aims to analyze the strategy of the government of Surabaya as one of Indonesia’s metropolitan cities in manifesting sustainable city as mandated by United Nations on Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Vision. The SDGs commitement of sustainable city and society becomes a strong encouragement for local goverments around the world to play its role in realizing the agenda. The research is conducted using descriptive quantitative method and supported by various literatures as well as interviews of stakeholders. By focusing the strategy implemented in 2016-2019, the local government of Surabaya and United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) initiates Global Public Space Programme. This research found that the public space project is carried out through 3 (three) strategies: (1) partnerships in the field of urban planning; (2) the use of Minecraft games in public space design; and implementation of the Global Public Space Program pilot project in three locations, which are Ketandan, Keputih and Tanah Kali Kedinding.Key Words: public space, sustainable city, Surabaya, Sustainable Development GoalsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah kota Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia mewujudkan kota berkelanjutan sebagaimana diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Vision. Komitmen SDGs menjadi dorongan kuat bagi pemerintah daerah di seluruh dunia untuk memainkan perannya dalam mewujudkan agenda dimaksud. Tulisan ini berfokus pada metode kualitatif deskriptif yang disertai dukungan data literatur dan wawancara para pemangku kepentingan. Dengan menekankan pada pelaksanaan strategi di tahun 2016-2019, pemerintah kota Surabaya bekerjasama dengan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) menginisiasi pelaksanaan Global Public Space Programme. Strategi yang telah ditempuh pemerintah kota Surabaya adalah dengan (1) pembentukan kemitraan di bidang tata kelola kota, (2) penggunaan permainan Minecraft untuk desain tata kota, dan (3) menjalankan proyek nyata ruang publik di tiga titik strategis, yakni kampung Ketandan, Keputih, dan Tanah Kali Kedinding.Kata-Kata Kunci: ruang publik, kota berkelanjutan, Surabaya, Sustainable Development Goals DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i02.241
PROGRAM MENGHITUNG RUMUS BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG MENGGUNAKAN FASILITAS BOT TELEGRAM
Abstrak. Dewasa ini kegiatan belajar mengajar diwarnai oleh berbagai aplikasi berbasis android yang memberikan nuansa kemudahan dalam memahami materi pembelajaran. Salah satunya adalah materi pembelajaran matematika yang didalamnya terdapat banyak sekali rumus untuk dipahami. Pada makalah ini ditunjukkan bagaimana memanfaatkan fitur Bot yang ada pada aplikasi perpesanan Telegram untuk menghitung rumus-rumus yang berlaku pada bangun datar dan bangun runag. Makalah ini juga memberikan gambaran pentingnya pengembangan aplikasi pada dunia pendidikan, terutama untuk mendukung proses belajar mengajar.Kata Kunci : Bot Telegram, Rumus Bangun Datar, Rumus bangun Ruang DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i1.185